Warnet-warnet di Sumbar

Akhir Desember lalu saya berkesempatan liburan ke Sumatera Barat. Yang pertama saya pikirkan adalah: bagaimana saya akan mengakses internet? Beberapa opsi sudah saya pikirkan termasuk diantaranya mengakses via ponsel. Namun akhirnya saya memutuskan supaya selama liburan ini sebaiknya tidak usah sering sering ber-internet kecuali ada hal yang sangat penting atau sekedar menjaga koneksi dengan teman-teman. Online via ponsel pun hanya di gunakan untuk plurking
Saya tidak ada bayangan sebelumnya seperti apa kehidupan internet kota Padang dan Bukit Tinggi. Ternyata setelah beberapa hari di Padang dan Bukit Tinggi, keinginan online mudah dilakukan karena cukup banyak Warnet. Bahkan di Bukit Tinggi saya hitung paling tidak ada 10-an lebih warnet.
Waktu saya mencoba warnet-warnet tersebut koneksi juga terhitung baik. di Padang saya sempat singgah di satu warnet di tengah kota. Harganya wajar (Rp 5000/jam) dengan fasilitas bagus. LCD 17″, AC sejuk, kursi nyaman dan Operator cukup ramah. Saya sempat memperhatikan apa saja yang di akses oleh orang-orang di Warnet. sebagian besar meng-akses Friendster .
Di Bukit Tinggi, saya sempat online selama 2 jam di salah satu warnet. Koneksinya tidak sebagus di Padang tetapi masih jauh dari jelek. Layarnya 15″ CRT, tidak perlu AC karena udara di kota Bukit Tinggi sangat sejuk. si Operator memutar musik Hard Core *dah lama tidak denger lagu lagu begini hehehehe*.
Sewaktu melintas di Solok, saya juga sempat melihat ada satu warnet. Sayang saya tidak sempat singgah. Selain cuma lewat, cuaca juga sedang hujan deras ditambah perut sudah keroncongan minta segera di isi masakan Sumatera Barat yang lezat-lezat itu.
foto foto hasil jalan-jalan bisa dilihat di sini
Did you enjoy this post? Why not leave a comment below and continue the conversation, or subscribe to my feed and get articles like this delivered automatically to your feed reader.
Comments
wah kebetulan pak, saya dari bukittinggi ,dan saya sudah berencana ingin membangun bisnis warnet , tapi modal saya cuma ada 55 juta rupiah, bagaimana ya pak?, mohon bantuan nya ya ,terima kasih
Saya ingin penjelasan Pak, karena baru rencana membuka warnet Pak, apa langkah awalnya dan saya ingin warnet saya nantinya bebas dari razia, dan gimana caranya mendaftar di Awari, terimakasih.
di pariaman warnet tidak diperbolehkan memakai sekat sekat atu bilik. keputusan itu dibuat sepihak oleh walikotanya tanpa mengacu pada kode etik warnet yang telah disetujui oleh depkominfo dan awari. bagaimana pendapatnya pak?









Pak Irwin, sy punya warnet dari tahun 2001, so sdh 8 tahun jalan, lokasi persis di depan gerbang univ negeri ternama di Solo, tarif Rp. 4 rb/jam, 20 pc. Semua jalan normal. problemnya, saya dipindah kerja keluar kota, dan tidak ada saudara yg akan mengurus, selain itu, stlh sekian lama ngurus warnet, kok sy sampai titik jenuh.., rencana ingin sy sewakan utk yg ngelola, krn sy msh sayang ngelepas, tapi males ngurus, gmn pak? thx