Archive for January, 2007

Got a Cellphone?

Bagaimana anda menyembunyikan keberadaan anda di sebuah Jaringan Selular? Ada beberapa cara:

  1. Sembunyikan nomer telpon anda (HIDE ID) tapi fasilitas ini tidak berfungsi di semua operator
  2. Ganti-ganti no. HP :)

Cuma kedua cara ini sebenarnya tidak berguna karena sesungguhnya saat ini anda sulit menyembunyikan keberadaan anda selama anda terhubung ke jaringan, sebab luas jangkauan BTS Selular semakin mengecil ( micro site ) dan ada sebuah nomer kunci di setiap ponsel : IMEI

informasi di IMEI ini menyangkut merek dan type handphone yang anda gunakan dan beberapa informasi lainnya yang di broadcast dan tercatat oleh operator setiap kali anda menyalakan ponsel anda dan terkoneksi ke operator. Dengan mudah posisi anda ditemukan dan walaupun anda berganti-ganti nomer, toh IMEI anda tetap sama ;)

Jadi, jangan berpikir anda tidak dapat dideteksi dengan mudah :D

Linux susah, Windows gampang…. Ah yang bener :)

Minggu ini, dari Senin hingga Jumat saya beberapa partner dari huawei-3com (H3C) mengikuti technical training course di Metrodata . Di dalam training ini kami diperkenalkan dengan berbagai tipe router dan switch produk dari H3C dan bagaimana menggunakan fitur-fitur yang tersedia pada perangkat-perangkat tersebut. Seperti halnya perangkat router dan switch lainnya, konfigurasi dilakukan melalui port serial yang tersedia.

Masalah yang pertama adalah: sebagian (besar) notebook dari peserta training ternyata tidak memiliki port serial. Termasuk notebook yang saya gunakan :-D . Solusi yang ditempuh adalah dengan menggunakan konverter usb to serial.

Sampai disini keliatannya masalah sudah terselesaikan. Namun ternyata tidak juga. Kecuali notebook saya, notebook yang lain menggunakan menggunakan OS Windows XP. Setelah 1/2 hari berusaha, tidak ada satupun notebook yang berhasil menggunakan konverter yang tersedia walaupun drivernya tersedia di CD konverter.

Saya sendiri tidak ada masalah, saya cukup memasang konverter tersebut di salah satu USB Port, tunggu 2-3 detik kemudian saya mengetik:

- “dmesg” di layar sudah terlihat jenis perangkat yang terpasang

- “lsusb” untuk melihat ‘id vendor dan product’ dari perangkat

- “modprobe pl2303 vendor=0xXXXX product=0×2303″ untuk meloading modul ke kernel

- “dmesg” lagi, sekarang terlihat perangkat tersebut di mapping ke /dev/TTYUSB0

Jalankan “minicom” dengan opsi “-s” untuk setting serial port ke TTYUSB0 dan saya siap bekerja ;)

Semua konverter yang tersedia saya coba untuk meyakinkan para “windows-er” bahwa tidak ada masalah dengan konverter tersebut dan memang semuanya bekerja dengan normal.

5 menit untuk Linux, 3 Jam untuk Windows, dan mereka bilang linux itu susah? :)

catatan:

Kejadian seperti ini bukan pertama kali, kali lain saya sudah mencetak di printer yang disediakan, sementara para ‘windows-er’ masih sibuk cari CD Driver ;)

Cikampek – Cipularang

Minggu lalu saya ke Bandung untuk berakhir minggu. Bisa dipastikan saya melalui jalan tol Cikampek Cipularang untuk menuju ke bandung.

Selama perjalanan ini lah saya mencatat beberapa kejadian selama di jalan tol tersebut.

1. Menyalip melalui bahu jalan.

Benar-benar mengerikan melihat mobil-mobil yang dengan kecepatan tinggi menyalip melalui bahu jalan. Dan saya sempat menyaksikan aksi nyaris celaka. Saat itu saya sedang melaju dengan kecepatan 80km/jam di jalur kiri dan melihat dari spion kiri kilauan lampu mobil pertama dengan kecepatan tinggi, saya perkirakan sekitar 100-120km/jam. Di depan saya dengan jarak sekitar 2-3 detik ada sebuah truk sedang disebelah kanan ada sebuah bus dengan kecepatan sama. Mobil kedua, sebuah sedan Soluna hijau juga menyusul dengan selang waktu sekitar 1 detik dari mobil pertama ketika saya melihat mobil pertama tersebut tiba tiba melakukan manuver mengambil jalur kiri tepat di depan truk yang akhirnya mengerem.

Apa yang membuat mobil pertama ini bermanuver? Dibahu jalan ternyata ada sebuah bis yang berhenti! Mobil pertama lolos, bagaimana dengan si Sedan Soluna? Dia menjadi orang yang paling beruntung hari itu: dengan manuver yang kritis, si sedan langsung mengambil posisi di belakang trus yang sedang mengerem untuk kemudian bermanuver lagi ke jalur kanan (karena ruang untuk mengerem tidak cukup) dengan jarak tidak lebih semeter dari Bus yang saat itu ada di sebelah kanan. Mengerikan.

2. Kendaraan Lambat yang egois

Mengapa mobil-mobil tersebut menggunakan bahu jalan? Salah satunya adalah kebiasaan dari Truk dan Bus yang berjalan lambat dan menguasai jalur yang tersedia. Saya sendiri tergoda untuk melalui bahu jalan namun mengingat resiko yang sangat besar dan saya juga tidak mengejar apa apa akhirnya saya memilih untuk bersabar saja. Para Truk dan Bis yang berjalan lambat ini memang kadang sangat egois, sudah lambat tidak mau mengalah dan memberi jalan ke kendaraan lain yang lebih cepat.

Terasa sekali pas Jalur Cikampek sudah dilewati dan memasuki arah Cipularang saya bisa memacu kendaraan lebih cepat dari rata-rata 70-80 km/jam menjadi 100-120 km/jam :D ya..ya..ya..saya tau, batasnya adalah 100 km/jam ;)

Beberapa hal lainnya yang saya perhatikan adalah kurangnya kesadaran dari pengguna jalan tol bahwa mereka sedang berada di jalan tol :p ada yang mengemudikan kendaraannya seolah-olah angkot kejar setoran dan memaksa untuk menyalip pada kondisi ramai dan padat. Juga sering saya ngeri dengan kendaraan di belakang saya dengan posisi sangat dekat, apa mereka kira bisa menghindar kalau saya tiba-tiba melakukan emergency brake?

Terakhir, yang bikin saya gregetan adalah: Ketika pulang ke Jakarta, sebuah mobil polisi yang mengawal sebuah mobil pejabat (D 41 DS) berjalan dengan kencangnya di BAHU JALAN!!! Gila benar ini polisi, apa dia nggak mengerti kalau bahu jalan itu hanya untuk keperluan EMERGENCY????

Kaukus Penyiaran DPR Menuntut MoU RI-Microsoft Dibatalkan

Tekanan untuk membatalkan MOU MS semakin kuat, berita ini dari detikinet.com :

Jakarta, Anggota komisi I DPR RI yang tergabung dalam Kaukus Penyiaran menuntut pembatalan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara pemerintah Republik Indonesia dengan PT Microsoft Indonesia.

Anggota Kaukus Penyiaran komisi I DPR RI Tristanti Mitayani, membacakan pernyataan sikap Kaukus Penyiaran yang menuntut agar MoU antara pemerintah dengan Microsoft dibatalkan.

Dalam konferensi pers yang berlangsung di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (11/1/2007), Tristanti menyampaikan ada empat hal yang melatarbelakangi tuntutan Kaukus Penyiaran tersebut. Keempat hal tersebut adalah:

1. Proses pembuatan hingga penandatanganan MoU Microsoft telah melanggar prosedur ketentuan administrasi kenegaraan dan tidak dilakukan secara terbuka bahkan di lingkungan pemerintah sendiri.

2. Menkominfo tidak secara nyata memiliki kewenangan mewakili dan bertindak atas nama pemerintah Indonesia untuk menandatangani MoU, tanpa adanya penyerahan kewenangn formal dari Presiden sebagaimana yang ditegaskan dalam kalimat pembuka MoU, apalagi pelaksanaan MoU tersebut akan melibatkan kewenangan menteri-menteri lainnya.

3. MoU Microsoft terkesan amat sangat rahasia dalam prosesnya, bahkan hingga saat ini sulit sekali mendapatkan naskah MoU trsebut, serta muatannya berindikasi kuat akan merugikan keuangan negara dan menciptakan ketergantungan yang kuat terhadap produk asing tertentu. Serta melemahkan pemajuan IGOS (Indonesia Goes Open Source) sebagai wujud ruang perlindungan kekayaan kepemilikan intelektual bangsa Indonesia.

4. Pembuatan MoU Microsoft merupakan sesuatu pengaturan yang eksklusif karena tidak dilakukan dengan perusahaan software lainnya. Hal ini jelas bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 mengenai persaingan usaha yang tidak sehat.

Menurut Tristanti, pernyataan sikap angota Kaukus Penyiaran ini dikeluarkan setelah mempelajari salinan dokumen yang diduga sebagai dokumen resmi. “Jika benar, dokumen MoU yang sampai ke tangan kami ini adalah dokumen resmi dari MoU yang ditandatangani Menkominfo dan Microsoft, maka dengan ini kami menuntut agar MoU Microsoft dibatalkan,” tegas Tristanti.

“Kami menuntut DPR RI melalui Komisi I untuk segera memanggil dan meminta pertanggungjawaban Menkominfo yang telah mengabaikan ketentuan administrasi kenegaraan dan berindikasi kuat melanggar UU Persaingan Usaha,” lanjutnya.

Dalam konferensi pers tersebut, hadir anggota Kaukus Penyiaran lainnya: Dedi Djamaludin Malik, Muhammad AS Hikam dan Marzuki Darusman. (nks/nks)

Google dan Blogger lambat?

Ternyata bukan cuma saya yang merasakan bahwa sejak kejadian gempa Taiwan akses ke Google Mail dan Blogger menjadi lambat. Di hari-hari pertama setelah gempa tersebut memang akses ke Yahoo lah yang pertama pulih, Yahoo Messenger berfungsi normal sementara akses ke google mail dan blogger baru pulih sekitar 1 minggu ini :(

Akhirnya rasa penasaran membuat saya iseng men-trace untuk membanding “jarak” ke yahoo, google dan blogger. Berikut hasilnya:

Tracing route to googlemail.l.google.com [209.85.139.19]
over a maximum of 30 hops:

1 <1 ms <1 ms <1 ms 192.168.1.1
2 32 ms 32 ms 32 ms 1.subnet222-124-100.speedy.telkom.net.id [222.12.100.1]
3 31 ms 33 ms 79 ms 203.130.231.253
4 51 ms 54 ms 51 ms 61.94.15.238
5 53 ms 89 ms 57 ms 203.208.143.233
6 54 ms 51 ms 52 ms 203.208.182.205
7 58 ms 78 ms 60 ms 203.208.183.17
8 235 ms 230 ms 231 ms so-1-2-0-bcr1.par.cw.net [195.10.54.197]
9 228 ms 234 ms 229 ms so-1-3-0-dcr1.par.cw.net [195.2.10.46]
10 238 ms 237 ms 242 ms so-0-0-0-dcr1.fra.cw.net [195.2.10.141]
11 237 ms 239 ms 237 ms as0-dcr2.fra.cw.net [195.2.10.158]
12 338 ms 343 ms 344 ms google-gw-ies1.dcx.cw.net [62.208.252.82]
13 338 ms 337 ms * 72.14.238.124
14 * * * Request timed out.
15 330 ms 325 ms 330 ms 72.14.236.220
16 345 ms 352 ms 349 ms 216.239.46.14
17 345 ms * 345 ms 216.239.43.80
18 * 347 ms * 72.14.233.47
19 344 ms * 348 ms 72.14.233.29
20 * 351 ms * 72.14.239.194
21 * 344 ms * pr-in-f19.google.com [209.85.139.19]
22 * 349 ms * pr-in-f19.google.com [209.85.139.19]
23 * 345 ms 346 ms pr-in-f19.google.com [209.85.139.19]

Trace complete.

Tracing route to www.blogger.com [66.102.15.100]
over a maximum of 30 hops:

1 <1 ms <1 ms <1 ms 192.168.1.1
2 28 ms 32 ms 33 ms 1.subnet222-124-100.speedy.telkom.net.id [222.124.100.1]
3 32 ms 32 ms 33 ms 203.130.231.253
4 54 ms 51 ms 52 ms 61.94.15.238
5 111 ms 72 ms 277 ms 203.208.143.233
6 54 ms 52 ms 53 ms p3-9.sngtp-cr2.ix.singtel.com [202.160.250.141]

7 58 ms 52 ms 56 ms 203.208.183.17
8 234 ms 231 ms 231 ms so-1-2-0-bcr1.par.cw.net [195.10.54.197]
9 230 ms 230 ms 234 ms so-1-3-0-dcr1.par.cw.net [195.2.10.46]
10 239 ms 241 ms 242 ms so-0-0-0-dcr1.fra.cw.net [195.2.10.141]
11 237 ms 240 ms 242 ms as0-dcr2.fra.cw.net [195.2.10.158]
12 342 ms * 349 ms google-gw-ies1.dcx.cw.net [62.208.252.82]
13 710 ms 344 ms 344 ms 72.14.238.124
14 * 348 ms 344 ms 72.14.232.105
15 592 ms 326 ms 324 ms 72.14.236.220
16 538 ms 384 ms 364 ms 216.239.46.14
17 352 ms 348 ms 348 ms 66.249.95.121
18 * * 354 ms 66.249.95.215
19 358 ms 604 ms * 66.249.94.227
20 * * 362 ms 72.14.233.123
21 * 354 ms 351 ms www.blogger.com [66.102.15.100]

Trace complete.

Tracing route to login.yahoo.akadns.net [209.191.92.114]
over a maximum of 30 hops:

1 <1 ms <1 ms <1 ms 192.168.1.1
2 33 ms 32 ms 33 ms 1.subnet222-124-100.speedy.telkom.net.id [222.124.100.1]
3 29 ms 33 ms 32 ms 203.130.231.253
4 54 ms 52 ms 52 ms 61.94.15.238
5 53 ms 52 ms 52 ms 203.208.143.233
6 57 ms 53 ms 51 ms 203.208.182.205
7 57 ms 52 ms 52 ms 203.208.149.62
8 481 ms 481 ms 480 ms mil14-singtel-2-sg.mil.seabone.net [195.22.205.21]
9 580 ms 582 ms 572 ms ash1-new1-racc1.new.seabone.net [195.22.216.225]
10 323 ms 323 ms 324 ms g2-12-bas2.dce.yahoo.com [206.223.115.2]
11 347 ms 351 ms 350 ms so-0-0-0.pat2.dax.yahoo.com [216.115.101.147]
12 373 ms 353 ms 349 ms ge-0-1-0-p101.msr1.mud.yahoo.com [216.115.104.99]
13 361 ms 364 ms 364 ms te-8-1.bas-c1.mud.yahoo.com [68.142.193.5]
14 365 ms 353 ms 349 ms l2.login.vip.mud.yahoo.com [209.191.92.114]

Trace complete.

Ternyata memang beda tuh jalurnya ;)

blog lain yang membahas masalah ini: Akses ke gmail dan blogger lambat, hard to be accessed

Saran bagi pengguna Ponsel

Sehubungan dengan beberapa kejadian yang dialami oleh teman-teman ku berkaitan dengan penggunaan Ponsel, maka ada 2 saran:

1. Jangan menyimpan jadual anda di ponsel :-) sebab kebocoran jadual anda ke seseorang yang tidak anda inginkan dapat terjadi.

2.  Pastikan lawan bicara anda tidak dalam mode ”loudspeaker on”, Apalagi kalo anda pengen gossip.

Hehehehehe…

Kesiapan Open Source dan Sensus Software Ilegal

Ada 2 point yang menarik untuk disimak dari pernyataan Menkominfo Bapak Sofyan Djalil di dalam wawancara beliau di Majalah Tempo.

  1. Open Source belum siap untuk digunakan
  2. Pemerintah (menkominfo? ) akan melakukan sensus software ilegal di lembaga pemerintah.

2 point ini yang menjadi perhatian utama saya, karena kedunya menunjukkan bagaimana karakter Bangsa kita yang tercermin dari perilaku pejabat-pejabat negara kita.

1. Open Source belum siap digunakan

Ketika bekerja di sebuah perusahaan asing sekian tahun yang lalu ada satu kejadian yang membekas di benak saya. Pada satu waktu departemen kami diminta untuk merancang sebuah sebuah jaringan, alhasil kami pun merancang dan mengajukan rancangan kami ke atasan (yang bukan berlatar belakang IT). Apa yang dilakukan atasan kami cukup mengherankan saya, yaitu dia bertanya kepada koleganya (sebangsa dan setanah air Jerman) yang nota bene bukan orang IT juga. Untuk sesaat saya merasa “panas”, orang ini kok aneh, tim kami yang notabene keahliannya di bidang ini kok malah minta second opinion dari orang yang keahliannya gak berhubungan sama sekali.

Tapi, kejadian itu bukanlah yang pertama. Bahkan saya menemukan kejadian tersebut berkali kali dalam berbagai kondisi. Intinya: mereka sangat percaya kepada koleganya yang sebangsa dan seTanah Air. Dalam pemilihan perangkat juga begitu. Kadang saya protes, kenapa saya harus menggunakan perangkat dari Jerman yang mahal dan sulit didapatkan itu? Jawaban mereka: karena duit-nya akan masuk ke perusahaan itu juga akhirnya, jadi biar mahal tidak apa apa toh cuma pindah dari kantong sebelah kiri ke kantong sebelah kanan.

Sekarang mari kita lihat karakter tersebut dan bandingan dengan karakter bangsa kita yang tercermin dari wawancara Menkominfo Sofyan Djalil: beliau mengatakan Open Source belum siap untuk digunakan. Oke Bapak Menteri, jadi rupanya Bapak lebih percaya kepada Redmond daripada MenRistek yang sudah susah payah membuktikan bahwa Open Source itu layak pakai.

Saya bisa merasakan perasaan Menristek dengan pernyataan Pak Sofyan Djalil. Kalau itu yang mengatakan orang lain masih mendingan, namun ini dikatakan oleh rekan sesama menteri yang seharusnya ikut mendorong dan bukan malah bikin pernyataan perangkat lunak yang sudah digunakan secara meluas sebagai tidak siap pakai.

Pemerintah lebih suka mengeluarkan 400 miliar untuk bayar perusahaan asing daripada membiayai anak negeri sendiri untuk mengembangkan perangkat lunak Open Source hingga “layak pakai” lebih banyak disebabkan karakter lebih percaya kepada pihak asing ini.

Kenapa saya mengatakan karena karakter? Sebab kalau saya katakan bahwa dibalik MOU itu adalah “komisi”, “perselingkuhan” ataupun “tekanan asing” saya tidak punya bukti. Tapi saya dapat melihat karakter yang saya sebut sebelumnya diperlihatkan oleh mereka yang berada dibalik MOU tersebut.

2. Sensus Software Ilegal di Pemerintah.

Nah ini dia pernyataan menarik lainnya dari wawancara di Majalah Tempo: pemerintah akan melakukan sensus terhadap penggunaan perangkat lunak ilegal (baca: bajakan) di lembaga pemerintahan. Mengapa menarik, sebab kesimpulan dari pernyataan tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Pemerintah mengakui telah melakukan pembajakan piranti lunak ( kalo tidak, buat apa di sensus?)
  2. Hukum ternyata tidak berlaku untuk Pemerintah, tidak seperti rakyatnya yang sejak 2 tahun terakhir ini dihantui sweeping perangkat lunak bajakan.

Untuk kesimpulan No. 1, maka masukan bagi KPK adalah: tolong periksa secara seksama semua Anggaran yang berhubungan dengan sistem komputer, jika didalamnya sudah mencakup pembiayaan untuk perangkat lunak dan tetap terjadi pembajakan berarti ada dugaan korupsi yang terjadi.

Untuk kesimpulan No. 2, saya tidak tahu harus berkata apa. Sebagai saksi bagaimana represifnya penegakan UU Haki di Warnet (yang berujung bangkrutnya beberapa warnet) ternyata Pemerintah lupa membersihkan dirinya sendiri. Bahkan lebih hebat lagi: Dengan bangga mau membayar (uang rakyat tuh!! x-( ) ber miliar miliar dengan alasan dapat diskon. Yah, semut di seberang terlihat dan diinjak-injak, gajah di pelupuk mata perlu disensus dulu.

Di akhir tulisan ini, sekali lagi saya tekankan ini bukan semata-mata urusan Microsoft vs Open Source seperti yang di tenggarai oleh beberapa orang yang di anggap sebagai tokoh-tokoh IT, tapi dimensi persoalan ini lebih jauh dari itu. MOU ini membuka mata kita bahwa Hukum tidak berlaku sama untuk semua orang di negeri ini yang aparatnya tetap ngotot berkata bahwa negeri ini adalah negeri hukum. MOU ini juga membuka mata kita bagaimana karakter lebih percaya kepada orang asing adalah karakter mendasar bangsa kita. Setelah menyebutkan point-point di atas masihkah berani menyebut kami Pahlawan Kesiangan? kalau masih, mungkin saya perlu belajar lagi apa arti sesungguhnya dari Nasionalisme.

Tahun Baru, Blog Baru

Buat apa bikin blog baru padahal sudah punya blog yang lama?  Jawabannya: karena blog yang lama susah diakses berhubung koneksi internet lagi ga bener.

Yah, begitulah.  Walaupun di akhir tahun 2006 dan di awal 2007 penuh dengan berita negatif, namun Optimisme tetap harus ada.  Tahun ini perusahaan (walau pelan) sudah mulai terlihat bentuk dan arahnya, tidak seperti tahun lalu yang berkesan tabrak sana tabrak sini.  In my personal life, setitik cahaya terang juga sudah terlihat :-)

Dibalik semua itu… walau telat 8 hari :-p selamat Tahun Baru 2007.

Mobile Access
Akses blog ini dari Mobile Handset anda dengan meng-scan barcode di bawah ini. Scan Reader dapat di download di StarCode
datamatrix code
Kategori
Respon Pembaca
  • nofiandi andi: mas/mbak, saya mau tanya berapa kira2 buat buka usaha warnetuntuk 10 pc...
  • catoor: inilah penipuan gaya baru…q juga dapet yang beberapa kali ini…ada...
  • tedjo: Wah, bagus dong kalo gitu. Jadi untuk filterisasi lebih mudah. sehingga mental...
  • Amin.COm: Ass…pak, sy mo bk usha wrnet jg, tp pake laptop mngingat isttrik cumen...
  • tris: mlem ms mb.. mau tanya modal minimal buka usaha warnet brapa yah..dan tempat yg...
  • anton: sy juga mengalami hal yg sama. Ini adalah cara marketing yg gak bermoral dan...
  • agung: @dzi: ya butuh lah mas. kalo nggak masak rusak dikit panggil teknisi. bisa tekor...
Serba Open
Use OpenDNS
Use OpenOffice.org
Open Clip Art Library
Add to Technorati Favorites
blog-indonesia.com
Kalender
January 2007
M T W T F S S
    Feb »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  
My Plurk
QR Code - scan to visit our mobile site

Many companies provide barcode readers that you can install on your mobile, and all of the following are compatible with this format:

Pariwara
a Google


My del.icio.us