Archive for the ‘warnet’ Category
InfraRecorder, Solusi Free CD Burning bagi Warnet
Aplikasi CD Burning adalah aplikasi yang cukup sering digunakan di warnet. Salah satu yang terkenal dan paling banyak digunakan adalah Nero. Namun Nero adalah sebuah aplikasi proprietary, tentu penggunaannya tidak bebas. di Windows XP sendiri ada fasilitas untuk membakar berkas ke CD-R. Tapi dengan kemampuannya yang terbatas, boleh dibilang banyak yang tidak memperhatikan fasilitas ini. Read the rest of this entry »
Menulis Ulang Panduan Warnet
Saya memutuskan untuk menulis ulang Panduan Warnet dan dipublikasikan di bagian halaman tetap. Panduan ini ditulis ulang karena Panduan Warnet edisi cetak yang di publikasikan oleh Depkominfo dimana penulisannya bekerja sama dengan Awari terasa masih kurang memenuhi kebutuhan akan informasi yang diperlukan dalam membangun dan mengelola Warnet. Hal ini dapat dimaklumi karena kami terbatas dari sisi ruang media yang tersedia. Lagipula panduan tersebut dicetak terbatas sehingga hanya dapat diberikan kepada para Anggota Awari. Cukup banyak yang ingin memiliki buku panduan tersebut dengan cara membeli. Sayang Awari tidak bisa memenuhi permintaan tersebut karena buku tersebut tidak boleh dijual. Read the rest of this entry »
MOU dan PKS antara Awari – Finnet, PT Ebays, Finroll
Menyambut hari Kemerdekaan Indonesia ke 63 dan masih bernafaskan Kebangkitan Nasional ke-100. Jumat 15 Agustus 2008 bertempat di Hotel Bumikarsa. Asosiasi Warung Internet Indonesia (Awari) mengadakan penandatanganan MOU dengan PT Finnet Indonesia (Finnet). Sebagai langkah lanjut mengembangkan warnet-warnet anggota Awari sebagai payment point.
Presentasi Anti Pornografi di Depkominfo
Jumat 18 Juli 2008 Awari diberi kesempatan untuk memberikan presentasi tentang bagaimana teknik menyaring situs porno di hadapan Bpk Menteri Kominfo dan Jajarannya dan beberapa Instansi lainnya, juga hadir dari pihak Media cetak dan visual sebab sebelum presentasi Pak Menteri ingin menyampaikan beberapa hal yang menyangkut perkembangan dan kondisi di Indonesia.
Pemberitahuan untuk acara ini cukup mendadak dan kami cuma memiliki waktu 2-3 hari untuk mempersiapkan segala sesuatunya namun pihak Depkominfo membantu dengan menyediakan semua perangkat dan koneksi yang diperlukan sehingga di hari H-nya. Termasuk juga mendatangkan tim Awari yang berada di Semarang (Ainul Hakim) dan Cilegon (Fajar).
Jumat berikutnya kami juga diundang lagi untuk topik yang sama, namun kali ini dalam rangka Hari Anak. Tentu topik acara adalah bagaimana melindungi Anak dari paparan situs-situs porno. Kurang lebih apa yang Awari sampaikan sama dengan sedikit tambahan mengenai data-data (yang akhirnya lebih dikutip oleh media) yang terkait pornografi. Selain Awari, juga hadir dari Dirjen dari Departemen Sosial, Kementerian negara PPA, Ketua KPAI dan tentu dari Media cetak dan visual.
Kali ini Awari tidak sesibuk sebelumnya, karena sistem yang minggu lalu berjalan praktis tidak perlu perubahan apa-apa dan tinggal dinyalakan dan di cek apakah berjalan atau tidak. Tim yang hadir pun praktis cuma saya dan Yamin.
Foto-foto persiapan Acara Presentasi.
Dokumen PDF dari Blog ini
Saya sering mendapatkan permintaan agar beberapa tulisan di blog ini disediakan dalam bentuk dokumen PDF. Karenanya maka beberapa tulisan yang berhubungan dengan Warnet saya berikan link yang berisikan format PDF di halaman itulisan terkait. Harapan tulisan-tulisan di blog ini lebih mudah dicetak, disebar dan dibaca secara offline bagi mereka yang memerlukan.
Jika ada tulisan di blog ini yang belum ada versi pdf-nya dan anda menginginkannya silahkan posting komentar anda
Problem Koneksi di First Media
Sudah sekitar dua minggu ini koneksi internet Internasional di First Media sering sekali bermasalah. Namun bukan itu yang paling menyebalkan adalah ketika saya menelpon CS First Media dan bertanya apakah ada masalah dengan koneksi mereka dengan yakinnya sang CS mengatakan bahwa tidak ada masalah dengan koneksi mereka.
Nanti ketika saya katakan bahwa yang bermasalah adalah koneksi ke luar negeri, koneksi dalam negeri lancar-lancar saja barulah mereka mengakui bahwa memang lagi ada masalah dengan koneksi mereka. Sadar tidak mereka bahwa mereka sudah berbohong kepada pelanggan? Seandainya saya adalah orang awam yang sama sekali tidak mengerti tentang topologi internet maka kebohongan tentang “tidak ada masalah pada koneksi kami” terus berlanjut.
Pengakuan berikutnya adalah “teknisi kami sedang melakukan perbaikan”, oke deh perbaikan, tapi kok ya perbaikan tidak di jadwal dan diberitahukan ke pelanggan? Saya terus terang puas dengan pelayanan First Media, tolong jangan di cederai kepuasan pelanggan dengan tidak memberikan informasi mengenai perawatan ataupun perbaikan. Kami pelanggan bisa mengerti kalau memang sekali-kali perlu perawatan maupun perbaikan pada jaringan, tapi yang berjadwal dan jelas. Jangan seperti sekarang, bisa kapan saja dan parahnya baru saja beberapa jam lancar putus lagi.
Phising Citibank
gambar di atas salah satu contoh phising citibank yang masuk ke inbox Yahoo Mail. Cukup rapi namun jika diteliti akan terlihat keanehan dari link “your account”. Jika kursor diarahkan ke link tersebut maka perhatikan alamat link tersebut yang tidak mengarah ke citibank.com tapi seperti yang terlihat di bawah:
Oke, untuk mereka yang teliti tentu tidak sulit membaca bahwa email ini adalah sebuah phising, namun buat mereka yang awam bisa saja dengan mudah tertipu. Saya mencoba mengklik link “your account” dan ternyata halaman tersebut telah di suspend oleh pengelola hosting. Syukurlah.
Salah Kutip = Salah Kesimpulan
Disitus Liputan 6, saya melihat sebuah berita mengenai peringkat negara pengakses pornografi. Disitu disebutkan bahwa Indonesia berada di peringkat ke-7 pengakses konten pornografi.
Inilah contoh bagaimana salah kutip menghasilkan kesimpulan yang salah. Semestinya sang Wartawan membaca dan memeriksa dulu sumber awal dari peringkat tersebut. Jelas di sebutkan di situs topteen reviews adalah negara yang mengetikkan kata kunci “sex”. Kata sex tidak selalu berhubungan dengan pornografi. Juga tidak menunjukkan bahwa negara tersebut sebagai 10 besar negara pengakses pornografi. Untuk lebih jelasnya mari kita lihat data dari situs tersebut.
Untuk kata kunci “porn” maka 10 besarnya:
- South Africa
- Ireland
- New Zealand
- United Kingdom
- Australia
- Estonia
- Norway
- Canada
- Croatia
- Lithuania
sedang kata kunci “xxx” maka 10 besarnya:
- Bolivia
- Chile
- Romania
- Ecuador
- Pakistan
- Peru
- Mexico
- Slovenia
- Lithuania
- Colombia
dan untuk kata kunci “sex” :
- Pakistan
- India
- Egypt
- Turkey
- Algeria
- Morocco
- Indonesia
- Vietnam
- Iran
- Croatia
Setelah melihat secara lengkap daftar di atas, maka dengan sendirinya kita mengerti bahwa apa yang diberitakan oleh Liputan6 adalah sebuah kesalahan mengambil kesimpulan disebabkan tidak melihat data secara lengkap. Ini juga menunjukkan kurangnya studi literatur yang dilakukan sebelum berita tersebut dimuat.
Kaskus akhirnya menutup BB17
Kaskus, Salah satu forum yang paling terkenal di Indonesia akhirnya menutup sub forum Dewasa BB17. Keliatannya pemberitaan di Pos Kota cukup mempengaruhi mereka untuk segera menutup BB17. Berbagai komentar baik mendukung maupun menyayangkan penutup sub forum tersebut. Namun saya kira sebaiknya memang ditutup saja sub forum tersebut, jangan sampai komunitas kaskus yang positif malah merugi karena cap situs porno yang melekat ke kaskus.
Beginning of a healtier cyberlife I guess?
OpenDNS bukan cuma memfilter Pornografi
UPDATE: Untuk rekan rekan yang membutuhkan filter pornografi, judi, malware, phising sebaiknya memanfaatkan Nawala Project, sebab server-servernya berada di Indonesia dan di Optimalkan untuk Jaringan Internet Indonesia. Silahkan mengganti setting DNS rekan rekan sekalian ke:
- 180.131.144.144
- 180.131.145.145
==========================
OpenDNS bisa dimanfaatkan lebih jauh dari sekedar menyaring konten pornografi. Sebelumnya pastikan anda telah melakukan registrasi untuk dapat memanfaatkan layanan yang disesuaikan dengan keinginan anda.
Untuk memudahkan proses saringan, maka OpenDNS memberikan beberapa kategori untuk di saring yang dapat dilihat dari screen shot di bawah ini:
Memudahkan bukan? Screenshot di atas adalah saringan yang saya aktifkan di kantor. Toh Kantor tidak perlu akses ke P2P Sharing dan Dating










