Buku Panduan Warnet akan segera di launching
Para pembaca blog ini Yth
Buku Panduan Warnet yang saat ini sedang dalam penyusunan tim AWARI akan di launching dalam waktu dekat ini di kota Malang.
Buat yang berminat, buku tersebut akan di bagikan secara gratis dan tersedia versi digitalnya di website AWARI.
Salam,
Irwin Day
—————–
updates: Buku tersebut telah di launching dan saat ini tersedia hanya untuk anggota resmi AWARI, beritanya ada di http://awari.or.id
Apakah ada warnet di Lampung dan Pontianak
Rekan-rekan warnet, saya lagi perlu kontak person warnet di Lampung dan Pontianak, mohon yang bisa memberikan informasi agar menghubungi saya via komentar di blog ini.
Terima kasih,
Irwin
Pilihan Legal itu Makin Sedikit
Sejak kejadian sweeping di Malang, warnet-warnet makin resah. di Malang sendiri, mereka yang tidak kena sweeping pun akhirnya memilih tutup dan “membersihkan” piranti-piranti lunak bajakan di PC mereka sebelum buka lagi.
Kelihatannya warnet-warnet memang sudah waktunya tidak menggantungkan dirinya pada piranti-piranti lunak bajakan dan belajar menghargai HAKI. Ini terdengar basi, namun kenyataannya walau telah sering di informasikan melalui media, milis dan berbagai kegiatan sosialisasi lainnya, pembajakan piranti lunak seolah lekat dengan warnet.
Sebenarnya secara persentasi, Warnet boleh dibilang terbaik dalam hal penggunaan piranti lunak yang legal. Dari sisi warnet-warnet para pengurus Awari sendiri tingkat legalitasnya sudah mencapai 90% mengacu pada email Bill Fridini di milis umum Asosiasi Warnet. Dari munas Awari juga hal yang sama terekam dalam ingatan saya, tidak ada peserta munas yang warnetnya full bajakan, minimal mereka sudah mencapai tingkat legalitas 50%.
Saya sering mendapatkan pertanyaan: seperti apa sih pilihan yang tersedia dalam penggunaan piranti lunak ( yang legal )?
Pilihan yang tersedia ada 3:
- Penggunaan penuh piranti lunak propietary
- Penggunaan penuh piranti lunak FOSS
- Kombinasi keduanya
Saya biasanya menyarankan bagi warnet yang tingkat keahlian SDM-nya belum menguasai OS Linux agar menggunakan pilihan ke 3, dimana OS-nya menggunakan Windows XP Home, sementara Aplikasinya menggunakan yang berbasis FOSS ( OpenOffice, GIMP, Inkscape, ClamWin, Gaim ). Hal ini saya sarankan sebab melihat kenyataan bahwa harga Windows XP Home masih cukup terjangkau oleh finansial warnet umumnya.
Namun, dari informasi terakhir yang saya dapatkan: Windows XP Home sudah di discontinue penjualannya. Yang tersedia di pasaran saat ini adalah XP Pro, versi yang memang lebih canggih dari XP Home namun dibarengi dengan harga yang lebih tinggi pula.
Setelah menganalisa harga XP Pro, saya sampai pada kesimpulan: Secara finansial, Warnet akan berat untuk menggunakan XP Pro. Artinya: pilihan untuk Legal akan mengecil ke Pilihan no. 2, yaitu penggunaan OS Linux.
Bagi mereka yang sudah memiliki lisensi XP Home, masih bisa bernafas lega. Bagi mereka yang dulu belum ataupun tidak mau membeli lisensi, silahkan berpikir keras, sebab pilihan itu makin kecil dan berat.
Secara pribadi, saya menginginkan pilihan no.2 yang di ambil oleh warnet. Namun pilihan itu cuma aman jika penegakan hukum berlangsung terus menerus dan tidak memberikan kesempatan bagi warnet-warnet lain menggunakan piranti lunak bajakan. Jika tidak, maka mari kita tunggu episode matinya warnet-warnet di Indonesia baik mereka yang telah Legal ( karena kalah bersaing ) maupun mereka yang membajak ( karena di sweeping ).
Himbauan untuk Pengguna Warnet
Himbauan ini ditujukan bagi para pengguna warnet. Demi tetap berlangsungnya kehidupan para warnet langganan anda, maka ada beberapa hal yang perlu di perhatikan oleh pengguna warnet:
- Jangan pernah meminta Warnet untuk menyediakan Perangkat lunak berikut:
- Adobe PhotoShop
- Corel Draw
- Microsoft Office
- AutoCAD
- dan SEMUA aplikasi yang mahal sehingga memaksa Warnet membajak demi anda karena tidak mungkin membelinya.
- Mintalah Aplikasi Free Open Source Software ( FOSS ) seperti:
- Browser Mozilla Firefox
- Gaim/Pidgin messanger
- Open Office
- Clam Antivirus
- Linux OS
- dan semua aplikasi berbasis FOSS, karena tidak akan memberatkan warnet, sehingga warnet juga bisa terjamin kelangsungan hidupnya.
- Jangan mengakses Pornografi di Warnet, karena sisa akses anda yang tersimpan di komputer warnet bisa dijadikan Polisi sebagai alasan warnet tersebut memberikan akses pornografi.
Himbauan ini terutama bagi para Dosen, Pengajar, Pelajar dan Mahasiswa: berhentilah bergantung kepada Aplikasi Propietary, terutama pada Aplikasi Office dan Grafis, sebab ini lah komponen aplikasi yang termahal. Ketergantungan anda pada aplikasi propietary telah berakibat buruk pada dunia usaha warnet, dan dunia usaha lainnya.
Iklan Terselubung – Biaya Investasi Warnet
Sebuah komentar masuk ke postingan Untungkah membuka warnet? , seperti biasa: ini adalah iklan terselubung dan sebenarnya sangat menyebalkan, tapi saya tidak menghapus link di iklan terselubung ini, karena ada yang menarik untuk di kaji.
Link tersebut menuju sebuah halaman yang terdiri dua dokumen ( Word dan Excel ) yang berisi penawaran tentang warnet. Mau tahu yang menarik? saya perlihatkan sebuah screen shot dari dokumen tersebut:
Bagaimana mungkin saya mempercayai orang yang memberikan harga Windows XP Rp 25.000? Sudah pasti indowireless.net adalah perusahaan yang tidak memperhatikan masalah HAKI dan akan menjadi jebakan bagi orang yang memberikan kepercayaan kepada mereka untuk membangun warnetnya.
Berikutnya, sebelum beriklan di Blog saya, pastikan tawaran anda benar dan logis, walau tidak banyak yang membaca blog ini, namun pembaca blog ini adalah orang-orang yang fokus, seperti tujuan utama membuatnya, bukan membahas segala macam. Hanya warnet dan IT.
Menggunakan Linux sebagai Desktop Warnet
Mampukah Linux digunakan sebagai Desktop di Warnet? Ini adalah pertanyaan yang paling sulit dijawab. Untuk menjawabnya saya perlu waktu lama, itupun saya belum yakin benar sebelumnya akhirnya saya mendapatkan beberapa kisah sukses menggunakan Linux sebagai Desktop di Warnet.
Kita mulai dengan mereka yang sukses. Mereka yang berhasil tersebut ada di:
- Makassar
- Semarang
- Banten
Mereka yang gagal? Banyak.
Untuk yang gagal, alasannya terlalu banyak untuk disebutkan. Namun rata-rata punya alasan yang sama: Linux tidak bisa bersaing di pasar warnet dengan Windows.
Namun, jika memang itu alasannya mengapa tetap ada yang berhasil?
Setelah mencari apa benang merah antara warnet-warnet yang ada di ketiga kota yang saya sebutkan diatas maka kesimpulannya adalah sbb:
Warnet-warnet yang sukses menggunakan Linux di Desktop-nya punya satu kesamaan: Memiliki tenaga Ahli yang benar-benar menguasai penggunaan Linux. Atau minimal, memiliki dukungan yang baik dari orang yang menguasai Linux. Berikut, warnet tersebut memiliki tingkat pelayanan yang lebih dari warnet lain.
Jika mengatakan warnet linux tidak bisa bersaing dengan Warnet Windows, rekan saya di Makassar warnetnya berada persis di tengah-tengah warnet-warnet Windows dan sekarang dia sudah melebarkan usaha warnet-nya menjadi tiga buah. Kuncinya? Sama, tenaga ahli dan pelayanan.
Jadi, sebelum anda mampu dan yakin dengan kedua hal tersebut jangan menggunakan Linux di Desktop, sebab anda akan menambah angka kegagalan warnet yang menggunakan Linux di Desktop.
Tapi, setahu saya, warnet-warnet pengguna Windows juga bukan jaminan berhasil.
Sweeping Warnet di Malang
Kabar mengenai Sweeping Warnet di kota Malang adalah benar. Saya dihubungi oleh Pudjo, Korwil Awari Malang pada siang hari 22 Mei 2007 untuk mengabari hal tersebut. Saya sempat menanyakan apakah yang di tangkap memang terbukti melanggar hukum dan apakah masih ada warnet yang beroperasi.
Jawaban Pudjo adalah sbb: Warnet yang tertangkap terindikasi melanggar HAKI dan Polisi dalam bertindak berdasarkan penyelidikan yang dilakukan sebelumnya terhadap warnet tersebut, dalam hal ini melakukannya beberapa hari sebelum operasi sweeping. Adapun warnet-warnet tidak semuanya tutup, karena beberapa warnet yang memang merasa tidak melanggar aturan apapun dan tetap beroperasi seperti biasa.
Saya segera memberikan instruksi kepada Pudjo untuk segera memberikan himbauan kepada para Pengusaha Warnet agar berhenti menggunakan Perangkat Lunak Bajakan, adapun Pudjo juga memberikan usulan agar pengguna warnet pun diberi himbauan agar tidak meminta Perangkat Lunak yang warnet tidak mampu memberikan, sebab sebenarnya warnet tidak akan menggunakan Perangkat Lunak tersebut tanpa adanya permintaan dari pengguna. Setuju sekali dengan usulan ini.
Agar diketahui, bahwa sebagian warnet yang terkena sweeping bukan karena membajak Operating System, tapi karena membajak Aplikasi baik itu Photoshop, Corel Draw, Anti Virus, maupun MS-Office. Sebagian, entah karena tidak tahu ataupun karena tidak peduli, merasa setelah menggunakan Operating System yang orisinal/bukan bajakan, boleh memasang Aplikasi apa saja ke komputer mereka. Menyedihkan, tapi itulah kenyataan yang ada di Lapangan. Kesimpulannya jika penetapan aturannya tidak merata maka ke tidak taatan terhadap hukum akan tetap berlangsung dan kedepan kita akan melihat terus kejadian seperti di Malang terjadi.
Blogger Makassar Kopdar sama DEPKOMINFO RI
Beritanya disini:
http://www.angingmammiri.org/blog/2007/05/03/kopdar-sama-depkominfo-ri/
Kemana bertanya soal warnet?
Jawabnya:
- Bertanya ke saya, pemilik blog ini
, pertanyaan anda akan menjadi bahan tulisan di blog ini ( sekalian aja gitu..) - Bertanya ke milis umum AWARI di yahoogroups
- Cari teman yang sudah punya warnet
- Jadilah anggota AWARI ( loh kok…malah ngiklan
)
Soal buku panduan, memang belum selesai karena waktu yang sangat terbatas, niatnya sudah sampai di ubun-ubun, sebagian tulisan sudah selesai sebagian besar belum
sabar yah…
Penerimaan Anggota AWARI
No. : 001/BPN/OR/0407
Hal : Penerimaan Anggota Awari
Pada hari Senin, tgl. 23 April 2007, Awari mulai membuka pendaftaran anggota baru. Pendaftaran dapat dilakukan melalui situs resmi Awari (www.awari.or.id). Pendaftar juga akan dikenakan registrasi sebesar Rp 300.000 dan iuran bulanan sebesar Rp 150.000 per 3 bulan atau Rp 500.000 per tahun.
Untuk pertanyaan lebih lanjut mengenai keanggotaan Awari dapat ditanyakan langsung melalui e-mail ke yamin_at_awari_dot_or_dot_id
Terima kasih.
Jakarta, 23 April 2007
M. Yamin
Ka.Bid. Organisasi
Jangan beriklan di Blog ini
Orang yang suka nyasar spam di Blog orang lain entah harus di apakan. Blog ini, saya khususkan untuk membicarakan warnet dan IT dari sisi “berbagi pengalaman” dan “Opini”. Saya sama sekali tidak berniat untuk mempromosikan diri saya sebagai konsultan warnet maupun sebagai penyalur perangkat komputer. Blog ini murni untuk berbagi pengetahuan dan informasi.
Sayang, sebagian komentator memanfaatkan blog untuk mengiklankan dirinya, sangat tidak sopan. Sebagai “penghargaan” saya tidak menghapus komentar mereka tapi saya edit sedikit agar informasi yang di masukkan seperti alamat email dan nomor telpon menjadi tidak berguna :p . Kira kira dong… masa pasang iklan di rumah tetangga, kalau mau menawarkan diri bikin aja blog mu sendiri dan tawarkan disana.
Untung kah membuka warnet?
Ini adalah pertanyaan mendasar dari setiap individu yang hendak terjun ke bisnis warnet. Untuk menjawabnya tidaklah mudah, sebab banyak faktor yang terlibat di dalamnya.
Tulisan ini tidak dimaksudkan untuk menjadi panduan super yang pasti benar
namun lebih bertujuan untuk memberikan dasar pemikiran bagi mereka yang hendak berbisnis warnet. Seperti biasa, dalam tulisan yang saya buat pada akhirnya akan menuju sebuah rumusan sederhana yang dapat digunakan sebagai patokan awal.
Dalam hal menghitung keuntungan tentu rumus yang paling sederhana adalah:
(Pendapatan) – (Pengeluaran) = Keuntungan
Rumus sederhana ini lah yang akan kita kembangkan sebagai berikut:
Pertama, kita lihat dulu variabel-variabel apa saja dalam berbisnis warnet:
Jumlah Investasi
Biaya Bulanan
Masa sewa tempat
Jumlah PC
Harga Jual
Efisiensi
Masa operasi per bulan
Kemudian, kita coba untuk memasukkan angka-angka ke variabel di atas dengan asumsi-asumsi umum berdasarkan apa yang ada di lapangan saat ini.
Investasi = Rp 150.000.000
Jumlah PC = 15
Biaya Bulanan = Rp 9.400.000
Masa sewa tempat = 3 tahun ( 36 bulan)
Harga Jual = Rp 5.000,-
Efisiensi = 7
Masa operasi per bulan = 28 hari
Pertanyaan berikut tentu: variabel mana yang termasuk pada golongan “pemasukan”? Jumlah PC, Harga Jual, efisiensi dan masa operasi per bulan termasuk pada golongan tersebut. Sehingga jumlah pemasukan bisa di dapatkan dengan rumus:
( Harga jual x jumlah PC x Efisiensi x Masa operasi per bulan ) = Jumlah Pendapatan per Bulan
Setelah mendapatkan jumlah pendapatan, berikut adalah mari kita hitung Pengeluaran. Variabel Pengeluaran adalah: Investasi, Biaya bulanan. Adapun rumusannya adalah sbb:
( Investasi / masa sewa tempat + Biaya Bulanan ) = Jumlah Pengeluaran per Bulan.
Sehingga jika angka-angka asumsi di masukkan, maka hasilnya adalah sbb:
Pendapatan = ( Rp 5000 x 15 x 7 x 28 ) = Rp 14.700.000,-
Pengeluaran = ( Rp 150.000.000 / 36 + Rp 9.400.000 ) = Rp 13.567.000,- ( pembulatan )
Sehingga selisihnya = Rp 1.333.000,-
Nah, silahkan anda nilai sendiri apakah ber bisnis warnet itu menguntungkan atau tidak.
Mencari Harga Minimum
Salah satu pertanyaan yang sering muncul di milis umum awari adalah: “Berapa sebaiknya harga jual ke user?” Ini adalah pertanyaan menarik, sebab akan menuai banyak jawaban.
Harga jual di warnet bermacam-macam dan rentangnya dari Rp 2500/jam hingga Rp 8500/jam. Tentu saja setiap pengusaha punya rumus tersendiri dalam menyikapi harga jual. Namun sebenarnya ada patokan umum yang bisa kita gunakan untuk mencari tahu batasan harga jual yang wajar itu.
Yang paling penting kita cari adalah: pada harga berapa sebenarnya modal kita? Berikut adalah rumusan sederhana mencari harga jual:
Variabel:
Nilai Investasi
Jumlah PC
Masa Sewa Tempat
Biaya Operasional/bulan (rata-rata)
Masa Operasional (hari)
Efisiensi.
Misalkan sebuah warnet dengan Nilai Investasi : Rp 150 juta, memiliki 15 buah PC, dan Masa Sewa Tempat adalah 36 bulan ( 3 tahun ). Rata-rata Biaya Operasi warnet tersebut dalam sebulan adalah dikisaran Rp 9.500.000,-. Warnet tersebut beroperasi selama 30 hari/bulan @18 jam dengan tingkat efisiensi adalah 7 jam. Maka untuk mencari harga minimum adalah sbb:
Investasi: Rp 150.000.000
Jumlah PC: 15
Masa Sewa Tempat: 36 bulan
Biaya Operasional: Rp 9.500.000,-
Masa Operasional/bln: 30 hari
Efisiensi: 7 jam
catatan: efisiensi adalah jangka waktu dimana seluruh PC pada warnet tersebut terpakai semua. Walaupun sebuah warnet buka selama 18 jam/hari namun tidak setiap saat PC yang tersedia terpakai semua. Biasanya nilai ini dari 6 sampai 9, di bawah 6 berarti warnet tersebut sangat sepi, sementara di atas 9 jarang terjadi.
Maka rumusnya adalah:
Min Harga= (( Investasi/Masa Sewa )+ Biaya Operasi)/(Masa Operasi*Efisiensi*jumlah PC)
Jika nilai variabel di atas di masukkan kedalam rumus,
(( Rp 150.000.000/36)+Rp 9.500.000)/(30*7*15) = Rp 4.338,6
Harga yang keluar adalah harga modal, dan tanpa perhitungan bunga bank (ingat ini adalah perhitungan sederhana) namun cukup memberikan kita gambaran berapa batas terbawah harga yang bisa kita berikan. Sederhananya jika mau untung, tentu harus menjual di atas nilai yang keluar dari rumusan di atas.
Variabel yang paling menentukan adalah efisiensi, sebab biasanya jumlah PC, Biaya Operasi dan Investasi tidak akan berubah banyak. Contohnya, peningkatan nilai efisiensi dari 7 ke 8 akan menghasilkan keluaran: Rp 3.796,3.
Silahkan memasukkan nilai variabel sesuai dengan kondisi warnet anda dan lihat apakah warnet anda tidak menjual dibawah modal dan mengakibatkan warnet anda merugi.
Buku Panduan Warnet
Bagi mereka yang mengikuti milis asosiasi warnet bisa dipastikan familiar dengan pertanyaan-pertanyaan berikut:
- Bagaimana membuat warnet ?
- ISP apa yang bisa saya gunakan?
- Berapa besar daya listrik yang saya butuhkan?
- Bagaimana membagi bandwidth tiap user?
- Bagaimana memblok situs tertentu?
- Bagaimana supaya software saya legal?
- dll sbb.
Saya sendiri sudah sering memperhatikan sebagian pertanyaan pertanyaan tersebut namun kesibukan menyebabkan tidak sempat untuk berpikir dan bertindak lebih jauh. Namun sejak adanya tuntutan dari tim web awari untuk segera mengisi konten pada web, akhirnya saya tergerak juga untuk mulai mengadakan kompilasi terhadap jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang paling sering dilontarkan di milis ini.
Namun ternyata yang tersusun adalah sebuah “outline” panduan membuat warnet, sama sekali bukan FAQ yang di inginkan sebelumnya
, outline ini saya kirimkan ke milis anggota awari untuk meminta masukan dari teman teman di milis tersebut, siapa tau ada diantara mereka yang ingin menyumbang salah satu bagian.
Nah siapa tau diantara yang membaca blog ini ada yang bersedia menyumbang 1-2 bagian, berikut adalah outline tersebut:
Saya mengelompokkan permasalah warnet atas 5 bagian:
-Rencana Bisnis
-Bandwidth Internet
-Perangkat Keras
-Perangkat Lunak
-Manajemen
Kemudian 5 besar di atas saya bagi lagi menjadi beberapa bagian di bawah
1 Internet Secara Umum
1.1 Sejarah Internet
1.2 Internet di Indonesia
1.3 Warnet di Indonesia
1.4
2 Bandwidth Internet
2.1 Istilah dan Definisi
2.2 Jenis Koneksi
2.3 Besar bandwidth, kenyamanan dan harga
2.4 Koneksi Lokal dan Internasional
2.5 Memilih ISP
3 Perangkat Keras
3.1 PC
3.2 Router
3.3 Server
3.4 Monitor
3.5 Keyboard
3.6 Mouse
3.7 Printer
3.8 Scanner
3.9 Web Camera
3.10 LAN
3.10.1 Cabling
3.10.2 Switch
3.10.3 Access Point
3.11
4 Perangkat Lunak
4.1 Browser
4.2 Messaging
4.3 Chat/IRC Client
4.4 Office
4.5 Utility
4.5.1 Archiver
4.5.2 Backup
4.5.3 Anti virus
4.6 Billing System
4.7 Open Source atau Propietary?
4.8 Network tools
4.8.1 Proxy
4.8.2 Firewall
4.8.3 Bandwidth management
4.8.4 DNS
5 Management
5.1 Perijinan
5.2 Tenaga Kerja
5.3 Pemasaran
5.4 24 jam atau 18 jam?
5.5
6 Rencana Bisnis
6.1 Konsep
6.2 Target Pasar
6.3 Lokasi
6.4 Meja dan Kursi Warnet
6.5 Pendingin dan Sirkulasi Udara
6.6 Lampu dan penerangan
6.7 Kapasitas Listrik yang dibutuhkan
6.8 Produk Layanan
6.9 Modal
6.10 Harga Jual
6.11
7 Contoh Kasus
7.1 Warnet A
7.2 Warnet B
7.3 Warnet C
7.4 Warnet D
7.5
8 Isu diseputar dunia warnet
8.1 HAKI
8.2 Pornografi
8.3 Cybercrime
8.3.1 Carding
8.3.2 Terorisme
8.3.3 Fraud
8.3.4 Pishing
8.3.5 Malware
8.3.6
9 Awari
9.1 Sejarah
9.2 Kepengurusan
9.3 Kontak Organisasi
9.4 Program
9.5 Kode Etik



Komentar Terbaru