Archive for February 7th, 2007
Catatan dari pertemuan aktivis linux
Tanggal 3 Februari 2007, bertempat di NF Margonda (sebagian) aktivis-linux berkumpul untuk berdiskusi tentang beberapa hal dan terutama sikap komunitas terhadap MOU RI-MS yang menghebohkan itu.
Diskusi sendiri berjalan dengan santai dan serius. Hasil diskusi saya tidak tuliskan disini karena menurut Pak Rus, sebaiknya hasil ini di publish di kalangan terbatas dahulu sebelum di publish kemana mana
. Saya sendiri berusaha memberikan opini opini yang lebih bersifat kritik kepada komunitas Open Source / Linux yang saya rangkumkan sebagai berikut:
- Berhentilah menggunakan kata “gratis” untuk mengkampanyekan Free Open Source Software (FOSS), sebab perkataan “free” tersebut tidak berarti gratis, tapi “bebas”. Tidak ada yang gratis dari FOSS, semuanya membutuhkan “biaya”. Perkataan “gratis” di dunia bisnis justru berkonotasi tidak bagus.
- Komunitas agar berusaha bergerak dibalik nama Perusahaan (PT, CV dll) jangan bergerak atas nama Pribadi. Sebab tudingan bahwa tidak ada dukungan/support dari kalangan Open Source karena FOSS selalu di identikkan dengan komunitas yang berkonotasi pribadi/person.
- Mendata perusahaan-perusahaan yang bisa memberikan dukungan terhadap implementasi FOSS. Data merupakan kekuatan yang paling bagus, jika data sudah ditangan dan menunjukkan hal yang positip maka tudingan kurangnya dukungan dari kalangan FOSS bisa ditepis.
- Kalangan FOSS juga agar tidak ragu membeberkan kisah sukses-nya menggunakan FOSS sebagai solusi apakah itu di sebuah Perusahaan maupun di Pemerintahan. Kurangnya pemberitaan atas kisah sukses ini sangat mempengaruhi pandangan umum terhadap FOSS.
catatan: Saya pribadi mendukung usulan bahwa sebaiknya YPLI ( Yayasan Penggerak Linux Indonesia ) sebagai payung pergerakan FOSS.






