Pendapatan Nasional : Manfaat, Rumus, Konsep dan Perhitungan

Pendapatan Nasional

Pengertian Pendapatan Nasional Terbaik dan Terbaru 2020 – Sejak kita masih kecil, mungkin kita sering sekali mendengar bahwa Indonesia adalah negara berkembang. Awalnya, itu terasa seperti sesuatu yang wajar dan masuk akal.

Namun, setelah beberapa dekade, mungkin kita pun jadi berpikir, kok Indonesia berkembang terus? Kapan jadi negara majunya? Apakah Indonesia benar-benar berkembang? Untuk mengetahui hal ini secara pasti, ada lho caranya! Hal inilah yang dinamakan Pendapatan Nasional.

Berikut ini kami akan mengulas lengkap seputar pendapatan nasional. Mulai dari Pengertian pendapatan nasional, metode perhitungan pendapatan nasional, konsep pendapatan nasional, komponen pendapatan nasional, faktor yang mempengaruhi pendapatan nasional, manfaat perhitungan pendapatan nasional, dll.

PENGERTIAN PENDAPATAN NASIONAL

Sementara itu jika dilihat dari analisis ilmu ekonomi mikro pendapatan adalah aliran penghasilan dari penyedia faktor-faktor produksi. Sedangkan jika dilihat dari analisis ekonomi makro pendapatan adalah penghasilan nasional suatu negara. Demikian, pada dasarnya pendapatan merupakan penghasilan yang diperoleh siapapun dalam berbagai bentuk.

Secara umum pendapatan nasional merupakan seluruh pendapatan yang diterima oleh seluruh anggota masyarakat atau seluruh rumah tangga keluarga dalam suatu negara dalam pada kurun waktu tertentu, dimana biasanya satu tahun.

Pendapatan nasional juga bisa diartikan sebagai hasil produksi nasional yang merupakan hasil produksi yang dihasilkan oleh anggota masyarakat dalam suatu negara dalam kurun waktu satu tahun.

MANFAAT PENGHITUNGAN PENDAPATAN NASIONAL

Pada dasarnya, menghitung pendapatan nasional dilakukan untuk mengetahui perkembangan ekonomi suatu negara. Lebih dari itu, menghitung pendapatan nasional adalah hal penting karena memiliki banyak manfaat, yaitu:

  1. Mengetahui tingkat kemakmuran suatu negara.
  2. Mengevaluasi kinerja perekonomian dalam skala tertentu.
  3. Mengukur perubahan perekonomian dari waktu ke waktu
  4. Membandingkan kinerja ekonomi antar sektor.
  5. Sebagai indikator kualitas hidup suatu negara.
  6. Sebagai indikator perbandingan kinerja ekonomi antar negara.
  7. Sebagai indikator perbandingan kualitas standar hidup satu negara dengan negara lain.
  8. Sebagai ukuran dan perbandingan pertumbuhan ekonomi dari waktu ke waktu.
  9. Sebagai ukuran dan perbandingan pertumbuhan ekonomi dan kekayaan antar negara.

Baca : Contoh Invoice

KONSEP PENDAPATAN NASIONAL

Ketika kita mempelajari tentang pendapatan nasional maka, ada beberapa konsep yang tidak bisa terlepas dari pengertian serta seluk beluk tentang pendapatan nasional. Hal itu bertujuan agar kita lebih mudah dalam memahami serta menghitung pendapatan nasional. Berikut adalah konsep pendapatan nasional:

a. Produk Domestik Bruto (GDP)

Produk domestik bruto (Gross Domestic Product) merupakan jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara atau domestik selama satu tahun.

GDP = Pendapatan Masyarakat DN (dalam negeri) + Pendapatan Asing DN

Dalam perhitungan GDP ini, termasuk juga barang atau jasa yang dihasilkan oleh perusahaan maupun instansi asing yang terkait, asalkan wilayahnya masih dalam wilayah suatu negara atau domestik tersebut.

Contohnya seperti perusahaan X dari Jepang yang mempunyai cabang di Indonesia, hasil berupa barang dan jasa tersebut termasuk ke dalam GDP. Barang yang dihasilkan termasuk modal yang belum diperhitungkan, maka bersifat bruto atau/kotor.

b. Produk Nasional Bruto (GNP)

Produk Nasional Bruto (Gross National Product) merupakan nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun, termasuk yang dihasilkan oleh warga negara tersebut yang dihasilkan dil uar negeri. Contohnya seperti seseorang pria dari Indonesia yang menjual pakaian di Malaysia, hasil berupa barang dan jasanya termasuk dalam GNP.

GNP = Pendapatan WNI DN + Pendapatan WNI LN (luar negeri) – Pendapatan Asing DN

c. Produk Nasional Netto (NNP)

NNP = GNP – depresiasi (penyusutan barang modal)

Penyusutan adalah penggantian barang modal bagi peralatan produksi yang dipakai dalam proses produksi. Umumnya bersifat taksiran, sehingga dapat menimbulkan kekeliruan meskipun relatif kecil.

d. Pendapatan Nasional Netto (NNI)

Pendapatan Nasional Neto (Net National Income) merupakan pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi.

NNI = NNP – Pajak Tidak Langsung

Pajak tidak langsung adalah pajak yang bebannya dapat dialihkan kepada pihak lain seperti pajak hadiah, pajak penjualan, dan lain-lain.

e. Pendapatan Perseorangan (PI)

Pendapatan perseorangan (Personal Income) adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat , temasuk pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan kegiatan apapun. Misalnya gaji seorang pegawai negeri, maupun pendapatan pengusaha yang didapatkan secara berantai.

PI = NNI – Pajak Perusahaan – Iuran – Laba Ditahan + Transfer Payment

Transfer Payment adalah penerimaan-penerimaan yang bukan merupakan balas jasa produksi, melainkan diambil sebagian dari pendapatan nasional tahun lalu. Seperti pembayaran dana pensiunan, tunjangan pengangguran, dan sebagainya.

f. Pendapatan yang siap dibelanjakan

Disebut juga dengan disposible income yaitu pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi investasi.

DI = PI – Pajak Langsung

Pajak langsung adalah pajak yang bebannya tidak dapat dialihkan kepada pihak lain, seperti pajak pendapatan.

 

METODE PERHITUNGAN PENDAPATAN NASIONAL

Pendapatan nasional bisa dihitung menggunakan tiga pendekatan yaitu:

METODE PENDEKATAN PRODUKSI

Merupakan metode penghitungan menggunakan nilai tambah produk atau nilai produk jadi. Pendekatan ini bertujuan agar tidak terjadi perhitungan yang ganda sebab adanya produksi yang bertingkat. Hal itu disebabkan suatu produksi digunakan sebagai bahan baku produksi produk lain. Selain itu juga disebabkan nilai produk dapat terhitung dua kali sehingga nilainya sangat besar.

Adapun pendapatan produksi meliputi beberapa sektor diantaranya adalah sektor pertanian, perhutanan, peternakan, serta perikanan. Selain itu juga dari sektor pertambangan, industri, listrik, gas, air bersih, sektor bangunan, sektor perdagangan, hotel, dan restoran.

Begitu pula dengan sektor pengangkutan dan komunikasi, sektor keuangan, persewaan, dan jasa perorangan serta sektor jasa lain. Beberapa sektor tersebut memang mempengaruhi hasil pendapatan nasional yang ada di suatu negara.

Pendapatan nasional yang menggunakan pendekatan produksi bisa dihitung menggunakan rumus:

Cara menghitung pendekatan produksi:

Y=(P1X Q1)+(P2X Q2)+….(PnX Qn)

Keterangan :
Y= Pendapatan nasional
P1= harga barang ke-1             Pn= harga barang ke-n
Q1= jenis barang ke-1             Qn= jenis barang ke-n

METODE PENDEKATAN PENGELUARAN

Pendapatan pengeluaran adalah metode penghitungan yang menggunakan seluruh pengeluaran pelaku kegiatan ekonomi di suatu negara. Adapun pengeluaran yang dihitung terdiri atas konsumsi rumah tangga, investasi perusahaan, pengeluran pemerintah serta ekspor dan impor dengan masyarakat luar negeri.

Pengeluaran dari berbagai sektor ekonomi dibagi menjadi beberapa jenis. Jenis-jenis pengeluaran ini terdiri dari:

  • Pengeluaran untuk konsumsi ©
  • Pengeluaran untuk investasi (I)
  • Pengeluaran untuk pemerintah (G)
  • Pengeluaran untuk ekspor (X), dan impor (M)

Cara menghitung pendekatan pengeluaran:

Penghitungan pendapatan nasional yang menggunakan pendekatan ini bisa dihitung dengan rumus:

Y: ∑= C + I + G + (X – M)

Dimana,
Keterangan:
Y = Pendapatan nasional
C = consumption ( konsumsi rumah tangga )
I = investment ( investasi )
G = government expenditure ( pengeluaran pemerintah )
X = ekspor
M = impor

METODE PENDEKATAN PENDAPATAN

Merupakan metode penghitungan yang menggunakan jumlah seluruh pendapatan yang diterima rumah tangga konsumsi suatu negara. Adapun pendapatan yang dihitung meliputi pendapatan faktor produksi yaitu upah, sewa, bunga, dan laba. Selain itu juga ada pendapatan non-faktor produksi.

Apa saja yang termasuk ke dalam faktor produksi? Adapun hal-hal yang termasuk ke dalam faktor produksi, antara lain tenaga kerja, modal, tanah dan keahlian/kewirausahaan. Masing-masing faktor produksi ini akan menghasilkan pendapatan yang berbeda-beda, contohnya:

  • Tenaga kerja dapat memperoleh gaji/upah
  • Pemilik modal akan mendapat bunga
  • Pemilik tanah dapat memperoleh sewa
  • Keahlian atau skill dapat memperoleh laba

Cara menghitung pendekatan Pendapatan:

Penghitungan pendapatan nasional yang menggunakan pendekatan ini bisa dihitung menggunakan rumus:

Y: ∑ = w + r + i + π

Dimana,
Keterangan:
Y = Pendapatan Nasional
r = Pendapatan dari upah, gaji, dan lainnya
w = Pendapatan bersih dari sewa
i = Pendapatan dari bunga
p = Pendapatan dari keuntungan perusahaan dan usaha perorangan

Baca : Contoh SOP

Klasifikasi Perekonomian Indonesia

Menurut International Standard Industrial Classification (ISIC), pereokonomian Indonesia dibagi menjadi beberapa sektor atau lapangan usaha yang terbagi ke dalam tiga kelompok, antara lain:

Sektor Primer

Sektor ini mencakup kebutuhan pokok rakyat Indonesia pada umumnya, yakni sandang, papan dan pangan. Sektor ini terdiri dari pertanian, peternakan, kehutanan dan perikanan, serta pertambangan dan penggalian.

Sektor Sekunder

Sektor ini adalah sektor yang masih berisi kebutuhan manusia di kehidupan sehari-hari, meskipun bukan termasuk kebutuhan pokok. Sektor ini terdiri dari industri pengolahan, listrik, air dan gas.

Sektor Tersier

Sektor ini adalah sektor yang berisi hal-hal yang bukan kebutuhan pokok, bahkan bisa dikategorikan sebagai kemewahan di kehidupan sehari-hari. Sektor ini terdiri dari perdagangan, hotel, restoran, pengangkutan, telekomunikasi dan jasa lain-lain.

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN NASIONAL

Besar kecilnya pendapatan nasional dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu:

1. PERMINTAAN DAN PENAWARAN AGREGAT

Dimana agregat menunjukkan hubungan antara seluruh jumlah permintaan terhadap barang maupun jasa sesuai dengan tingkat harga. Permintaan agregat sendiri merupakan suatu daftar dari seluruh barang dan jasa yang akan dibeli oleh sektor ekonomi pada berbagai tingkat harga.

Sementara itu penawaran agregat merupakan hubungan antara seluruh penawaran barang dan jasa yang ditawarkan oleh perusahaan-perusahaan dengan tingkat harga tertentu.

2. INVESTASI

Dimana pengeluaran untuk investasi oleh perusahaan atau yang lainnya merupakan salah satu komponen penting dari pengeluaran agregat. Pelaku faktor produksi yang mampu berinvestasi banyak menunjukkan bahwa mereka mengalami kemajuan atau peningkatan pendapatan. Hal itu kemudian juga mempengaruhi pendapatan nasional suatu negara.

2. KONSUMSI DAN TABUNGAN

Dimana konsumsi merupakan pengeluaran secara keseluruhan untuk memperoleh barang dan jasa dalam aktifitas perekonomian dalam jangka waktu tertentu. Sedangkan, tabungan merupakan bagian dari pendapatan yang tidak dikeluarkan untuk berbagai konsumsi.

Bisa dikatakan bahwa semakin banyak tabungan artinya pendapatan nasional menjadi lebih banyak atau meningkat. Begitu pula dengan tingkat konsumsi yang meningkat menunjukkan bahwa pendapatan suatu masyarakat maupun negara juga baik dan meningkat.

DISTRIBUSI PENDAPATAN NASIONAL

Distribusi pendapatan nasional merupakan suatu hal yang penting untuk mengetahui pemerataan kesejahteraan masyarakat di suatu negara. Distribusi pendapatan nasional yang merata menunjukkan bahwa tingkat kesejahteraan serta kemakmuran di suatu negara cukup tinggi.
Namun, sebaliknya jika distribusi pendapatan nasional tidak merata bisa dikatakan bahwa kesejahteraan dan tingkat kemakmuran masyarakat di suatu negara menurun atau buruk.

Untuk mengetahui tingkat pemerataan distribusi pendapatan nasional bisa dihitung menggunakan grafik kurva Lorens. Kurva Lorens sendiri merupakan kurva yang menggambarkan hubungan antara distribusi jumlah penduduk dengan distribusi pendapatan.

Sementara itu, untuk mengetahui indikator distribusi pendapatan nasional bisa menggunakan Koefisien Gini. Koefisen Gini merupakan ukuran ketimpangan distribusi pendapatan yang ditemukan oleh statistikus Italia bernama Corrado Gini.

Untuk menghitung distribusi pendapatan nasional juga bisa menggunakan kriteria Bank Dunia. Adapun beberapa hal yang berpengaruh terhadap tingkat kemerataan pendapatan nasional di suatu negara adalah pertambahan penduduk yang tinggi. Hal itu kemudian menyebabkan menurunnya pendapatan per kapita.

Selain itu juga ada inflasi, dimana dalam kondisi ini pendapatan uang bertambah namun tidak diikuti dengan pertambahan produksi barang-barang secara proporsional. Kemudian ketidakmerataan pembangunan juga menjadi pengaruh terhadap distribusi pendapatan nasional di suatu negara.

Investasi juga membuat persentase dari pendapatan harta menjadi lebih besar dibandingkan dengan persentase pendapatan yang dihasilkan dari kerja, sehingga mengakibatkan pengangguran bertambah pula. Selain itu juga ada rendahnya mobilitas sosial yang terjadi di masyarakat karena dalam kondisi ini masyarakat susah untuk berkembang dan maju termasuk dalam bidang ekonomi.

Pelaksanaan kebijakan impor yang menyebabkan kenaikan harga-harga barang indsutri untuk melindungi usaha-usaha kaum kapitalis. Nilai tukar suatu mata uang negara juga berpengaruh terhadap distribusi pendapatan nasional, khususnya di negara berkembang . Hal itu disebabkan ketidak elastisitasan permintaan negara-negara maju terhadap barang-barang ekspor negara berkembang.

Terjadinya kemuduran industri kerajinan rumah tangga. Jika industri rumah tangga mengalami pengunduran, maka pendapatan per kapita suatu negara juga berkurang. Hal itu pastinya juga mempengaruhi distribusi pendapatan nasional yang menjadikan tidak merata. Bahkan hal itu membuat jurang yang tajam antara kaum industri menengah ke bawah dengan kaum industri kapitalis.

Baca : CSR Perusahaan

Itu tasi artikel tentang pengertian pendapatan nasional, metode perhitungan pendapatan nasional, konsep pendapatan nasional, komponen pendapatan nasional, faktor yang mempengaruhi pendapatan nasional, manfaat perhitungan pendapatan nasional, dll.

SHARE
Irwin Day

Lahir seorang besar dan tenggelam beratus ribu. Keduanya harus dicatet, keduanya dapat tempat - "Catetan Th. 1946" - Chairil Anwar