BSE (Buku Sekolah Elektronik)

Sudah sekitar seminggu ini hampir tiap hari saya membaca kritik yang dilayangkan kepada program Buku Sekolah Elektronik (BSE) di koran Kompas. Memang wajar kalau program ini dikritisi, karena terdapat beberapa kelemahan mendasar pada saat dilaksanakan. Kelemahan yang paling menonjol adalah: sulitnya sekolah-sekolah memanfaatkan buku-buku elektronik yang terdapat di BSE karena kendala mendasar seperti: tidak ada listrik, tidak memiliki komputer dan tidak ada saluran internet yang tersedia.

Namun diluar masalah-masalah di atas, BSE ini sebenarnya tidaklah jelek-jelek amat. Kalau pun terjadi masalah-masalah sepertinya sulitnya mengunduh ataupun tidak tersedianya komputer/internet memang bukanlah tanggung jawab diknas sepenuhnya. Kesalahan diknas adalah tidak memikirkan alternatif jika sekolah tidak memiliki fasilitas untuk memanfaatkan BSE tersebut. Ini mungkin karena perencana proyek adalah orang yang tidak pernah turun kelapangan ๐Ÿ™‚ sehingga tidak bisa merasakan sendiri bagaimana susahnya jika berada di sebuah sekolah yang listrik pun tidak ada.

Namun, ternyata warnet-warnet (paling tidak anggota-anggota AWARI) bisa melihat kelemahan-kelemahan proyek ini sebagai peluang. Beberapa teman-teman di Awari melakukan inisiatif mengunduh buku-buku elektronik yang tersedia di server BSE (dan mirrornya) untuk kemudian di paket didalam sebuah CD dan dijual kepada mereka yang membutuhkan. Menurut pengakuan salah seorang anggota dia menjual dengan harga Rp 5000/CD sebuah harga yang murah dan terjangkau.

Tentu hal di atas hanya mungkin jika sang siswa atau guru telah memiliki PC/Notebook untuk memanfaatkan buku-buku elektronik. Bagaimana jika tidak ada? Nah, saya kira teman-teman di Warnet sudah musti memikirkan untuk memproduksi buku-buku tersebut dalam bentuk barang cetakan/print out, toh Depdiknas sejak awal memang membebaskan buku-buku tersebut untuk di unduh, digandakan dan dicetak selama tidak menyalahi ketentuan yang tertera sewaktu kita mengunduh file BSE.

43 thoughts on “BSE (Buku Sekolah Elektronik)

  1. Menurut saya ide dari BSE adalah masyarakat bisa mencetak dan menggunakan buku sekolah tanpa harus membayar hak cipta, dimana source-nya bisa di download di situs BSE.
    Jadi project BSE baru satu tahapan. tahapan berikutnya adalah bagaimana mencari atau mengakali ongkos cetak buku yang murah dan terjangkau bagi masyarakat (dan dengan BSE sebenarnya masyarakat di beri pilihan untuk mencetak sendiri atau konsorsium dengan penerbit).

    Kritik saya untuk BSE: koleksi bukunya masih belum lengkap.

  2. Kalo menurut saya sih program BSE ini bagus banget karena emang tanpa sengaja membongkar bobrok Depdiknas dalam manajemen standarisasi sekolah di Indonesia. Justru kalo program BSE ini didorong trus dan jadi point of argument dalam mendorong Depdiknas & pemerintah untuk melengkapi fasilitas sekolah2 di Indonesia, ia bisa jadi alat revolusi standarisasi sekolah.

    Cuma ya itu, tetep harus ada niat baik dari pemerintah. ๐Ÿ™

  3. hehehehe mafia penerbit buku pasti ketar-ketir karena BSE ini.

    Baik sekali memang jika jaringan warnet bisa membantu disini – menyediakan BSE baik dalam format CD ataupun hardcopy.

  4. alangkah baiknya, klo kita mendownload file BSE tsb, lalu mendistribusikannya SECARA GRATIS (dlm bentuk digital atau print out) semampu kita ๐Ÿ˜‰

  5. Saya setuju dengan kelemahan program bse bila dikaitkan dengan sekolah yang diharapkan dapat memanfaatkan buku elektronik ini sebagai acuan dalam pemberian materi pelajaran. Ini disebabkan adanya pengalaman pribadi. Suatu hari anak saya (kelas III SD waktu itu ) dipanggil kepala sekolah karena beliau mendapat informasi bahwa anak saya membuka internet melalui hp disaat istirahat II. Anak saya di larang membuka internet. Yang menyebabkan saya akhirnya harus setuju dengan kepala sekolah bahwa anak saya tidak boleh membuka internet di sekolah adalah penegasan dari kepala sekolah kepada saya yakni anak saya membuka situs porno. Ketika saya minta kepastiannya tentang nama situs porno yang dibuka anak saya, kepala sekolah itu dengan mantab menyebut : GOOGLE ! Bisa dibayangkan, berapa biaya yang harus dikeluarkan depdiknas untuk mengubah pemikiran guru-guru dan kepala sekolah di tempat anak saya belajar itu dari google sebagai situs porno menjadi google sebgai salah satu situs menuju ke dunia internet tempat dimana bse bisa di download.
    Menggunakan tehnologi informasi yang sesuai dengan perkembangan jaman untuk dunia pendidikan merupakan sebuah rencana yang bagus seperti yang dikemukakan oleh Sekjen Depdiknas dalam salah satu wawancaranya di televisi swasta mengenai bse dan tindak lanjut dari program bse ini. Namun depdiknas tidak bisa hanya berorientasi pada kota-kota besar yang memang sudah melek IT. Bagaimana dengan daerah-daerah yang para pendidiknya tidak pernah mendapat pelatihan IT seperti di sekolah anak saya itu ? Komputer hanyalah menjadi pengganti mesin ketik, bukan sebagai sarana pembelajaran dan itu pun hanya terbatas di ruang kepala sekolah. Apalagi diangankan pembelajaran kepada murid sudah menggunakan tehnologi canggih dengan memasuki situs-situs di internet. Mimpi kali yeee… hal itu yang mungkin lebih tepat untuk menjawab harapan sekjen Depdiknas mengenai penggunaan bse sebagai media pembelajaran bila dikaitkan dengan sarana, pra sarana, pengetahuan dan skill tenaga pengajar di sekolah anak saya dan sekolah-sekolah lain di kota saya.
    Pendidikan komputer bagi siswa justru diberikan setelah anak duduk di bangku kelas III SLTP. Ini benar-benar menunjukkan betapa minimnya pendidikan IT di sekolah-sekolah di kota saya dan Depdiknas perlu waktu serta biaya yang lebih banyak untuk mengentaskan kemiskinan IT di sekolah-sekolah tersebut.
    Oleh karenanya, tidak salah kalau kemudian ada yang mengatakan bahwa Depdiknas kurang melihat ke daerah dan kemampuan pengajar di daerah dalam meluncurkan bse atau program lain yang terkait dengan IT. Terima kasih.

  6. Sebenarnya proyek BSE ini adalah mimpi yang jadi kenyataan.
    Sayangnya, mimpi itu terlalu cepat ditafsirkan oleh masyarakat, sehingga yang terjadi adalah salah tangkap. Seharusnya, proyek BSE ini bukan untuk dikonsumsi langsung oleh person to person alias siswa itu sendiri, karena dengan mendownload segitu banyaknya file dan sedemikian besarnya ukuran file, tentunya hanya jika di distribusikan dalam jumlah banyak yang bisa membuat BSE menjadi lebih murah dari buku biasa….
    sepertinya, pemahaman inilah yang belum diketahui oleh masyarakat. dan kesalahan terbesar pemerintah adalah tidak mensosialisasikan pemahaman ini dengan benar, sehingga masyarakat nangkepnya ini bisa diunduh oleh siapa aja, termasuk person to person….
    (NB : mas Irwin, salam kenal, saya pernah bertemu anda di acara di Depkominfo beberapa waktu yg lalu)

  7. Mohon agar semua mata pelajaran di muat buku paketnya dan materi yang ada didalamnya harus sesuai dengan SKL Ujian Nasional

  8. makasih deh atas BSE karena dengan itu gw g usah nyatat disklh karena gw udah nyatat duluan dan semuanya benar kok kgk bhg.

  9. Saya ucapkan terimakasih pd pemerintah yang telah melaksanakan kewajibannya utk bdng pendidikan yaitu salahsatunya BSE ini, tapi saya bingung kok ada sebagian guru yang menyarankan bahwa penerbitnya harus ini, jadi saya mendownloaad itu sia-sia & bukan sya aja yang sia2 tapi pemerintah juga.. gimana solusinih! apakah pemerintah harus membeli buku yg sama dengan beberapa penerbit atau gimana..? membingungkan…coy..?

  10. Kami memberikan yg terbaik dan termurah untuk siswa, guru & sekolah. Kunjungi situs kami di http://www.edu-media.org untuk mendapatkan CD BSE versi kami, beberapa keunggulan dari CD BSE PT.Edu Media, antara lain:
    * Sebagai alternatif bila kesulitan men-download dari situs web depdiknas (dikemas dalam keping CD)
    * Autorun dan fullscreen
    * Dilengkapi menu / daftar isi sesuai pokok bahasan
    * Dilengkapi audio / musik latarbelakang yang bisa diatur volumenya
    * Paket cd dikemas sesuai tingkatan kelas di tiap jenjang pendidikan
    * Satu keping cd berisi 3 sampai 4 judul buku
    * Dilengkapi fasilitas cetak dan pencarian teks

  11. Terima kasih dan salut untuk program BSEnya Depdiknas, apapun kelemahan dan kekurangannya semoga kedepan secara bertahap dapat diperbaiki, saya sadar berkomentar lebih mudah daripada berbuat. Dua Jempol Tuk Depdiknas

  12. Mengenai ebook Depdiknas memang hal yang bagus, akan tetapi untuk mengunduhnya itu yang sulit. mungkin bagi anda yang tiap hari menghadapi komputer atau bahkan anggota AWARI menganggap suatu hal yang mudah hingga mampu mengkopinya kedalam CD untuk dijual atau dibagikan secara gratis. Saya sudah mencoba sendiri untuk mengunduhnya, hanya saja yang terunduh semua adalah halaman depan, saat mengunduh per bab pun yang terunduh adalah halaman depan, bahkan halaman terakhirpun yang terunduh adalah halaman depan, bagaimana tidak wong alamat linknya aja juga sama. Jadi sekarang siapa yang salah? Depdiknas? atau para murid dan orang tua yang dianggap gaptek?
    Apa ada syarat lain disini??? atau saya dan ribuan orang yang tidak bisa mengunduhnya dianggap bodoh komputer? apa gak jadi sia-sia BSe-nya?
    Jika anda mau membantu saya untuk mengajari cara mengunduh BSe tolong ajari saya untuk saya ajarkan kepada orang lain. bukan hasil dari unduhan orang lain yang saya harapkan tetapi proses pembelajaran dan membelajarkannya kepada orang lain yang saya butuhkan.
    Atas segala bantuan sebelum dan sesudahnya saya ucapkan banyak terima kasih.

  13. jujur,bse memang bagus dan tepat. tapi yg jadi pertanyaan saya:
    1. berapa lama pemerintah merencanakan bse? matang tdk perencanaan tsb? Atau sekedar “membodohi ” rakyat? krn saya melihat ada TENDENSI POLITIK. Mengingat bse adl terobosan dan langkah yg besar.
    Mengingat untuk memutuskan Kurikulum saja pemerintah memmerlukan waktu lebih dari 4th( Kurikilum KBK menjadi KTSP)
    2. Realisasi anggaran Pendidikan 20% saja butuh waktu 4th juga( lagi2 menjelang PEMILU). Knp tdk saat menjabat setelah dipilih? apakah Pendidikan tdk penting? tp jadi penting saat menjelang PEMILU??????
    3.Apakah pemerintah sdh mempunyai solussi bagi Penerbit Buku? setelah BSE ini di sebarkan?
    Jangan sampai menyelesaikan 1 “Permasalahan”, memunculkan permasalahan baru yang tidak kalah rumitnya. PENGANGGURAN tambah banyak.
    4. Berapa Penerbit yg akan gulung tikar atau melakukan pengurangan karyawan?
    5. Janganlah bse ini seperti halnya masalah penertiban yang tdk di barengi solusi yang baik.

  14. Saya termasuk berpikir positif mendukung BSE, terlepas ada beberaspa kekurangan mulai prasana kurang dan gagapnya kesiapan siswa menyambut inovasi perubahan budaya belajar ini dengan alsan yang pertama adalah
    BSE menjadi akselerasi solusitif dari budaya komersialisasi pendidikan dengan adanya transparansi pembiyaan buku maka kita jadi sadar selama ini ada orang yang diuntungkan diatas kepentingan bersama mulai dari penerbit dan gurita kapitalismenya.
    BSE menjadi akselerator pendidik untuk tidak melek teknologi
    BSE menjadi sarana membuka laham kerja baru untuk membuka toko-toko buku baru sampai kepelosok terpencil
    BSE menjadi Lahan Bisnis amal jariah, betul2 membantu pendidikan dengan tidak mengambil untuk terlalu banyak. kalau dihitung-hitung satu judul buku harga 10. ribu paling tinggi untungnya 2000 rupiah kotor belum masuk biaya transportasi. he he he jadi jelaskan? Penerbit sekarang tidak ada yang mau menerbitkan Buku BSE karena Untungnya sedikit!
    BSE maju aja dan bagi kaum wirausahawan muda ayo kita jadikan peluang ini untuk membantu dunia pendidikan.
    Muslimin Matrwas di Makassar

  15. Saya berterimakasih sekali pd pemerintah yang telah melaksanakan kewajibannya utk bdng pendidikan yaitu salah satunya BSE ini, tapi saya bingung di sekolah anak saya kok buku yang diupayakan oleh pemerintah sama sekali enggak dipake (kasian deh lu), jadi saya mendownloaad itu sia-sia & bukan saya aja yang sia2 tapi pemerintah juga.. gimana solusinya! apakah pemerintah harus membeli buku yg sama dengan beberapa yang dipake oleh sekolah2 atau sekolah yang pake bukunya pemerintah tapi gimana mutunye. gimana.. ya? bingung yaโ€ฆcoy..?,… cape deh

  16. Satu lagi bentuk komitmen kami dalam pengembangan media pembelajaran saat ini adalah membuat Aplikasi (Software) Pengelolaan Konten Pembelajaran dengan nama “EDU CONTENT MANAGEMENT”. Kunjungi situs kami di http://www.edu-media.org

    ECM merupakan Aplikasi yang didesain khusus untuk mengelola konten BSE secara terintegrasi sehingga memudahkan warga sekolah untuk mempelajari isi buku-buku teks pelajaran tersebut.
    ECM dibuat dengan format flash yang mempunyai penampilan sangat menarik dengan penambahan sejumlah fitur sehingga meningkatkan minat belajar siswa melalui media digital.

    KEUNGGULAN ECM
    1. Sekolah hanya perlu memiliki minimal 1 komputer atau laptop untuk diinstal Edu Content Management
    2. ECM secara otomatis berisi BSE buku-buku teks pelajaran yang telah dinilai kelayakannya oleh BNSP untuk digunakan dalam pembelajaran
    3. Dilengkapi Identitas sekolah secara eksklusif dimasukkan dalam ECM
    4. Dilengkapi menu/daftar isi sesuai kelas, mata pelajaran dan pokok bahasan
    5. Dilengkapi audio/musik latarbelakang yang bisa diatur volumenya
    6. Dikemas sesuai tingkatan kelas di tiap jenjang pendidikan
    7. Dilengkapi fasilitas cetak dan pencarian teks
    8. Berbasis web yang dapat digunakan secara bersama.
    9. Dengan tampilan sangat menarik akan membantu meningkatkan minat siswa untuk belajar menggunakan media digital (bentuk penyajian buku dalam format digital)
    10. Dapat berfungsi sebagai aplikasi belajar mandiri (berisi konten pembelajaran yang digunakan siswa untuk belajar mandiri)
    11. Dapat berfungsi sebagai Aplikasi Referensi Ajar yaitu aplikasi untuk menggelola berbagai referensi ajar (khusus BSE) untuk mata pelajaran yang diselenggarakan di sekolah.

  17. really a good news…media pembelajaran yg praktis..but i just wanna say that, tentunya sebuah media selalu punya sisi positif dan negatifnya..zo now, tgs Qt minimalisir negatifx n maksimalkan positifx..
    One message aja, bwt pemerintah n penerbit : jgn ciptakan kerenggangan bwt perkembangan ilmu pengetahuan..krmana mw berkembang ilmunya klo kerjasama snd utuh..tq..itu sudah

  18. kami sudah mencetak bse SD, SMP, SMA dengan harga sesuai HET. kami dapat melayani permintaan buku cetak bse secara kolektif untuk (minimal 10.000 eksemplar/judul untuk SD, 5000 eksemplar untuk SMP, dan 1000 eksemplar untuk SMA pada tingkat kota/kabupaten.

  19. Saya orantua, dimana anak2 saya berada di kelas 5 SD dan kelas VIII, saya betul2 terbantu dengan adanya buku elektronik Depdiknas, dan ternyata untuk donwload juga untuk mencetaknya juga tidak sulit, selain sianak dapat belajar internet juga anak akan “melek” iptek semoga koleksi buku pelajaran Depdiknas makin lengkap

  20. Dengan adanya BSE memang bisa menunjang proses belajar siswa tapi bagi seorang anak yang tidak mampu akn sangat membebani biaya dalam mencetaknya

  21. Down load buku BSE memang agak berat, akan tetapi sekarang sudah ada percetakan yang berani mencetak buku ini. Sebagai orang tua murid saya bangga dan berterima kasih kepada JP Book yang memberanikan mencetak buku tersebut, padahal harganya sangat murah dan sulit untuk mencari keuntungan. Mudah-mudahan saja keberanian JP Book dibawah Jawa Pos mendapat Ridho Allah SWT dan mendapat keuntungan dari sektor yang lain. Hidup Jawa Pos, Semoga Sukses selalu

  22. Salam
    Kebetulan kami sudah melakukan produksi Masal Buku BSE mulai SD sampai SMU jadi harga sangat kompetitif, Untuk info lebih lanjut bisa email saya pasti di respon. Terimakasih

  23. Salam Bpak haji Kisman dari Mataram, saya marketing TMG Bali rekan Bapak Subiyanto. Semoga kita bisa kerjasama.

  24. Buku Sekolah Elektronik (BS-E)

    Buku Sekolah Elektronik adalah Buku Buku Pelajaran yang disediakan oleh Pemerintah untuk seluruh masyarakat khususnya kalangan pendidikan. Buku buku ini telah dibeli hak patennya oleh pemerintah sehingga dapat dipergunakan oleh siapa saja sesuai keperluannya.

    Buku buku teks pelajaran ini telah dinilai kelayakan pakainya oleh Badan Standard Nasional Pendidikan (BSNP) dan telah ditetapkan sebagai Buku Teks pelajaran yang memenuhi syarat kelayakan untuk digunakan dalam pembelajaran melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomer 46 Tahun 2007, Permendiknas Nomer 12 Tahun 2008, Permendiknas Nomer 34 Tahun 2008 dan Permendiknas Nomer 41 Tahun 2008.

    Visi dan Misi BS-E
    Menyediakan buku sekolah yang memenuhi standard, bermutu, murah dan mudah diperoleh

    Sasaran BS-E
    BS-E ditujukan untuk siswa, guru dan seluruh masyarakat Indonesia

    Paket CD Buku Sekolah Elektronik (CD BS-E)
    Buku Sekolah Elektronik sebenarnya dapat di download GRATIS di website yang telah disiapkan oleh DIKNAS, namun karena berbagai kendala sangat sulit untuk mendownloadnya secara sempurna.

    Mempertimbangkan akan kebutuhan yang sangat mendesak akan buku buku pelajaran yang bermutu ditengah harga buku cetak pelajaran yang kian melambung, maka PRIMAMEDIA Indonesia berinisiatif untuk menghadirkan suatu solusi dengan membentuk sebuah TEAM Khusus dengan teknologi internet dan komputerisasi yang sangat memadai agar dapat mendownload secara maksimal semua BS-E yang disediakan pemerintah, dan kini telah kami hadirkan untuk anda CD Buku Sekolah Elektronik.

    Bagi sekolah / siswa / masyarakat yang membutuhkan produk BS-E kami menawarkan dalam bentuk CD, bahkan untuk persiapan UNAS kami tambahkan Bank SOAL SOAL dan Pembahasan UJIAN NASIONAL SEKOLAH untuk semua Mata Pelajaran.

    I. Buku Sekolah Elektronik untuk SD yang berisi 95 buku pelajaran SD (kelas I โ€“ IV) yang diterbitkan oleh beberapa penerbit. Isi 3 CD harga Rp. 100.000,- sudah termasuk ongkos pengiriman untuk seluruh wilayah Indonesia
    II. Buku Sekolah Elektronik untuk SMP/MTS yang berisi 70 buku pelajaran SMP (kelas VII โ€“ IX) yang diterbitkan oleh beberapa penerbit. Isi 3 CD harga Rp. 100.000,- sudah termasuk ongkos pengiriman untuk seluruh wilayah Indonesia
    III. Buku Sekolah Elektronik untuk SMA + SMK yang berisi 25 buku pelajaran SMA + 216 buku SMK (untuk kelas X โ€“ XII) yang diterbitkan oleh beberapa penerbit. Isi 4 CD harga Rp. 100.000,- sudah termasuk ongkos pengiriman untuk seluruh wilayah Indonesia.

    Hak paten buku buku tersebut sudah dibeli oleh Departemen Pendidikan Nasional dan dapat digunakan oleh siapa saja yang memerlukan buku buku tersebut.

    Buku Sekolah Elektronik merupakan solusi hemat, tepat dan efisien bagi para siswa, orang tua dan para pendidik ditengah kebutuhan akan buku buku sekolah yang kian mendesak dan harga harga buku cetak pelajaran sekolah yang kian melambung.

    Cara Menggunakan :
    1. Cek komputer anda apakah sudah tersedia program Adobe Reader.
    2. Jika sudah ada, masukkan CD ke CD-Drive dan buka folder yang ada didalamnya.
    3. Jika belum ada, install dulu program Adobe Reader yang kami sediakan dalam CD ini, jika sudah terinstall, ikuti langkah No. 2.

    Segera hubungi :
    KANTOR I : Plaza Segi 8 Kav. D – 812, Jl. Raya Darmo Permai III, Surabaya,
    KANTOR II : Puri Indah Sidoarjo Blok CS – 14, Sidoarjo,
    KANTOR III : The Balearjosari Residence B – 41, (Trikarya) Jl. Pahlawan No. 278 -Balearjosari, Malang

    AGUS SETIYAWAN,

  25. Saya bergerak di bidang pemasaran buku dari salah satu penerbit. Saya sangat mendukung program buku murah melalui BSE oleh pemerintah, namun sangat disayangkan pengadaan buku BSE di tingkat sekolah dikordinir oleh Dinas Pendidikan di Kabupaten ataupun tingkat Kecamatan sehingga hanya penerbit yang bisa memberi persen tinggi yang boleh memasarkan buku ke sekolah. Persaingan persen sekitar 20% s.d 30% dan sekitar 10% s.d 15% disetor ke Dinas Pendidikan. Hal ini sungguh sangat memberatkan pihak penerbit, terutama marketing yang berada di lapangan.

  26. bse sangat positif, mencegah kecurangan pihak tertentu dan pemaksaan murid beli buku penerbit tertentu. masalahnya gurunya dukung apa kaga? soal harga sangat murah saya sediain rp.3,5oo/buku. soal sekolah tak punya komputer klise. dengan rp.1,5juta sdh bisa punya komputer dan internetan. hubungi saya kalau tak percaya. saya siap suplai.

  27. bse program yang bagus tapi sia-sia kalau pihak sekolah tidak mau menggunakanya,dengan alasan-alasan yang klise..

  28. Bolehkah untuk merevisi buku bse tanpa melalui software adobe reader..?

  29. coba lihat ini bse.mahoni.com bagus sekali dan paling komplit, per hari ada sekitar 70,000 buku di unduh oleh siswa dan guru guru, semua gratis!

Leave a Reply