Archive for March, 2007
Buku Panduan Warnet
Bagi mereka yang mengikuti milis asosiasi warnet bisa dipastikan familiar dengan pertanyaan-pertanyaan berikut:
- Bagaimana membuat warnet ?
- ISP apa yang bisa saya gunakan?
- Berapa besar daya listrik yang saya butuhkan?
- Bagaimana membagi bandwidth tiap user?
- Bagaimana memblok situs tertentu?
- Bagaimana supaya software saya legal?
- dll sbb.
Saya sendiri sudah sering memperhatikan sebagian pertanyaan pertanyaan tersebut namun kesibukan menyebabkan tidak sempat untuk berpikir dan bertindak lebih jauh. Namun sejak adanya tuntutan dari tim web awari untuk segera mengisi konten pada web, akhirnya saya tergerak juga untuk mulai mengadakan kompilasi terhadap jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang paling sering dilontarkan di milis ini.
Namun ternyata yang tersusun adalah sebuah “outline” panduan membuat warnet, sama sekali bukan FAQ yang di inginkan sebelumnya
, outline ini saya kirimkan ke milis anggota awari untuk meminta masukan dari teman teman di milis tersebut, siapa tau ada diantara mereka yang ingin menyumbang salah satu bagian.
Nah siapa tau diantara yang membaca blog ini ada yang bersedia menyumbang 1-2 bagian, berikut adalah outline tersebut:
Saya mengelompokkan permasalah warnet atas 5 bagian:
-Rencana Bisnis
-Bandwidth Internet
-Perangkat Keras
-Perangkat Lunak
-Manajemen
Kemudian 5 besar di atas saya bagi lagi menjadi beberapa bagian di bawah
1 Internet Secara Umum
1.1 Sejarah Internet
1.2 Internet di Indonesia
1.3 Warnet di Indonesia
1.4
2 Bandwidth Internet
2.1 Istilah dan Definisi
2.2 Jenis Koneksi
2.3 Besar bandwidth, kenyamanan dan harga
2.4 Koneksi Lokal dan Internasional
2.5 Memilih ISP
3 Perangkat Keras
3.1 PC
3.2 Router
3.3 Server
3.4 Monitor
3.5 Keyboard
3.6 Mouse
3.7 Printer
3.8 Scanner
3.9 Web Camera
3.10 LAN
3.10.1 Cabling
3.10.2 Switch
3.10.3 Access Point
3.11
4 Perangkat Lunak
4.1 Browser
4.2 Messaging
4.3 Chat/IRC Client
4.4 Office
4.5 Utility
4.5.1 Archiver
4.5.2 Backup
4.5.3 Anti virus
4.6 Billing System
4.7 Open Source atau Propietary?
4.8 Network tools
4.8.1 Proxy
4.8.2 Firewall
4.8.3 Bandwidth management
4.8.4 DNS
5 Management
5.1 Perijinan
5.2 Tenaga Kerja
5.3 Pemasaran
5.4 24 jam atau 18 jam?
5.5
6 Rencana Bisnis
6.1 Konsep
6.2 Target Pasar
6.3 Lokasi
6.4 Meja dan Kursi Warnet
6.5 Pendingin dan Sirkulasi Udara
6.6 Lampu dan penerangan
6.7 Kapasitas Listrik yang dibutuhkan
6.8 Produk Layanan
6.9 Modal
6.10 Harga Jual
6.11
7 Contoh Kasus
7.1 Warnet A
7.2 Warnet B
7.3 Warnet C
7.4 Warnet D
7.5
8 Isu diseputar dunia warnet
8.1 HAKI
8.2 Pornografi
8.3 Cybercrime
8.3.1 Carding
8.3.2 Terorisme
8.3.3 Fraud
8.3.4 Pishing
8.3.5 Malware
8.3.6
9 Awari
9.1 Sejarah
9.2 Kepengurusan
9.3 Kontak Organisasi
9.4 Program
9.5 Kode Etik
Pemisahan Topik di Blog
Setelah lama berpikir-pikir, akhirnya saya memutuskan untuk memisahkan isi blog di blogspot.com dan blog di wordpress.com. Ini juga terinspirasi oleh saran dari Budi Putra mengenai perlunya sebuah blog untuk mengkhususkan diri
Adapun keputusannya: blog di blogspot akan berisi hal hal yang umum ( lho, gak khusus dong
) sedang blog di wordpress.com topiknya akan saya khususkan untuk isu, opini, artikel warnet, internet dan FOSS.
Semoga dengan pemisahan topik ini yang mengakses blog juga lebih tahu harus ke (blog) mana jika hendak mencari sebuah topik yang telah saya tuliskan sebelumnya.
Filter Pornografi bagusnya dimana?
Menyambung cerita pertemuan dengan Menkominfo, salah satu hal yang saya sebut sebagai “hal-hal lainnya” adalah diskusi mengenai filter pornografi di internet. Kebijakan Awari dalam hal ini adalah mendukung filter terhadap pornografi. Namun ada beberapa hal yang perlu di waspadai sebelum menerapkan filter tersebut. Untuk lebih jelasnya mari kita lihat struktur dari industri internet di Indonesia.
Aliran data internet sebelumnya harus melalui NAP (Network Access Provider) kemudian ke ISP (Internet Services Provider) baru mengalir ke Warnet atau pun Pengguna. Saya tidak tahu secara pasti jumlah NAP di Indonesia, Jumlah ISP sendiri kurang lebih 250-an. Jumlah warnet sekitar 6000-an.
Melihat kenyataan diatas, maka Awari meminta kepada pemerintah agar filter tersebut dilakukan pada sisi ISP atau NAP, bukan pada sisi warnet. Permintaan ini sangat beralasan, sebab tentu lebih mudah mengawasi 250 ISP daripada mengawasi 6000-an warnet. Selain itu, dari sisi SDM pun ISP/NAP memiliki SDM yang merata tingkat keahliannya dibanding warnet, begitu juga sumber daya lainnya.
Satu hal lagi yang perlu diperhatikan: secanggih apapun filter tersebut, tidak menjamin konten pornografi tidak muncul di layar kita. Konten ini tumbuh 10x lipat tiap tiga tahunnya, berapa sumber daya yang harus kita kerahkan untuk melakukan filter tersebut?
Usulan lain adalah adanya badan yang khusus bertugas melakukan update database situs yang perlu di filter (polisi?) dimana komunitas internet (NAP, ISP, Warnet, Pengguna) bisa dilibatkan dengan memberikan masukan situs mana saja yang perlu diblok karena masuk kategori pornografi.
Harapan Awari adalah Pemerintah agar bijaksana dan berhati hati dalam menentukan pada titik mana filter tersebut harus di lakukan, sebab dapat berpengaruh kepada Industri Internet yang baru tumbuh dan berkembang, terutama pada industri warnet.
Pertemuan dengan Menkominfo
Pada tanggal 6 Maret 2007, para pengurus Awari di terima oleh Menkominfo Bpk Sofyan Djalil di ruang pertemuan di Lt. 7 Kementrian Kominfo. Dari Awari hadir cukup lengkap, dari Badan Pengurus hadir saya sendiri sebagai Ketua Umum, Gunarno, Yamin, Nizar, Bill Fridini, Aditantra. dari Pengurus Harian hadir Mia, Emma, Moudy dan Taufik dan Badan Pengawas diwakili oleh Mba Judith.
Pertemuan sendiri berlangsung sekitar 2,5 jam dan berlangsung ramai, sebab Pak Menteri sendiri berdiskusi dengan kami secara akrab dan informal. Dari pihak Kominfo, selain Pak Menteri, hadir juga Pak Cahyana (Dirjen Aptel), Pak Bambang Soepriyanto dan Pak Alex Rusli ( Staff Ahli).
Kesimpulan dari hasil pertemuan tersebut adalah: perlunya komunikasi yang lebih intens antara Pemerintah (dalam hal ini Kominfo) dan Masyarakat (dalam hal ini komunitas warnet) agar pertukaran informasi mengenai kapabilitas komunitas warnet lebih dikenal. Ada beberapa informasi yang menarik perhatian Pak Menteri, misalnya kemampuan SDM di warnet, pengelolaan bisnis warnet yang profesional, keberhasilan program “Be Legal” di komunitas warnet yang di tunjukkan dengan tingginya angka persentase Legalitas Software, berkembangnya distro warnet dan beberapa hal lainnya.
Di akhir pertemuan Pak Menteri juga meminta agar dibuat kerjasama antara Awari dan Kominfo untuk lebih memasyarakatkan penggunaan Internet kepada masyarakat yang disikapi Awari sebagai ajakan yang simpatik dari Menkominfo untuk memulai kerja sama yang baik.
Berfoto Bareng Pak Mentri Kominfo setelah pertemuan
(ki-ka: Yamin, Aditantra, Bill, Mia, Emma, Moudy, Judith, Sofyan Djalil, Gunarno,Irwin, Nizar, Taufik)


Enjoy 









