4P Dalam Mengelola Warnet

Product Price Place Promotion
Product Price Place Promotion

Prinsip pemasaran adalah bagaimana kita menganalisa kebutuhan pelanggan dan membuat keputusan yang bisa memuaskan pelanggan kita lebih dari para pesaing dan berujung kepada terjadinya transaksi penjualan yang lebih baik pula.

Mengelola sebuah warnet dibutuhkan konsentrasi dan kiat kiat manajemen agar usaha kita dapat bersaing dan memperoleh keuntungan yang optimal.  4P adalah sebuah istilah dalam ilmu manajemen yang juga dikenal dengan istilah Marketing Mix. 4P yang dimaksud di sini adalah:

  • Product
  • Price
  • Place
  • Promotion

Setiap pengusaha warnet harus mampu mengelola secara optimal unsur unsur dalam 4P tersebut.

Product

di Warnet, produk utama kita tentunya adalah layanan koneksi internet.  Dalam memasarkan produk ini tentunya kita dituntut untuk bisa memberikan warna yang berbeda dari saingan saingan kita yang notabene punya produk yang sama.  Kita sebenarnya bisa mencontoh persaingan di operator seluler.  Operator seluler boleh dibilang cuma punya sedikit produk yang utama: komunikasi suara dan teks.  Namun coba perhatikan,  begitu kreatifnya operator seluler membuat derivatif produk sehingga masyarakat bisa memilih berbagai jenis produk hanya dari satu operator saja.

Apa yang membedakan produk kita dengan warnet tetangga? Jika tidak ada usaha untuk membuat variasi produk, maka jelaslah jualan kita tidak punya keunggulan sama sekali.  Kita harus berusaha menganalisa kebutuhan pelanggan, pasar yang belum tergarap untuk membuat sebuah varian produk yang pada akhirnya menyasar pasar tertentu.

Price

Setelah kita memiliki produk, maka konsentrasi berikutnya adalah mengelola harga jual.  Maaf saja kalau saya katakan pengusaha pengusaha warnet umumnya adalah pengusaha miskin inovasi dan cuma berkutat di perang harga.  Kemiskinan inovasi ini bisa kita lihat dari model pentarifan yang statis dan hampir tidak pernah berubah.  Padahal harga adalah variabel yang bisa kita mainkan.

Memainkan variabel harga akan menunjang varian produk.  Katakanlah: ada harga khusus buat member/anggota, harga khusus pelajar, harga khusus bagi mereka yang mengakses lebih dari sekian jam, harga khusus buat mereka yang datang berkelompok :-).

Harga khusus tidak selalu berarti pemotongan harga. Pernahkah anda mengeksplorasi kemungkinan kemungkinan ini?   Apakah anda membedakan harga antara jam ramai dan jam sepi? antara hari ramai dan hari sepi? antara bulan ramai dan bulan sepi?

Place

Pemilihan tempat hanya bisa dilakukan oleh mereka yang sedang berencana untuk mulai berbisnis warnet.  Jika mereka yang sudah berjalan, maka tempat sudah merupakan hal yang tidak bisa di utak atik lagi dari sisi posisi.    Yang bisa kita optimalkan adalah sisi kenyamanan.   Sebuah warnet tidak perlu mewah untuk menjadi nyaman.   Kebersihan dan kerapihan adalah faktor yang penting.  Hal hal kecil seperti rajin membersihkan keyboard, mouse dan layar bisa jadi membantu meningkatkan posisi warnet di mata pelanggan.  Cobalah berpikir sebagai pelanggan pada saat-saat tertentu dan rasakan apakah warnet kita cukup memberikan kenyamanan bagi pelanggan kita?

Dalam persaingan warnet yang ketat, sebuah kelebihan kecil bisa memberikan kita keunggulan dalam bersaing.

Promotion

Jika ketiga “P” di atas sudah kita kelola dengan baik maka untuk optimalisasi terakhir: lakukanlah promosi.  Sebab bagaimana bisa warnet anda dikenal oleh pelanggan tanpa di promosikan.   Promosi pun harus mampu menuju pasar yang kita target.  Salah satu trik promosi yang sering saya lihat dilakukan oleh warnet adalah dengan memajang besar-besar tulisan “the fastest internet”.  Ini bukanlah trik promosi yang baik.    Dengan kondisi kecepatan dan lebar akses yang hampir sama, semua warnet bisa mengaku yang tercepat, ini bagaikan iklan kecap, semuanya mengaku no. 1.

Jadikanlah Product, Price dan Place sebagai dasar promosi.  Jika koneksi internet yang anda gunakan termasuk istimewa, jadikanlah sebagai sebuah kejutan bagi pelanggan anda.

15 thoughts on “4P Dalam Mengelola Warnet

  1. [quote]di Warnet, produk utama kita tentunya adalah layanan koneksi internet [quote]
    Kayaknya akhir-akhir ini telah bergeser pemikiran. Layanan koneksi internet hanya sebagai “pelengkap” aja dari bisnis “warung” internet kita. Beberapa warnet yang omzetnya bagus sy lihat menu utama warungnya adalah makanan/minuman ala cafe. Ini terlihat dari strategi harga, dimana harga sewa internet (plus sewa komputer dan softwarenya) “hanya” pada kisaran 3 rb- 4 rb aja sejam. Sedangkan harga minuman dan makanan yang disediakan bisa sekitar 4rb-5rban.
    Jadi ada semacam pemikiran baru dalam mensikapi bisnis warung internet, yang semula menyewakan bandwid (dan komputernya tentunya) menjadi sebuah warung yang dilengkapi fasilitas internet.
    Salam
    HS

  2. dengan marakny bisnis warnet berarti makin banyak kopetitor sedang kalau kita lihat keadaan ekonomi yang lagi lesu gimana menyikapi agar bisnis nich tetap eksis sedang kita susah meminimalisasi cost tiap bulany!!!kalau tidak di topang dengan mempebanyak unit……….???????

    gimana Dunkkkkk….

  3. pembahasan teori aza tapi kalau dipraktekna nol besar dengan kenyataannya, banyak lagi faktor yg harus dilalui dari bisnis warnet ini.

  4. Kalo sudah niat mau usaha ya jalanin aja. kalo kebanyakn mikir rugi dan ngeliat yg rugi duitnya dipake buat ngelamar kerja aja mas.wong gitu aja kok repoooot….

  5. Setuju bos …..
    Pokoknya niat dan optimis,,,,,, juga harus di dukung dengan kerja keras,,,,, resiko itu ada namun besar kecilnya tergantung dari sebeerapa serius kah kita……….. !!!!
    wong yang jualan kerupuk aja bisa rugi juga bisa untung
    bukan begitu !!!!!!

    Saran saya : bagi pengusaha warnet jangan khawatir konsumsi internet di indonesia saat ini 20% angka tersebut tidak mungkin menurun, namun user akan memilih warnet yang paling
    maka dari itu buatlah warnet anda paling menonjol dari kompetitor lainnya. oke bravo IT indonesia/////////

  6. segala sesuatunya pasti ada resikonya tapi buat meminimalisir resiko perlu ada perhitungan matang(memenej resiko) keyakinan modal awal untuk bertindak,..klo emang udah yakin ada kemampuan why not…..

  7. aku seorang pengusaha warnet–memang sekarang bnyak bersaing di segi usaha warnet–tapi tenang aja—-ide diatas bagus—dan optimis dan semngat juga baguss—-tetapi smua memang harus di bayar dengan perjungan keras–tenang aja–masalah keuntungan pasti untung kok—setiap orang yang usaha–menjual–baik jasa atas barang tuh sebenar nya gak rugi—cuma mungkin yang di permasalahkan–bagai mana untung besar—-setiap usaha perlu sabar–dan trus–melakukan inovasi22 yang gemilang–ingat jngan cuma mengandalkan satu usaha–jika anda tidak ingin rugi—-bagus mana orang yang pnya usaha satu–dengan yang pnya bnyak cabang——–walau pun cukup pucing tuk mengelolanya–kalo kita bnyak usaha yang bercabang yang menunjang usaha warnet kita untuk trus berkembang –itu lebih baik–ketimbang cuma pnya satu yang siap22 tergilas leh pradaban persaingan jaman sekarang—thanx–

  8. Mending buka warkop aja boss, jaman sekarng mau buka warnet ? game online ? waduh2 hasil sih hasil tapi dikit bos, cuma ramai awal awalnya aja, bisa buat nutup biaya operasional aja udah untung.

  9. info yang bagus, semoga sukses bagi pemula pengelola warnet…

  10. Ada 1 P yg lagi yg kurang yaitu Pemda/Pemko, sudah merupakan lagu lama, sedari dahulu selalu “P” yang satu ini menghambat perkembangan usaha warnet dalam situasi persaingan yg ketat membuat banyak pengusaha warnet “lemah semangat”.
    Sampai saat ini selalu warnet dan game online di kategori kan ke kelompok Usaha Arena Permainan atau Permainan Ketangkasan, yg ujung2 nya disamakan dengan Usaha Hiburan (Malam).
    Sebagian Pemda/Pemko memasukkan Warnet sebagai objek Dinas Perhubungan terkait dgn gelombang wireless yg digunakan, sebagian memasukkan warnet sebagai kategori Usaha Bidang Pariwisata.
    Padahal kalau mengacu ke KBLI 2009, Warnet masuk kategori kode 6192 Jasa Multimedia dengan sub kategori 61924 Warung Internet, dimana Warnet adalah Jenis usaha jasa jual kembali jasa internet (Reseller).
    Ada juga upaya2 untuk membedakan antara Warnet dan Game Online yang pada dasarnya game online tersebut tidak akan bisa digunakan kalau tidak ada akses internet.
    Definisi Multimedia sesuai Kamus Besar Bahasa Indonesia : (2) penyediaan informasi pd komputer yg menggunakan suara, grafika, animasi, dan teks. Dengan Definisi tersebut jelas bahwasanya Game Online masuk Kategori Multimedia.
    Pemda/Pemko dinilai keliru dalam hal “Interpretasi Hukum”, makanya dirasakan perlu bagi pemerintah melalui Kementrian Kominfo untuk memberikan kepastian hukum bagi usaha ini.
    Kebijakan yang tidak tepat sasaran hanya akan mematikan dan memiskinkan rakyat.

  11. sip bro, warnet termasuk dalam kategori jasa karena proses konsumsinya bersamaan dengan proses produksinya, sehingga hendaknya dapat dapat juga ditambahkan unsur “P” yg lainnya, People, Proses, dan Physical evidence.
    salam…

Leave a Reply