15 Ayat Alkitab Tentang Persembahan Kasih Dalam Kristen

Ayat Alkitab Tentang Persembahan Kasih

Ayat Alkitab tentang Persembahan Kasih terbaru 2020 – Persembahan menurut pengertiannya adalah sebuah hadiah atau pemberian kepada orang yang terhormat. Sedangkan dalam ibadah Kristen arti persembahan menonjolkan makna yang lebih dalam. Persembahan yang ditujukan untuk TUHAN hendaknya berdasarkan kasih. Kita bisa yakin akan hal itu karena banyak ayat alkitab menandaskan pentingnya persembahan kasih.

Menurut Anda, apa tujuan kita memberikan persembahan kepada TUHAN? Apakah agar terlihat saleh di depan orang lain? Atau karena Anda benar benar tulus? Firman TUHAN menegaskan bahwa setiap persembahan yang diberikan untuk TUHAN hendaknya jauh dari kemunafikan dan sikap mementingkan diri. Sebaliknya, motif yang benar adalah dilandaskan oleh kasih dan hormat kepada TUHAN.

Baca Juga: DOA Persembahan Kristen Saat Ibadah

Allah tidak pernah meminta lebih dari hamba hambaNya. Tapi, kita perlu sadar semua hal yang baik asalnya dari Allah. Untuk itu, kita perlu menunjukkan rasa syukur kita dengan motif yang benar. Maka agar semakin memahami makna persembahan kasih, silahkan fokuskan perhatian Anda ke beberapa referensi ayat alkitab berikut ini.

Ayat Alkitab tentang Persembahan Kasih

1. Hosea 6:6

Ayat 6 : “Sebab Aku menyukai kasih setia, dan bukan korban sembelihan, dan menyukai pengenalan akan Allah, lebih dari pada korban-korban bakaran.”

Dari ayat ini kita diberitahu bahwa Allah lebih menyukai orang orang yang mengenal Dia dan berusaha untuk menyenangkan Dia daripada persembahan apapun itu. Jadi, persembahan dalam hal tingkah laku yang didasarkan akan kasih setia kepada TUHAN lebih unggul dan berharga.

2. Kolose 2:13,14

Ayat 13 dan 14 : “Kamu juga, meskipun dahulu mati oleh pelanggaranmu dan oleh karena tidak disunat secara lahiriah, telah dihidupkan Allah bersama-sama dengan Dia, sesudah Ia mengampuni segala pelanggaran kita, dengan menghapuskan surat hutang, yang oleh ketentuan-ketentuan hukum mendakwa dan mengancam kita. Dan itu ditiadakan-Nya dengan memakukannya pada kayu salib:”

Melalui korban tebusan Yesus Kristus, Hukum tertulis telah dihapus dan digantikan oleh hukum kasih Allah. Sekarang kita tidak perlu melakukan korban persembahan bakaran untuk Allah sebagai sarana pengampunan dosa. Kita sangat bersyukur akan hal itu. Oleh sebab itu, persembahan yang bisa kita berikan untuk Allah adalah segenap hati, pikiran dan tingkah laku yang baik untuk Allah.

3. 2 Korintus 9:7

Ayat 7 : “Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.”

Allah melihat hati. Ia melihat motif kita ketika kita melakukan persembahan kepadaNya. Sesuai dengan ayat di buku Korintus ini yang menasihati kita untuk memberikan segala sesuatu dengan kerelaan hati dan sukacita bukannya sedih atau karena paksaan.

4. Matius 5:24

Ayat 24 : “tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu.”

Persembahan yang kita berikan kepada Allah adalah merupakan bagian dari dinas suci kita. Prinsip yang harus ditaati oleh semua orang kristen adalah berdamai. Ayat alkitab ini menandaskan pentingnya berdamai dulu dengan saudara yang lain sebelum memberikan persembahan kepada Allah. Jika kita sudah berdamai, barulah dapat dikatakan hati kita bersih untuk datang kepada Allah.

5. Ibrani 11:4

Ayat 4 : “Karena iman Habel telah mempersembahkan kepada Allah korban yang lebih baik dari pada korban Kain. Dengan jalan itu ia memperoleh kesaksian kepadanya, bahwa ia benar, karena Allah berkenan akan persembahannya n  itu dan karena iman ia masih berbicara, sesudah ia mati.

Allah berkenan akan persembahan yang Habel berikan. Bukan hanya karena pemberian Habel adalah yang terbaik, tapi karena Habel memiliki iman kepada Allah. Allah mendapati Habel dengan ketulusan hati dan motif yang benar. Bahkan ketika Habel sudah mati, imannya lah yang berbicara dan bisa menjadi contoh yang bagus untuk kita.

6. 1 Yohanes 3:11,12

Ayat 11 dan 12 : “Sebab inilah berita yang telah kamu dengar dari mulanya, yaitu bahwa kita harus saling mengasihi; bukan seperti Kain, yang berasal dari si jahat dan yang membunuh adiknya. Dan apakah sebabnya ia membunuhnya? Sebab segala perbuatannya jahat dan perbuatan adiknya benar.

Berbeda dengan adiknya, Habel. Kain tidak mengasihi saudaranya dan mengembangkan sikap iri. Ia melihat bahwa korban Habel lebih diberkati oleh Allah. Mengapa Allah tidak memperkenan persembahan kain? Karena kain tidak beriman akan Allah. Beberapa kali Allah menegur kain dan mengoreksinya. Tapi Kain sama sekali tidak mau mendengar hingga ia membunuh adiknya sendiri.

7. Lukas 21:1,2

Ayat 1 dan 2 : “Ketika Yesus mengangkat muka-Nya, Ia melihat orang-orang kaya memasukkan persembahan mereka ke dalam peti persembahan. Ia melihat juga seorang janda miskin memasukkan dua peser ke dalam peti itu.”

Ketika Yesus sedang berada di Bait, Ia melihat ada orang orang kaya yang memberikan persembahan ke dalam peti. Disisi lain Dia juga melihat seorang janda yang hanya memasukkan dua peser kedalam peti yang sama. Rupanya ia adalah seorang janda miskin yang hanya memiliki dua peser itu saja. Menurut Anda persembahan mana yang lebih besar bagi Allah?

8. Lukas 21:3,4

Ayat 3 dan 4 : “Lalu Ia berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang itu. Sebab mereka semua memberi persembahannya dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, bahkan ia memberi seluruh nafkahnya.

Yesus berkata dalam ayat ini bahwa pemberian sang janda jauh lebih besar dibandingkan dengan persembahan orang orang kaya. Mungkin dalam pandangan manusia tidak masuk akal, jelas jelas pemberian si orang kayalah yang lebih banyak. Tapi, yang perlu Anda ketahui yang Yesus maksudkan adalah cara mereka memberikan persembahan bukan pada jumlah nominal pemberiannya.

Orang kaya memberikan sebagian hartanya untuk Tuhan tapi, Yesus mengatakan pemberian janda miskin lebih besar karena dia telah memberikan semuanya yang dia miliki untuk TUHAN. Ia memiliki ketulusan hati yang besar sebagai pemberian yang berharga di mata Allah.

9. Lukas 17:17,18

Ayat 17 dan 18 : “Lalu Yesus berkata: “Bukankah kesepuluh orang tadi semuanya telah menjadi tahir? Di manakah yang sembilan orang itu? Tidak adakah di antara mereka yang kembali untuk memuliakan Allah selain dari pada orang asing ini?

Ketika Yesus melakukan mukjizat penyembuhan kepada sepuluh orang, hanya satu orang yang kembali dan mengucapkan terima kasih kepada Yesus. Lalu kemana yang kesembilan orang lainnya? Ini menunjukkan bahwa banyak orang lupa diri dan tidak tahu berterima kasih.

Hanya sedikit orang yang tahu caranya bersyukur. Kita mau seperti satu orang itu, yang tahu berterima kasih. Kita bisa beriman dan memberikan persembahan yang baik berupa tingkah laku yang diperkenan oleh Allah.

10. 1 Yohanes 4:19

Ayat 19 : “Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita.”

Kita mengasihi Allah karena dari awal Dialah yang pertama tama mengasihi kita. Dia memberikan segala sesuatu untuk manusia, bahkan korban tebusan supaya setiap orang bisa diselamatkan dan hidup selamanya lamanya. Oleh sebab itu, sudah sepatutnya lah kita semua sebagai orang kristen menunjukkan rasa syukur dengan persembahan kasih yang tulus dari hati.

Baca Juga :

Uraian diatas adalah kumpulan ayat alkitab yang membicarakan tentang Persembahan Kasih. Dari banyaknya persembahan yang diberikan untuk TUHAN, mungkin tidak semua berkenan atau diterima olehNya. Mengapa? Karena kita tahu, Allah hanya menginginkan persembahan terbaik berupa ketulusan dan kerendahan hati. Padahal tidak semua orang bersikap demikian.

Tunjukkan kalau Anda bersyukur dan berterima kasih kepada TUHAN dengan persembahan yang terbaik. Seperti halnya Habel yang mempersembahkan hasil kerjanya yang terbaik dan beriman akan Allah. Sebaliknya daripada Kain, yang tidak tulus dan hanya menyimpan rasa iri. Semoga ayat alkitab diatas bisa menginspirasi kita semua.

SHARE
Irwin Day

Lahir seorang besar dan tenggelam beratus ribu. Keduanya harus dicatet, keduanya dapat tempat - "Catetan Th. 1946" - Chairil Anwar