Pilihan Legal itu Makin Sedikit

Sejak kejadian sweeping di Malang, warnet-warnet makin resah. di Malang sendiri, mereka yang tidak kena sweeping pun akhirnya memilih tutup dan “membersihkan” piranti-piranti lunak bajakan di PC mereka sebelum buka lagi.

Kelihatannya warnet-warnet memang sudah waktunya tidak menggantungkan dirinya pada piranti-piranti lunak bajakan dan belajar menghargai HAKI. Ini terdengar basi, namun kenyataannya walau telah sering di informasikan melalui media, milis dan berbagai kegiatan sosialisasi lainnya, pembajakan piranti lunak seolah lekat dengan warnet.

Sebenarnya secara persentasi, Warnet boleh dibilang terbaik dalam hal penggunaan piranti lunak yang legal. Dari sisi warnet-warnet para pengurus Awari sendiri tingkat legalitasnya sudah mencapai 90% mengacu pada email Bill Fridini di milis umum Asosiasi Warnet. Dari munas Awari juga hal yang sama terekam dalam ingatan saya, tidak ada peserta munas yang warnetnya full bajakan, minimal mereka sudah mencapai tingkat legalitas 50%.

Saya sering mendapatkan pertanyaan: seperti apa sih pilihan yang tersedia dalam penggunaan piranti lunak ( yang legal )?

Pilihan yang tersedia ada 3:

  1. Penggunaan penuh piranti lunak propietary
  2. Penggunaan penuh piranti lunak FOSS
  3. Kombinasi keduanya

Saya biasanya menyarankan bagi warnet yang tingkat keahlian SDM-nya belum menguasai OS Linux agar menggunakan pilihan ke 3, dimana OS-nya menggunakan Windows XP Home, sementara Aplikasinya menggunakan yang berbasis FOSS ( OpenOffice, GIMP, Inkscape, ClamWin, Gaim ). Hal ini saya sarankan sebab melihat kenyataan bahwa harga Windows XP Home masih cukup terjangkau oleh finansial warnet umumnya.

Namun, dari informasi terakhir yang saya dapatkan: Windows XP Home sudah di discontinuepenjualannya. Yang tersedia di pasaran saat ini adalah XP Pro, versi yang memang lebih canggih dari XP Home namun dibarengi dengan harga yang lebih tinggi pula.

Setelah menganalisa harga XP Pro, saya sampai pada kesimpulan: Secara finansial, Warnet akan berat untuk menggunakan XP Pro. Artinya: pilihan untuk Legal akan mengecil ke Pilihan no. 2, yaitu penggunaan OS Linux.

Bagi mereka yang sudah memiliki lisensi XP Home, masih bisa bernafas lega. Bagi mereka yang dulu belum ataupun tidak mau membeli lisensi, silahkan berpikir keras, sebab pilihan itu makin kecil dan berat.

Secara pribadi, saya menginginkan pilihan no.2 yang di ambil oleh warnet. Namun pilihan itu cuma aman jika penegakan hukum berlangsung terus menerus dan tidak memberikan kesempatan bagi warnet-warnet lain menggunakan piranti lunak bajakan. Jika tidak, maka mari kita tunggu episode matinya warnet-warnet di Indonesia baik mereka yang telah Legal ( karena kalah bersaing ) maupun mereka yang membajak ( karena di sweeping ).