Menggunakan Linux sebagai Desktop Warnet

Mampukah Linux digunakan sebagai Desktop di Warnet?  Ini adalah pertanyaan yang paling sulit dijawab.  Untuk menjawabnya saya perlu waktu lama, itupun saya belum yakin benar sebelumnya akhirnya saya mendapatkan beberapa kisah sukses menggunakan Linux sebagai Desktop di Warnet.

Kita mulai dengan mereka yang sukses.  Mereka yang berhasil tersebut ada di:

– Makassar
– Semarang
– Banten

Mereka yang gagal?  Banyak.

Untuk yang gagal, alasannya terlalu banyak untuk disebutkan.  Namun rata-rata punya alasan yang sama: Linux tidak bisa bersaing di pasar warnet dengan Windows.

Namun, jika memang itu alasannya mengapa tetap ada yang berhasil?

Setelah mencari apa benang merah antara warnet-warnet yang ada di ketiga kota yang saya sebutkan diatas maka kesimpulannya adalah sbb:

Warnet-warnet yang sukses menggunakan Linux di Desktop-nya punya satu kesamaan: Memiliki tenaga Ahli yang benar-benar menguasai penggunaan Linux.  Atau minimal, memiliki dukungan yang baik dari orang yang menguasai Linux.  Berikut, warnet tersebut memiliki tingkat pelayanan yang lebih dari warnet lain.

Jika mengatakan warnet linux tidak bisa bersaing dengan Warnet Windows,  rekan saya di Makassar warnetnya berada persis di tengah-tengah warnet-warnet Windows dan sekarang dia sudah melebarkan usaha warnet-nya menjadi tiga buah.   Kuncinya? Sama, tenaga ahli dan pelayanan.

Jadi, sebelum anda mampu dan yakin dengan kedua hal tersebut jangan menggunakan Linux di Desktop, sebab anda akan menambah angka kegagalan warnet yang menggunakan Linux di Desktop.

Tapi, setahu saya, warnet-warnet pengguna Windows juga bukan jaminan berhasil.