Negeri Para Penipu


Harga murah adalah idaman semua orang. Naluri untuk mendapatkan harga murah menyebabkan sebagian dari kita lebih suka merambah pasar tradisional agar dapat melakukan tawar menawar dan kita pun puas jika bisa menawar hingga 1/2 harga ditawarkan. Walaupun sang pedagang sebenarnya sudah tau akan ditawar sehingga sudah mempersiapkan harga yang sesuai šŸ™‚ toh rasa puas itu tetap ada dibanding berbelanja ditempat yang harganya sudah pasti dan tidak bisa ditawar-tawar lagi.

Tidak heran jika naluri tersebut dimanfaatkan sebagian penjahat yang memiliki pengetahuan dibidang teknologi informasi dan menjalankan aksinya menipu di situs social network terbesar saat ini: facebook.com. Modus penipuan ini dimulai dengan mencuri akun seseorang. Sang penipu kemudian merubah semua isi akun tersebut dengan informasi palsu dengan mengaku sebagai penjual barang barang elektronik (kamera, ponsel, laptop dan berbagai gadget lainnya) dan menawarkannya dengan harga murah. Langkah berikutnya adalah men-tag kawan-kawan dari profil yang dicuri tersebut ke Foto barang elektronik yang ditawarkan. Langkah ini menyebabkan foto tersebut ditampilkan di lini masa orang orang yang terkait dengan profil yang di-tag tersebut.

Untuk menunjukkan betapa masifnya mereka melakukan hal ini, jika kita iseng saja membuka buka dinding profil dari kawan-kawan di facebook, ada saja yang isinya melulu tawaran “barang murah” ini. Para penipu ini menyatakan harganya murah karena berasal dari Black Market (BM), tidak dikenai pajak sehingga bisa murah. Dan Hampir semua yang profil penipu ini mengaku dari pulau Batam. Jika ada yang memesan, maka mereka akan meminta untuk ditransfer sejumlah uang muka, dan jika diminta “cash on delivery” mereka akan menolak dengan berbagai alasan. Jika anda selesai men-transfer uang muka, maka bisa dipastikan setelah itu no ponsel yang diberikan sudah tidak akan diangkat lagi jika ditelepon.

Sangat disayangkan, sampai hari ini tidak ada tindakan cepat terhadap para penjahat yang melakukan penipuan dan sudah merugikan banyak orang ini. Ā Padahal selain nomer handphone, mereka juga menggunakan rekening bank untuk transaksinya, namun mereka dengan tenangnya melenggang dan terus melakukan penipuan di ranah maya. Ā  Saya jadinya ingat dengan berbagai kasus sms penipuan yang juga memanfaatkan teknologi informasi dalam menipu yang hingga sekarang juga tidak terdengar tindakan terhadap pelakunya. Ā Kalah populer dibanding teroris kali ya.

Berikut beberapa link dari artikel yang menuliskan tentang penipuan ini, namun yang paling menarik adalah artikel yang ditulis di BerryIndo, karena komentar-komentar yang masuk penuh dengan keluh kesah orang orang yang tertipu.

Penulis sendiri cuma bisa melakukan blokir dan melaporkan para “toko online” ini ke admin facebook sebagai penipu dan berharap agar akun profile mereka segera ditutup sebelum memakan korban lebih banyak lagi.

Dan terakhir sebelum jatuh ke penawaran murah lainnya, harga barang elektronik itu komposisi umumnya adalah sbb: Ā 50% biaya produksi, 50% sisanya adalah biasa promosi, distribusi, fee distributor, fee reseller dan pajak. Ā  Jadi berdasarkan komposisi tersebut adalah mustahil sebuah barang yang terhitung baru diluncurkan kemudian ada yang mengaku bisa menjual 1/2 harga. Ā Kecuali dia mencuri dari pabrik dan mengirimkannya tanpa biaya. Ā Mustahil bukan?

4 thoughts on “Negeri Para Penipu

  1. entah itu penipu entah bukan, saya paling ngga suka dengan orang yang main tag jugalan di facebook, nyampah nyampahin saja :((

  2. @Jarwadi, seharusnya memang facebook untuk ber-interaksi sosial, jika ada yang masuk hanya untuk jualan dan melakukan hard sell jadinya cukup mengganggu.

Leave a Reply