Archive for February, 2008
Cara cepat blok Situs Porno: Gunakan OpenDNS
UPDATE: Untuk rekan rekan yang membutuhkan filter pornografi, judi, malware, phising sebaiknya memanfaatkan Nawala Project, sebab server-servernya berada di Indonesia dan di Optimalkan untuk Jaringan Internet Indonesia. Silahkan mengganti setting DNS rekan rekan sekalian ke:
- 180.131.144.144
- 180.131.145.145
==========================================
Ternyata ada cara cepat untuk menghalangi akses ke situs-situs porno bagi warnet. Gunakan saja layanan OpenDNS. Walaupun layanan ini telah ada sejak tahun 2006, namun saya tidak menyadari sampai sebuah komentar masuk di posting mengenai filter pornografi.
Warnet yang menggunakan IP statik akan mudah menggunakan layanan ini. Cukup melakukan registrasi pengguna dan daftarkan IP warnet anda. Langkah selanjutnya adalah mengganti DNS warnet anda ke:
- 208.67.222.222 (resolver1.opendns.com)
- 208.67.220.220 (resolver2.opendns.com)
Yang harus di perhatikan: OpenDNS melakukan blok pada situs-situs luar negeri/US. Untuk situs-situs Indonesia, warnet bisa melakukan kustomisasi dengan menambahkan sendiri daftar hitam situs maupun daftar putih yang ingin disaring. Saya belum mengetahui dengan pasti apakah suatu situs yang di submit oleh di daftar hitam registrant dan dianggap porno juga otomatis akan tersaring ke registrant lainnya.
Fasilitas statistik pada OpenDNS juga bisa membantu warnet mempelajari karateristik pengguna-nya dengan mengetahui situs-situs mana saja yang di akses oleh pengguna. selain itu, openDNS juga membantu untuk menyaring akses ke situs-situs phising.
PDF Reader yang cocok untuk Warnet
PDF merupakan format file yang banyak digunakan dalam tukar menukar dokumen digital. sesuai dengan namanya: Portable document format, file berformat pdf bersifat portable dan bisa di baca di hampir semua platform bahkan di platform mobile pun reader-nya tersedia.
Namun jika berhubungan dengan warnet, maka reader untuk pdf haruslah dipilah dengan seksama. Sebab umumnya reader memberikan syarat “not for rent” yang cukup merepotkan warnet ( ingat MSRA? ). Karena itulah dalam memilih pdf reader sebaiknya dipilih yang benar-benar free/bebas ataupun jika proprietary, dipilih yang persyaratan penggunaannya seringan mungkin. Tentu reader berbasis GPL adalah pilihan pertama, namun kadang mereka cuma tersedia di platform linux, sementara untuk platform Windows yang banyak tersedia (selain yang berbasis GPL) adalah reader proprietary.
PDF Reader yang saya sarankan untuk warnet ( berbasis Windows ) adalah sbb:
Sumatra PDF adalah pdf reader Open Source, langsing dan cepat. Sifatnya juga portable sehingga binary-nya (executeable file) dapat disimpan di dalam sebuah USB Flash Disk untuk di jalankan di komputer lain. Sementara Foxit adalah sebuah reader propietary namun lisensi-nya membebaskan kita untuk menggunakannya baik personal maupun non personal. Untuk lebih jelas-nya anda dapat membaca perjanjian lisensi-nya disini.
Kedua pdf reader ini memiliki kelebihan masing-masing. Sumatra seperti di tuliskan di paragraf di atas, langsing, cepat, portable. Sedang Foxit memiliki kelebihan pada fasilitas-fasilitas yang ditawarkan seperti advance search, text capture, minimizing system to tray dan tentu saja: tampilan yang familiar bagi pengguna adobe reader. Foxit reader juga tersedia bagi pengguna Linux.
Tidak masalah yang mana dari kedua aplikasi tersebut menjadi pilihan anda. Malah saya menyarankan untuk memasang kedua-nya agar user memiliki pilihan dalam menggunakan pdf reader favorit.
Berapa modal buka warnet?
Kalau pertanyaan seperti ini diberikan kepada saya maka jawabnya: saya menghitung modal membuka warnet berdasarkan biaya per PC. Aneh-nya, tidak ada yang bertanya berapa biaya per PC investasi di warnet, yang banyak adalah: jika saya buka warnet dengan “n” pc berapa biayanya?
Nah, supaya tidak berlama-lama. Investasi membuka warnet adalah diseputaran Rp 7 juta/pc sampai Rp 10 juta/pc. Angka ini akan menyesuaikan diri dengan lokasi warnet. Di kota besar bisa jadi angka Rp 10juta/pc menjadi umum sementara kalau di kota kecil bisa jadi Rp 7juta/pc masih cocok. Sehingga, jika ingin membuka warnet dengan 10 PC misalnya, maka dibutuhkan modal antara Rp 70 juta sampai Rp 100 juta.
catatan: angka ini sudah mencakup semuanya ( komputer, meubeler, sewa tempat etc)
posting yang berhubungan: Capex Opex dan Harga Dasar/Modal Warnet
Panduan lebih lengkap dapat dibaca di Panduan Bisnis Warnet, Jika ingin menggunakan jasa kami dengan biaya yang sesuai dapat melihat jenis layanan di sini dan mengisi formulir yang disediakan
Memulai Usaha Warnet
Ini adalah sebuah komentar yang masuk di blog ini:
Yang sudah buka warnet, tolong di bantu dong kita2..seperti:
- berapa kira2 biaya listrik /bln?
- biaya koneksi per bulan?
- menurut kalian, apa usaha warnet kalian akan bertahan hingga 5 tahun kedepan?
- dibandingkan dengan jasa internet khusus game on line, apa lebih menguntungkan?
- kalau dirata2kan, 1 PC bisa berapa jam seharinya di pakai pelanggan?
Saya akan membahas pertanyaan di komentar ini secara umum, sebab beberapa jawaban sangat tergantung kondisi dan situasi warnet tersebut.
1. Biaya Listrik
Biaya listrik per bulan ditentukan oleh kebutuhan listrik dari warnet tersebut. Untuk memperkirakan biaya listrik yang wajar tentu harus di analisa dulu seberapa besar kebutuhan daya listrik. Sebagai contoh kasus kita coba menghitung berapa besar daya listrik yang diperlukan oleh warnet dengan konfigurasi berikut:
- PC : 11 unit @ 200 watt
- Monitor: 11 unit CRT 15″ @ 90 watt
- Printer: 1 unit inkjet @ 40 watt
- Scanner: 1 unit @45watt
- Lampu indoor: 4 buah TL @ 25watt
- Lampu outdoor: 2 buah TL @ 50watt
- AC: 2 buah @ 1,5 PK ( 1 pk = 746 watt, 1,5 pk = 1119 )
- Cooler: 1 unit @ 90 watt
Total kebutuhan daya adalah:
- PC = 11 x 200 = 2200 watt
- Monitor = 11 x 90 = 990 watt
- Printer = 1 x 40 = 40 watt
- Scanner = 1 x 45 = 45 watt
- Lampu indoor = 4 x 25 = 100 watt
- Lampu outdoor = 2 x 50 = 100 watt
- AC = 2 x 1119 = 2238 watt
- Cooler = 1 x 90 = 90 watt
- Total kebutuhan daya = 5803 watt
Dilihat dari paparan di atas maka daya listrik terpasang yang disarankan adalah minimal 6600 watt. Biaya listrik untuk daya sebesar itu biasanya berada di kisaran Rp 900.000 s/d Rp 1.500.000 per bulan. Banyak cara (yang halal) untuk menurunkan pemakaian daya listrik. Misalnya: menggunakan monitor LCD, mematikan pc/monitor yang tidak digunakan, mengatur suhu AC pada suhu yang tidak terlalu dingin ( 22 – 25 derajat celcius ).
2. Biaya koneksi per bulan.
Berbicara biaya koneksi, maka pilihannya beragam dan bergantung kepada lebar bandwidth, media koneksi, kualitas dll. Keterangan mengenai hal ini bisa dibaca di warnetpedia . Saran saya, tentukan dulu kebutuhan bandwidth anda baru berbicara biaya koneksi. Untuk biaya dapat dilihat dari situs-situs ISP di Indonesia.
3. Apakah usaha warnet bisa bertahan hingga 5 tahun ke depan?
Tentu bisa. Yang menentukan adalah kemampuan manajemen warnet tersebut apakah bisa bertahan menghadapi persaingan. Persaingan di sini harus dilihat secara general. Saingan warnet bukan cuma warnet tetangganya. ISP juga saingan warnet, sebab ada produk-produk layanan mereka yang bersaingan langsung dengan warnet. PC/Notebook murah juga saingan warnet. Kombinasi antara PC/Notebook murah dan Produk ISP yang murah atau akses Wifi gratis adalah ancaman yang nyata bagi keberadaan Warnet. Karena itu, warnet harus bisa menempatkan target pasar dan pelayanannya dengan tepat jika tidak ingin tersingkir dari persaingan.
posting yang berkaitan dengan hal ini: Prospek Bisnis Warnet
4. Mana lebih menguntungkan Warnet atau game online?
Pertanyaan ini sulit dijawab tanpa adanya data akurat. Pengalaman setiap orang bisa berbeda tetapi kita bisa menganalisanya sebagai berikut: Warnet biasanya tidak perlu spesifikasi komputer setinggi game center. Dari sisi harga, Warnet umumnya di atas game center yang justru membutuhkan spesifikasi komputer yang lebih tinggi. Namun, secara kasat mata, game center lebih ramai dari Warnet. Beberapa warnet juga menyediakan game online sebagai bagian dari pelayanan mereka. Saya kira inilah jalan tengah terbaik dengan catatan bahwa pengguna game dan warnet dipisahkan mengingat karakter keduanya sangat berbeda.
5. Tingkat Okupansi.
Tingkat okupansi yang umum adalah 7 – 9 jam. Di bawah 7 jam maka warnet itu terhitung sepi. Sementara di atas 9 jam warnet tersebut terhitung ramai (sekali). Jarang sekali ada warnet yang memiliki tingkat okupansi di atas 9 jam.
posting yang berhubungan: Capex Opex dan Harga Dasar/Modal Warnet
Bagi yang ingin berbisnis warnet tanpa repot menyusun RAB, Rencana Bisnis dan lain lain yang berhubungan dengan bisnis warnet silahkan klik http://irwinday.web.id/mau-bikin-warnet-hubungi-kami/






