Archive for August, 2007
Trims Untuk para Komentator :)
Sejatinya Blog memang tidak pernah lepas dari peran para komentator, dan idealnya pemilik blog menyempatkan diri untuk memberikan tanggapan kepada komentar yang telah di berikan. Sebagai pemilik blog, saya berterimakasih kepada semua yang telah meluangkan waktu membaca dan menuliskan komentarnya. Terus terang ada beberapa komentar yang mencerahkan dan memberikan saya pandangan lain.
Dengan posting ini saya juga meminta maaf karena tidak selalu sempat memberikan tanggapan terhadap komentar yang masuk. Insya Allah kedepan saya berusaha agar bisa memberikan tanggapan kepada setiap komentar. So Keep On Comment Guys
Hasil Pooling MSRA di Situs Awari
Apa pendapat umum komunitas Warnet terhadap MSRA? Hasil pooling dibawah ini menjawabnya:
[pengumuman] Press Conference Dell Awari
Anggota Awari Yth,
Dell dan Awari akan mengadakan Press Conference kepada media
sehubungan dengan Penandatangan LOI Paket Merdeka pada:
- Hari: Kamis
- Tanggal: 30 Agustus 2007
- Jam: 10:00 sampai selesai
- Tempat: Intercontinental Jakarta
Keterangan mengenai Paket Merdeka dan formulir pemesanan dapat di
lihat di website awari, http://www.awari.or.id
Peta Hotel Intercontinental
(courtesy of http://www.ichotelsgroup.com)
Paket Merdeka Dell-Awari
Lengkapnya klik di sini
Syarat utama: – Anggota Awari
Warnet tanpa PC
Tahun lalu saya memberikan ide kepada Taufik “Mpiq” tentang sebuah konsep warnet yang melenceng dari warnet yang ada sekarang. Pudjo, dalam sebuah postingnya baru baru ini juga mengeluarkan ide yang kurang lebih sama. Supaya di mengerti, konsep warnet umumnya adalah menyediakan PC dan koneksi internet kemudian pengguna membayar dalam hitungan waktu.
Ide yang saya berikan adalah sebuah warnet yang seolah-olah tidak menyediakan PC, sehingga lebih terlihat sebagai kafe yang sesungguhnya. Sehingga setiap kali masuk ke warnet tersebut maka memesan minuman dan makanan kecil adalah keharusan. Akses internet seakan-akan free namun sesungguhnya sudah masuk di dalam harga makanan dan minuman. Bagaimana buat mereka yang cuma mau mengakses internet? Ya bisa saja, namun dengan harga yang membuat mereka lebih memilih memesan makanan dan minuman kemudian dapat akses ke internet daripada menggunakan internet saja.
Bagaimana jika mereka mengakses lama dan memesan minuman / makanan seadanya? Tenang, ada namanya syarat dan kondisi
atur saja bahwa dengan memesan minuman / makanan X mendapatkan hak akses selama Y atau ada ide lain?
Bagaimana dengan perangkat akses? Sebaiknya perangkat akses tidak langsung terpasang, tapi nanti dibutuhkan oleh pelanggan baru diberikan. Dengan harga yang semakin murah dan performance notebook yang semakin bagus, saya yakin hal ini bisa dilakukan. Atau kita membiasakan pelanggan kita untuk membawa perangkat aksesnya sendiri
yang namanya HP dan PDA sekarang rata-rata punya Wifi.
Tapi ini cuma ide saja dan saya belum membuat sebuah hitung-hitungan bisnis apapun. Saya membaginya dengan berharap ada yang bisa memanfaatkan ide ini dengan baik
atau bertukar ide lain.
Jangan lupa: gunakan FOSS dan jangan membajak perangkat lunak
Membajak Software itu melanggar hukum
Dalam setiap permasalahan sering kita terbawa oleh sebuah kondisi dimana permasalahan tersebut menjadi sangat kompleks dan rumit. Pada situasi seperti ini, sering muncul pendapat dan opini yang justru membawa kita makin jauh dari masalah yang sebenarnya.
Ambil contoh dalam permasalahan sweeping di warnet. Berbagai pendapat dan opini muncul dan pada akhirnya justru mengaburkan permasalahan sebenarnya. Silahkan baca arsip milis umum Awari di bulan Agustus 2007 ini, kita akan membaca berbagai pendapat yang simpang siur.
Padahal inti permasalah sederhana: membajak itu melanggar hukum dan pelanggar hukum terancam hukuman yang sudah diatur di dalam Undang-Undang.
Supaya tidak terancam hukuman? Ya jangan membajak, toh ada solusi. Jangan manja, jangan cengeng. Jadi pengusaha kalo tidak mau berkeringat, susah, makan hati lebih baik berhenti dan cari pekerjaan lain. Tidak ada kesuksesan yang datang sendiri, semua dengan kerja keras.
Jadi nggak usahlah berpendapat dan beropini macam-macam, mengajak protes, ngumpulin ormas-ormas, membawa isu ke ranah politik, menstigma sebagai penjajahan negara Asing, minta pemerintah berusaha dapat diskon dan lain lain. Belajarlah untuk menghormati aturan.
Bagaimana dengan ekses sweeping? Ya kalau anda merasa benar dan Aparat menyalahi prosedur atau berbuat salah, gunakanlah jalur Hukum. Pra-Peradilankan.








