Thin Client vs Fat Client

Definisi mengenai thin client dapat dibaca di sini dan fat client di sini. Thin Client juga dikenal dengan istilah: diskless pc/workstation, dumb terminal, etc.

Sebelum anda lanjutkan membaca artikel ini ada satu hal yang perlu diperhatikan: Jika anda ingin warnet anda memberikan layanan multimedia dan game, lupakan solusi thin client. Thin Client tidak dirancang untuk memenuhi kebutuhan multimedia dan game. Thin Client dirancang untuk efisiensi dan pemanfaatan penuh kemampuan komputasi dari komputer server yang saat ini kekuatannya lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan komputasi normal dan di sisi lain menurunkan biaya pemakaian, perawatan dan investasi perangkat secara keseluruhan dibanding solusi fat client. lebih lengkapnya silahkan baca di sini.

Setelah melihat sisi rancangan dan tujuan dari thin client network, maka bisa kita ambil kesimpulan bahwa Thin Client cocok untuk sebuah sistem yang beban utamanya adalah aplikasi: Browser Internet, Messaging, Office dan image processing skala kecil. Jika warnet anda kebutuhan utama dari sebagian besar pelanggannya adalah aplikasi di atas maka thin client adalah solusinya. Jika kebutuhan pelanggan warnet anda adalah multimedia dan game maka sebaiknya gunakan Fat Client atau PC yang umum digunakan.

Operating System

Baik OS Linux maupun Windows bisa digunakan dalam sebuah jaringan thin client. Untuk Linux, LTSP ( Linux Terminal Server Project ) adalah solusi yang popular. LTSP memudahkan kita untuk membangun sebuah jaringan thin client dengan cepat dan teratur. Kelebihan dari Jaringan Thin Client berbasis Linux adalah: anda tidak perlu pusing dengan masalah lisensi dan bisa berkonsentrasi pada unjuk kerja sistem yang anda bangun. Selain itu X-Window (server grafik yang digunakan di linux) memang dirancang dalam model client server sehingga memaksimalkan unjuk kerja dalam jaringan thin client.

Sebaliknya dengan OS Windows, Lisensi adalah hal yang perlu diperhatikan dan dipertimbangkan dengan seksama karena cukup njelimet namun OS ini memiliki keunggulan dari sisi familiar pada pengguna.

Pilihan terakhir tentu ada ditangan anda dengan mempertimbangkan segala sisi terutama dari sisi perawatan, investasi yang dibutuhkan dan unjuk kerja.

Biaya Investasi

Jika ingin biaya investasi rendah, thin client dapat dibangun dari sebuah PC bekas. Kekuatan CPU dari Thin Client tidak menjadi isu penting sebab sebagian besar proses akan dilakukan di server. Yang perlu diperhatikan adalah kemampuan PC untuk melakukan network booting. Saat ini PC rata-rata sudah memiliki port ethernet plus kemampuan network booting yang bisa diset via BIOS.

Bagi mereka yang tidak mau repot dapat membeli thin client yang sudah jadi dan tinggal digunakan. contohnya adalah Gigabyte TA7 dan Ncomputing tentu dengan biaya lebih tinggi daripada merakit atau membeli PC bekas.

Spesifikasi Server.

Seberapa kuat CPU dan besar Memori yang dibutuhkan oleh sebuah server jaringan thin client? Untuk CPU usahakan CPU terkuat yang mampu anda dapatkan. Semakin kuat CPU-nya semakin baik. Pengalaman saya menggunakan CPU AMD Athlon 1,2GHz memang cukup menopang hingga 8 thin client. Namun kebutuhan saat ini mungkin minimal sebuah Intel Dual Core.

Untuk memori gunakan hitungan sederhana berikut:

(256 MB + 10 MB + 1 MB) x n client *)

(* perhitungan ini disadur dari buku Linux Thin Client Networks, Design and Deployment, David Richard, Packt Publishing.

Sehingga untuk sebuah jaringan berisi 10 thin client, maka minimal memory server yang dibutuhkan adalah sebesar 2,6GB. Saat ini memory sebesar 4GB sudah menjadi hal yang jamak. Disini juga berlaku azas: semakin besar memory semakin baik :)

Penutup

Saya tidak menyajikan perhitungan detail dengan asumsi setiap orang akan memiliki pengalaman dan cara hitung berbeda. Namun secara umum, penghematan dari sisi investasi thin client minimal 20% dibawah investasi fat client dengan kelebihan pada sisi perawatan, keamanan dan biaya operasi. Thin Client berbasis windows tidak memberikan kelebihan dari sisi biaya lisensi, malah biaya lisensi yang dibutuhkan jauh lebih besar dibanding menggunakan fat client.

19 Responses to “Thin Client vs Fat Client”

  • sy juga mendengar soal thin client itu juga susah kalau kita mau upgrade…berbeda dengan fat, dimana kita bisa upgarde vga atau processornya sy sementara thin client harus semuanya…benarkah ini, bang ?

  • Kelebihan thin client adalah: tidak perlu di upgrade :) kalau diperlukan upgrade dilakukan disisi Server. Sebab semua proses dilakukan di sisi server.

  • soal billing nya gimana tuh yah klo buat warnet..??

  • Billing harus nyoba-nyoba dulu..

  • wawan:

    Alow…..mas, ak mau tanya, kalau warnet yang menggunakan ncomputing kira2 billing explornya yang bagaimana?

    mohon saran dari mas2 sekalian kira2 billing apa yang cocok untuk warnet yang menggunakan ncomputing dan ada ga yang freeware?

  • Soda Gembira:

    biling kalo gak salah ada yg berbasis php, free lagi, dan bikinan orang indonesia(kalo gak salah baca…), maslahnya, apa sistem thin client bisa akses usb flash disk yang nancap di sisi client?

  • Kami ada rencana masang thin client untuk keperluan desain seperti penggunaan CorelDRAW dan Photoshop. Rencananya akan menggunakan LTSP. Apakah akan memberatkan? Atau, tinggal diatur-atur aja spesifikasi server-nya?

  • reza hadi:

    mas, gw pernah nemu yg seperti ini : http://www.clearcube.com/controller/product_overview.php

    jadi di sisi client tidak perlu ada prosesor (hanya mouse, keyboard n monitor)
    apakah itu bener2 ada ???

    bagaimana cara mengaplikasikannya di warnet

    terima kasih

  • Anggelo:

    mas sy dah pake thin client bwt warnet…
    sy loginnya ke limited account…
    trus ko flashdisknya ga kebaca ya???

  • Thin client emang salah satu solusi yg baik utk warnet, sy sedang coba UTC58 produk kingsem dengan billing Truecafe yg cukup stabil ……
    Utk produk yg lebih bagus spti Ncomputing dan telebit ada yg terintegrasi dgn processor, memori dan VGA jd prosesnya lebih kencang lagi …

  • Mas Djo:

    Haloo semua… saya sudah operasikan warnet dg thin client (LTSP) memakai Edubuntu Linux 7.10, Server Intel Core2Duo 2.4 Mem. 2 G, Client ( 5 unit ): Pentium III 700 mem 128. Billing dengan CCL (Cafe Con Leche ). Jangan ragu deh… thin klien utk aplikasi Office, Graphic (GIMP padanan dari Adobe Photoshop) jalan lancar, asal jangan main Game “berat”. USB bisa detect normal di client. Pokoknya jangan ragu deh, dg memakai sistem Open Source Linux… viva Linux

  • p.lix:

    ooo..anyway memang untuk game berat itu sejenis apa mas djo ? kira.kira kalau C.Strike 1.6 ato yang 2 , memakai wine masih bisa tidk ya ?

  • manuasa:

    apakah thin client sama dengan thin office. apa sj perangkat tambahan untuk thin office atau thin client. u 20 client jaringan thin client atau thin office sy butuh brp biaya??. mhn bantu bang…

  • hilman:

    mas.., sy ingin bangun jaringan thin client 20 unit, tlg kirimkan spek hardware (NComputing) dan harganya ya..

  • Bagaimana cara install aplikasi yang GUI based, misal install photoshop under wine di Fatclient. Ada yang bisa bantu?

    Client:
    - jumlah 15+ (ada rencana ditambah)
    - procesor rata2 celeron (ada juga yg pentium 3)
    - RAM rata2 512Mb (ada yg DDR1, DDR2 atau SDRAM)
    - LAN Card kebanyakan Realtek, boot dengan CD dari rom-o-matic, ada yang onboard sudah ada BootROM
    - Aplikasi utama= scilab,octave/matlab,openoffice,smplayer/totem, internet browser

    Server:
    - Ubuntu Intrepid + LTSP Fatclient based on nubae script
    - Pentium 4 3 giga HT
    - RAM 2 giga
    - LAN card 4 interface dibonding (supaya transfer ratenya cukup buat 20+an client) saya pakai 2 LANcard Intel dan 2 LANcard 3COM
    - Switch 48 Port TPLink

  • [...] sumber : ini, [...]

  • ita:

    Mau tnya ne contoh dari thin client tu apa za 4?
    Windows terminal server, trus ncomputing gitu bnar ga?
    Blh minta pnjlasannya lbh jlas ga?
    Thanks ^-6

  • vies:

    mohon pencerahan…aku udah jalanin warnet dengan ncomputing,yg jadi kendala billing masih manual,dah coba pake truecafe msh blm bisa juga.trims atas bantuannya.

  • jaz:

    Kebetulan aku kerja di warnet yang pake nComputing seri x,
    emang bener, masalah yang kami hadapi juga tentang biling apa yang akan kami pake (yang freeware), sempet nyoba “true cafe” tapi pada prinsipnya true cafe pake sistem “voucher” plus dan juga versi demo yang bisa kami dapatkan lewat internet, sempet nyoba “cyber cafe pro” tapi sayangnya tampilannya terlalu membatasi pelanggan (explorer tidak aktif kalo milih rental internet), sempet juga kami coba “smart biling”, bagus n simple tapi belum dapetin cracknya sehingga cuma bisa support 2 client untuk 30 hari,

    Akhirnya karena udah kecape’an nyari2 kamipun kembali ke jaman batu (pake excel ajah..).

    ada yang bisa bantuin nggak?…

Leave a Reply

Mobile Access
Akses blog ini dari Mobile Handset anda dengan meng-scan barcode di bawah ini. Scan Reader dapat di download di StarCode
datamatrix code
Kategori
Respon Pembaca
  • tris: mlem ms mb.. mau tanya modal minimal buka usaha warnet brapa yah..dan tempat yg...
  • anton: sy juga mengalami hal yg sama. Ini adalah cara marketing yg gak bermoral dan...
  • agung: @dzi: ya butuh lah mas. kalo nggak masak rusak dikit panggil teknisi. bisa tekor...
  • aji: cara pesan bikin warnet daerah jogja apa kebumen dimana ya?thanks
  • bojak: pembahasan teori aza tapi kalau dipraktekna nol besar dengan kenyataannya,...
  • OKY: BENER MAS AKU DAPAT EMAIL YANG SAMA DARI RIA CITRA.CUMAN AKU BELUM MENINDAK...
  • phaw: SPEEDY? wkowkowkowkokw semakin kita ngadu semakin ccpet juga tuh koneksi...
Serba Open
Use OpenDNS
Use OpenOffice.org
Open Clip Art Library
Add to Technorati Favorites
blog-indonesia.com
Kalender
March 2008
M T W T F S S
« Feb   Apr »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  
My Plurk
QR Code - scan to visit our mobile site

Many companies provide barcode readers that you can install on your mobile, and all of the following are compatible with this format:

Pariwara
a Google


My del.icio.us