Kegagalan Melihat Persoalan Sesungguhnya

Dalam sebuah bisnis, kegagalan melihat persoalan sesungguhnya adalah sebuah perangai yang buruk.   Walaupun hampir semua pebisnis pernah melakukan kesalahan ini, namun tidak semuanya mampu melepaskan diri dari sudut pandang yang mereka gunakan untuk melihat persoalan dari sisi lain sehingga dapat terlepas dari sisi pandang yang bisa jadi merugikan masa depan bisnis mereka.

Saya melihat kegagalan melihat persoalan sesungguhnya saat ini sedang dilakukan oleh Microsoft Indonesia. Kesimpulan ini saya ambil setelah berkali kali bertemu, berdiskusi dan mengikuti acara-acara yang mereka adakan ataupun sponsori.   Dari berbagai pertemuan dan diskusi yang dilakukan saya selalu menekankan bahwa

1. Saat ini tidak perlu diragukan keinginan warnet untuk menggunakan perangkat lunak legal.

2. Keinginan dan kemampuan finansial lah yang tidak seiring.

3. Yang ingin dicicil adalah biaya pengadaan perangkat lunak, bukan lisensi perangkat lunak.

Ketiga point di atas penting untuk mengetahui posisi warnet bahwa solusi yang paling diperlukan adalah ketersediaan pembiayaan secara kredit yang terjangkau.  Itu pun bukan berarti warnet tidak mampu beli secara kas keras.  Namun pebisnis manapun tahu kalau mengeluarkan biaya tinggi secara bersamaan adalah hal yang buruk sebab akan mengganggu aliran ketersediaan dana (cash flow)  sehingga unsur pembiayaan sangatlah diperlukan.

Kalau saya melihat dari sisi penggiat linux dan FOSS, maka terus terang saya senang-senang saja melihat kondisi ini karena itu menunjukkan Microsoft Indonesia tetap berlaku sebagai “hanya jualan” bukan sebagai penyedia solusi.  Ini baik bagi para penggiat linux dan FOSS, biarkan saja mereka dengan cara pandangnya dan mari kita gerogoti pasarnya.

Dari catatan Awari sendiri perbandingan antara Warnet pengguna OS Windows di desktop dibanding dengan Warnet Pengguna OS Linux di desktop sudah sampai pada persentasi 75-25.   Saya kurang pasti mengenai data tahun tahun sebelumnya tapi perkiraan saya di tahun 2005/2006 perbandingan ini masih di 95-5.  Itu jika kita berbicara linux di Desktop.

Lain lagi jika berbicara aplikasi.  Dari sisi aplikasi, Microsoft silahkan gigit jari.   IE? Memang berapa banyak orang yang masih menggunakan IE?  Firefox sekarang merajai desktop warnet.  OpenOffice juga lebih dipilih karena kemampuannya yang cukup untuk memenuhi kebutuhan warnet.  Kalaupun perlu MS Office kebanyakan akan membeli 1 lisensi saja untuk mereka yang berkasnya sangat spesifik sehingga hanya dengan MS Office baru bisa di cetak atau dilihat dengan pas.

Opini saya: hanya Game Center yang perlu menggunakan OS Windows, warnet tidak perlu lagi.  Kalau pun tetap perlu menggunakan MS Office, mending bayar lisensi CrossOver dan Lisensi MS Office kemudian tetap jalankan diatas OS Linux dibanding beli OS Windows untuk menjalankan MS Office.  At least you don’t have to worry about virus anymore.

Yang lupa diperhitungkan Microsoft Indonesia adalah:  banyak orang mengenal internet (dan komputer) pertama kali di warnet.  Ini faktor yang menentukan dimasa depan, karena orang cenderung lebih familiar dengan apa yang pertama kali dan sering mereka gunakan.   Dengan persentasi Windows 75-25 Linux dan kecenderungan persentasi ini terus berubah positif ke arah Linux dan FOSS, saya harap persentasinya sudah mencapai 50-50 dalam 3-4 tahun mendatang.   Dan saya tahu beberapa kawan dari penggiat Linux dan FOSS sudah berani membuka angka Rp 350.000/pc untuk setting dan pelatihan bagi mereka yang berminat migrasi.   Alasan mereka tetap lebih murah dan aman dibanding beli lisensi yang paling murah Rp 1,3 jt/pc itu

Aih, Capee Dee.

2 thoughts on “Kegagalan Melihat Persoalan Sesungguhnya

  1. Halo pak Irwin.
    Perkenalkan saya mewakili Warnet Speed.Net di Ciomas Bogor.
    Warnet Speed.Net sudah beroperasi sejak 21 Januari 2008 dan kini sudah mempunyai 18 unit PC Warnet dan 10 unit PC Game +2 Billing, 1 router dan 3 line internet.

    Sejak awal dari pemilik modal memang menginginkan semua faktor pendukung operasional warnet tidak ada yang didapat dari cara-cara ilegal. Jadilah semua OS di Speed.Net menggunakan OS Windows XP Profesional dan Home yang resmi. Sedangkan untuk Office suite menggunakan OpenOffice.Org 2.2.

    Sedari awal saya ingin “melegalkan” copy Windows ini dengan jalur MSRA. Namun proses awal legalisasi ini melalui warnetlegos.com menemui jalan buntu. Status warnet kami selalu dalam Bahkan hingga Oktober kemarin saya coba akses warnetlegos.com malah tidak bisa (account suspended).
    Saya coba langkah kedua yaitu menghubungi Microsoft Indonesia. Itupun dengan penuh perjuangan, sebab entah mereka sedang sibuk atau mengira barang jualannya tidak ada yang beli, telepon tidak pernah mereka angkat! Sungguh saya kecewa dengan pelayanan MS ini…

    Akhirnya saya dapat e-mail dari Microsoft Asia dan memberi nomor telpon dan e-mail layanan MSRA yang baru. Ini pun teleponnya tidak pernah diangkat!!!

    Lagi-lagi saya kecewa dengan MS. niat tulus saya ternyata tidak ditanggapi serius oleh mereka. Sampai sekarang saya kapok dan belum meneruskan legalisasi MSRA ini.

    Jadi apakah Bapak sudi membantu saya, atau sekedar memberi arahan bagaimana proses MSRA ini akan sangat saya hargai.

    Untuk AWARI saya juga sudah mendaftar namun saya bingung dengan navigasi di awari.or.id. Mulai dari mendaftar, mencari direktori warnet, sampai cara donasi juga saya bingung. Mohon dipermudah pak navigasinya biar warnet-warnet lebih leluasa ikut AWARI 😀 . Oh ya terima kasih untuk layanan DNS-nya. Jika prosedur donasi sudah jelas saya akan membantu.

    Terima kasih atas perhatiannya.

Leave a Reply