41 Tahun

41 tahun yang lalu, di pagi menjelang siang seorang Ibu yang sedang hamil tua merasakan mulas pada perutnya. Pengalaman dengan empat anak sebelumnya, dia merasa anak kelima di kandungannya sudah meminta untuk dilahirkan. Saat itu di rumah tidak ada siapa-siapa, yang ada seorang pembantu. Sang Ayah sedang pergi bekerja dan anak-anak yang lain sedang bersekolah.

Seorang diri, sang Ibu berkemas. Kemudian memesan ke pembantu: “jika ditanyakan katakan Ibu sedang ke rumah sakit”. Menumpang becak, sang Ibu kemudian menuju rumah sakit bersalin terdekat.

Tak lama setelah tiba di Rumah Sakit sang anak lahir. Tak ada keluarga yang menemani. Saat itu belum ada alat komunikasi untuk memberikan kabar secepatnya seperti sekarang. Sang Ayah baru mengetahui sang Ibu ada di rumah sakit saat pulang ke rumah untuk santap siang. Dan pada saat tiba di rumah sakit, sang Ibu telah berada di kamar perawatan.

Saya, yang terlahir pagi menjelang siang 41 tahun yang lalu, baru diceritakan secara detail mengenai hal ini oleh Ibu baru-baru ini. Dan ini membuat saya bersyukur, betapa hidup kita saat ini sangat dimudahkan oleh teknologi komunikasi.

Saat ini, begitu anak-anak kita terlahir foto-nya bahkan telah disaksikan sahabat-sahabat kita yang sedang berada disudut dunia beribu kilometer jauhnya dari kita. Ucapan selamat dan doa syukur datang pada saat itu juga.

Syukurlah, 41 tahun yang lalu segalanya berjalan lancar. Saya membayangkan jika ada halangan dalam melahirkan dan tidak ada keluarga yang bisa hubungi untuk memberikan persetujuan. Sekali lagi, betapa teknologi telah membantu kehidupan kita.

Jakarta, 6 Juni 2012 – JHCC, Pembukaan Indonesia Cellular Show

4 thoughts on “41 Tahun

  1. selamat hari ulang tahun yang ke 41, bahagia selalu bersama keluarga .. amiinn

  2. @rara, wahahaha ini membunuh kebosanan menunggu si mantri..
    @mamie, trims doa dan harapannya πŸ™‚

Leave a Reply