Archive for July, 2008
BSE (Buku Sekolah Elektronik)
Sudah sekitar seminggu ini hampir tiap hari saya membaca kritik yang dilayangkan kepada program Buku Sekolah Elektronik (BSE) di koran Kompas. Memang wajar kalau program ini dikritisi, karena terdapat beberapa kelemahan mendasar pada saat dilaksanakan. Kelemahan yang paling menonjol adalah: sulitnya sekolah-sekolah memanfaatkan buku-buku elektronik yang terdapat di BSE karena kendala mendasar seperti: tidak ada listrik, tidak memiliki komputer dan tidak ada saluran internet yang tersedia.
Namun diluar masalah-masalah di atas, BSE ini sebenarnya tidaklah jelek-jelek amat. Kalau pun terjadi masalah-masalah sepertinya sulitnya mengunduh ataupun tidak tersedianya komputer/internet memang bukanlah tanggung jawab diknas sepenuhnya. Kesalahan diknas adalah tidak memikirkan alternatif jika sekolah tidak memiliki fasilitas untuk memanfaatkan BSE tersebut. Ini mungkin karena perencana proyek adalah orang yang tidak pernah turun kelapangan
sehingga tidak bisa merasakan sendiri bagaimana susahnya jika berada di sebuah sekolah yang listrik pun tidak ada.
Namun, ternyata warnet-warnet (paling tidak anggota-anggota AWARI) bisa melihat kelemahan-kelemahan proyek ini sebagai peluang. Beberapa teman-teman di Awari melakukan inisiatif mengunduh buku-buku elektronik yang tersedia di server BSE (dan mirrornya) untuk kemudian di paket didalam sebuah CD dan dijual kepada mereka yang membutuhkan. Menurut pengakuan salah seorang anggota dia menjual dengan harga Rp 5000/CD sebuah harga yang murah dan terjangkau.
Tentu hal di atas hanya mungkin jika sang siswa atau guru telah memiliki PC/Notebook untuk memanfaatkan buku-buku elektronik. Bagaimana jika tidak ada? Nah, saya kira teman-teman di Warnet sudah musti memikirkan untuk memproduksi buku-buku tersebut dalam bentuk barang cetakan/print out, toh Depdiknas sejak awal memang membebaskan buku-buku tersebut untuk di unduh, digandakan dan dicetak selama tidak menyalahi ketentuan yang tertera sewaktu kita mengunduh file BSE.
Presentasi Anti Pornografi di Depkominfo
Jumat 18 Juli 2008 Awari diberi kesempatan untuk memberikan presentasi tentang bagaimana teknik menyaring situs porno di hadapan Bpk Menteri Kominfo dan Jajarannya dan beberapa Instansi lainnya, juga hadir dari pihak Media cetak dan visual sebab sebelum presentasi Pak Menteri ingin menyampaikan beberapa hal yang menyangkut perkembangan dan kondisi di Indonesia.
Pemberitahuan untuk acara ini cukup mendadak dan kami cuma memiliki waktu 2-3 hari untuk mempersiapkan segala sesuatunya namun pihak Depkominfo membantu dengan menyediakan semua perangkat dan koneksi yang diperlukan sehingga di hari H-nya. Termasuk juga mendatangkan tim Awari yang berada di Semarang (Ainul Hakim) dan Cilegon (Fajar).
Jumat berikutnya kami juga diundang lagi untuk topik yang sama, namun kali ini dalam rangka Hari Anak. Tentu topik acara adalah bagaimana melindungi Anak dari paparan situs-situs porno. Kurang lebih apa yang Awari sampaikan sama dengan sedikit tambahan mengenai data-data (yang akhirnya lebih dikutip oleh media) yang terkait pornografi. Selain Awari, juga hadir dari Dirjen dari Departemen Sosial, Kementerian negara PPA, Ketua KPAI dan tentu dari Media cetak dan visual.
Kali ini Awari tidak sesibuk sebelumnya, karena sistem yang minggu lalu berjalan praktis tidak perlu perubahan apa-apa dan tinggal dinyalakan dan di cek apakah berjalan atau tidak. Tim yang hadir pun praktis cuma saya dan Yamin.
Foto-foto persiapan Acara Presentasi.
FAQ Lisensi Microsoft
Walaupun sudah tersedia di situs Microsoft dan situs Awari, namun saya masih sering mendapatkan pertanyaan mengenai segala sesuatu mengenai lisensi Microsoft, utamanya menyangkut OS Windows. Karenanya saya meng-upload versi FAQ Lisensi Microsoft dalam bahasa Indonesia
di sini. Jadi sebelum bertanya kemana-mana, baca dulu lah dokumentasi tersebut.
Notes: jarang yang tanya soal lisensi FOSS padahal sebenarnya lebih rumit loh hehehehehe….
Dokumen PDF dari Blog ini
Saya sering mendapatkan permintaan agar beberapa tulisan di blog ini disediakan dalam bentuk dokumen PDF. Karenanya maka beberapa tulisan yang berhubungan dengan Warnet saya berikan link yang berisikan format PDF di halaman itulisan terkait. Harapan tulisan-tulisan di blog ini lebih mudah dicetak, disebar dan dibaca secara offline bagi mereka yang memerlukan.
Jika ada tulisan di blog ini yang belum ada versi pdf-nya dan anda menginginkannya silahkan posting komentar anda
Problem Koneksi di First Media
Sudah sekitar dua minggu ini koneksi internet Internasional di First Media sering sekali bermasalah. Namun bukan itu yang paling menyebalkan adalah ketika saya menelpon CS First Media dan bertanya apakah ada masalah dengan koneksi mereka dengan yakinnya sang CS mengatakan bahwa tidak ada masalah dengan koneksi mereka.
Nanti ketika saya katakan bahwa yang bermasalah adalah koneksi ke luar negeri, koneksi dalam negeri lancar-lancar saja barulah mereka mengakui bahwa memang lagi ada masalah dengan koneksi mereka. Sadar tidak mereka bahwa mereka sudah berbohong kepada pelanggan? Seandainya saya adalah orang awam yang sama sekali tidak mengerti tentang topologi internet maka kebohongan tentang “tidak ada masalah pada koneksi kami” terus berlanjut.
Pengakuan berikutnya adalah “teknisi kami sedang melakukan perbaikan”, oke deh perbaikan, tapi kok ya perbaikan tidak di jadwal dan diberitahukan ke pelanggan? Saya terus terang puas dengan pelayanan First Media, tolong jangan di cederai kepuasan pelanggan dengan tidak memberikan informasi mengenai perawatan ataupun perbaikan. Kami pelanggan bisa mengerti kalau memang sekali-kali perlu perawatan maupun perbaikan pada jaringan, tapi yang berjadwal dan jelas. Jangan seperti sekarang, bisa kapan saja dan parahnya baru saja beberapa jam lancar putus lagi.







