10+ Khotbah Kenaikan Yesus Ke Surga Terbaik 2020

Peran Perempuan Dalam Karya Keselamatan Yesus

Bahan Alkitab : Markus 16:9-20

Jemaat yang dikasihi Tuhan

Kenaikan Yesus ke Surga menandai akhir kebersamaan Yesus secara fisik dengan murid-murid-Nya di dunia ini. Secara fisik Ia bersama dengan mereka, dapat dilihat dan dekat dengan mereka. Mengakhiri kebersamaan ini Yesus memberi tugas kepada murid-murid disertai otoritas (kuasa) untuk melaksanakannya.

Markus 16:9-20 memperlihatkan bahwa Yesus yang telah bangkit dan menampakkan diri kepada para murid semakin ditegaskan otoritasnya sebagai yang telah menang ketika Ia diangkat  ke Surga. Dia yang bangkit, Dia jugalah yang naik ke Surga. Sebelum naik ke Surga Yesus yang berkuasa dan menang, memberi penugasan kepada murid-murid-Nya.

Penugasan yang disampaikan dalam ayat 15-18 menyatakan bahwa kuasa yang akan menyertai murid-murid untuk memberitakan Injil adalah mereka akan mengusir setan-setan, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, (ayat 17) mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh (ayat 18). Orang Kristen dan Gereja ada, bukan saja untuk menikmati keselamatan dari Tuhan Yesus, melainkan menjadi saksi-saksi Kristus (ayat 15). Sebagai saksi-saksi Kristus murid-murid-Nya diperlengkapi dengan kuasa. Tanda-tanda (Yun., semeion) ini, yang dilakukan oleh murid Kristus yang sejati, menegaskan bahwa pesan Injil itu benar, bahwa Kerajaan Allah telah datang ke dunia dengan penuh kuasa dan bahwa Kristus yang bangkit dan hidup itu kini ada bersama-sama dengan para pengikut-Nya dan bekerja melalui mereka (ayat 20).

Pemberian kuasa kepada murid-murid yang akan memberitakan injil memberi keyakinan bahwa ada kuasa yang akan menyertai mereka yang diutus sebagai saksi-saksi-Nya. Dalam Mazmur 47 ayat 6-10 kita membaca nyanyian sorak-sorai ketika Allah naik diiringi bunyi sangkakala (ayat 6) karena kenaikan-Nya adalah untuk memerintah sebagi raja atas bangsa-bangsa dan bersemayam di atas tahta-Nya yang kudus (ayat 9). Ia naik ke Surga dan duduk di sebelah kanan Bapa mengartikan bahwa Dia yang telah naik, sekarang memerintah bersama-sama Bapa di Surga.

Hari kenaikan adalah hari penobatan dan pelantikan Yesus sebagai Raja. Raja yang berkuasa di bumi dan di Surga. Pelantikan Yesus Kristus sebagai raja adalah momen yang harusnya menjadi kebanggaan umat kristiani, sehingga harus disambut dengan antusias (semangat). Sebagai ibu-ibu, coba bayangkan bagaimana antusiasme kita menyambut sebuah acara pelantikan. Pelantikan sebagai kepala sekolah, lurah, camat, kepala dinas, kepala daerah, dll, banyak yang kita siapkan secara antusias. Betapa tidak, ini moment yang luar biasa. Semua ingin hadir untuk menyaksikannya.

Lalu bagaimana dengan pengukuhan Yesus sebagai Raja dan juga pemberian tugas kepada gereja selaku utusan-Nya? O, antusiasme kita tidak seperti melaksanakan acara-acara pelantikan di sekitar kita. Banyak gedung gereja terkesan biasa saja, masih dengan ornamen Paskah 40 hari yang lalu, tidak penuh seperti  hari-hari raya gereja lainnya. Padahal ini acara besar, ini hari penobatan Yesus karena Dia disambut  di Surga, sempurna sudah semua karya-Nya di bumi. Nyanyian malaikat menyambut Dia di Surga sebagaimana KJ 223 “Nyanyian Malaikat Nyaring Bergema” (yang terinspirasi dari Mazmur 47), tetapi gereja seperti tak bergeming. Padahal ini bukan hari libur biasa. Libur pada hari Kenaikan Yesus menandakan bahwa peristiwa ini mendapat pengakuan secara nasional dan disebut sebagai hari raya. Ironis memang, umat kristiani yang harusnya merasakan penghargaan ini malah mengatur jam ibadah di gereja menyesuaikan dengan acara libur keluarga masing-masing, dengan alasan memberikan kesempatan bagi yang ingin berwisata. Padahal pokok ibadah kita adalah pelantikan Yesus. Setelah Dia bangkit dan menang inilah hari pelantikan dan penobatannya sebagai Raja. Yesus Kristus Kristus yang bangkit mengalahkan dosa dan maut, naik ke Surga, memerintah atas Surga dan bumi bahkan menjamin hidup kekal bagi kita di Surga bersama-Nya. Hari kenaikan Yesus juga mengukuhkan kita sebagai gereja yang telah menerima penugasan pemberitaan Injil yang disertai otoritas dari Dia yang bangkit dan naik ke Surga.

Jemaat Tuhan,

Di Gereja Masehi Injili di Minahasa, Hari Kenaikan Tuhan Yesus Kristus ke Surga adalah juga Hari Persatuan Wanita Kaum Ibu GMIM. Dalam bacaan ini kita kembali diingatkan akan peranan kaum perempuan dalam memberitakan karya keselamatan Yesus. Para perempuan, termasuk para pemberita mula-mula peristiwa kebangkitan Yesus yang menggembirakan itu. Kehadiran Wanita Kaum Ibu GMIM kiranya akan selalu membawa sukacita melalui kegiatan-kegiatan pelayanan yang dapat membawa seisi keluarga bahkan jemaat semakin taat kepada Tuhan.

Para perempuan mendapat  penugasan bersama (dengan kaum pria) dan  dengan semua orang percaya untuk memberitakan Injil  ke segala penjuru dan Tuhan turut bekerja meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda keselamatan yang menyertainya.

Wanita Kaum Ibu GMIM hendaklah menyambut hari Persatuan ini dengan semangat, seperti ketika terundang mengikuti pelantikan pejabat ataupun di kalangan gereja seperti peneguhan Pelsus. Kita masih mengingat bagaimana kita bersemangat waktu pelantikan itu, bukan? Ingatlah bagaimana kita begitu antusias waktu itu. Mengapa? Karena ada pemimpin baru yang dilantik, ada Pelsus yang diteguhkan, begitu besar rasa sukacita itu.

Setelah peristiwa kenaikan, Yesus duduk di sebelah kanan Bapa dan memerintah dari takhta kemuliaan-Nya di Surga. Kitalah yang akan menjadi utusan-utusan-Nya untuk memberitakan Injil kepada seluruh dunia.

Seperti para murid, hari ini kita memandang Dia yang naik ke Surga. Seperti para murid kita adalah orang-orang yang menanti-nantikan penggenapan janji-Nya bagi kita semua. Dalam kerinduan akan janji Tuhan maka ada hari Pentakosta, hari Ketuangan Roh Kudus yang telah membuktikan penggenapan janji-Nya.

Dengan hari kenaikan Tuhan Yesus kita semakin bersemangat memberitakan Injil karena Kristus yang kita beritakan telah dilantik sebagai Raja, Ia menang dan berkuasa atas Surga dan bumi. Selamat merayakan Hari Kenaikan Tuhan Yesus ke Surga. Amin.

TATA IBADAH YANG DIUSULKAN: HARI HARI RAYA KENAIKAN

NYANYIAN YANG DIUSULKAN:
Persiapan : NNBT No 6
Ses Tahbisan & Salam: KJ No. 242
Pengakuan Dosa & Berita Anugerah Allah: KJ No. 40
Ses Puji-pujian: NNBT No. 1
Persembahan: NKB No. 197
Penutup: KJ No. 247

ATRIBUT YANG DIGUNAKAN:
Warna dasar merah dengan simbol salib dan lidah api

Khotbah Pernikahan Kristen di Gereja Terbaru

Source: https://www.gmim.or.id/khotbah-hari-kenaikan-tuhan-yesus-29-mei-2014/

SHARE
Irwin Day

Lahir seorang besar dan tenggelam beratus ribu. Keduanya harus dicatet, keduanya dapat tempat - "Catetan Th. 1946" - Chairil Anwar