Archive for the ‘Personal’ Category
e-book (BSE) pelajaran TIK Open Source SMA/MA
Sebenarnya posting ini agak telat, sebab email Pak Onno dikirim ke milis Telematika tanggal 29 Oktober. Ini karena saya baru sempat membaca-baca isi milis tersebut. Selamat ya Pak, ilmu adalah amalan yang tidak berhenti mengalir ketika kita sudah tidak ada lagi di dunia
berikut isi email Pak Onno. Read the rest of this entry »
10.000 hits
Per Hari? oh nggak
per Bulan. Nggak banyak, itu berarti sekitar 300-an hit perhari. Blog ini memang bukan mengejar hit tapi saya akui jika perolehan hit adalah salah satu ukuran keberhasilan situs blog. Read the rest of this entry »
Bacalah…sebelum berkomentar dan meminta
Cukup banyak komentar yang masuk di blog ini yang meminta untuk dibuatkan proposal warnet. Saya sebenarnya merasa sedih setiap kali membaca komentar demikian. Mengapa? Karena itu berarti yang bersangkutan tidak berusaha untuk membaca semua informasi mengenai bisnis warnet yang tersedia di blog ini. Saya sudah menyediakan tulisan dan file e-book tanpa perlu membayar apa-apa selain koneksi internet. Read the rest of this entry »
Memindahkan Feed Wordpress ke Feedburner
Sejak sabtu kemarin saya memindahkan semua feed dari ketiga blog saya ke feedburner. Untuk blog yang di blogspot, tidak ada masalah karena feedburner dan blogspot juga bagian dari google services. Permasalahan muncul ketika hendak me-redirect feed dari self hosting wordpress.
Di feedburner sendiri sudah disediakan sebuah plugin untuk wordpress namun rupanya tidak compatible dengan wp versi 2.6 yang saya gunakan. Ada yang tahu kenapa? Setelah mencoba berbagai cara, (termasuk me-redirect via .htaccess) maka saya memutuskan menggunakan FD Feedburner plugin. Hasilnya? memuaskan, sekarang semua feed di blog ini di-redirect ke feedburner.
Mau coba? klik saja icon dibawah
2 Januari = Rumah baru :)
Menyambut tahun baru 2008, iWin Notes menyambutnya dengan pindah ke rumah baru setelah numpang di wordpress.com
rumah kontrakan yang di blogspot tetap aktif dan akan tetap menerima posting kalau lagi niat :p
Mudah-mudahan rumah baru ini membuat semangat nge-blog makin tinggi
Sustainability Warnet made in Pemerintah
Istilah “Warnet” merupakan istilah khas Indonesia bagi “Internet Kiosk”. Warung adalah kalimat yang sangat akrab bagi telinga kita. Karena itulah ketika banyak anak-anak Muda mulai membuka usaha berjualan layanan internet maka mereka memberi nama “Warung Internet” bagi usahanya.
Bicara mengenai istilah yang akrab di telinga kita, apakah ada yang akrab dengan istilah-istilah berikut:
- Community Access Point
- Warmasif
- Warintek
- BIM (Balai Informasi Masyarakat)
- Telecenter
Istilah tersebut adalah warnet-warnet Made in Pemerintah
kalau terdengar tidak akrab ditelinga, tidak usah heran karena memang dalam kenyataan sehari-hari juga sulit menemukan mereka dibanding menemukan sebuah warnet. Namun fokus tulisan ini bukanlah pada apakah warnet-warnet made in Pemerintah tersebut populer atau tidak, tapi lebih pada apakah warnet-warnet tersebut bisa bertahan atau tidak.
Sistem anggaran Pemerintah kita tidak mengenal anggaran jangka panjang. Semua anggaran adalah rencana tahunan. Sehingga setiap tahun, jika “nasib baik” maka anggaran tersebut masih turun, jika tidak maka bisa dipastikan program tersebut akan berhenti. Faktor inilah yang menjadi keprihatinan, karena warnet-warnet made in Pemerintah ini umumnya masih bergantung kepada subsidi anggaran dan belum bisa berdiri sendiri seperti umumnya warnet-warnet yang dikelola masyarakat.
Pemerintah perlu mencontoh para pengusaha warnet yang tanpa subsidi, tanpa bantuan lembaga keuangan, dikelilingi oleh oknum-oknum pemerintah yang setiap saat datang dengan tameng “pajak daerah”, HaKI dan bentuk represi lainnya tapi toh tetap bisa hidup dan bertahan dan malah berkembang lebih dari bentuk awalnya. “Sustainability” inilah yang sesungguhnya harus dilirik oleh Pemerintah dalam mengelola warnet-warnet mereka. Sayang sekali jika warnet yang telah didirikan dan biasanya diiringi dengan seremoni yang meriah akhirnya tutup satu tahun kemudian hanya karena anggarannya tidak mengucur lagi.
Usulan lain: berhentilah memberikan nama-nama asing dan terdengar aneh di masyarakat. Gunakan saja nama “warnet” karena akan lebih memudahkan masyarakat untuk tahu apa sesungguhnya yang berada pada tempat tersebut.










