Koneksi Internet untuk Warnet

Koneksi internet termasuk bagian yang vital bagi pengusaha Warnet. Mutu koneksi akan menentukan apakah pelanggan anda akan setia atau pergi meninggalkan anda. Disini diperlukan perhitungan matang antara kenyamanan (koneksi yang bagus), biaya yang diperlukan dan tentunya kemampuan finansial pengguna. Jika berpatokan pada satu sisi saja, maka tentunya kita akan menggunakan koneksi internet berkapasitas tinggi sehingga kenyamaman berselancar semakin baik, tapi apakah harganya terjangkau oleh pengguna kita? Sisi lain juga perlu dipertimbangkan adalah koneksi apa saja yang tersedia di lokasi warnet kita dan apakah koneksi tersebut bisa digunakan di warnet.

Ditinjau dari sisi teknologi yang digunakan, maka cuma ada dua jenis koneksi yaitu:

  • Koneksi berteknologi kabel (wire)
  • Koneksi berteknologi nirkabel (wireless)
Untuk koneksi berteknologi kabel, maka pilihannya adalah:
  1. ADSL; contoh: telkom speedy
  2. DSL atau juga dikenal dengan istilah cable modem; contoh: First Media
  3. FiberOptic; contoh: Biznet
  4. Dial-Up; contoh: telkomnet instan.  Teknologi ini sudah cukup “kuno” dan hampir pasti telah ditinggalkan oleh pengelola warnet.
Saat ini teknologi kabel yang paling banyak digunakan adalah yang berbasis ADSL.   Selain karena jangkauan yang luas, harganya cukup terjangkau.  Sayangnya mutu koneksi ini sangat bervariasi dari satu daerah dengan daerah lainnya.  Sehingga tidak jarang mengakibatkan warnet memilih teknologi lainnya dalam penyediaan koneksi internet, walaupun berakibat biaya bulanan yang lebih tinggi.
Selain teknologi kabel, maka teknologi nirkabel yang bisa dimanfaatkan warnet adalah:
  1. Wifi/Microwave;  Teknologi ini umum digunakan oleh PJI (penyedia jasa internet) dimana suatu lokasi tidak terdapat fasilitas untuk menggunakan teknologi kabel.  Kelebihan teknologi ini adalah cukup terjangkau bagi yang menggunakan frekuensi tanpa lisensi (2,4GHz / 5,8GHz).  Namun bagi yang memanfaatkan frekuensi tersebut harus memperhitungkan keterbatasan teknologi dan ketersediaan sumberdaya frekuensi dimana jika banyak pengguna maka kualitas koneksi akan menurun secara drastis.  Ini bisa diatasi dengan menggunakan frekuensi berlisensi yang tentunya dengan biaya lebih tinggi.
  2. 3G/CDMA;  Dalam kondisi darurat, dimana hanya koneksi melalui operator GSM/CDMA yang tersedia, maka koneksi 3G dan CDMA bisa dimanfaatkan.  Namun penulis menyarankan untuk segera mencari pilihan lain berhubung koneksi 3G/CDMA dirancang untuk penggunaan pribadi, bukan untuk penggunaan kapasitas tinggi seperti warnet.
  3. VSAT; teknologi ini memanfaatkan satelit komunikasi sebagai media koneksi.  Kelebihan koneksi ini adalah dapat ditempatkan dimanapun selama antena parabola dapat mengarah ke satelit komunikasi.  Koneksi ini biayanya cukup mahal dan hanya disarankan pada lokasi dimana tidak ada pilihan selain menggunakan koneksi VSAT.

2 thoughts on “Koneksi Internet untuk Warnet

Leave a Reply