Archive for January 4th, 2008

Prospek Bisnis Warnet

Versi PDF

Tulisan ini berdasarkan diskusi yang terjadi di milis umum dan milis anggota awari , inti diskusi adalah mempertanyakan prospek dari bisnis warnet ke depan. Isi diskusi dapat dibaca dari arsip milis umum. Milis anggota awari adalah milis tertutup maka arsipnya hanya boleh dibaca oleh member milis tersebut.

Saya tidak memberikan opini apa apa dalam diskusi tersebut, kecuali memberikan beberapa angka yang umum dijadikan acuan di dalam menilai bisnis warnet. Selain itu, saya juga merasa sulit menuliskan pendapat saya dalam alur diskusi yang sudah terlanjur berjalan.

Analisa Prospek Warnet

Jika dipelajari lebih jauh, munculnya warnet di Indonesia disebabkan dua faktor:

  1. Terbatas dan mahalnya akses internet
  2. PC sebagai alat akses utama internet juga masih terhitung mahal bagi mayoritas penduduk di Indonesia.

Melihat kenyataan itu, maka bermunculan warnet-warnet yang memberikan solusi kepada kebutuhan akses internet yang terjangkau. Kedua faktor inilah yang sebenarnya harus diperhatikan oleh pebisnis warnet dalam melihat prospek usaha warnet.

Pertanyaan berikutnya adalah: apakah akses internet dan pc saat ini sudah terhitung murah? Untuk Indonesia yang (sangat) luas ini, maka jawabannya bisa ya bisa tidak. Bagi mereka yang tinggal di kota-kota besar (ex: Jakarta) harga berlangganan internet sudah sampai pada harga Rp 99.000/bulan/384Kbps/unlimited akses. Namun bagi mereka yang berada di ujung Papua sana bisa senilai 3 juta rupiah untuk 64kbps via VSAT.

Sehingga kesimpulan akhirnya adalah: harga akses internet belum terhitung murah untuk seluruh daerah di Indonesia.

Bagaimana dengan PC? Ini pun masih bisa menjadi perdebatan panjang. Namun harga PC masih berkutat di atas Rp2,5 juta yang menurut saya masih cukup mahal untuk mayoritas masyarakat Indonesia. Melihat dari jumlah kepemilikan PC dibanding jumlah penduduk pun terlihat jelas kenyataan ini. Kesimpulannya: PC juga belum terhitung murah bagi sebagian besar penduduk Indonesia.

Apakah ini berarti bisnis warnet masih prospek? Untuk menjawab ini, mari kita lihat lagi beberapa faktor yang bisa berpengaruh pada warnet:

  • Mulai tersedianya akses Free Wifi/hotspot dimana-mana
  • Penyediaan akses internet di Kampus
  • Penyediaan akses internet di Kantor-kantor
  • Mulai beroperasinya Jardiknas (Jaringan Pendidikan Nasional)

Faktor-faktor di atas jika dilihat secara pesimistis bisa dianggap sebagai faktor yang akan menurunkan prospek bisnis warnet. Tapi bagi mereka yang optimis, hal-hal di atas justru memperkuat keberadaan prospek warnet sebagai bisnis. Mereka yang optimis ini menyadari keterbatasan dari akses internet di free wifi, kantor, kampus maupun sekolah (jardiknas) sehingga keterbatasan tersebut bisa dijadikan warnet sebagai daya tarik tersendiri agar pengakses tetap memilih warnet sebagai tempat akses internet. Berita di detikinet tentang ratusan hotspot yang ternyata tidak mampu memikat pengguna bisa menjadi acuan. Walau gratis, hotspot, akses di kantor, Kampus dan sekolah toh tidak bisa digunakan setiap saat, hanya pada jam tertentu saja.

Kembali ke laptop :) eh..warnet; bagaimana jadinya prospek bisnis warnet ini? Saya melihat musuh utama Warnet adalah dirinya sendiri. Kurangnya visi dalam mengelola bisnis dan terjebak kepada asumsi-asumsi dan akhirnya terjebak ke lemahnya daya saing yang berujung ke bangkrut/tutupnya warnet. Lemahnya visi bisa dilihat dari tidak berubahnya model bisnis warnet dari tahun ke tahun. Sejak mulai kita mengenal warnet hingga sekarang, model bisnisnya tidak lebih dari menjual kembali/reseller akses internet.

Dari sisi pelayanan pun tidak berubah, bahkan cenderung statis. Ini tentu kontras dengan kenyataan bahwa internet sendiri adalah tempat dimana individu-individu saling terhubung, berinteraksi, berkolaborasi dan menghasilkan sesuatu layanan yang sulit dikerjakan secara individualistis. Kata “net” yang berarti jaringan tidak dihayati oleh warnet-warnet, mereka asik dengan keterkungkungan di tempat mereka (secara tidak sadar) justru terhubung dengan mudahnya.

Prospek atau tidak warnet bukanlah dari bisnis warnet itu sendiri, tapi bagaimana mengelola dan membawa bisnis itu menjadi sebuah layanan yang tetap dibutuhkan masyarakat. Inilah yang kurang digali oleh warnet-warnet. Sekali warnet mampu memberikan layanan (berbasis IP) yang bagus dan dibutuhkan oleh masyarakat maka prospek bisnis pun akan cerah.

Cuma syaratnya adalah: terhubung, interaksi, dan kolaborasi. Bukan berjalan secara individual.

Mobile Access
Akses blog ini dari Mobile Handset anda dengan meng-scan barcode di bawah ini. Scan Reader dapat di download di StarCode
datamatrix code
Kategori
Respon Pembaca
  • tris: mlem ms mb.. mau tanya modal minimal buka usaha warnet brapa yah..dan tempat yg...
  • anton: sy juga mengalami hal yg sama. Ini adalah cara marketing yg gak bermoral dan...
  • agung: @dzi: ya butuh lah mas. kalo nggak masak rusak dikit panggil teknisi. bisa tekor...
  • aji: cara pesan bikin warnet daerah jogja apa kebumen dimana ya?thanks
  • bojak: pembahasan teori aza tapi kalau dipraktekna nol besar dengan kenyataannya,...
  • OKY: BENER MAS AKU DAPAT EMAIL YANG SAMA DARI RIA CITRA.CUMAN AKU BELUM MENINDAK...
  • phaw: SPEEDY? wkowkowkowkokw semakin kita ngadu semakin ccpet juga tuh koneksi...
Serba Open
Use OpenDNS
Use OpenOffice.org
Open Clip Art Library
Add to Technorati Favorites
blog-indonesia.com
Kalender
January 2008
M T W T F S S
« Dec   Feb »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  
My Plurk
QR Code - scan to visit our mobile site

Many companies provide barcode readers that you can install on your mobile, and all of the following are compatible with this format:

Pariwara
a Google


My del.icio.us