Saham Blue Chip: Pengertian, Karakteristik dan Keuntungan Saham Blue Chip

saham blue chip

Pengertian saham blue chip – Meski akhir-akhir ini sedang cukup populer, masih banyak orang yang belum mengenal apa itu Blue Chip. Nama Blue Chip berasal dari permainan judi poker. Di dalam judi sendiri terdapat tiga chip warna putih, merah dan biru. Warna yang terakhir ini biasanya memiliki nilai terbesar.

Blue Chip merupakan sebuah saham yang berasal dari perusahaan besar dengan laba yang stabil. Saham jenis ini juga dikenal dengan saham lapis.

Karakteristik dan Keuntungan Saham Blue Chip

Tidak semua saham dapat dikategorikan sebagai Blue Chip. Ada beberapa karakteristik utamanya yang perlu Anda pahami. Berikut beberapa ciri-ciri saham Blue Chip:

1. Memiliki Kapitalisasi yang Besar

Ciri utama dari Blue Chip adalah berasal dari perusahaan besar yang laba bisnisnya stabil baik dengan pertimbangan aset, modal hingga kapitalisasi pasarnya. Kapitalisasi sendiri merupakan harga perusahaan secara keseluruhan.

Adapun cara perhitungannya dengan mengalikan jumlah lembar saham yang ada di pasaran dengan harga sahamnya. Sebuah perusahaan bisa masuk dalam kategori kapitalisasi besar jika kapitalisasinya mencapai Rp. 10 triliun.

Jika kapitalisasinya hanya antara Rp. 500 miliar sampai Rp. 10 triliun, maka ini tergolong saham lapis dua. Sementara untuk yang dibawah Rp. 500 miliar terbilang saham lapis tiga.

2. Telah Lama Masuk di Bursa

Jika sebuah perusahaan telah masuk ke bursa dalam waktu cukup lama, perusahaan ini tentu akan mengalami perkembangan pesat dengan laba yang terus meningkat. Dengan adanya peningkatan ini, saham perusahaan tersebut bisa masuk ke dalam kategori Blue Chip.

Namun, bukan berarti semua perusahaan yang telah masuk di bursa secara otomatis memiliki saham Blue Chip. Ada juga faktor lain yang perlu diperhatikan.

3. Sedang Ramai Diperjualbelikan

Karakteristik berikutnya dari saham Blue Chip adalah sedang ramai diperdagangkan. Artinya, ada banyak lembaga investor atau perorangan yang memperjualbelikan saham tersebut. Istilah ini dalam dunia saham dikenal dengan “likuid”.

Saham Blue Chip biasanya selalu masuk dalam daftar bursa paling aktif. Saham ini rata-rata masuk ke indeks LQ45 yang isinya merupakan saham-saham likuid. Akan tetapi, perlu dipahami bahwa tidak semya saham terindeks LQ45 adalah Blue Chip.

4. Saham Milik Perusahaan yang Sedang Menjadi Market Leader

Perusahaan yang menjadi market leader di bidangnya biasanya memiliki saham Blue Chip. Dimana produk-produk yang dikeluarkan oleh mereka sering digunakan masyarakat luas. Misalnya PT Telkom atau Astra. Perusahaan-perusahaan ini terbilang memonopoli pasar.

Blue Chip Vs Saham Lapis Dua dan Saham Lapis Tiga

Blue Chip merupakan jenis saham lapis satu. Dalam tingkatannya, ada saham yang menduduki posisi lapis dua dan lapis tiga. Saham lapis dua sendiri dikenal sebagai saham menengah atau second liner.

Karakteristik saham lapis dua adalah memiliki harga yang murah untuk setiap lembarnya dan tidak terlalu besar. Namun, saham jenis ini masih tergolong likuid. Namun, di tahun 2020, ada juga jenis saham lapis dua yang nilainya mengalami kenaikan.

Adapun saham lapis tiga merupakan jenis saham yang tidak likuid dengan kinerja yang kurang maksimal. Karenanya, banyak bandar yang kerap “menggoreng” saham ini.

Secara keuntungan, meski tidak pasti untung, Blue Chip bisa dibilang relatif lebih aman dibandingkan dengan jenis saham yang lain. Secara fluktuatif, risiko nilainya juga lebih rendah. Karena itulah saham ini dikenal kuat dan harganya tidak murah.

Harga saham lapis dua dan tiga terbilang lebih murah. Meski dalam beberapa waktu harganya bisa mengalami peningkatan. Untuk menyiasatinya, Anda bisa membeli dua jenis saham ini ketika harganya murah dan menjualnya saat harganya naik agar mendapat untung.

Akan tetapi, terkadang Bursa Efek akan men-suspend saham jika kenaikan harganya tidak wajar. Jadi, pemilik saham tidak bisa memperjualbelikannya. Tentu hal ini dapat merugikan trader karena investasi yang dilakukan sia-sia.

Nama-Nama Saham Blue Chip yang Terdaftar di BEI

Umumnya, perusahaan yang terindeks LQ 45 adalah Blue Chip. Namun, hingga hari ini masih belum ada update resmi secara pasti saham mana saja yang tergolong Blue Chip. Inilah deretan saham blue chip yang biasa disebut oleh media:

  1. Perusahaan Konstruksi Adhi Karya Persero Tbk.
  2. Perusahaan Tambang Adaro Energy Tbk.
  3. Perusahaan Logistik AKR Corporindo Tbk.
  4. Perusahaan Tambang Aneka Tambang Tbk.
  5. Perusahaan Otomotif Astra International Tbk.
  6. Perusahaan Perbankan Bank Central Asia Tbk.
  7. Perusahaan Perbankan Bank Negara Indonesia Tbk.
  8. Perusahaan Perbankan Bank Rakyat Indonesia Tbk.
  9. Perusahaan Perbankan Bank Tabungan Negara Persero Tbk.
  10. Perusahaan Perbankan BOD Jawa Barat dan Banten Tbk.
  11. Perusahaan Perbankan Bank Mandiri Persero Tbk.
  12. Perusahaan Mexia Global Mediacom Tbk.
  13. Perusahaan Kimia Barito Pasific Tbk.
  14. Perusahaan Properti Bumi Serpong Damai Tbk.
  15. Perusahaan Tambang Bumi Resource Tbk.
  16. Perusahaan Rokok Gudang Garam Tbk.
  17. Perusahaan Rokok HM Sampoerna Tbk.
  18. Perusahaan Makanan Indofood CBP Sukses Makmur Tbk.
  19. Perusahaan Telekomunikasi Telekomunikasi Indonesia Persero Tbk.
  20. Perusahaan Alat Berat Uniterd Tractors Tbk.

Waktu yang Tepat untuk Membeli Blue Chip

Anda mungkin saja tertarik untuk berinvestasi setelah melihat berbagai keunggulan saham Blue Chip. Namun, sebelum itu penting untuk dipahami apa sesungguhnya tujuan investasi tersebut. Bagaimana cara berinvestasi dan dalam jangka waktu apa itu dilakukan.

Jika dihitung setiap lembarannya, saham Blue Chip memang terbilang mahal. Namun, jenis saham ini memiliki kestabilang yang sangat bagus. Karenanya, investasi jenis ini cocok untuk jangka panjang.

Apabila Anda ingin investasi jangka pendek, bisa memilih saham lapis dua dengan membeli saat harga rendah dan menjualnya saat harga naik.

Saham Blue Chip sangat cocok untuk Anda yang baru belajar investasi saham. Hal itu disebabkan karena risiko lebih rendah dengan fluktuasi yang tidak terlalu tinggi.

Cara Membeli Saham Blue Chip

Cara membeli saham Blue Chip terbilang mudah. Bahkan, tidak jauh berbeda dengan pembelian saham pada umumnya. Langkah pertama yaitu membuka rekening saham di broker. Ini juga dapat Anda lakukan di perusahaan sekuritas anggota BEI terpercaya.

Kemudian, buka RDN (Rekening Dana Nasabah) di bank. Agar trader dapat melakukan transaksi, ia harus menyetor dana ke RDN tersebut. Jika sudah terisi saldo, Anda sudah bisa mulai membeli ataupun menjual saham lewat aplikasi khusus perdagangan saham.

Namun, cobalah untuk mengikuti survei Profil Risiko Investasi terlebih dahulu sebelum mulai investasi saham. Tujuannya agar dapat melihat potensi dan risiko yang akan dihadapi.

Pertanyaan Umum Mengenai Saham Blue Chip

Ada berbagai pertanyaan yang sering diajukan oleh masyarakat, khususnya mereka yang fokus di dunia trading. Inilah beberapa Frequently Ask Questions yang biasa ditanyakan seputar Saham Blue Chip:

1. Apa itu Blue Chip?
Blue Chip merupakan jenis saham yang di bursa saham mempunyai kinerja terbaik.

2. Apa contoh saham Blue Chip?
Contoh saham Blue Chip adalah Indofood, Bank BCA, Telkom, Unilever Indonesia.

3. Apa ciri-ciri saham Blue Chip?
Umumnya saham Blue Chip mempunyai kapitalisasi pasar paling besar di BEI. Perusahaan tersebut juga memiliki managemen tim yang profesional dan menguasai pasar.

4. Mengapa Blue Chip cocok untuk kalangan pemula?
Risiko investasi saham Blue Chip terbilang rendah serta memberikan timbal balik yang bagus untuk trader atau investor.

5. Apakah investasi saham Blue Chip berisiko?
Tentu saja memiliki risiko tersendiri. Terlebih, secara umum saham merupakan jenis investasi dengan risiko tertinggi dibandingkan investasi lain.

6. Apakah ada yang kinerjanya buruk?
Pasti ada karena saham memiliki kinerja cukup fluktuatif. Dalam beberapa tahun terakhir, ada cukup banyak saham yang menunjukkan kinerja buruk.

7. Bagaimana cara mengatasi risiko investasi saham ini?
Lakukan diversifikasi investasi. Hindari menginvestasikan semua uang dalam satu jenis saham. Hal ini akan mengurangi risiko Anda mengalami kerugikan total. Dengan beberapa instrumen, salah satu investasi akan dapat menutup kerugian pada lainnya.

Blue Chip merupakan salah satu pilihan terbaik jika seseorang ingin investasi saham. Namun, apabila ingin trading saham, sebaiknya pilih saham lapis dua atau tiga. Anda juga dapat memilih saham Blue Chip jika kebetulan merupakan nasabah tetap di perbankan syariah.

Mengingat ada banyak saham syariah yang masuk kategori Blue Chip seperti AKRA, ADRO dan lain-lain.

Irwin Day

Lahir seorang besar dan tenggelam beratus ribu. Keduanya harus dicatet, keduanya dapat tempat - "Catetan Th. 1946" - Chairil Anwar

Share :      

Tinggalkan komentar