Pengalaman (Menemani) Mengurus Passpor

Tahun 2007 ketika saya mengurus passpor di Kantor Imigrasi Warung Buncit, gedung kantor Imigrasi tersebut masih gedung lama, waktu itu saya mengurus passpor sendiri. Seingat saya waktu itu saya memang agak bingung karena begitu masuk gedung Imigrasi tidak ada petunjuk yang jelas. Alhasil saya bertanya kiri kanan sebelum akhirnya mengerti bagaimana alur mengurus passpor.

Sebenarnya mengurus sendiri tidak sulit namun mengurus dokumen seperti passpor anda harus menyiapkan waktu beberapa hari, tidak heran mereka yang bekerja kantoran lebih memilih menggunakan agen untuk mengurus passpor. Saya ingat waktu itu menunggu diantrian hampir seharian dan tidak jelas saya urutan antri keberapa karena tidak ada sistem antrian.

Akhir Desember 2011, saya menemani istri mengurus passpor di kantor yang sama. Suasana sudah berubah. Gedung Imigrasi Warung Buncit rupanya sudah gedung baru. Dan urutan mengurus passpor sudah sangat jelas dan ada sistem antrian. Sebuah peningkatan layanan yang sangat berarti. Saya juga melihat ada loket layanan untuk yang mendaftar via internet.

Diluar peningkatan layanan tersebut, para pengurus passpor tetap harus menyiapkan waktunya selama beberapa hari penuh. Urutannya sebagai berikut:

  • Hari 1: Memasukkan persyaratan, setelah selesai diperiksa diberikan formulir untuk membayar biaya di hari berikutnya.  Proses menunggu pemeriksaan dan pemberian formulir pembayaran ini sehari penuh, dimasukkan jam 10 pagi, dipanggil jam 4 sore.
  • Hari 2: Membayar di loket yg ditentukan kemudian menunggu panggilan untuk berfoto.  Ini juga prosesnya seharian penuh.  Datang  dan mengambil nomer antrian jam 9 pagi, dipanggil membayar jam 2 siang dan akhirnya dipanggil ke ruang foto jam 4 sore.

Setelah dua proses di atas selesai, maka passpor bisa diambil setelah 4 hari kerja. Total biaya pengurusan adalah Rp250.000 (formulir passpor) + Rp5000 (formulir pendaftaran).

Kesimpulannya, walau sudah ada peningkatan layanan yang sangat berarti, namun tetap bagi mereka yang bekerja kantoran tetap sulit mengurus sendiri passpornya sebab paling tidak perlu ijin 3 hari penuh.   Saya sama sekali tidak tahu apakah memang perlu selama itu atau ada bagian yang bisa disempurkan dari metoda pengurusan passpor, sebab saya menyangsikan semua orang yang perlu mengurus passpor mau mengurus sendiri jika prosesnya masih seperti sekarang.

Yang terpikir adalah, seandainya kami yang mengurus passpor diberikan saja jadwal kapan pemeriksaan dokumen selesai, pembayaran biaya bisa via bank dan setelah itu diberikan jadwal kapan bisa difoto+wawancara, maka tentunya mengurus passpor bisa menjadi sesuatu yang dijadwalkan.   Apalagi saat ini pendaftaran sudah bisa lewat internet, kenapa tidak sekalian semuanya bisa lewat internet/online dari pengumpulan dokumen, pembayaran dan akhirnya si pengurus passpor diberikan jadwal (hari dan jam) untuk foto dan wawancara.