Catatan dari pertemuan aktivis linux

Tanggal 3 Februari 2007, bertempat di NF Margonda (sebagian) aktivis-linux berkumpul untuk berdiskusi tentang beberapa hal dan terutama sikap komunitas terhadap MOU RI-MS yang menghebohkan itu.

Diskusi sendiri berjalan dengan santai dan serius. Hasil diskusi saya tidak tuliskan disini karena menurut Pak Rus, sebaiknya hasil ini di publish di kalangan terbatas dahulu sebelum di publish kemana mana :) . Saya sendiri berusaha memberikan opini opini yang lebih bersifat kritik kepada komunitas Open Source / Linux yang saya rangkumkan sebagai berikut:

  1. Berhentilah menggunakan kata “gratis” untuk mengkampanyekan Free Open Source Software (FOSS), sebab perkataan “free” tersebut tidak berarti gratis, tapi “bebas”. Tidak ada yang gratis dari FOSS, semuanya membutuhkan “biaya”. Perkataan “gratis” di dunia bisnis justru berkonotasi tidak bagus.
  2. Komunitas agar berusaha bergerak dibalik nama Perusahaan (PT, CV dll) jangan bergerak atas nama Pribadi. Sebab tudingan bahwa tidak ada dukungan/support dari kalangan Open Source karena FOSS selalu di identikkan dengan komunitas yang berkonotasi pribadi/person.
  3. Mendata perusahaan-perusahaan yang bisa memberikan dukungan terhadap implementasi FOSS. Data merupakan kekuatan yang paling bagus, jika data sudah ditangan dan menunjukkan hal yang positip maka tudingan kurangnya dukungan dari kalangan FOSS bisa ditepis.
  4. Kalangan FOSS juga agar tidak ragu membeberkan kisah sukses-nya menggunakan FOSS sebagai solusi apakah itu di sebuah Perusahaan maupun di Pemerintahan. Kurangnya pemberitaan atas kisah sukses ini sangat mempengaruhi pandangan umum terhadap FOSS.

catatan: Saya pribadi mendukung usulan bahwa sebaiknya YPLI ( Yayasan Penggerak Linux Indonesia ) sebagai payung pergerakan FOSS.

Did you enjoy this post? Why not leave a comment below and continue the conversation, or subscribe to my feed and get articles like this delivered automatically to your feed reader.

Comments

Pemerintah berniat mengucurkan dana (awal?) sebesar 15 miliar.

Tapi di dalam pertemuan itu ada yang bilang 15 miliar terlalu kecil? :) Bahkan ada juga yang menuntut 300 miliar, sama seperti yang ditawarkan ke Microsoft.

Loh, kalau sama-sama menghabiskan 300 miliar, tidak ada nilai tambahnya dong menggunakan open source.

Itu sebenarnya sentilan, dibalik angka 300M itukan ada “komisi” jadi supaya pemerintah tertarik ke Open Source biayanya harus 300M.

Saya pengguna linux pemula, pada awalnya saya juga berharap banyak dengan OS Linux karena bersifat gratis. Tetapi dibalik itu ada kekurangan-kekurangan pada OS Linux , yang menjadi kendala bagi saya untuk mengoptimalkan komputer saya, misalnya untuk penggunaan Multimedia.Saya berharap beberapa tahun kedepan OS linux akan menjadi lebih baik lagi bagi Pengguna Personal.

Leave a comment

(required)

(required)