10+ Contoh Cerita Fantasi Anak Singkat yang Paling Populer (Terbaru)

Cerita Fantasi Anak

Contoh Cerita Fantasi Terbaik dan Terbaru 2020 – Cerita adalah suatu rentetan peristiwa yang dijabarkan secara detail dengan alur tertentu. Cerita ada yang berupa cerita berdasarkan kisah nyata atau asli atau bisa juga kisah yang berupa karangan tidak nyata atau fiksi. Salah satu jenis cerita yang digemari terutama anak-anak adalah cerita fiksi fantasi.

Cerita fantasi sendiri adalah cerita yang fiksi dan seratus persen jalan ceritanya adalah imajinasi sang penulis cerita. Di dalam cerita fantasi seperti judulnya memang ceritanya berisi fantasi atau sesuatu yang tidak nyata dan mustahil terjadi di dunia nyata, namun sesuatu yang mustahil tersebut sudah biasa di dunia fantasi.

Untuk latar, peristiwa atau kejadian, dan juga tokoh yang ada dalam cerita fantasi adalah benar-benar murni hasil karangan dari penulis dan bukan ada di dunia nyata. Tujuan dibuatnya cerita fantasi ini memang supaya pembaca lebih imajinatif sehingga membuat pembaca bisa merasa berada di dalam cerita.

Jadi cerita fantasi ini sangat cocok untuk anak-anak, karena memang anak-anak otaknya masih dalam perkembangan, sehingga bisa membuat anak menjadi imajinatif dan baik untuk perkembangan otak. Namun kalau untuk orang dewasa cerita fantasi memang dipakai sebagai cerita hiburan.

STRUKTUR CERITA FANTASI

Cerita fantasi memiliki struktur penulisan yang hampir sama dengan teks narasi yaitu terdiri dari orientasi, konflik, resolusi, dan ending. Akan tetapi tidak semua cerita fantasi mencakup ketiga struktur tersebut. ada beberapa cerita fantasi yang hanya menekankan pada konflik atau pada imajinatif yang di buat oleh penulis sehingga pembaca seringkali tidak mempedulikan struktur dari cerita yang dibaca.

1. ORIENTASI
Orientasi pada cerita fantasi berisi pengenalan nama tokoh, latar tempat kejadian, suasana kejadian, tema, dan sedikit gambaran tentang alur yang akan diceritakan nanti ke depannya. Pada bagian ini juga biasanya dikenalkan tentang pewatakan tokoh yang dapat menggambarkan seperti apa nanti cerita selanjutnya. Biasanya bagian orientasi mengandung “Hook” yang dapat memancing pembaca.

2. KONFLIK
Struktur konflik merupakan bagian dimana dimulainya permasalahan yang nantinya akan menjadi inti dari cerita fantasi. Konflik disini berupa puncak dari sebuah cerita dan pembaca juga cenderung akan merasa terus ingin membaca akhir cerita karena ingin mengetahui seperti apa kelanjutan dari konflik tersebut. pada bagian ini, tokoh-tokoh beserta karakternya akan lebih dominan dimunculkan.

3. RESOLUSI
Resolusi merupakan penyelesaian masalah yang tengah terjadi. Disini, konflik mulai mereda dengan adanya penengah atau tokoh dengan watak yang digambarkan bijaksana sebagai penyelesaian konflik. Resolusi disini merupakan teks dalam cerita fiksi yang berfungsi sebagai informasi penentu yang akan terjadi pada akhir cerita. Resolusi sangat memengaruhi nantinya akhir cerita akan seperti apa.

4. ENDING
Ending atau cerita akhir merupakan sebuah penutup dari cerita fiksi. Ending biasanya akan terbagi menjadi dua yaitu happy ending dimana tokoh utama yang berwatak baik disini akan hidup bahagia atau sad ending dimana entah tokoh baik atau buruk akan berakhir pada cerita yang kurang baik. Ending merupakan bagian yang paling dinanti-nanti karena disini tujuan dari cerita tergambarkan.

CONTOH CERITA FANTASI KELEDAI

Judul: Keledai dan Penjual Garam

Di suatu desa di tepi pantai yang cukup jauh dengan perkotaan, hiduplah seorang pedagang garam sebatang kara yang sangat dermawan. Setiap hari, ia membagikan hasil menjual garam kepada tetangganya dan sangat mengasihi fakir miskin meskipun sebenarnya hidupnya tidaklah bergelimang harta. Setiap kali berhasil menjual garam, ia belikan pakaian dan makanan untuk di sedekahkan.

Pedagang garam tersebut memiliki seekor keledai yang digunakan untuk mengangkut garam ke kota terdekat. Ia sangat menyayangi keledai tersebut sampai makanan dan tempat tinggal keledai selalu disediakan. Keledai tersebut sudah dianggap keluarga dan menjadi teman hidup satu-satunya pedagang garam tersebut. Akan tetapi keledai tersebut tampaknya tidak puas dengan perlakuan pedagang garam.

Setiap kali hendak pergi menjual garam ke kota, keledai selalu menggerutu karena harus terbebani dengan karung garam serta berjalan cukup jauh. “Mengapa kau tidak membeli gerobak saja wahai tuanku? Bukankah hasil menjual garam sudah cukup untuk membeli gerobak, tapi uangmu kau selalu berikan kepada orang lain” kata keledai pada suatu hari kepada tuannya ketika hendak berangkat.

Pedagang garam tersebut hanya terdiam dan melanjutkan menaikan beberapa karung garam di kantong kain pada tubuh keledai. Pedagang garam kemudian menuntun keledai sembari membawa satu karung garam di pundaknya. Mereka terus berjalan hingga akhirnya melewati sebuah jembatan yang dialiri air sungai yang cukup deras dan jernih. Pedagang garam kemudian berhenti dan beristirahat.

Di tengah peristirahatan tersebut, ternyata si keledai memiliki ide yang cukup konyol. Bila esok pedagang membawanya kembali melalui jalan ini, maka ia akan berpura-pura terjatuh ke dalam sungai dan garam yang akan di bawa akan semakin ringan karena larut di dalam air. Benar saja, keesokan harinya ketika mereka berangkat melewati jalan yang sama, keledai berpura-pura kelelahan dan terjatuh ke sungai.

Karung garam yang dibawa keledai terendam cukup lama karena pedagang garam meminta tolong kepada orang sekitar untuk membantu mengangkat keledai. “Maafkan aku tuan, aku tidak sengaja terjatuh ke dalam sungai karena sepertinya beban garamnya tidak seimbang”, ungkap keledai dengan alasannya. “ Baiklah kalau begitu aku akan membawa lebih banyak garam agar kau seimbang”.

Akhirnya pedagang membawa dua karung garam agar keledainya bisa meneruskan perjalanan meski garam yang dibawa keledai sangat ringan karena sebagian garam sudah larut di dalam air sungai. Esoknya lagi, keledai melakukan hal yang sama dengan alasan kakinya tersandung batu, dan alasan lain diberikan setiap harinya kepada pedagang. Hal ini membuat tuannya curiga dan ingin memberi balasan.

Suatu hari, dinaikkan lah kapas pada punggung keledai. Petani tidak memberitahukan bahwa yang dibawa bukanlah garam melainkan kapas. Hal ini untuk memberikan pelajaran kepada keledai yang suka mengeluh padahal sudah sangat dikasihi. Setiba di jembatan, keledai tersebut tanpa menunda waktu langsung menjatuhkan diri ke dalam sungai dan kapas kemudian menyerap air sungai.

Bukannya semakin ringan, akan tetapi karung yang dibawa keledai semakin berat hingga keledai kesulitan berjalan. Keledai tersebut terus melangkahkan kakinya sembari bertanya kepada tuannya. “Tuanku, mengapa garamnya semakin berat ketika terkena air, padahal biasanya akan semakin ringan. Aku sungguh tidak bisa berjalan jika harus membawa beban seberat ini ke kota”.

Petani kemudian menjawab dengan bijaksana “Keledai ku, sungguh yang kau bawa bukanlah garam melainkan kapas yang menyerap air. Aku tahu kau hanya berpura-pura terjatuh agar bebanmu tidak berat akan tetapi perbuatanmu sungguh merugikan”. Keledai tersebut kemudian sangat malu karena selama ini ia seperti tidak tahu diri dan tidak tahu terimakasih kepada si pedagang garam.

CONTOH CERITA FANTASI SINGKAT

Judul: BALAS BUDI SINGA

Di suatu perkampungan, hiduplah pemuda miskin dan betang kara. Ia tidak memiliki harta benda kecuali gubuk yang sudah rapuh peninggalan orang tuanya. Untuk menghidupi dirinya, pemuda tersebut selalu mencari bakar di hutan lalu dijualnya atau ditukarnya dengan kebutuhan pokok lainnya. meski hidup serba kekurangan, namun pemuda tersebut sangat baik hati dan penyabar.

Ketika suatu hari pemuda tersenut tengah mencari kayu bakar, terdengar di balik semak-semak suara raungan singa yang sedang kesakitan. Dengan rasa cemas, di hampirinya singa tersebut yang sedang merintih karena sebuah serpihan kayu menusuk bagian punggung singa. Dengan rasa takut si pemuda yang merasa prihatin dan iba kemudian menghampiri sembari mencoba menenangkan singa.

“Tenanglah wahai raja hutan, aku tidak akan menyakitimu atau memburumu. Aku akan membantu melepaskan duri di pungungmu”. Mendengar ucapan pemuda tersebut, singa itu kemudian terdiam seolah mempersilakan pemuda untuk menolongnya. Tak lama kemudian duri di punggu singa berhasil di cabut. Pemuda tersebut kemudian berlari menghindar karena takut dimangsa.

Ketika hendak kembali ke tempat mencari kayu bakar, ia tidak sengaja menabrak kereta kencana milik raja yang sedang lewat sehingga kereta tersebut terbalik. Meski telah bersimpuh dan meminta maaf, raja kemudian meminta pengawalnya untuk menangkap dan memenjarakan si pemuda malang tersebut. setelah beberapa hari di penjara pemuda tersebut akhirnya di jatuhkan hukuman mati.

Pada malah hari, dimasukkan lah pemuda ke dalam ruangan gelap yang berisi binatang buas. Dengan perasaan sedih dan pasrah, ia merelakan dirinya menjadi santapan binatang buas. Akan tetapi alangkah terkejutnya pemuda tersebut ketika bintang yang ada di dalam ruangan tersebut tidak menyentuhnya sama sekali. Setelah beranjak siang, baru ia mulai bisa melihat, binatang apa yang ada dalam ruangan.

Binatang buas tersebut adalah singa yang ia selamatkan beberapa hari yang lalu. Singa tersebut ternyata peliharaan kesayangan milik raja. Pemuda tersebut lantas bertanya “kenapa kau tidak mematuhi perintah raja untuk memangsaku wahai singa?. Singa tersebut kemudian menjawab “Mana mungkin aku menyakiti orang yang telah berjasa menolong dan menyelamatkan ku”.

CONTOH CERITA FANTASI PANJANG

Judul: Legenda Dewi Bulan

Bulan Jelita adalah anak dari sepasang petani miskin yang tinggal di pedesaan. Karena sangat miskin, tidak ada yang peduli dengan keluarganya. Bulan jelita memiliki penyakit kulit yang aneh di wajahnya sehingga menyebabkan kulitnya menghitam dan kusam. Jika tidak mengenalnya sebelumnya, orang-orang akan mengira ia adalah monster atau jelmaan hewan yang sangat buruk rupa.

Masyakat di desa itu sangat takut terhadap Bulan jelita dan karena selain wajahnya yang seram juga takut tertular penyakit Bulan Jelita. Warga desa selalu mencibir dan mencemooh Bulan karena wajahnya yang tampak menyeramkan. Untuk menutupi wajahnya, ketika hendak keluar rumah, Bulan Jelita selalu menutup wajahnya agar penduduk desa tidak jijik ketika berpapasan dengannya.

Di suatu malam, Bulan Jelita bermimpi bertemu dengan seorang pangeran tampan dan sangat ramah. Setelah mimpi tersebut, Bulan Jelita selalu memikirkan wajah tampan dan tingkah laku pangeran sehingga Bulan Jelita sangat mengharapkan kehadiran pangeran tersebut di dunia nyata. Keinginannya yang kuat itu membuat Bulan Jelita selalu memimpikan pangeran setiap malamnya.

Suatu hari, bulan Jelita menceritakan mimpinya kepada sang ibu dan mengungkapkan keinginannya untuk bertemu dengan sang pangeran tampan. Sang ibu yang merasa anaknya tidak pantas untuk bertemu pangeran lantas berujar “Sudahlah Bulan anakku, kau tidak pantas bertemu pangeran. Lupakan saja mimpimu itu. Itu tidak akan menjadi kenyataan dan jangan pernah bercerita kepada tetangga”.

“Ibu sungguh tidak ingin menyakiti perasaanmu anakku, ibu hanya tidak ingin anak gadis ibu satu-satunya kecewa dan menjadi bahan olok-olokan tetangga” lanjut sang ibu sembari mengusap kepala Bulan. Bulan pun sebenarnya menyadari bahwa mimpi tersebut terlalu mustahil dan terlalu tinggi untuk bisa terwujud apalagi melihat raut wajah Bulan Jelita, tentu saja pangeran akan takut melihatnya.

Malam berikutnya, Bulan Jelita termenung dan melamun menghadap langit yang ditaburi bintang berkilau yang mengelilingi bulan sebagai sumber cahaya keemasan yang sangat indah dan mempesona. “Sungguh pemandangan yang sangat cantik, andai saja aku secantik bulan”, gumam Bulan Jelita. Seketika saja Bulan Jelita teringat akan Dewi Bulan, yaitu Dewi yang menghuni bulan.

Konon katanya Dewi Bulan adalah Dewi yang memiliki paras cantik dan rupawan. Kecantikannya lah yang membuat bulan terus bersinar. Setiap orang tua mengharapkan anak perempuannya memiliki kecantikan dan keanggunan seperti Dewi Bulan. Tidak terkecuali dengan orang tua Bulan Jelita sehingga ketika Bulan Jelita lahir, orang tuanya memberi nama yang sama dengan Dewi Bulan.

Selain cantik, Dewi Bulan merupakan Dewi yang sangat cantik, baik dan penyayang. Dia seringkali turun dan berkunjung ke bumi untuk membantu manusia yang sedang mendapat masalah dan mengalami kesulitan hidup. Bulan Jelita sangat ingin bertemu dengan Dewi Bulan dan meminta agar wajahnya dapat secantik wajah Dewi Bulan atau wajahnya bisa cantik kembali seperti dahulu.

Bulan Jelita kemudian menyadari bahwa Dewi Bulan hanyalah sebuah cerita dongeng yang sering diceritakan orang tua kepada anak perempuannya danmengharapkan anak perempuannya kan secantik wajah Dewi Bulan kelak. Dengan perasaan bersedih, Bulan Jelita kemudian mengubur harapannya untuk bertemu Dewi Bulan, apalagi memiliki wajah cantik seperti wajah Dewi Bulan.

Sebenarnya, Bulan Jelita adalah gadis desa yang memiliki hati lembut, penyabar, baik hati, dan senang membantu orang lain. akan tetapi, warga desa tidak ingin pekerjaannya dibantu Bulan Jelita karena takut tertular penyakit yang di derita Bulan Jelita. Di suatu sore, Bulan Jelita diminta oleh ibunya untuk menjenguk nenek tua yang merupakan salah satu tetangganya di desa tersebut.

Setelah menjenguk dan mengantar makanan sembari membantu dan merawat nenek tua, tak terasa hari semakin gelap dan sudah larut malam. Ketika hendak pulang, Bulan Jelita sangat kebingungan karena di luar sangat gelap dan tidak ada obor penerangan. Beberapa saat kemudian ribuan kunang-kunang muncul entah dari mana dan memancarkan cahaya terang yang bersinar di sekitar Bulan Jelita.

Kunang-kunang tersebut seolah menuntun dan menerangi Bulan Jelita untuk pulang. Setelah berjalan cukup jauh, akan tetapi rumah yang dituju tidak kunjung sampai. “Sepertinya ini bukan arah menuju rumahku?” gumam Bulan Jelita. Ribuan kunang-kunang tersebut ternyata menuntun Bulan Jelita masuk ke dalam hutan yang sangat lebat dan gelap gulita.

Bulan Jelita yang tampak panik kemudian mulai mencemaskan keadaan. “Jangan cemas Bulan Jelita, kami tidak akan menyakitimu, kami menuntunmu kesini karena kami akan membantumu menyembuhkan penyakitmu dan mengembalikan wajahmu seperti sedia kala” ujar salah satu kunang-kunang. Dengan perasaan cemas dan kini bercampur heran, lantas Bulan Jelita bertanya kepada kunang-kunang.

“Siapa kau kalian ini yang akan membuat wajah ku kembali cantik?”. “Kami adalah utusan Dewi Bulan. Kami diminta untuk membawamu kesini karena kau gadis baik hati”. Bulan Jelita kemudian menunggu di tepi danau di tengah hutan dengan perasaan tidak keruan, khawatir, takut, dan heran. Kunang-kunang yang tadinya menjadi penerang Bulan Jelita satu demi satu terbang ke langit dan menghilang.

Keadaan sekitar kembali menjadi gelap gulita sehingga tidak satupun benda dapat dilihat oleh Bulan Jelita. Beberapa saat kemudian secercah cahaya bulan berwarna keemasan turun dari langit. Cahaya bulan terpantul ke permukaan danau. Bayangan bulan pada danau tersebut kemudian perlahan berubah menjadi sesosok wanita dengan paras cantik dan anggun mengenakan jubah berwarna emas.

Dengan perasaan cemas dan takut, Bulan Jelita bertanya “ Si.. siapakah engkau wahai wanita cantik?”. “Aku adalah Dewi Bulan yang akan membantumu menyembuhkan penyakit yang menutupi kecantikan wajahmu”, jawab Dewi Bulan. Mendengar jawaban Dewi Bulan, Bulan Jelita kemudian merasa sangat senang luar biasa karena akhirnya bisa bertemu dan meminta Dewi Bulan membantunya.

“Kau adalah gadis yang baik dan penyabar Bulan Jelita, kau telah mendapatkan dan melewati banyak sekali ujian hidup dan aku mampu melewatinya tanpa putus asa dan tetap bersemangat. Bahkan kau tidak pernah membalas kejahatan orang lain kepadamu. Aku akan membantumu mengembalikan wajah cantikmu sebagai imbalan karena selama ini kau selalu bersabar” terang Dewi Bulan.

Dewi Bulan kemudian memberikan Bulan Jelita air suci yang mampu mengembalikan wajah cantik Bulan Jelita. Bulan Jelita kemudian menerima air di dalam sebuah kendi kecil yang diberikan Dewi Bulan. “Basuhlah wajahmu dengan air ini maka wajahmu akan kembali cantik” perintah Dewi Bulan. Perlahan, tubuh Dewi Bulan kemudian menghilang dalam bayangan pantulan cahaya bulan diatas danau.

Bulan Jelita kemudian segera membasuh wajahnya dan seketika ia tidak sadarkan diri. Setelah sadar, ia mendapati dirinya terbaring di atas ranjang di dalam kamarnya. Betapa terkejutnya Bulan jelita ketika menyaksikan wajahnya di depan termin sampai ia tidak menyadari bahwa yang berada di depan cermin adalah dirinya. Wajahnya cantik, lembut, dan bersinar bagai cahaya bulan.

Sang ibu yang melihat wajah Bulan Jelita lantas terkejut dan tidak percaya bahwa yang berada di hadapannya adalah putrinya. Kini, Bulan Jelita menjadi gadis paling cantik di desanya. Semua orang mengagumi kecantikan Bulan Jelita hingga akhirnya pangeran yang ada dalam mimpi Bulan Jelita mendengar kabar bahwa ada seorang gadis desa yang memiliki wajah jelita dan baik hati.

Pangeran kemudian mendatangi Bulan Jelita karena ingin mengetahui lebih dalam tentang gadis itu. Karena kecantikan dan kebaikan Bulan Jelita, akhirnya pangeran jatuh cinta dan memilih untuk menikahi Bulan Jelita. Pangeran dan Bulan Jelita hidup bahagia bersama dan melahirkan putra putri yang cantik dan tampan. Meski demikian, Bulan Jelita tetap rendah hati dan tidak berbangga diri.

Baca : Cerita Inspiratif

CONTOH CERITA FANTASI CINDERELLA

Judul: Cinderella

Di sebuah rumah di dekat sungai, hiduplah sepasang suami istri yang memiliki satu anak bernama Cinderella. Beberapa tahun kemudian, sang istri meninggal dunia karena sakit dan sang ayah yang merupakan pedagang kaya selalu bekerja ke luar kota. Cinderella biasanya akan sendiri di rumah menunggu ayahnya pulang. Cinderella adalah anak yang baik dan terbiasa membantu orang tuanya.

Melihat Cinderella selalu sendiri dan khawatir terjadi apa-apa bila meninggalkannya terus menerus, akhirnya sang ayah memilih menikah lagi dengan perempuan bernama Lady Tremaine yang telah memiliki 2 anak perempuan yaitu Anastasia Tremaine dan Drizella Trimaine. Ayahnya berharap wanita itu bisa mengasihi dan merawat Cinderella ketika ia meninggalkan Cinderella ke luar kota.

Namun sayangnya, ibu dan kedua kakak tirinya ternyata memiliki sifat yang sangat terbalik dengan harapan ayah Cinderella. Mereka selalu memperlakukan Cinderella selayaknya pembantu yang melayani mereka jika ayah Cinderella pergi dan berpura-pura baik hati ketika ayah Cinderella pulang. Mereka mengancam Cinderella jika melaporkan pada ayahnya, maka mereka tidak segan-segan membunuhnya.

Cinderella yang penurut setiap harinya terpaksa melayani segala kebutuhan ibu tiri dan kedua kakak tirinya. Mulai dari mempersiapkan makanan, merapikan rumah, mencuci pakaian, mencuci piring, hingga merawat kebun. Cinderella berusaha menikmati setiap waktu dalam hidupnya. Ketika membersihkan kebun biasanya Cinderella akan ditemani dengan kupu-kupu cantik yang tinggal disana.

Setiap kali mencuci pakaian di luar, atau memasak, Cinderella akan ditemani burung-burung yang berkicau seolah menyanyikan lagu indah. Cinderella tumbuh menjadi gadis lembut, baik hati, cantik, dan penyayang terhadap binatang. Di suatu hari, Cinderella mendapat kabar bahwa ayah tercintanya meninggal ketika perjalanan ke luar kota. Betapa sedihnya Cinderella kala itu harus kehilangan ayahnya.

Selain telah kehilangan satu-satunya orang yang akan menyayanginya, Cinderella juga mendapat perlakuan yang lebih buruk karena ibu tiri dan kedua kakak tirinya semakin semena-mena kepadanya. Terlebih lagi harta beserta rumah jatuh ke tangan ibu tirinya. Cinderella seolah diperlakukan bukan sebagai anak tiri lagi melainkan sebagai seorang pembantu di rumahnya sendiri.

Pada suatu hari, tersebar berita undangan kepada seluruh rakyat bahwa raja akan menyelenggarakan pesta dansa sekaligus sebagai momen untuk memilihian sang putra mahkota seorang permaisuri. Nantinya pilihan terbaik tersebut akan di persunting lalu dijadikan istri oleh sang pangeran Charming. Semua rakyat merasa gembira dan mempersiapkan gaun terbaik serta berdandan secantik mungkin.

Cinderella ingin sekali menghadiri pesta tersebut dan meminta izin kepada sang ibu tiri “Ibu, bolehkah aku menghadiri pesta pangeran Cahrming tersebut?” dengan nada sedikit membentak sang ibu tiri berkata “Tentu saja tidak boleh, pekerjaanmu sangat banyak, kau tidak boleh meninggalkan rumah sebelum seluruh pekerjaanmu selesai” jawab ibu tiri yang menandakan ketidak setujuan.

“Lagi pula kau tidak memiliki gaun cantik Cinderella, mana mungkin pangeran dan raja mengizinkanmu masuk ke dalam istana. Istana hanya untuk orang-orang cantik, wangi, dengan pakaian indah” lanjut Anastasia. “Bermimpilah sebelum bisa masuk ke pesta dansa Cinderella, kau sama sekali tidak pantas bergabung bersama para bangsawan di sana” tukas Drizella.

“Tapi apakah jika pekerjaan rumah aku selesaikan lebih dini, apakah aku bisa mengikuti pesta dansa ibu?” sanggah Cinderella. Sang ibu tiri kemudian berpikir sejenak dan memanfaatkan kesanggupan Cinderella mengerjakan segala pekerjaan rumah dalam waktu seharu tersebut. Lady Termaine lalu memberikan daftar pekerjaan yang harus dilakukan Cinderella sedari pagi.

Cinderella mulai mengerjakan pekerjaan rumah sementara ibu tiri dan kedua kakak tirinya sibuk mempersiapkan diri untuk pesta nanti malam. Melihat beberapa pekerjaan Cinderella mulai selesai, menjelang sore, kedua kakak tirinya meminta Cinderella untuk membantu mereka berdandan dengan alasan agar Cinderella lebih lambat dalam mengerjakan pekerjaan rumah.

Benar saja, hari mulai malam dan ibu serta kedua kakak tiri Cinderella sudah bersiap untuk berangkat ke pesta. “Apakah aku sudah boleh berdandan ibu, segala pekerjaanku telah selesai” tanya Cinderella. “tentu saja belum, kau belum memisahkan se karung biji kedelai yang tercampur kerikil. Ternyata ketika Cinderella sibuk membantu kedua kakak tirinya, sang ibu mencampurkan kedelai dengan kerikil.

Dengan sabarnya, Cinderella kemudian memungut satu persatu biji kedelai yang tercampur kerikil. Sementara kedua saudara tiri dan ibu tirinya berangkat menuju pesta dansa. Di tengah pekerjaannya, seoang peri datang menghampiri Cinderella dan meminta kepada para burung untuk membantu Cinderella. Betapa terkejutnya Cinderella ketika mengetahui adanya sosok peri yang membantunya.

Peri yang baik hati tersebut selama ini diam-diam membantu Cinderella tanpa se-pengetahuannya. Cinderella kemudian menceritakan segala yang dirasakan dan keinginannya untuk menghadiri pesta dansa. Karena merasa iba kepada Cinderella, kemudian dimintanya Cinderella untuk mengumpulkan 6 buah tikus, sebuah labu, dan seekor kadal.

Cinderella hanya menuruti keinginan peri lalu setelah semuanya terkumpul, peri mengubah tikus menjadi kuda putih yang menarik kereta, labu diubah menjadi gerbong kereta kencana, dan kadal diubah menjadi penarik kereta. Tak lupa peri juga mengubah gaun Cinderella dengan gaun pesta yang sangat anggun berwarna biru gemerlapan dan memberinya sepasang sepatu kaca yang cantik.

Sebelum berangkat ke pesta dansa, peri berpesan agar Cinderella pulang sebelum tepat jam 12 malam karena kekuatan dari sihir peri akan hilang setelah lewat jam tersebut. Cinderella lalu pergi ke pesta dansa dengan mengendarai kereta kencana. Setiba di istana, semua mata memandang ke arah Cinderella yang cantik jelita. Mereka belum pernah melihat gaun dan wajah secantik ini sebelumnya.

Kecantikan Cinderella berhasil mencuri perhatian pangeran Charming yang kemudian memilih berdansa dengan Cinderella setelah beberapa wanita cantik lainnya termasuk kedua kakak tiri Cinderella di tolak. Setelah berdansa beberapa lama, Cinderella terlena dan melupakan pesan ibu peri. Ketika jam menunjukkan pukul 12 malam, Cinderella terkejut dan segera melarikan diri meski di cegah pangeran.

Cinderella terus berlari diikuti dengan menghilangnya kekuatan sirih ibu peri. Kuda putih seketika berubah menjadi tikus, penarik kuda berubah menjadi kadal, dan kereta kencana berubah menjadi labu. Pakaian indah Cinderella pun berubah menjadi pakaian lusuh dan compang camping. Setelah berlari melewati tangga, sialnya sepatu kaca bagian kiri Cinderella terlepas dan tidak sempat kembali di ambil.

Pangeran yang berusaha mencegah Cinderella pergi kemudian menemukan bagian kiri dar sepatu kaca yang terlepas dan menyimpannya, sedangkan Cinderella yang telah tiba di rumahnya menyimpan sepatu kaca bagian kanan di dalam kamarnya. Beberapa hari kemudian istana mengadakan sayembara, barang siapa yang kakinya sesuai dengan sepatu kaca tersebut, maka ia adalah putri yang dicari pangeran.

Seluruh anak gadis di negara itu mencoba sepatu kaca, namun tidak satupun yang sesuai dengan kaki mereka. Hingga pangeran dan pengawalnya tiba di salah satu rumah di tepi sungai milik Lady Termaine, ibu tiri Cinderella.

Kedua kakak tiri Cinderella mencoba sepatu kaca namun sialnya kaki mereka tidak pas dengan sepatu tersebut. “Apakah anda tidak memiliki putri lagi Lady Termaine, aku dengar kau memiliki 3 putri” tanya salah satu pengawal kerajaan kepada ibu tiri Cinderella.

“Maksud anda Cinderella, dia adalah putri tiri ku, tapi tidak mungkin dia pemilik sepatu kaca karena dia waktu itu tidak menghadiri pesta dansa tuan” jawab ibu tiri Cinderella. “Tapi Cinderella adalah gadis terakhir di negeri ini dan belum mencoba sepatu kaca ini, panggilkan dia” balas pangeran Charming. Cinderella pun keluar dari kamarnya dengan perasaan cemas bercampur bahagia.

Kemudian Cinderella memasukkan kaki kirinya ke dalam sepatu kaca dan betapa terkejutnya seluruh orang yang menyaksikan bahwa kaki Cinderella sesuai dengan sepatu kaca tersebut. Cinderella kemudian berlari dan mengambil pasangan lain dari sepatu tersebut dan mengenakan keduanya. Seketika keajaiban terjadi, Cinderella kembali berubah menjadi putri yang selama ini di cari pangeran.

Pangeran kemudian membawa Cinderella ke istana dan menikah dengannya. Cinderella lalu hidup bahagia di dalam istana dan meninggalkan keluarga tirinya yang selama ini memperlakukannya dengan kejam dan jahat. Meski telah menjadi putri kerajaan, Cinderella tetap rendah hati dan tidak sombong serta tidak membalas perlakuan buruk saudara dan ibu tirinya.

Baca : Cerita Dongeng

CONTOH CERITA FANTASI ANAK

Judul: Elisa dan tiga butir jagung emas

Di sebuah gubuk tua, tinggallah seorang gadis bernama Elisa bersama ibu dan adiknya. Ayahnya telah meninggal sehingga tulang punggung keluarga hanyalah ibunya. Elisa harus putus sekolah karena ibunya sudah tidak sanggup membiayai sekolah Elisa. Untuk membantu ibunya, Elisa bekerja pada tetangganya yang memiliki rumah besar. Pada suatu pagi ketika hendak bekerja Elisa melihat kakek tua.

Kakek tua itu tampaknya sangat lelah dan tersungkur di jalan. Kakek itu lalu meminta tolong dan Elisa segera membantu kakek tersebut. Elisa kemudian mengobati luka kakek sembari berbincang. Kakek menanyakan tentang hidup Elisa dan Elisa menceritakan semuanya. Setelah cukup beristirahat Elisa menawarkan untuk mengantar si kakek akan tetapi kakek tua menolak dan memberikan sepotong kain.

Di dalam sepotong kain yang diberikan kakek tua, terdapat 3 butir jagung berwarna emas. Kakek tua berpesan bahwa jagung ini adalah jagung ajaib. Jika ditanam dengan ikhlas dan sabar maka akan membuahkan hasil yang memuaskan. Elisa berterimakasih dan melanjutkan perjalanan untuk bekerja. Setelah pulang, Elisa menceritakan kejadian dan jagung emas kepada sang ibu.

Sang ibu lalu meminta Elisa untuk menanam jagung tersebut di belakang rumah. Setiap pagi Elisa menyiram jagung dan siangnya ibunya membantu merawat jagung tersebut. Setelah jagung tersebut tumbuh, betapa terkejtnya Elisa ketika hendak memasak jagung tapi seluruh biji jagung terbuat dari emas. Elisa kemudian menceritakan kepada sang ibu. Keduanya berencana menjual jagung emas itu.

Jagung emas tersebut selalu berbuah satu buah dalam seminggu sehingga keluarga Elisa kini hidup sejahtera. Setelah merasa serba cukup, hasil panen jagung lainnya kemudian dia bagikan biji jagung emas tersebut kepada tetangga dan orang miskin agar bisa menikmati hasil jagung tersebut. Meski sudah merasa cukup, namun Elisa masih selalu berbaik hati dan senang membantu sesama.

CONTOH CERITA FANTASI PENDEK

Judul: Sepasang Saudara penyihir

Di sebuah desa yang damai, hiduplah dua saudara kembar yang memiliki kekuatan sihir. Mereka adalah Niko dan Arko. Meski merupakan saudara kembar, namun watak keduanya sangat berbeda drastis. Niko sangat sombong dan angkuh serta Arko merupakan anak yang baik hari. Niko memiliki keistimewaan yaitu menguasai sihir lebih banyak sehingga dengan sombongnya selalu memamerkan kemampuannya.

Arko yang merupakan kakak dari Niko selalu melarang adiknya untuk memamerkan kekuatannya kepada teman-temannya atau menggunakan sihir dengan sembarang. Akan tetap Niko selalu mengelak dan mengatakan bahwa Arko iri dengan kemampuan sihir Niko. Sikap Niko justru semakin menjadi-jadi, diubahnya semua benda di sekelilingnya menjadi batu termasuk hewan ternak milik keluarganya.

Arko terus menasihati si adik tapi tetap saja Niko yang keras kepala dan angkuh merasa bahwa dirinya paling kuat dan hebat hingga seluruh benda di dalam rumahnya diubah menjadi batu. Ada satu benda yang belum diubah, yaitu cermin. Niko yang membacakan mantera kemudian berniat mengubah cermin menjadi batu ternyata terbalik ke arahnya. Mantera tersebut ternyata terpantul ke arah Niko.

Niko akhirnya berubah menjadi batu. Melihat keadaan kakaknya, Arko memberitahukan guru sihir kemudian meminta bantuannya untuk membebaskan sang kakak dari sihir yang diperbuat sendiri. Namun guru sihir tidak bisa membantu karena mantera itu bersifat abadi dan hanya bisa di ubah oleh orang yang memiliki telah membacakan mantera sihir mengubah benda menjadi batu.

Baca : Cerita Horor

CONTOH CERITA FANTASI IKAN EMAS

Judul: Ikan Emas

Di tepi desa di dekat sungai, hiduplah keluarga yang terdiri dari dua orang anak perempuan dan ibunya yang janda. Ayahnya sudah lama meninggal dan ibunya sakit-sakitan. Kedua anak tersebut bernama Ninda dan Andini. Keduanya memiliki sifat yang sangat bertolak belakang. Andini yang merupakan anak tertua memiliki sifat sombong dan keras kepala serta selalu membangkang perintah orang tuanya.

Sedangkan Ninda merupakan adik Andini yang memiliki sifat ramah, sabar, lemah lembut dan selalu menaati orang tua. Sepulang sekolah, Ninda selalu membantu ibunya merapikan dagangan ibunya setelah pulang dari pasar. Ninda juga sangat rajin membantu segala pekerjaan rumah. Ninda kasihan kepadaibunya yang telah lelah bekerja dan harus melakukan segala pekerjaan rumah yang berat.

Sedangkan Andini, kakaknya sangat sombong dan pemalas. Sepulang sekolah, Andini langsung bermain dengan teman-temannya. Ia tidak mau membantu ibunya apalagi membantu pekerjaan rumah. Pakaiannya pun dicucikan oleh Ninda. Andini hanya pulang ke rumah ketika lapar dan meminta uang kepada ibu. Meski demikian, Ninda tidak pernah mengeluh akan sifat kakaknya itu.

Pada suatu hari minggu, Ninda diminta oleh ibunya untuk mencari ikan di sungai dekat rumahnya sebagai lauk makan siang. Ninda yang kala itu berangkat sendiri kemudian mulai memancing ikan di sungai dengan peralatan seadanya. Tak lama kemudian, kail Ninda di tarik oleh seekor ikan. Ninda terkejut karena ikan yang di dapat merupakan ikan besar dan berwarna emas.

Ninda akhirnya memutuskan untuk membawa pulang ikan tersebut dan menceritakan betapa indahnya ikan tersebut kepada ibunya. Ninda berencana untuk tidak memasak ikan tersebut dan memeliharanya hingga lebh besar. Ibu Ninda kemudian menyetujui keinginan anaknya untuk memelihara ikan yang baru saja ditangkapnya. Ninda meletakkan ikan pada bak air kemudian pergi mencari makanan lainnya.

Setelah pulang, Ninda terkejut karena di sekitar bak tempat ikat di letakkan terdapat 2 buah sisik emas yang terkelupas dari tubuh ikan. Ninda kemudian memberitahukan ibunya lalu berencana menjual sisik emas tersebut. Ternyata memang benar, sisik tersebut adalah emas dan dapat dijual. Akhirnya Ninda dan ibunya menjual sisik emas tersebut dan uangnya dipakai untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Ikan tersebut terus mengeluarkan sisik emas selama seminggu sekali tanpa se-pengetahuan Andini. Andini yang mulai curiga karena rumahnya selalu terisi makanan enak dan barang baru akhirnya bertanya. “ Darimana kalian mendapatkan semua ini”. “Semua adalah rizki titipan Tuhan” jawab ibunya. Sang ibu lalu berpesan agar Andini tidak membuang atau menyakiti ikan peliharaan Ninda.

Pada suatu hari, Ninda dan ibunya belum pulang dari pasar, sedangkan Andini sudah merasa sangat lapar karena baru pulang bermain. Melihat tudung makanan serta bakul nasi yang kosong, Andini merasa kesal dan marah. Ia kemudian mencari-cari makanan sambil membanting barang-barang di dapur. Andini akhirnya melihat ikan emas peliharaan Ninda di dalam bak di dekat dapur.

Andini yang sedang kelaparan dan kesal karena ibu dan adiknya tidak menyiapkannya makan langsung mengambil ikan emas tanpa mempedulikan pesan dari sang ibu untuk tidak menyakiti ikan emas tersebut. Andini kemudian memotong ikan emas dan menggorengnya lalu dimakanlah ikan emas ajaib yang telah memberikan kesejahteraan kepada keluarga tersebut.

Setelah pulang dari pasar, Ninda dan ibunya sangat terkejut melihat dapur yang beratakan serta tulang belulang ikan diatas meja makan. Ninda kemudian melihat bak dimana ikan emasnya diletakkan, ternyata ikan emas tersebut sudah tidak ada. Ninda kemudian menyadari bahwa tulang belulang diatas meja makan merupakan duri dari ikan emas kesayangannya telah di makan oleh sang kakak.

Ninda kemudian menangis dan sembari menguburkan sisa duri dari ikan emas tersebut. Setelah Andini pulang, ibunya langsung menanyakan perihal ikanemas milik adiknya. Dengan santai Andini menjawab “Sudah ku masak, karena kau lapar dan kalian tidak memasak untukku hari ini”. Mendengar keangkuhan anaknya, ibunya merasa sedih dan terpukul karena sifat anak sulungnya itu.

Kini ikan emas yang telah memberikan kesejahteraan pada keluarga tersebut telah hilang. Andini semakin kesal setiap harinya karena harus kembali hidup serba pas-pasan dan memakan makanan seadanya. Seandainya saja ia bisa menunggu sebentar saja dan mendengar pesan ibunya, pastilah keluarga mereka akan tetap sejahtera.

SHARE