Konten Internet dari Masa ke masa

Saya mendirikan warnet pertama kali tahun 2000. Sebuah keisengan sebenarnya yang dilakukan bersama dua orang kawan sekantor waktu itu. Saya dan kawan-kawan menggunakan OS GNU Linux (distro SuSE) di desktop dan server. Sampai hari ini saya belum mendengar ada yang membuka Warnet (full) linux sebelum kami.

Tapi tulisan ini bukanlah membahas tentang OS, namun lebih kepada perkembangan konten-konten internet dari sejak tahun 2000 hingga sekarang. Konten-konten inilah sebenarnya yang mewarnai warnet-warnet. Dan dari sekian banyak konten-konten tersebut ada yang bertahan, ada juga yang meredup, ada juga yang tiba tiba bersinar dengan jumlah penggemar yang membludak.

Tahun 2000 – 2003

Konten yang paling menonjol di tahun ini adalah “IRC/Chatting”. Rasa-rasanya tidak afdol jika mengakses internet tanpa rame-rame di channel IRC. Cerita mengenai para hacker, kekasih, pencari kawan dan seterusnya mewarnai suka duka di IRC. Tak heran, karena chatting lewat IRC adalah cara untuk mengatasi kejenuhan menunggu halaman Yahoo Mail yang lama munculnya sebab di tahun 2000, akses internet 64 kbps adalah sebuah kemewahan. Jika sempat membaca-baca arsip milis awari, di tahun tahun tersebut sering sekali muncul topik mengenai IRC.

Google belum menjadi trend, namun Yahoo sudah menggunakannya sebagai basis pencarian. Yahoo messenger pun sudah mulai digemari namun belum seluas IRC. Ya, IRC masihlah favorit. Saya ingat, pernah juga punya account ICQ tapi rupanya tidak banyak orang Indonesia yang menggunakan ICQ sehingga konten ini akhirnya saya tinggalkan. Walaupun sebenarnya saya merasakan ngobrol lewat internet pertama kali adalah via ICQ.

Di sisi konten lokal, detik.com mulai terlihat sebagai konten yang digemari karena beritanya yang terkini. beberapa situs lain juga berusaha masuk seperti astaga.com.

Tahun 2003 – 2006

Seiring dengan membaiknya jalur data, maka konten pun semakin beragam. di tahun 2003-2006 boleh dikatakan transisi dari mulai menurunnya penggemar IRC dan meningkatnya pengguna Yahoo Messenger. antara 2003-2006 akan saya kenang sebagai tahun YM Conference Yahoo Mail tetaplah menjadi email pertama banyak pengguna internet (saya juga masuk golongan ini).

Google Mail mulai menampakan diri dengan memberikan eksklusifitas bagi beberapa account awal melalui sistem undangan. Saya termasuk beruntung, mendapatkan undangan tersebut. Friendster, sebuah konten bertema pertemanan menyeruak dan menjadi favorit banyak orang. Keberhasilan friendster menjadi pemicu munculnya berbagai konten pertemanan sosial.

Blog adalah konten yang mulai tumbuh secara pesat, saya tidak tahu pasti kapan munculnya fenomena blog ini, tapi saya sendiri mulai mencoba ikutan blogging di tahun 2004. Dan sekarang saya sudah lupa di situs apa saya memulainya. Walaupun sebenarnya menulis di internet sudah saya lakukan sejak pertama kali mengenal internet di tahun 97, namun kemudahan yang ditawarkan Blog sangat membantu saya fokus pada tulisan, bukan bagaimana mengatur tampilan. Mereka yang pernah punya web di geocities tentu merasakan hal yang sama.

Tahun 2006-2008

Inilah masa sekarang. Masa dimana kita akan memandang aneh jika ada yang mengajak chatting lewat IRC atau memberikan link geocities. Tapi kita akan maklum jika di sms mengajak chatting di Yahoo Messenger atau diberikan link ke sebuah blog di blogspot dan wordpress.com yang lagi ramai.

Chatting tidak harus lewat Yahoo Messenger. Ada Meebo, ada ebuddy, ada pidgin. Bahkan sebuah layanan microblogging seperti Plurk pun dapat dimanfaatkan untuk bercakap-cakap oleh para penggunanya.

Blog tetap berjaya. Walau ada yang meramalkan pudarnya popularitas blog, namun ternyata berkurangnya posting dari para blogger lama segera terisi oleh blogger-blogger baru dengan semangat yang tinggi. WordPress semakin populer sebagai basis blogging yang digemari. Di awal tahun 2000 kita kenal kalimat “so many web so little time“, sekarang sepertinya lebih pas “so many blog so little time”.

Friendster masih tetap digemari di antara sekian banyak situs pertemanan. Namun kehadiran Facebook cukup membuat friendster terlihat kuno. Dan saya juga cukup terkesima melihat begitu cepatnya jumlah kawan di Facebook meningkat dan bagaimana saya bisa bertemu dengan kawan-kawan yang sebelumnya tidak saya temui di Friendster.

Begitu cepat perubahan terjadi di ranah internet ini. Siapa sangka Google menjadi pemain yang sangat berpengaruh dan Yahoo dengan susah payah berusaha mengimbangi. Bagaimana dengan konten lokal? Boleh dibilang Blog lah konten lokal yang berkembang pesat. Konten yang berakar pada media tradisional (koran, majalah) juga telah menampilkan dirinya di internet. Kompas Grup adalah grup media yang terlihat sekali sebagai media yang berusaha mentransformasi dirinya (dan cukup sukses) ke internet sambil menjaga kredibilitas yang selama ini telah mereka dapatkan.

Bagaimana dengan Detik? Harus diakui bahwa detik adalah konten lokal yang (sangat) berhasil namun bukannya tanpa cacat. Saya mencatat beberapa kritik yang cukup tajam mengenai detik terutama yang berhubungan dengan akurasi berita. Tapi menurut saya, mungkin detik memang lebih memilih seperti itu sehingga unsur sensasinya terjaga. Kalau anda tidak senang, ya cukup jangan dibaca. Ini internet, andalah yang memilih apa yang anda ingin akses.

catatan: Jika tulisan ini tidak akurat, maklumi saja. Karena ditulis berdasarkan ingatan, bukan catatan