Archive for February, 2007

Kisah lain dibalik Munas I AWARI

Dari acara Munas I Awari di Bandung kemarin ada beberapa cerita yang sayang untuk dilewatkan, misalnya tentang berkumpulnya “tetua” awari seperti Didin Pataka, Opa Michael dan Kang Zilmi, yang terakhir disebut malah kaget tidak menyangka Awari lagi munas :) maupun cerita pertukaran informasi “rahasia” antara Opa dan Zilmi mengenai proyek yang mereka garap.

Didin Pataka sendiri punya komentar singkat selesai memimpin sidang hari pertama: “Tau lancar begini dari dulu kita Munas” :) ) .

Hal yang menarik lainnya sewaktu saya meminta peserta untuk memperkenalkan dirinya dan warnetnya, tanpa saya duga mereka berkata seperti ini:

  • “Perkenalkan nama saya Fulan dari kota X, warnet saya PC-nya sekian, pake OS X, legal!”
  • “Nama saya fulan, warnet saya 5 pake linux, 5 pake windows, legal!”
  • “Nama saya XXX, warnet saya 12 PC, masih bajakan semua”
  • “Saya xxx, warnet saya 100 pc, 60% sudah legal, sisanya lagi di usahakan”

hahahahaha…. keterbukaan yang baik.
Tapi yang berita baiknya adalah secara kasar saja saya menghitung 85% yang hadir sudah legal. Sisanya sedang dalam proses legal. Jadi komunitas warnet adalah komunitas industri dengan legalitas terbaik dan semestinya mendapatkan penghargaan atas usaha menjadi legal ini, bukan malah di tunjuk sebagai biang.

Satu catatan yang penting, demokrasi sangat terasa di munas awari ini. Semuanya selalu diserahkan ke peserta untuk ikut menentukan, selalu ditawarkan untuk memberi masukan, usulan, sanggahan dan lain lain sebelum diputuskan, tidak ada kejadian setelah ketuk palu kemudian ada yang teriak interupsi :) dan sempat juga terjadi voting terbuka untuk memutuskan beberapa hal. Yah, ternyata komunitas warnet pun lebih dewasa dari DPR :p

Munas AWARI I

Asosiasi Warnet Indonesia mengadakan Musyawarah Nasional I pada:

  • Hari: Sabtu – Minggu
  • Tanggal: 24-25 Februari 2007
  • Tempat: Hotel PERMATA Bidakara Bandung, Jl. Lemahneundeut No. 7 Setrasari, Bandung
  • Thema: Dari Warnet untuk Warnet, Demi Kemajuan Bersama

Semua informasi mengenai Munas AWARI 1 ini dapat di lihat di : http://awari.or.id

Telkom, perbaiki kinerja Speedy mu!

Yang terhormat PT. Telkom,

Kantor kami adalah pelanggan Telkom Speedy, sejak Senin 20 Februari 2007 pagi koneksi Internet via ADSL Speedy kami putus. Kami telah melaporkan hal tersebut ke 147, walaupun dengan susah payah kami menunggu untuk berbicara kepada customer care yang tidak memberikan apa apa selain janji akan di tindak lanjuti.

Sampai saat saya menulis blog ini, saya telah menghubungi 147 selama 4 kali dan setiap kali menghubungi saya harus menunggu paling tidak 5 menit untuk berbicara dengan customer care anda. Dan hasilnya adalah sampai sekarang pun ( Selasa 20 Februari jam 21:19) koneksi Speedy kantor kami masih terputus.

Jika ada di antara anda dari PT. Telkom yang terhormat membaca komplain ini, no. tiket pengaduan speedy saya adalah: s.0219.0865. Dengan segala kerendahan hati, saya mengusulkan supaya PT. Telkom untuk meningkatkan kinerjanya melayani pelanggan anda, kinerja pelayanan Speedy anda benar-benar memalukan karena PT. Telkom mengaku sebagai Word Class Operator tapi kenyataannya ISP Lokal dari kampung saya di Makassar sana masih lebih sigap dalam menanggapi protes dari pelanggan.

Saya tidak tahu harus mengadu kemana lagi, agar koneksi internet kami cepat berjalan dengan normal lagi.

Warnet yang izinkan konten porno terancam pidana

Hari ini ( Selasa 13 Februari 2007 ) harian Bisnis Indonesia menuliskan sebuah berita mengenai warnet dengan judul Warnet yang izinkan konten porno terancam pidana . Isi berita adalah mengenai rancangan peraturan Menteri Kominfo mengenai denda yang akan diterapkan pada penyelenggara jaringan dan jasa telekomunikasi. Pada peraturan tersebut wartel dan warnet juga terancam sanksi denda yang akan diterapkan tidak lama lagi.

Soal menghalangi akses ke konten judi online maupun pornografi saya pribadi sangat mendukung aturan ini. Tetapi dalam prakteknya nanti perlu dicermati baik baik. Karena secara teknis menempatkan tanggung jawab filter pada warnet apakah sebuah aturan yang bijak? Jika ingin jujur, tidak semua warnet memiliki sumber daya manusia dan finansial untuk membuat filter bagi kedua konten terlarang tersebut.

Apalagi jika aturan ini dilapangan dijadikan ATM baru bagi aparat. Sudah bukan rahasia lagi jika sweeping warnet atas dasar UU HAKI di lapangan banyak menjadi sumber pemerasan bagi warnet warnet. Jika ditambah dengan aturan ini maka Pemerintah ( dalam hal ini Kementrian Kominfo ) sebaiknya menempatkan tanggung jawab tersebut pada sisi Penyedia Jasa Internet. Alasannya : PJI memiliki kemampuan lebih baik dalam hal kemampuan sumber daya manusia maupun kemampuan finansial untuk melakukan filter terhadap konten judi dan pornografi.

Alasan lain adalah: konten pornografi berkembang secara luar biasa di internet, filter secanggih apa pun saat ini tidak mampu secara penuh menghalangi akses ke konten tersebut. Akses ke konten porno ini bahkan dapat dinikmati melalui situs situs terkenal seperti google, yahoo, youtube, bahkan situs jaring sosial seperti friendster dan hi5 tidak lolos dari konten pornografi. Juga Situs blog gratis seperti blogspot digunakan juga oleh sebagian orang sebagai tempat menyimpan konten pornografi. Apakah semua situs itu akan kita filter?

Bagaimana jika sebuah warnet memasang filter dan ternyata konten tersebut tetap lolos? Adilkah jika sebuah warnet di denda karena sebuah konten yang tumbuh hingga ratusan ribu situs baru tiap harinya lolos dari filter dan di akses secara tidak sengaja oleh seorang user?

Jika sebuah warnet terbukti memakai konten pornografi sebagai faktor untuk menarik pelanggan misalnya dengan menyediakan file server berisi konten pornografi maka sudah sewajarnya warnet tersebut di hukum TAPI apakah adil karena satu atau dua warnet melakukan hal tersebut maka semua warnet di Indonesia harus dibebani membuat sebuah sistem untuk memfilter konten?

Filter Pornografi dan Judi itu harus berada pada sisi Penyelenggara Jasa Internet, bahkan seharusnya jika konten terlarang tersebut bisa di akses di warnet maka yang seharusnya dilakukan adalah: Pemilik warnet semestinya menuntut ke PJI mengapa konten tersebut bisa sampai tersalur ke warnet yang bersangkutan.

Konten pornografi sendiri bukanlah konten yang disukai oleh warnet sebab konten ini cenderung menghabiskan jatah bandwidth yang terbatas. Naif sekali selalu menghubungkan pornografi di internet dengan warnet, ini adalah sebuah stigma yang tidak bertanggung jawab yang dilakukan oleh media, kenyataannya pornografi lebih mudah tersebar melalui Ponsel, lapak DVD pinggir jalan dan pertokoan di Glodok daripada melalui warnet. Buat apa susah susah mencari pornografi di warnet jika dengan biaya yang lebih sedikit bisa membeli banyak DVD porno?

Angka angka di bisnis warnet

Berapa banyak jumlah warnet di Indonesia secara pasti tidak ada yang tahu.  Tapi secara kasar, jumlah warnet di Indonesia berada di angka 5000 hingga 6000 buah yang tersebar dari NAD hingga Papua.  di milis AWARI sendiri tercatat hingga tanggal 12 Februari 2007 terdapat 7.602 subscriber.  Saya sendiri memperkirakan warnet yang bergabung dengan milis AWARI ini tidak lebih dari 50% warnet yang ada di Indonesia.

Meski demikian tetap harus diingat bahwa subcriber di milis terdiri dari berbagai kalangan, baik dari pemilik warnet, Operator warnet, pemerhati perkembangan IT termasuk didalamnya.   Mengapa saya ungkap hal ini agar disadari bahwa jumlah subcriber di milis ini tidak mencerminkan jumlah warnet di Indonesia.

Apa yang hendak saya sampaikan adalah:  Sebenarnya seberapa besar perputaran uang di dalam bisnis warnet ini? Untuk menghitungnya maka saya menggunakan beberapa asumsi asumsi sederhana sebagai berikut:

  • Jumlah warnet di indonesia: 5000 (plus minus)
  • Rata rata jumlah layar di warnet: 20
  • Rata rata pemakaian bandwidth di tiap warnet:128 Kbps
  • Rata rata memiliki pekerja sebanyak: 4 orang dengan rata rata gaji per pekerja adalah Rp 550.000,-

Berdasarkan asumsi di atas maka:

  • warnet di Indonesia saat ini memiliki layar sejumlah 20 x 5000 = 100.000 layar
  • Total pemakaian bandwidth oleh Warnet: 128 kbps x 5000 = 640.000 kbps = 640 mbps
  • Jika di asumsikan harga 128 kbps adalah Rp 5.500.000, maka belanja bandwidth warnet tiap bulan adalah: Rp 5.500.000 x 5000 = Rp 27.500.000.000 ( Dua puluh tujuh miliar lima ratus juta Rupiah ) sehingga dalam 1 tahun saja total belanja bandwidth warnet se Indonesia mencapai = Rp 330.000.000.000 ( Tiga ratus tiga puluh miliar )
  • Jumlah pekerja yang bekerja di warnet mencapai 4 x 5000 = 20.000 pekerja dan ada 20.000 x Rp 550.000 = Rp 11.000.000.000 ( sebelas miliar ) uang yang diberikan sebagai upah para pekerja tersebut.

Dari angka angka tersebut di atas yang paling menarik di perhatikan adalah belanja bandwidth yang merupakan inti bisnis warnet. Angka tiga ratus tiga puluh miliar per tahun merupakan angka yang cukup besar.  Sayang sekali saya tidak memiliki data seberapa besar total jumlah uang yang masuk ke bisnis bandwidth di Indonesia dan belanja bandwidth warnet berapa persen dari total angka tersebut.

Pada dasarnya saya ingin menyampaikan ke rekan rekan warnet, bahwa jika dihitung secara menyeluruh maka angka angka di bisnis warnet sudah merupakan angka yang signifikan.  Angka angka di atas adalah kekuatan warnet, akan tetapi kekuatan itu hanya berfungsi jika warnet warnet ini bersatu.  Tanpa bersatu maka angka angka di atas akan menjadi pecah, mengecil dan akhirnya hanya merupakan buih di lautan.

catatan:
Tulisan ini juga di muat di blog http://tayuang.blogspot.com dan http://irwinday.wordpress.com, kritik, saran dan sanggahan silahkan disampaikan via milis atau pun komentar pada blog.

Looking for Perfection

Alkisah seorang bujangan bertemu sobat karib yang sudah berkeluarga. Sang sobat yang prihatin melihat sang bujang yang masih saja membujang akhirnya bertanya:

“Mengapa sampai sekarang kamu masih membujang? Setahuku hari harimu tidak pernah sepi dengan berbagai wanita dan semuanya adalah wanita wanita yang menarik hati”.

Dengan penuh percaya diri sang Bujang berkata: “Aku masih belum menemukan wanita sempurna yang sudah aku impikan seumur hidupku, makanya aku tidak akan berhenti mencari sebelum aku menemukan wanita sempurna itu.”

Sekian tahun kemudian…

Sang sobat karib itu bertemu lagi dengan sang bujang yang ternyata masih juga membujang! Dengan penuh penasaran sang sobat akhirnya menanyakan hal yang sama seperti sekian tahun yang lalu dia ungkapkan:”Mengapa sampai sekarang kamu masih membujang? Setahuku hari harimu tidak pernah sepi dengan berbagai wanita dan semuanya adalah wanita wanita yang menarik hati”. Dengan kalimat tambahan: ” Sudahlah! Berhentilah kamu mencari wanita yang sempurna!”

Dengan bersungut-sungut sang Bujang menjawab dengan muka kusut masai bagai tak mandi satu bulan:” Aku sudah menemukan wanita yang sempurna Sobat!!”

Sobat:” lalu? Kalau kamu sudah menemukannya mengapa kamu masih membujang?”

Bujang:” Si wanita sempurna juga sedang mencari Pria yang sempurna”

Catatan dari pertemuan aktivis linux

Tanggal 3 Februari 2007, bertempat di NF Margonda (sebagian) aktivis-linux berkumpul untuk berdiskusi tentang beberapa hal dan terutama sikap komunitas terhadap MOU RI-MS yang menghebohkan itu.

Diskusi sendiri berjalan dengan santai dan serius. Hasil diskusi saya tidak tuliskan disini karena menurut Pak Rus, sebaiknya hasil ini di publish di kalangan terbatas dahulu sebelum di publish kemana mana :) . Saya sendiri berusaha memberikan opini opini yang lebih bersifat kritik kepada komunitas Open Source / Linux yang saya rangkumkan sebagai berikut:

  1. Berhentilah menggunakan kata “gratis” untuk mengkampanyekan Free Open Source Software (FOSS), sebab perkataan “free” tersebut tidak berarti gratis, tapi “bebas”. Tidak ada yang gratis dari FOSS, semuanya membutuhkan “biaya”. Perkataan “gratis” di dunia bisnis justru berkonotasi tidak bagus.
  2. Komunitas agar berusaha bergerak dibalik nama Perusahaan (PT, CV dll) jangan bergerak atas nama Pribadi. Sebab tudingan bahwa tidak ada dukungan/support dari kalangan Open Source karena FOSS selalu di identikkan dengan komunitas yang berkonotasi pribadi/person.
  3. Mendata perusahaan-perusahaan yang bisa memberikan dukungan terhadap implementasi FOSS. Data merupakan kekuatan yang paling bagus, jika data sudah ditangan dan menunjukkan hal yang positip maka tudingan kurangnya dukungan dari kalangan FOSS bisa ditepis.
  4. Kalangan FOSS juga agar tidak ragu membeberkan kisah sukses-nya menggunakan FOSS sebagai solusi apakah itu di sebuah Perusahaan maupun di Pemerintahan. Kurangnya pemberitaan atas kisah sukses ini sangat mempengaruhi pandangan umum terhadap FOSS.

catatan: Saya pribadi mendukung usulan bahwa sebaiknya YPLI ( Yayasan Penggerak Linux Indonesia ) sebagai payung pergerakan FOSS.

Bencana Banjir Tunda Munas AWARI 2007

Akhirnya Bencana itu berpengaruh juga ke AWARI, beritanya silahkan liat disini:

http://awari.or.id/artikel/berita%20munas-4.php

Tidak semua Wanita

“Tidak semua Laki-laki” adalah lagu dangdut yang terkenal yang isinya mengatakan bahwa tidak semua laki laki itu seperti yang ada di persepsi umum yaitu tidak setia, suka melirik wanita lain dan berbagai stereotipe negatip lainnya.

Itu kalau laki laki, bagaimana dengan Wanita? Jadi ingat waktu rame-ramenya berita Poligami kemarin ;) hampir semua berteriak tidak setuju.

Cuma ini bukan masalah poligami atau hal hal seperti itu. Kali ini saya ingin berbagi soal perbincangan saya dengan seorang sahabat yang ber gender wanita. Awalnya untuk memancing perbincangan saya mengatakan kalau jadi wanita itu paling enak, lebih punya pilihan dibanding Pria. Sampai disini dia belum terlalu tertarik, tapi ketika aku lanjut dengan kalimat seperti ini:” Cewek itu paling enak, bisa milih mo kerja atau nggak. Kalo kerja dia terhormat, kalo gak kerja dia tetap dapet dari suami, gak kayak cowok. Gak ada Pilihan!”…

Sampai disini saya merasa di atas angin, berhasil “memberikan” keunggulan gender Wanita. Sayang..berikutnya sahabat saya ngomong seperti ini: “Ah gw sih, ga peduli ntar suami gw kerja atau nggak, kalo rejeki dia emang harus dari gw ya gw bersedia kerja sementara dia dirumah” dan dia mengatakannya dengan serius.

Abis itu saya diam… berpikir…. dan cuma satu kalimat yang bisa keluar ” Kamu masih punya lowongan untuk Suami?” Cuma jawabannya tidak saya sampaikan disini, biar saya saja yang tau yah.

Undangan Mengikuti MUNAS AWARI I

Rekan-rekan.

MUNAS AWARI yang diadakan di Bandung tanggal 10-11 Februari nanti bukan hanya sekedar ajang silaturahmi antar warnetters, tetapi jg bisa menjadi ajang saling membuka bisnis & kerjasama.

Di Lokasi MUNAS akan diadakan pameran / bazaar yang diisi oleh sponsor dan pihak vendor. Panitia menyediakan sekitar (+/-) 20 stand + 1 WARNET AWARI.

Pameran akan berlangsung selama Munas, yaitu selama 2 (dua) hari.

WARNET AWARI adalah Simulasi Warnet LEGAL, didalamnya terdapat PC yang berplatform Propriatery & Open-Source. Bagaimana nanti warnet yg menggunakan platform Windows ASLI tetap Legal dengan program aplikasi yang juga Legal akan bisa dilihat disana. Peserta juga akan melihat bagaimana kinerja Client, Billing & Server PINUX, juga SOLITE dan beberapa Distro lainnya yang cocok untuk WARNET LEGAL.

Sedangkan Stand disediakan untuk pihak vendor & sponsor. Saat ini panitia membuka kepada pihak vendor yang berminat untuk mengisi STAND.
Bagi vendor yang berminat untuk mengisi STAND pada saat penghelatan Munas AWARI 2007 di bandung, dapat menghubungi panitia (by Japri)

Terima kasih

Salam
PANITIA

Mobile Access
Akses blog ini dari Mobile Handset anda dengan meng-scan barcode di bawah ini. Scan Reader dapat di download di StarCode
datamatrix code
Kategori
Respon Pembaca
  • tris: mlem ms mb.. mau tanya modal minimal buka usaha warnet brapa yah..dan tempat yg...
  • anton: sy juga mengalami hal yg sama. Ini adalah cara marketing yg gak bermoral dan...
  • agung: @dzi: ya butuh lah mas. kalo nggak masak rusak dikit panggil teknisi. bisa tekor...
  • aji: cara pesan bikin warnet daerah jogja apa kebumen dimana ya?thanks
  • bojak: pembahasan teori aza tapi kalau dipraktekna nol besar dengan kenyataannya,...
  • OKY: BENER MAS AKU DAPAT EMAIL YANG SAMA DARI RIA CITRA.CUMAN AKU BELUM MENINDAK...
  • phaw: SPEEDY? wkowkowkowkokw semakin kita ngadu semakin ccpet juga tuh koneksi...
Serba Open
Use OpenDNS
Use OpenOffice.org
Open Clip Art Library
Add to Technorati Favorites
blog-indonesia.com
Kalender
February 2007
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728  
My Plurk
QR Code - scan to visit our mobile site

Many companies provide barcode readers that you can install on your mobile, and all of the following are compatible with this format:

Pariwara
a Google


My del.icio.us