15+ Contoh Puisi Tentang Pergantian Tahun (Tahun Baru)

Contoh Puisi Tentang Pergantian Tahun (Tahun Baru) – Tahun baru adalah berahirnya tahun yang telah berjalan dan dimulainya tahun yang mendatang, pada hari tahun baru biasanya seseorang mengadakan sebuah pertemuan-pertemuan serta kegiatan yang dengan kata lain disebut merayakan tahun baru. Akan tetapi perlu kita menginstrifeksi diri pada tahun baru ini, seberapa banyak kebaikan yang telah kita perbuat ditahun yang sudah meninggalkan kita?? atau sudah berapa banyak keburukan-keburukan yang telah kita perbuat. Dengan begitu diharapkan ditahun yang mendatang ini dapat merubah pola fikir kita untuk dapat selalu berusaha lebih baik disetiap tahun yang mendatang.

Baca Juga:

Contoh Puisi Untuk Sahabat
Puisi Untuk Ibu
Puisi Islami yang Sangat Menyentuh Hati
Kumpulan Puisi Karya Taufik Ismail yang Melegenda

Puisi Tentang Pergantian Tahun (Tahun Baru)
Source: google

Kembali ke pokok pembahasan kita ya tentang puisi pergantian tahun (tahun baru), pasa kesempatan kali ini penulis akan memberikan contoh puisi tahunun baru 1 januari. berikut contohnya…

Contoh Puisi Tahun Baru 1 Januari

Judul Puisi : Tahun Baru

Menapak hari-hari di tahun baru
Jadikan perjalanan mendatang
Indah berseri-seri
Lebih baik dari masa yang telah silam
Adapun hari esok yang kita jelang
Lebih bermakna dari hari ini
Yang segera kita tinggalkan

Jangan lagi terpancang di masa lalu
Pandang penuh gairah langit yang cerah
Jangan ratapi mendung kelabu
Akhiri segenap keluh kesah

Ambil hikmahnya segala peristiwa
jadikan kaca benggala
Jangan sampai kegagalan dan duka nestapa
Membersamai kita selamanya

Saat di tahun baru ini
Kita berbenah
Memperbaiki dan menyempurnakan
Segenap karya dan hal-hal yang kita kerjakan
Lebih dekatkan hati pada Ilahi
Khusyuk dalam ibadah memperdalam iman
Tawaduk di hadapan sesama insan
Menjadi manusia lebih manusiawi


Judul Puisi : Ingat dan Waspada Mensyukuri Hari-Hari

Bersama kalender yang memandang kita
Menapaki perjalanan hari-hari lampau, dan mendatang
Senantiasalah kita ingat dan waspada, jangan sampai lalai
Jangan sampai hanyut di arus deras ke lautan penuh limbah
Yang panas membakar
Yang hanya fana, semua, dan menipu
Ingat dan waspada, karena dengan berpegang teguh
Pada manajemen kalbu yang prima
Kan kita jelang kebahagiaan dan keberuntungan

Kita tinggalkan tahun-tahun kelam, kita masuki tahun-tahun cemerlang
Maka puji kehadirat Allah Mahakasih Mahasayang jangan lupa
Mari membaca kembali perjalanan penuh liku deru dan batu sandung
Deru campur debu kerikil tajam bercuatan di hari bersaput mendung
Jadikan semua itu lebih mendewasakan bagi langkah-langkah kedepan

Berbahagialah mereka yang arif membaca sejarah
Diri sendiri
Untuk tidak mengulang membubuhkan flek-flek noda
Di hati, karena beraninya menikamkan pisau-pisau dosa dan khianat
Di tubuh semama

Menjadi insan yang kehilangan
Cinta dan setia, kasih sayang dan kelembutan
Maka diperjalanan mendatang luruslah senantiasa
Menanti jalan cahaya. Memegang teguh amanah

Berwasiat tentang kebenaran dengan penuh kesabaran dan kesadaran
Imam dan amal salih menjelma ruh yang yang menghidupkan tubuh
Penuh rasa syukur tak pernah mengeluh
Agar hidup tak terjeblos ke gua kegelapan
Dicahayai lentera hati dian nan tak kunjung padam


Judul Puisi : Selalu Ingat dan Waspada

Hendaklah selalu ingat dan waspada
Jangan sampai terbuai di ombak lalu
Terhangat-hangat di arus lupa
Jangan mudah tergiur, terkejut, terkagumi
Seperti membaca untung malah beruntung

Hendaklah penuh kesadaran dan kesabaran
Iman senantiasa terjaga
Cerita suci mulia menjadi cahaya yang membimbing langkah
Supaya hidup sehat senantiasa dan penuh berkah
Hidup adalah mengarah teramat indah
Maka niat syukuri adanya
Dengan kekuatan, kekhusyukan, ketawadukan
Kasih sayang dan pikiranya

Rawat amanat tulus setia maka jangan punah
Janganlah meninggalkan Tuhan dan kebenaran
Untuk sekedar bersikaplah dengan dunia
Yang figur mencintai, hanya memperburuk dan mendekatkan

Maka tetaplah dapat dan waspada
Hati berjenis, setiap sabar dan sadar
Tetap bertahan segala cuaca tabah menjalani

Di tengah hujan dan prakara
Tidak berjenjang walau hidup terbanting
Dalam kehidupan penuh gelombang
Terguncang saja ini bahtera
pada sampai kesan dan tenggelam

Itulah beberapa contoh puisi mawas diri di tahun baru, puisi dapat kamu gunakan pada saat pergantian malam tahun baru, atau lomba puisi tahun baru. Semoga bermanfaat.