15+ Cerpen Anak yang Singkat, Asik, dan Mendidik (Rekomended)

Cerpen Anak

Cerpen Anak Terbaik dan Terbaru 2020 – Salah satu media pendidikan yang sangat menghibur dan memberikan pesan banyak adalah cerita. Cerita pendek anak merupakan salah satu yang bisa digunakan para orang tua dan pendidik untuk menanamkan edukasi moral pada anak.

Hal tersebut dikarenakan, cerpen anak selalu memuat nilai moral yang diungkapkan dalam bentuk cerita yang menarik. Sehingga anak tidak akan bosan ketika harus belajar melalui cerita pendek.

Berikut ini terdapat cerita pendek anak yang dapat dijadikan para orang tua pilihan dalam melakukan pendidikannya pada anak-anaknya.

CERPEN ANAK DURHAKA

Judul: Putra yang Durhaka

Suatu hari ada seorang petani kaya di sebuah desa. Dia punya banyak tanah, ternak, uang, dan banyak pelayan. Dia memiliki dua putra. Dia menjalani hidup yang bahagia bersama mereka. Setelah beberapa tahun, yang lebih muda dari dua putra menjadi tidak bahagia.

Dia meminta ayahnya untuk bagian miliknya. Ayahnya menasihatinya agar tidak menuntut seperti itu. Ibunya juga menyarankan putranya untuk melakukannya. Tetapi dia tidak mau mendengarkan kata-kata ayahnya. Dia mendapat bagiannya dan menjualnya. Dia memiliki banyak uang bersamanya. Begitu dia mendapatkan banyak uang, dia mendapat teman yang buruk.

Dengan jumlah ini, dia melakukan perjalanan ke negara yang jauh di mana dia melakukan semua yang dia inginkan. Dia juga punya teman yang buruk di sana. Karena itu, ia jatuh ke jalan yang jahat.

Semua uang itu hilang. Ia menjadi miskin. Pada saat itu, tidak ada yang membantunya keluar dari perusahaan yang buruk. Segera, dia jatuh ke dalam hutang. Kemudian dia mengerti kesalahannya dan kembali ke negaranya dan ke orang tuanya. Dia kemudian mematuhi orang tuanya dan menjalani kehidupan yang bahagia.

Judul: Olive dan Serigala

Ini adalah kisah tentang seorang bocah lelaki bernama Olive yang tinggal bersama ibunya di sebuah rumah kecil. Suatu hari ibunya pergi ke pasar untuk membeli beberapa bahan makanan dan barang-barang rumah tangga lainnya. Dia dengan tegas melarang dia untuk keluar dan memerintahkannya untuk mengunci pintu dari dalam dan tidak membukanya untuk siapa pun sampai dia kembali. Tapi Olive, yang sangat nakal dan nakal, tidak mendengarkannya dan pergi bermain.

Dia pergi ke kolam dekat rumah neneknya di mana dia dan teman-temannya bersenang-senang dengan air. Setelah menikmati banyak, mereka merasa lapar dan haus sehingga mereka pergi ke kafe pinggir jalan untuk menikmati ayam goreng dan jus.

Olive harus berjalan pulang sendirian karena semua temannya tinggal di dekat kafe dan mereka kembali ke rumah mereka. Setelah bersenang-senang dengan teman-temannya, Olive melompat dan melompat bahagia sepanjang jalan ketika tiba-tiba dia menyadari bahwa seseorang mengikutinya! Dia khawatir dan melihat ke belakang.

Dia ngeri melihat serigala besar menakutkan menatapnya dengan mata ganas besar. Olive menggigil sekarang. Dia ingat kata-kata ibunya untuk tinggal di rumah sampai dia tiba. Dia sangat menyesal atas ketidaktaatannya dan meminta maaf kepada Tuhan dan ibunya di dalam hatinya.

Tiba-tiba sebuah ide muncul di benaknya dan sebelum serigala bisa mendekat, dia berbaring di tanah. Sambil menahan napas, dia tetap diam di sana. Serigala mendekatinya dan menciumnya dua kali. Yakin bahwa anak itu sudah mati, serigala berbalik dan pergi mencari mangsa lain.

Setelah dihukum karena tidak mematuhi ibunya, Olive belajar pelajarannya dan sekarang tanpa membuang waktu lagi, dia berlari kembali ke rumahnya. Ketika dia sampai di rumah, ibunya masih tidak ada di sana.

Mengambilkesempatan untuk memperbaiki kesalahannya, ia dengan cepat membersihkan rumah, menyirami tanaman dan menyelesaikan pekerjaan rumahnya. Ketika ibu kembali, Olive menceritakan seluruh kisahnya.

Dia meminta pengampunan dan berjanji untuk tidak mendurhakinya. Ibunya langsung memeluknya dengan erat dan berterima kasih kepada Tuhan karena telah menyelamatkannya.

Baca Juga: Cerpen Cinta

CERPEN ANAK SEKOLAH

Judul: Akibat Lalai Belajar

Hari ini merupakan hari senin yang saat cerah. Setelak melaksanakan upacara bendera, para isiwa kemudian memasuki kelas mereka masing-masing dan langsung mendapatkan pelajaran dari guru mereka.

Di hari ini kelas 5 SD Tribakti Husada mendapatkan beberapa mata pelajaran yaitu Matematika, Bahasa Indonesia, PKN, dan Bahasa Sunda. Mata pelajaran yang pertama yaitu matematika. Pak Guru meminta para siswanya untuk membuka halaman 5 dan halaman 6.

Ketika para siswa tengah sibuk mengerjakan tugas yang diberikan oleh Pak Guru, suasana kelas langsung menjadi hening. Ketika sudah selesai, Pak Guru memberikan pesan kepada para siswa untuk mempelajari materi tentang pembagian dan juga perkalian yang berada pada soal cerita.

Para siswa pun kemudia pulang setelah pembelajaran di kelas usai. Ratna, Desi, dan juga Tyas pulang jalan kaki bersama-sama karena jarak sekolah ke rumah mereka tidaklah jauh.

“Nanti kalian main ke rumahku yuk setelah makan siang. Aku punya boneka baru loh, hasil oleh-oleh ibuku dari Malang kemarin.” Pinta Tyas.

“Asyiikk.” Jawab Desi antusias.

Bagaimana Ratna, apakah kamu bisa ikutan main?”

“Aku ga usah ikut aja. Aku mau belajar di rumah seperti yang dibiilang Pak Guru tadi di kelas. Pak Guru tadi kan bilang kalau kita harus belajar sendiri karena tes matematika dadakanya bisa dilakukan sewaktu-waktu.” Jawab Ratna dengan wajah polosnya.

Setibanya mereka di rumah masing-masing. Ratna langsung bergegas mengganti baju sekolahnya dengan baju santai. Kemudian dia langsung sholat, makan, dan langsung beristirahat siang sehingga nanti malam dapat belajar dengan maksimal.

Malamnya, ia langsung belajar mengenai materi matematika yang diterangkan oleh Pak Guru dengan sunguh-sungguh. Jika ada materi yang kurang paham, maka sesekali ia bertanya kepada kakaknya.

Sementara itu, Desi dan Tyas juga sangat asyik bermain hingga larut. Akhirnya mereka pun tidak sempat belajar dan juga mendalami materi yang diberikan Pak Guru tadi pagi. Keesokan harinya mereka bertiga kembali berangkat bersama-sama.

Sesampainya mereka di kelas, ternyata Pak Guru benar-benar melakukan tes matematika dadakan. Desi dan Tyas seketika kebingungan ketika mengerjakan soal. Sehingga mereka pun akhirnya mendapat nilai yang jelek dan harus mengulang pada tes matematika susulan.

Berbeda halnya dengan Ratna. Ia memperoleh nilai yang paling tinggi dan juga paling baik di kelas karena sudah belajar dengan sungguh-sungguh semalam sesuia dengan apa yang diperintahkan oleh Pak Guru kemarin. Pak Guru akhirnya meminta Desi dan Tyas agar belajar kepada Tika.

“Wah, selamat ya Tika. Nilaimu bagus sekali. Besok-besok kita ikut belajar bareng-bareng ya.”

CERPEN ANAK LUCU

Judul: Penjual Garam dan Keledai yang Bodoh

Seorang penjual garam biasa membawa tas garam pada keledainya ke pasar setiap hari.

Di tengah jalan mereka harus menyeberangi sungai. Suatu hari keledai tiba-tiba jatuh ke sungai dan tas garamnya jatuh ke air. Garam larut dalam air dan karenanya tas menjadi sangat ringan untuk dibawa. Keledai itu senang.

Kemudian keledai mulai memainkan trik yang sama setiap hari.

Penjual garam mulai memahami triknya dan memutuskan untukmemberinya pelajaran. Hari berikutnya dia memasukkan tas katun ke keledai.

Lagi-lagi keledai tersebut memainkan trik yang sama dan berharap bahwa tas katun akan tetap menjadi lebih ringan.

Tetapi berbeda dengan garam, kapas yang basah akanmenjadi sangat berat untuk dibawa dan keledai tersebut menjadimenderita. Akhirnya semenjak itu, si keledai bodoh tidak lagi memainka trik yang sama, dan sang penjual garam pun menjadi senang.

CERPEN ANAK ISLAMI

Judul: Jangan Memukul Teman

Anak-anak kelas 2 di Sekolah Dasar tampak berhamburan keluar sekolah. Sedangkan anak-anak yang lain sudah berbaris dengan rapi. Ya, hari itu adalah hari dimana pengumuman pemenang lomba 17 agustus akan diadakan.

Tak heran jika banyak sekali para peserta yang ingin segera mendengarkan para pemenangnya. Terlebih lagi para pemenang nantinya akan mendapatkan hadiah yang menarik dari panitia.

Salah seorang murid yang tdak kalah antusia dalam menunggu hasil pengumuman lomba adalah Zahra. Dia sudah terlebih dahulu berbari di deretan paling depan. Zahra adalah pemenang loma makan kerupuk. Tentu saja ia menginginkan namanya disebt sebagai salah satu pemenang lomba.

Tiba-tiba dari arah lain, Riris mendorongnya.

“Hei, mengapa kamu mendorongku?” kata Zahra marah.

“Aku mau berada di barisan paling depan.” timpal Riris.

“Tidak bisa begitu. Aku yang sudah lebih dulu ada disini,” jelas Zahra. Namun anak itu bangkit dan kembali berdiri pada barisan depan.

“Pokoknya aku juga mau paling depan” teriak Riris ngotot. Ia pu lalu mengayunkan tanganya ke pipi Zahra.

Dan Plakk! Pukulan keras langsung tepat mengenai wajah Zahra.

Mendengar adanya keributan, akhirnya ibu guru datang dan segera melerai keduanya. Bu Guru juga langusng membawa Riris menuju ke Mahkama Sekolah.

Disana, Bu Guru menasehati bahwa memukul adalah suatu perbuatan yang tida baik. Memukul merupakan perbuatan kejam yang sangat dibenci semua orang. Apalagi jika memukul wajah, itu sangat menyakitkan. Wajah sendiri merupakan bagian tubuh yang tidak boleh disakiti.

“Mengapa kamu memukul wajah temanmu sendiri?” tanya Bu Guru kepada Riris.

“Aku melihatnya di televisi Bu,” jawab Riris

Mungkin saat itu Rara melihat tayangan di televisi yang memperlihatkan adegan berkelahi.

“Kasihan temanmu kesakitan karena dipukul. Kamu tentunya juga tidak mau dipukul, kan?” ucap Bu Guru.

Bu Guru lalu bercerita bahwa di zaman Rasulullah ada seorang pengawal laki-laki. Suatu hari pengawal tersebut berkelahi dengan seseorang. Keduanya saling memukul bahkan menggigit.

Tangan seorang diantara mereka masuk ke dalam mulut orang yang satunya. Dia kemudian menarik tangannya dengan keras yang mengakibatkan gigi orang yang satunya copot.

Nabi Muhammad sangat marah dan kemudian berkata, “Apakah kamu akan membiarkan tangannya berada di mulutmu dan kau memecahkannya seperti memecahkan kepala binatang?” (HR. AT-Thahawi)

Mendengar cerita dari Bu Guru akhirnya menyadarkan Riris bahwa perbuatanya itu salah. Ia pun meminta maafkepada Zahra dan berjanji tidak akan memukul siapapun lagi.

CERPEN ANAK KELUARGA

Judul: Hadiah Istimewa untuk Bunda

“Aku mau ngasih dompet keren untuk Bunda!” ujar Tasya

“Aku sudah pesan mawar kesukaan Bunda untuk diantar pagi-pagi sekali nanti!” tukas Irma

“Kalau aku sih buku kumpulan resep cupvakes!” sahut Rina

“Aku dan Papa juga sudah beliin mama kalung mutiara yang cantik, dong!” seru Tika. “Kamu, Ris? Mau ngasih apa untuk Hari Ibu?

Semua mata menatap ke arahku. “Aku? Eh..”

Tiba-tiba, kriingg!! Sigap kusambar tas dan berlari keluar kelas yang meninggalkan pandangan-pandangan penuh tanya di belakangku.

Dua puluh ribu, empat puluh ribu, tujuh pulu ribu, kutabung lagi tabungan di dalam celenganku. Semuanya sudah ditambah dengan isi dompet dan juga recehan yang terselip di kantong baju. Ternyata maih kurang dari seratus ribu rupiah. Mana cukup untuk bia membeli kerudung pink idaman Mama itu.

“Ma, besok Riska mau bekal telur mata sapi lagi ya!” pintaku sambil membenarkan ransel yang ada di punggung.

“Oke!” Mama tersenyum ke arahku. Kucium tangan Mama lalu bergegas mengeluarkan sepeda dari garasi.

“Yakin sepedanya masih aman dipakai, Ris?” tanya Mama khawatir.

“Yakin, dong Ma! Kan sudah diperbaki oleh Pak Diman. Bannya juga sudah dipompa, rantainya juga sudah dibeli oli.

Insyaallah amaaan!” sahutku. Lalu kukecup tangan mama dan langsung mengeyah sepedaku menuju ke sekolah.

Nggak apa-apa deh, demi bisa berhemat, aku rela tidak jajan dan hanya membawa bekal ke sekolah.

Suatu hari ia dan mamanya mendengar kabar dari televisi bahwa rumah saudaranya ambruk karena tertimpa longsor. Mendengar hal tersebut akhirnya aku menemani Mama di kamarnya.

Kupandangi wajahnya yang pulas tertidur, kerut-kerut di sudut matanya juga masih basah. Aku kemudian tertidur dan berfikir hadiah apa yang pantas kuberikan untuk Mama besok.

Pagi-pagi sekali, Mama sudah duduk di depan mesin jahit kesayangannya.

“Sya, dicoba dulu ini songket dan baju kurungnya. Ini sudah mama kecilkan.Semoga muat untuk kamu pakai karnaval besok.”

“Ma,” kugamit lengan Mama, “maafkan Tasya..”

Mama lalu menghentikan pekerjaannya. “Kenapa, Sya?” Dahinya langsung berkerut.

“Karena tasya nggak bisa kasih Mama hadiah yang sangat cantik untuk Hari Ibu. Tasya sedih. Tasya juga sedih lihat Mama sedih kemarin. Tasya Cuma punya ini.”

Kusodorkan amplop biru kecil berpita putih yang kuberikan kepada Mama dengan jantung yang berdebar.

Mama membukanya sambil terpana, seketika beliau memelukku sangat lama.

Mama lalu berkata “Sungguh, Mama nggak perlu hadiah apa-apa, Sya. Mama sudah memiliki kamu! Mama terharu dan juga bahagia kamu rela memberikan semua hasil jerih payahmu selama ini untuk Mama.”

“Tasya lah hadiah terindah yang telah dihadiahkan oleh Allah untuk Mama..” bisik Mama sambil mengusap kepalaku dengan lembut.

Kubalas pelukan Mama dengan sangat erat, lalu kubisikkan pada Mama bahwa bagiku Mama lah hadiah terindah dan teristimewa yang telah dikirmkan Allah untukku.

I love you, Ma!

CERPEN ANAK PERSAHABATAN

Judul: Dua Sahabat dan Seekor Beruang

Tonidan Leoberteman. Pada hari libur mereka pergi berjalan ke hutan, menikmati keindahan alam. Tiba-tiba mereka melihat beruang mendatangi mereka. Mereka menjadi takut.

Leo yang tahu semua tentang memanjat pohon, berlari ke pohon dan memanjat dengan cepat. Dia tidak memikirkanToni. Leotidak tahu bagaimana memanjat pohon itu.

Leoberpikir sejenak. Dia mendengar binatang tidak suka mayat, jadi dia jatuh ke tanah dan menahan napas. Beruang itu mengendusnya dan mengira dia sudah mati. Jadi, ia melanjutkan perjalanannya.

Tonibertanya pada Leo

“Apa yang dibisikkan beruang itu ke telingamu?”

Leo menjawab, “Beruang itu meminta saya untuk menjauh dari teman-teman seperti Anda”  Ia kemudian bangkitdan melanjutkan perjalanan.

Baca Juga: Cerpen Horor

CERPEN ANAK MORAL

Judul: Tiga Anak Laki-Laki dan Sebuah Tongkat

Alkisah, seorang lelaki tua tinggal bersama ketiga putranyadi sebuah desa. Ketiga putra itu adalah para pekerja keras. Namun, mereka bertengkar sepanjang waktu. Lelaki tuaitu berusaha untuk menyatukan mereka tetapi dia gagal. Meskipun penduduk desa menghargai kerja keras dan upaya mereka, mereka mengolok-olok mereka dalam perkelahian mereka.

Berbulan-bulan berlalu dan lelaki tua itu jatuh sakit. Dia menyuruh putra-putranya untuk tetap bersatu, tetapi mereka tidak mendengarkannya. Jadi, dia memutuskan untuk memberi mereka pelajaran praktis agar mereka melupakan perbedaan mereka dan tetap bersatu.

Pria tua itu memanggil putra-putranya. Dia memberi tahu mereka, “Aku akan memberimu seikat tongkat. Pisahkan setiap tongkat dan Anda harus memecah setiap tongkat menjadi dua. Orang yang mematahkan tongkat dengan cepat akan lebih dihargai. ”

Anak-anak setuju.

Lelaki tua itu memberikan seikat 10 batang untuk masing-masing dan meminta mereka untuk mematahkan setiap batang menjadi berkeping-keping. Mereka mematahkan tongkat menjadi beberapa menit.

Dan lagi mereka mulai bertengkar di antara mereka sendiri tentang siapa yang datang pertama.

Orang tua itu berkata, “Anak-anakku yang tersayang, permainan ini belum berakhir. Sekarang akuakan memberikan seikat tongkat lagi untuk kalian masing-masing. Kalianharus mematahkan tongkat sebagai bundel, bukan sebagai tongkat terpisah. “

Putra-putra itu setuju dan berusaha memecahkan bungkusan tongkat. Meskipun mereka mencoba yangcara yangterbaik, mereka tetaptidak dapat memecahkan bungkusan itu. Mereka pungagal menyelesaikan tugas.

Akhirnya ketiga anak laki-laki melaporkan kegagalan mereka kepada ayah mereka.

Orang tua itu menjawab, “Anak-anakku yang tersayang, Lihat! Kalian dapat dengan mudah memecahkan tongkat secara terpisah, tetapi kalian tidak mampu memecahkan tongkat ketika bersatu. Begitu juga masalah! Jadi, jika kalian bersatu, kalian pasti dapat memecahkan masalah tersebut dibandingkan jika sendirian.”

Mereka bertiga akhirnya memahami kekuatan dan berjanji pada ayah mereka bahwa apa pun yang terjadi, mereka akan tinggal bersama.

Judul: Paku dan Pagar

Pernah ada seorang anak muda yang sangat kedulitasn dalam mengendalikan emosinya. Ketika dia marah, ia hanya mengatakan apapun yang ada di fikirannya dan melukai perasaan orang lain.Jadi ayah anak ini kemudian memberikan sekantong paku kepadanya bersama dengan sebuah palu lalu berkata, “Setiap kali kamu marah, palu satu paku ke pagar di halaman belakang rumah kita.”

Beberapa hari pertama bocah itu marah, ia memukul begitu banyak pagu ke pagar di halaman belakang sampai ia mengosongkan sebagian tasnya yang berisi banyak paku.Selama berminggu-minggu jumlah paku jumlah paku yang dia plu ke apgar belakang sudah mulai berkurang secara bertahap. Emosinya juga sudah jauh lebh terkendali.

Kemudian datang suatu hari ketika di tidak kehilangan kesabaran sama sekali, ayahnya memintanya untuk menghapus satu paku setiap hari selama ia tidak kehilanga kesabarannya.

Akhirnya, apda suatu hari si anak berhasil mengeluarkan paku terakhirnya. Ayahnya berkata, “Kamu telah melakukannya dengan baik, nak. Tetapi apakah kamu meihat lubang pada pagar tersebut?” Tanya sang Ayah.

“Pagar tidak akan pernah sama, bahkan setelah dicat ulang. Demikian juga ketika kamu mengatakan hal-hal yang jahat saat marah. Kamu akan meninggalkan bekas luka di dalam hati dan fikiran orang itu, seperti yang dilakukan paku terhadap pagar.”

CERPEN ANAK PERJUANGAN

Judul: Kopi, Telur, dan Kentang

Suatu ketika seorang anak perempuan mengeluh kepada ayahnya bahwa hidupnya menyedihkan dan dia tidak tahu bagaimana dia akan berhasil.

Dia bosan berkelahi dan berjuang sepanjang waktu. Tampaknya ketika satu masalah diselesaikan, yang lain segera menyusul.

Ayahnya, seorang koki, membawanya ke dapur. Dia mengisi tiga pot dengan air dan menempatkan masing-masing di atas api besar.

Setelah tiga pot mulai mendidih, ia menempatkan kentang di satu panci, telur di panci kedua dan biji kopi bubuk di panci ketiga. Dia kemudian membiarkan mereka duduk dan mendidih, tanpa mengatakan sepatah kata pun kepada putrinya.

Anak perempuan itu, mengerang dan tidak sabar menunggu, bertanya-tanya apa yang dia lakukan. Setelah dua puluh menit dia mematikan kompor.

Dia mengambil kentang dari panci dan menaruhnya di mangkuk. Dia mengeluarkan telur dan menempatkannya dalam mangkuk. Dia kemudian menyendok kopi dan menaruhnya di cangkir.

Beralih ke dia, dia bertanya. “Putri, apa yang kamu lihatdidalam panci itu?”

“Kentang, telur, dan kopi,” dia buru-buru menjawab.

“Coba lihat dengan lebih dekat,dan perhatikan dengan seksama”  katanya, “dan Akhirnya sang Putri menyentuh kentang dan berkata bahwa kentang itu sangat lunak.

Sang Ayah kemudian memintaputrinyauntuk mengambil telur yang berada di dalam air yang mendidih kemudianmemecahkannya. Setelah melepaskan cangkangnya, ia mengamati telur rebus.

Akhirnya, dia memintanya untuk menyesap kopi. Aromanya yang kaya membawa senyum ke wajahnya.

“Ayah, apa artinya ini?” Tanyanya.

Sang Ayahkemudian menjelaskan bahwa telur, kentangdan biji kopi masing-masing menghadapi kesulitan yang sama ketika dimasukkan ke dalam airyang  mendidih. Namun, masing-masing bereaksi berbeda. Kentangnya menjadi kuat, keras an tak henti-hentinya, tetapi dalam air mendidih, itu menjadi lunak dan lemah.

Telur itu rapuh, dengan cangkang luar tipis melindungi bagian dalamnya yang cair sampai dimasukkan ke dalam air mendidih. Kemudian bagian dalam telur menjadi keras.

Namun, biji kopi bubuk itu unik. Setelah mereka terkena air mendidih, mereka mengubah air dan menciptakan sesuatu yang baru.

CERPEN ANAK BANGSA

Judul: Dua Tikus dari Cerita yang Berbeda

Suatu hari tikus kampung itu mengunjungi tikus kotasepupunyayang sedang berada di rumahnya saatitu.

Di sana, tikuskampungmenyajikan berbagai makanan khas kampungnya yaitu kacang, bacon, keju dan roti hitamdengan sangat rendah hati.

Tikus kota dengan banyak gayatidak senang dengan apa yang dilakukan sepupunya di negaranya tersebut. Ia menanyakanbagaimana dia bisa hidup dalam kondisi yang buruk seperti itu.

Mereka bepergian sepanjang hari dan tiba di rumah pada malam hari. Tikus kota kemudian menuju kekamarnya yang langsung berhadapan dengan ruang makan.

Di sana, tikus kampungitu dihadapkan padaberbagai macamhidangan super lezatdan ia menemukan dirinyasngat terlena dengan kenikmatan jeli dan kue.

Sama seperti tikus kampung yangsedang menikmati makanannya, tikus kota juga makan yang disela oleh suara keras yang sepertisuara hewan yang berkeliaran.

Ketika tikus kampung bertanya kepada sepupunya tentang mengenai hal itu, dia menjawab bahwa mereka hanya anjing. Setelah kejadian ini, tikus kampungmemutuskan untuk tidak kembali ke kampungnya.

Tikuskampungberkata bahwa dia lebih baik makan kacangnya, baconcheese dan roti di kampungnya sendiridalam ketakutan.Dibandingkan dengan makan di tempat yang dikelilingi banyak anjing.

Demikianlah beberapa cerpen anak menarik yang bisa menjadi inspirasi Anda untuk bercerita kepada anak. Dengan bercerita maka secara tidak langsung anak telah diberikan berbagai nasihat dan juga petuah yang bisa ia ambilsecara tidak langsung.

Oleh karena itu, bagi para orang tua sering-seringlah bercerita, agar anak bisa mendapatkan pelajaran berharga dan juga menerapkan berbagai nilai kebaikan yang ia dapat di dalam cerita ke dalam kehidupan sehar-harinya.

SHARE
Irwin Day

Lahir seorang besar dan tenggelam beratus ribu. Keduanya harus dicatet, keduanya dapat tempat - "Catetan Th. 1946" - Chairil Anwar