Dry Box DIY Project :)

Salah satu musuh dari peralatan seperti kamera dan lensa adalah Jamur yang timbul karena lembab. Di negara tropis seperti Indonesia ini tingkat kelembaban sangat tinggi, sehingga dibutuhkan tempat tersendiri untuk menyimpan perangkat-perangkat yang rentan jamur yang kita kenal dengan istilah Dry box.

Dry box (Kotak Kering?) adalah solusi yang paling sering dilakukan, di pasaran tersedia berbagai merek, tipe, dan ukuran Dry box. Saya mencatat yang paling murah adalah yang berkapasitas 18L seharga Rp 315.000,- lengkap dengan hygrometer dan silica gel elektrik. Sementara ukuran 28L paling tidak seharga Rp 395.000,-. Lumayan mahal? Relatif, tapi saya berpikir untuk mencoba “membuat sendiri”. Saya menandai kata “membuat sendiri” karena sebenarnya yang saya lakukan adalah merakit barang-barang yang dijual umum menjadi sebuah Dry Box. Hasilnya bisa dilihat pada gambar di bawah:

Do it yourself Dry Box
Dry Box rakitan sendiri

Bahan-bahannya adalah:

  • Lion Star, tipe Silvo Container (sealed storage system) , Harga Rp 40.000 ( harga diskon, harga asli Rp 70.000, CarreFour )
  • Pengukur Temperatur dan Hygrometer, Harga Rp 112.000 (Ace Hardware)
  • Silica Gel Curah, harga Rp 40.000/kg, di paket ke kantong plastik ukuran 50gr (FJB Kaskus)
  • styrofoam bekas untuk alas bawah.
Total biaya: +- Rp 192.000,  lumayan menghemat  🙂  dan setelah beberapa jam bisa terlihat jika kelembaban bisa dijaga pada tingkat 40%.    Tertarik? Silahkan coba rakit sendiri, mudah kok.

3 thoughts on “Dry Box DIY Project :)

  1. sy juga pake Lion Star, tipe Silvo Container trus cara masang hygrometernya gimana?

Leave a Reply