Archive for January 7th, 2008

Statistik Industri Pornografi internet dan Cara Memfilternya

Menurut internet pornography statistics, statistik tahun 2006 adalah: dalam setiap detik $3,075.64 dibelanjakan untuk pornografi, 28,258 pengguna internet melihat konten pornografi, 372 pengguna Internet mengetikkan kata kunci berkaitan pornografi di search engines dan setiap 39 minutes sebuah video porno baru dibuat di Amerika Serikat.

Kekuatan ekonomi industri pornografi Internet juga mengagumkan: total $97.06 Billion untuk di tahun 2006 saja dan sudah lebih besar dari revenue Microsoft, Google, Amazon, eBay, Yahoo!, Apple, Netflix dan EarthLink digabungkan menjadi satu.

Pendapatan industri pornografi di Amerika juga mengalahkan revenue tiga besar stasiun TV mereka (ABC, CBS, dan NBC) di gabung jadi satu!. Bagaimana dengan Indonesia? Belum ada angka pasti mengenai revenue industri pornografi di Indonesia. Jangankan industri haram, industri halal saja tidak ada angkanya. Yang sudah pasti: Indonesia berada di urutan ke-7 negara yang mengetikkan keyword “sex” di search engine.

Negara-negara yang tercatat melakukan larangan terhadap pornografi adalah Saudia Arabia, Iran, Syria, Bahrain, Egypt, UAE, Kuwait, Malaysia, Indonesia, Singapore, Kenya, India, Cuba, China. Indonesia, walaupun tercatat sebagai negara yang melakukan larangan terhadap pornografi tapi konten pornografi jauh lebih mudah ditemukan dibanding konten dari discovery channel dan Salah satu penyalur konten pornografi adalah: warnet.

Melakukan filter terhadap pornografi di internet.

Ada tiga metoda yang bisa digunakan dalam melakukan filter di internet yaitu:

  1. Filter via Workstation. Metoda ini dilakukan dengan memasang software filtering di PC Client Warnet. Sayangnya metoda ini untuk sementara hanya bisa digunakan oleh mereka yang menggunakan OS Windows, sebab dari 10 software yang disebutkan oleh Internet Filter Report 2008, semuanya berbasis Windows. Kelemahan lain adalah: ke-10 software tersebut harganya cukup tinggi untuk kantong warnet. Termurah adalah NetNanny ($28.99), termahal adalah WiseChoice.net ($60). Lainnya rata-rata di kisaran $40-$50. Selain itu, filter pada workstation akan memberi beban tambahan bagi komputer. Kelihatannya metoda ini hanya cocok jika digunakan pada PC dirumah.
  2. Filter via Proxy. Metoda ini dilakukan dengan memasang proxy. Jenis proxy yang digunakan bisa berbasis GNU-Linux maupun OS Windows. Software yang digunakan umumnya adalah Squid Proxy ditambah dengan squidguard. Walaupun sebenarnya tanpa squidguard pun Squid bisa di konfigurasi untuk melakukan filtering, namun squidguard memudahkan proses konfigurasinya dan situs-nya pun sudah menyediakan daftar hitam situs yang ingin di filter. Kelemahan dari metoda ini adalah: memerlukan mesin tersendiri untuk menjalankan proxy dan dibutuhkan mesin dengan kemampuan yang cukup untuk unjuk kerja yang baik. Selain itu, proxy perlu di set agar di akses secara transparan untuk memaksa user menggunakan proxy tersebut. Beberapa distro kecil seperti smoothwall dan clarkconnect juga bisa digunakan.
  3. Filter via DNS. DNS juga dapat dimanfaatkan untuk melakukan filtering. Caranya dengan mengisikan record “palsu” dari sebuah situs yang difilter ke situs lainnya. Contoh: situs porno www.xxx.com yang ber alamat-IP xxx.xxx.xxx.xxx di DNS tersebut tercatat sebagai yyy.yyy.yyy.yyy yang merupakan alamat IP dari www.yyy.com. Otomatis user tidak akan pernah bisa membuka situs tersebut. Cara ini menuntut campur tangan dari pengguna untuk secara sadar mengubah IP DNS yang mereka gunakan ke IP DNS filter tersebut. Metoda ini cocok di gunakan di ISP, dengan dibungkus sedikit bumbu pemasaran (mis: paket internet sehat) maka orang-orang yang khawatir tentang pornografi tentu tertarik menggunakannya. Dengan sedikit berinovasi melibatkan komunitas di internet, daftar situs yang perlu difilter dapat ditambah dan direview sebelum dimasukkan kedalam record dns tersebut.

Diluar ketiga metoda di atas, juga tersedia hardware based filter. Saat ini router-router kapasitas SOHO biasanya sudah tersedia fasilitas untuk filter memanfaatkan content filter server yang ada diinternet. seperti yang terlihat pada gambar screenshot di bawah (klik untuk memperbesar).

screen shot hardware based internet filter

Mobile Access
Akses blog ini dari Mobile Handset anda dengan meng-scan barcode di bawah ini. Scan Reader dapat di download di StarCode
datamatrix code
Kategori
Respon Pembaca
  • nofiandi andi: mas/mbak, saya mau tanya berapa kira2 buat buka usaha warnetuntuk 10 pc...
  • catoor: inilah penipuan gaya baru…q juga dapet yang beberapa kali ini…ada...
  • tedjo: Wah, bagus dong kalo gitu. Jadi untuk filterisasi lebih mudah. sehingga mental...
  • Amin.COm: Ass…pak, sy mo bk usha wrnet jg, tp pake laptop mngingat isttrik cumen...
  • tris: mlem ms mb.. mau tanya modal minimal buka usaha warnet brapa yah..dan tempat yg...
  • anton: sy juga mengalami hal yg sama. Ini adalah cara marketing yg gak bermoral dan...
  • agung: @dzi: ya butuh lah mas. kalo nggak masak rusak dikit panggil teknisi. bisa tekor...
Serba Open
Use OpenDNS
Use OpenOffice.org
Open Clip Art Library
Add to Technorati Favorites
blog-indonesia.com
Kalender
January 2008
M T W T F S S
« Dec   Feb »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  
My Plurk
QR Code - scan to visit our mobile site

Many companies provide barcode readers that you can install on your mobile, and all of the following are compatible with this format:

Pariwara
a Google


My del.icio.us