Linux susah, Windows gampang…. Ah yang bener :)
Minggu ini, dari Senin hingga Jumat saya beberapa partner dari huawei-3com (H3C) mengikuti technical training course di Metrodata . Di dalam training ini kami diperkenalkan dengan berbagai tipe router dan switch produk dari H3C dan bagaimana menggunakan fitur-fitur yang tersedia pada perangkat-perangkat tersebut. Seperti halnya perangkat router dan switch lainnya, konfigurasi dilakukan melalui port serial yang tersedia.
Masalah yang pertama adalah: sebagian (besar) notebook dari peserta training ternyata tidak memiliki port serial. Termasuk notebook yang saya gunakan
. Solusi yang ditempuh adalah dengan menggunakan konverter usb to serial.
Sampai disini keliatannya masalah sudah terselesaikan. Namun ternyata tidak juga. Kecuali notebook saya, notebook yang lain menggunakan menggunakan OS Windows XP. Setelah 1/2 hari berusaha, tidak ada satupun notebook yang berhasil menggunakan konverter yang tersedia walaupun drivernya tersedia di CD konverter.
Saya sendiri tidak ada masalah, saya cukup memasang konverter tersebut di salah satu USB Port, tunggu 2-3 detik kemudian saya mengetik:
- “dmesg” di layar sudah terlihat jenis perangkat yang terpasang
- “lsusb” untuk melihat ‘id vendor dan product’ dari perangkat
- “modprobe pl2303 vendor=0xXXXX product=0×2303″ untuk meloading modul ke kernel
- “dmesg” lagi, sekarang terlihat perangkat tersebut di mapping ke /dev/TTYUSB0
Jalankan “minicom” dengan opsi “-s” untuk setting serial port ke TTYUSB0 dan saya siap bekerja
Semua konverter yang tersedia saya coba untuk meyakinkan para “windows-er” bahwa tidak ada masalah dengan konverter tersebut dan memang semuanya bekerja dengan normal.
5 menit untuk Linux, 3 Jam untuk Windows, dan mereka bilang linux itu susah?
catatan:
Kejadian seperti ini bukan pertama kali, kali lain saya sudah mencetak di printer yang disediakan, sementara para ‘windows-er’ masih sibuk cari CD Driver







hahaha untuk koment isi tulisan dan hahahaha untuk diri saya sendiri.
Berarti yang training cuma iwin doang donk.
Sebenarnya yang dipermasalahkan bukan itu, saya sering ditanyakan tentang perintah-perintah di linux terlalu panjang karena mereka sering melihat saya melakukan perintah yang panjang sekali.
Kalau anak-anak/anak muda yang tidak mengenal dos atau komputer zaman dulu, perintah yang disampaikan memang terlalu panjang.
Saya pribadi akan bilang pada diri sendiri “apakah tidak ada yang pendek jalannya?”.
Mereka inginnya tinggal klik dua kali, walaupun susah nyarinya.
Thank for making this available to the public.
Berarti emang bener keberadaannya Mas.
”
Judulnya di ganti aja : “Linux susah, Windows gampang…. Ah bener
Yang satu tinggal klik, yg satu mesti tau script.
Which is, perlu waktu buat belajar ginian. ga semua orang familiar dengan yg beginian.
Susah atau gampang kan gimana kebiasaan, Mas
bukan berarti sesuatu yg gampang itu selalu lebih baik daripada yang susah, begitu pula sebaliknya.
Best Regards
mu nanya nich mas irwin pake linux apa ya
saya tunggu di email saya terima kasih.
Tserah 0rang bilang susah-gampang, aq tetep mantep pke linux. Hehehe.