165+ Puisi Cinta Romantis, Sedih, Rindu, Galau Terbaik 2019

Puisi Cinta Romantis, Sedih, Rindu, Galau Terbaik Terbaru dan Terlengkap 2019 – Sebagai manusia kita tentu pernah merasakan cinta. Menyukai seorang yang membuat kita lupa akan dunia, membuat kita lupa dengan diri sendiri dan selalu memikirkan tentangnya. Selalu ingin memberikan hal terbaik untuk si dia.

Tentu kita juga selalu berpikir untuk melalakukan hal romantis bersama pasangan kita. Entah itu diajak jalan jalan, diberi kejutan atau apapun yang membuat pasangan kita bahagia. Nah salah satu hal romantis adalah dengan memberikannya puisi cinta yang akan membuat hati mereka luluh dengan kata kata puisi yang meluluhkan hati.

Nah, bagi kalian yang ingin memberikan puisi cinta untuk pasangan kalian. Saya sudah menyediakan banyak puisi cinta yang punya banyak tema salah satunya adalah puisi cinta islami, puisi cinta pdkt, puisi cinta rindu dan masih banyak lagi. Berikut adalah kumpulan puisi bertema cinta romantis untuk pasangan.

Puisi Cinta – Seperti yang kita ketahui, jaman sekarang ini merupakan jaman dimana cinta merupakan sebuah prioritas sebagian besar kaum remaja. Dan salah satu cara untuk mengungkapkan perasaan yaitu dengan untaian kata-kata.

Oleh karena itu, banyak pemuda berlomba-lomba merangkai kata-kata untuk diberikan kepada kekasih tercinta. Dan itulah salah satu alasan mengapa saya membuat artikel ini, sebagai seorang pemuda saya tidak mau kalahlah dengan mereka-mereka.

Seperti yang kalian semua ketahui, pada artikel kali ini saya akan sedikit membahas mengenai puisi cinta, tentunya puisi cinta yang ini lebih keren dari puisi-puisi cinta yang laen. Karena apa? Puisi cinta ini dibuat ketika hati ini sedang merasakan manisnya cinta dan pahitnya luka. hehe

Kok malah curhat yah, pokoknya keren dah, sayang benget deh kalo gak baca sampai bawah. Tapi ingat puisi ini jangan kalian gunakan untuk hal yang aneh-aneh yang. Kalo cuma untuk bikin tugas sekolah atau bikin status sih boleh-boleh aja, pokoknya jangan buat yang aneh-aneh yah.

Langsung saja teman-teman berikut ini beberapa contoh puisi cinta keren yang akan membuat kalian baper dan klepek-klepek.

Nah, bagi kalian yang ingin memberikan puisi cinta untuk pasangan kalian. Saya sudah menyediakan banyak puisi cinta yang punya banyak tema salah satunya adalah puisi cinta islami, puisi cinta pdkt, puisi cinta rindu dan masih banyak lagi. Berikut adalah kumpulan puisi bertema cinta romantis untuk pasangan.

Baca Juga:

Contoh Puisi Untuk Bunda
Contoh Puisi Perpisahan
Puisi Keindahan Alam Indonesia dan Lingkungan
Contoh Puisi Pahlawan Perjuangan Kemerdekaan Indonesia

Puisi Cinta Romantis, Sedih, Rindu, Galau
Source: facebook.com/couplewallpaper.net

Daftar Isi

Puisi Cinta Romantis

Puisi Cinta Romantis
Source: superiorwallpapers.com

Puisi Ke 1 : Getaran Sayang

Oleh: Aan

Sayang..
aku merasakan sesuatu
getaran aneh merambat ditubuhku
merayap hingga ke sela-sela pembuluh darahku
dan membuat persendianku kaku

Jujur aku tak mengada-ada
rasa ini benar adanya
tanpa lelucon tanpa rekayasa
tak pernah ku sengaja dan berpura-pura
bercanda menghibur sepimu saja
h
Sayang..
dirimu nyata menguasaiku
bayanganmu selalu menguntit mengusik ketenanganku
menyusup diam-diam dalam lamunanku
dirimu selalu bermain-main di kala ku tertidur dalam lelapku
selalu saja ada dirimu dalam mimpiku

Sayang lihatlah..
telah ku rangkaikan kata-kata seindah gejolak yang ada
dalam asmara diperapian indahnya cinta kita
seindah kata yang cukup sederhana
yang lahir dari hati dan jiwa

Uuuuuhhhh..
tidakkah kau dengar ungkapanku
ungkapan yang tertulis hanya untukmu
dalam ketulusan jiwa yang resah dalam dadaku

Uuuuhhh…getaran sayang

 

Puisi Ke 2 : Kaulah Malaikat

Oleh: Amie Azzahra

Rintik hujan disore hari itu mengawali awal kisah ku bersamamu
Pertemuan itu membuat semua rasa ni menjadi satu
kini engkau dan aku saling memiliki
kini engkau adalah malaikat hati ku
kau selalu buat ku tersenyum ketika ada didekat mu

Wahai kau malaikat hati ku
adakah aku selalu dalam pikiranmu
adakah engkau selalu merindukan ku

seperti aku disini yang selalu menanti kehadiranmu

 

Puisi Ke 3 : Indah Tak Indah Berkatalah Indah

Oleh: Aan

Dalam hembusan rasa yang menyibak seluruh tirai
pada gemulai dedaunan kering meranum melambai pilu
ku terjatuh luruh menghiba di hamparan tandus merepih sayu mengaduh
indah tak indah berkatalah indah pada cinta yang perlahan melepuh

Di antara ilalang liar bertebar asa dalam gelisah
pada senja menua yang mengalah berganti musim dalam heningnya malam
kutuliskan coretan lusuh kacau tak indah berkatalah indah atas nama rindu yang melara

Sayang..
perapian itu sekarang suram sukma melayang kacau
pada lembaran daun kering yang kutulis kemarin atas nama rindu
lembaran pun pahit berempedu melara merambah semakin pilu

Duhhhh..
sekiranya selayang kangen itu kembali ada di getar rasaku
kan kutata kata indah yang tak lagi kacau itu karenamu
karena kata adalah kata pelipur sepiku dalam malam kesunyianku

 

Puisi Ke 4 : Nyanyian Gadis Pantai

Oleh: Beni Guntarman

O dara, kulihat cinta di matamu menjadi lautan
gedebur ombaknya menggetarkan malam yang sunyi
mengalun dalam ayun gelombang, berputar dalam hembusan angin
lipat gulung ombak hempaskan jiwamu ke bebatuan karang

O dara, betapa luasnya keriduan itu membentang
betapa jauh pengembaraan hatimu mencari sandaran
dalam kesunyian tak berbatas, dalam dera senja yang melintas
segala nyanyianmu tenggelam

Camar-camar yang terbang jauh datang membawa kabar
tentang kapal-kapal yang berlayar dan tenggelam
debur ombak dan buih putih yang memanjang di pantai
bercerita tentang puing-puing yang berserak dalam permainan gelombang

O dara, lihatlah matahari yang bersembunyi dibalik batas cakrawala
dalam kegelapan malam ia memainkan rembulan, memainkan ombak
pasang surfut lautan dalam genggamnya, perahu-perahu berlayar dalam kobaran baranya
beribu burung terbang dalam naung pancaran cahayanya, ia setia menerangi belahan bumimu!

 

Puisi Ke 5 : Purnama Diatas Samudera

Oleh: Beni Guntarman

Anganku menemukan langitnya di matamu
matamu bagai bulan purnama bersinar terang
bertaburkan gemerlap berjuta bintang
kesunyianku hilang dikeluasan hamparannya

Aku terbang bagai belilibis liar di langit itu
menempuh keluasannya yang tak berbatas
terus terbang dan terbang mengikuti nyanyianmu
hingga terhenti nyanyianmu di ufuk fajar

Anganku menemukan lautnya di hatimu
hatimu bagai lautan luas penuh gelombang
samudera keinginan tak henti membadai
dengan perahu rapuh aku tenggelam di dalamnya

 

Puisi Ke 6 : Mengingat Cinta

Oleh: Rezka Melida Leno Ibrahim

Ketika hari beranjak pagi
Ku buka mata dengan hati suka
Kuhirup udara yang menghidupkanku
Dan satu yang tak pernah luput dari benakku
Dirimu..

Saat cahaya semakin tinggi
Kutatap terangnya langit
Terbesit dalam benakku
Satu nama yang terindah
Dirimu..

Saat hari mulai gelap
Kututup hariku dengan sebuah senyuman
Senyuman yang selalu ada
Saat aku mengingat CINTA

Ketika langit mulai merah
Ku terkesima dengan keindahannya
Hambaran warna yang memukau
Saat itu juga ku ingat satu hal
Dirimu

 

Puisi Ke 7 : Hampir Dalam Damai

Oleh: Yaz

Dibawah sang hujan kini aku mampu
Hidup hampir dalam damai
Harapku kau isi hariku penuh warna
Ada pelukmu dalam tawa, canda bahkan air mata

Takkan ku tengok mereka wanita yang merapat disebelahmu
Rasa ini milikmu
Rasa ini buatku kuat untuk menantimu
Karena hati ini satu hanya milikmu dan telah terisi

Cinta ini damai bukan karena rupa
Sayang ini semerbak bukan karena harta
Hanya sebuah rasa gambaran hati
Cintaku hadir dalam ketulusan

 

Puisi Ke 8 : Cinta dan Kasih

Oleh: Nila Puspita Sari

Aku mencintaimu bukan karena sesuatu
Aku mencintaimupun bukan karna berharap sesuatu
Rasa dan asaku tulus untuk mu

Tak pernah melihat kekurangan mu
Tak perduli walau kau tak sempurna
Tak kan ku hiraukan sekalipun hidupmu hanya sementara

Aku hanya ingin selalu di sampingmu
Menjagamu di saat kau terluka
Menjadi ke dua tanganmu untuk melukiskan semua ambisimu
Menjadi ke dua kakimu untuk melangkah kemanapun engkau mau
Menjadi kedua matamu untuk melihat di saat semuanya gelap bagimu

Tuhan….
Ijinkan aku selalu bersamanya
Selalu menjadi yang pertama buat dia
Sampe akhir menutup mata

 

Puisi Ke 9 : Imajinasi

Oleh: Lucela Lution

Sebuah cinta yang menyapaku.
Senyuman yang peluk diriku.
Walau mungkin engkau tak tahu.
Dan,ini semua hanya harapku.

Walau semua ini,belum nyataku…
Tapi,bahagia selalu hatiku.
Ini masih mimpi dan anganku.
Yang belum engkau tahu.

Mungkinkah,kau nyataku ?.
Atau hanya imajinasiku ?.
Biarkan kau menjadi milikku.
Walaupun,hanya senyumanmu.

 

Puisi Ke 10 : Kumbang

Oleh: Oudhi Dwi Ardianto

Bintang jatuh selalu indahkan malam
Teduhnya matamu
Bekukan matahari
Namun terbangmu ada batasnya

Kutawarkan padamu hidup yang lebih baik
Tapi kau terus terbang menjauh dari cahaya
Mendekati gelap abadi

ku tau pasti apa yang kau lakukan
Kau sudah hilang keyakinan pada salah dan benar
Aku hanyalah angin di bawah sayapmu
Sebagai pijakanmu untuk terbang
Terbang menjauh

Kau layak diperjuangkan
Tapi aku selalu salah
Tapi aku selalu kalah
Mencegahmu pergi

 

Puisi Ke 11 : Dan Biarkan

Oleh: Franky Yonatan Hutauruk

Dan, kau pun ternyata
Lebih rumit dari matematika ini

Sesuatu berjalan normal sebenar nya.
Dan kau salah, salah.
kau berada di atas nya.

Kau mampu berdiri dan apa?
membuat aku tersenyum kecil.
aku bahagia, saat itu.
seketika apa? kau pun tau !!

Katakan dalam mu.
kalau kau memang sayang dan cinta juga.
kejar, dalam lari kecil mu sayang.
kalau memang ingin menggenggam.

Jujur aku lelah.

Yakin kan aku, dan tersenyumlah.
aku dan pulpen ini pun tau.
mungkin, kau juga.
aku sangat dan terlalu mencintai mu, sayang

Dan apa?
hapuskan kan lah kalau memang itu bukan darimu.
dan kemudian aku coba, untuk bangkit.
dari rintihan ku saat ini

 

Puisi Ke 12 : Mencintaimu

Oleh: Ayu Lestari

Mencintaimu sederhana saja,,,
Tidak perduli miskin atau kaya,,,
Tidak perduli akan rupa,,,
Ingin tetap bersama,,,
Mencintaimu sangatlah mudah…
Jika kita saling cinta…
Mencintaimu sangatlah indah…
Karna dirimu layak dicinta…
Setiap detik,setiap menit,setiap waktu,,,
Aku selalu memikirkanmu,,,
Sehari tanpa bertemu…
Aku selalu merindukanmu…
Cintaku dan cintamu…
Memanglah harus menyatu…
Walau banyak yang ragu…
Sungguh aku cinta kamu…

 

Puisi Ke 13 : Mencintaimu Bukan Karena Sesuatu

Oleh: Nayla Puspa Sari

Aku mencintaimu bukan karna sesuatu
Aku mencintaimu bukan karna berharap sesuatu
Rasa dan asaku tulus untukmu

Tak pernah melihat kekuranganmu
Tak peduli walau kau tak sempurna
Tak peduli walau hidup mu hanya menghitung waktu

Ak hanya ingin selalu di sampingmu
Menjgamu di saat kau terluka
Menjadi kedua tanganmu, saat tuhan ambil itu semua dari hidupmu
Menjadi kedua kakimu,untuk melangkah kemanapun engkau mau
Menjadi kedua matamu untuk melihat di saat semuanya gelap bagimu

Tuhan…..
Ijinkan aku selalu bersamanya
Selalu menjadi yang pertama saat dia membuka mata
Selalu jadi yang pertama saat dia butuh tempat untuk bersandar

Tuhan….
Aku begitu takut kehilangannya
Begitu takut meluhat dia sakit
Begitu takut melihat dia menangis

Tuhan
Sempurnakanlah hidupnya dengan seluruh hidup yang aku punya

 

Puisi Ke 14 : Putri Kecil Yang Cantik

Oleh: Dewi Nurbaiti

Darimu aku memahami,
Bahwa cinta tak melulu soal bahagia
Bahwa cinta tak selalu soal suka cita
Bahwa cinta bukan selalu harus bersama
Dan bahwa cinta tak berarti hanya soal dunia

Darimu aku belajar bahwa,
Kehilangan adalah bagian dari cinta
Kesedihan adalah bagian dari cinta
Dan air mata adalah bulir-bulir cinta yang sesungguhnya

Aku tau benar kamu pasti bersedih karenanya
Karena cinta yang sudah tak kasat mata
Karena cinta yang pergi begitu cepat
Karena cinta yang pergi selamanya
Tapi cinta itu akan selalu tetap ada

Senyummu mengajarkan aku bahwa yang pergi bukan untuk ditangisi.
Bahwa yang pergi tidak sebenarnya pergi.
Karena yang pergi sesungguhnya masih ada disini, di hatimu yang suci.

Kesahajaanmu mengajarkan aku bahwa hidup harus terus berjalan,
karena dunia akan terus berputar.
Ketulusanmu mengajarkan aku tentang makna besar arti sebuah kehilangan.
Tidak pernah menangisi yang hilang, karena sesungguhnya ia tidak hilang.

Ceriamu mengajarkan aku tentang rasa indah walau dalam kesendirian.
Mengajarkan aku tentang arti perjalanan panjang yang butuh ditapaki dengan senyuman.
Perjalanan panjang yang masih harus kau tempuh,
dengan cinta tersisa yang akan selalu menemani.
Berdua menjadi sahabat sejati.
Pijak tegak kaki mu mengajarkan aku bahwa sesungguhnya rasa kehilangan bisa ditutupi dengan senyuman.
Dan kini,

Sudah meniti hidup dengan keikhlasan yang nyata.
Sudah meniti hidup dengan ketegaran yang bukan sekedar ucapan.
Sudah meniti hidup dengan suasana hati yang luar biasa tegar.

Kisah harumu,
Kasih setiamu,
Kisah kasihmu benar-benar menginspirasiku.

 

Puisi Ke 15 : Ayat ayat Senja

Oleh: Sajak Utoy Albatawie

Langit berwajah keemasan berkaki merah
Berkepala awan kelabu bertubuh sepi
Akan menemui malam hampir tenggelam
Memeberi cahaya pada kaki langit
Berpendar dipelukan mata insan

Orang-orang menyudahi sawah dan ladang
Menentang kembali wajah bekal
Melangkah menuju lorong setapak
Menanti malam diperjalanan malam

Sementara itu lari bocah-bocah terlukis gelisah
Mendengar pembukaan suatu desa
Tak kecuali kedai-kedai mulai sepi
Menutup penjamuan pendatangan

Burung-burung berlalu dari mata
Sebab senja tumbuh ayat disetubuh
Segala jalan hening satu langkah mengalir
Perahu-perahu dibibir samudra

 

Puisi Ke 16 : Malaikat Kecil Itu

Oleh: Dewi Nurbaiti

Aku mengajakmu masuk ke dalam hati dan jiwaku.

Aku bahkan tidak mengenalmu.
Bagaimana bisa aku melakukan hal ini hanya untuk menyenangkanmu?
Jawabannya singkat, setiap orang layak untuk menerima cinta tanpa syarat.

Sentuhan tanganku yang mendarat di pipimu adalah ajakan sayangku agar kau mau menatapku.
Cukup tatapanmu, karena mampu meluluhkan hatiku dan membuat aku percaya bahwa kamu mau menjadi temanku.
Teman kecil yang hanya berani menatap dan teman kecil yang hanya berani tersenyum simpul.
Entah fenomena macam apa ini, tiba-tiba aku menyayangimu.
Tidak pernah ku pertaruhkan bahwa cintaku lebih baik, putih dan tulus.
Tapi berani ku katakan bahwa bening tak ada syarat untuk aku menyayangimu.

Menjadi teman di kejauhan dan mengajaknya masuk ke dalam dongeng luar angkasa.
Terlihat tak beda dengan daya khayalku yang terlalu tinggi.
Tidak benar jika dikatakan ini tak berguna dan hanya mencari perhatian saja.
Ini berguna, karena hati yang sudah tergerak tanpa bicara.
Ini tak butuh perhatian siapapun, karena hanya satu garis yang ku bangun, antara aku dan kamu.

Cerita pertemuan pertama akan menjadi kenangan yang terus menemani sepanjang hari-hari berikutnya.
Pengharapan pada pertemuan ke dua atau selanjutnya hanya menjadi cita cita yang terlalu tinggi diigantungkan.

Sentuhan fisik yang ku rasakan begitu kuat, hanya masalah perasaan ibu dan anak.

Ini bukan masalah siapa dengan siapa.
Siapa yang jatuh cinta.
Siapa yang butuh dicinta.
Dan siapa yang memang sedang mencari cinta.
Tapi ini adalah masalah perasaan yang tumbuh dengan baik, tanpa pupuk dan siraman air.

Perasaan yang telah mampu hidup hanya dengan sinar matahari, guyuran hujan dan getaran halilintar.
Sementara pelangi hanya menambah keindahan.

Perasaan yang telah mampu hidup tanpa perlu apa-apa.
Akan terus hidup dengan keadaan pun bagaimana.

Perasaan yang akan tumbuh semakin indah dengan tanpa apa-apa.
Tidak ada variabel.
Karena cinta ini, tanpa syarat.

Putri Kecil yang cantik.
Malaikat kecil yang luar biasa.

 

Puisi Ke 17 : Takkan Mendendam

Oleh: Leo Christianto

Takdir yang telah mempertemukan kita
Di dalam sunyinya kengerian malam
Saat sepi datang menghampiri
Tiada tempat tuk sembunyi

Rona merah pipimu
Menyiratkan beribu pilu
Saat kerinduan datang mengganggu
Perlahan menipu janji ¨C janji palsu

Tak datang luka yang menyakitkanmu
Yang menghapus semua mimpi
Tapi tak mengubahku
Dan biarkan dia kembali

Di sisimu
Di sisimu selalu
Ku akan pergi menjauh darimu
Dengan senyuman yang menghiasi wajahku
Dan takkan sakit rasa hatiku

Karena haruskah aku mendendam
Jika ku lupakan, sesuatu yang seharusnya tak ingin aku lupakan
Perlahan kan mengalir
Dan biarkan sajak sunyi
Menghiasi imaji

 

Puisi Ke 18 : Rentetan Bait

Oleh: Nada Itahsiro

Rasa itu muncul tiba-tiba
Terkesan menyiksa jiwa
Meski tak berawal indah
Tapi ku siap sambut hari cerah

Cinta yang teramat malang
Bagaikan sebuah arang
Hitam, terbakar oleh api
Biarlah terkubur dalam hati

Kau pompa jantungku dengan pesonamu
Kau ciptakan fantasi indah lewat perilakumu
Kau biarkan intuisiku tak tentu arah
Dan akhirnya kau gores hatiku dengan sebuah kisah

Kau sirami rasa yang tandus
Dengan tatapan tulus
Kau perban luka-luka ini
Dengan senyuman penuh arti

 

Puisi Ke 19 : Malaikat Hatiku

Oleh: Nadya Pamela Nababan

Hanya kau yang mampu membuat senyum dibibirku
Kau mampu merubah segala yang ada pada diriku
Tangis menjadi tawa, tawa menjadi sedih, bimbang menjadi yakin, bahkan yakin menjadi percaya
Kurasa kau yang kucinta

Ingin rasanya aku memilikimu seutuhnya
Bersamamu selamanya
Menikmati indahnya dunia bersamamu
Kau seperti malaikat dihatiku

Aku mohon kepadamu
Jangan tinggalkan jiwa yang rapuh ini
Jangan hancurkan harapan yang telah ku tanam
Dan jangan nodai cinta putihku

 

Puisi Ke 20 : Tak Sanggup

Oleh: Funks Putra Virgo

Berada di dekat mu,,,Hati ku bahagia,,,
Berjauhan dengan mu,,Jiwa ku tersiksa,,
Tanpa mu,,hidup ku terasa hampa..
Tanpa cinta mu,,hati ku terasa kosong..

Dengan cahaya mu
Ku mohon kasih..bawalah aku menuju
Ke syurga cinta mu,,

Agar aku bisa merasakan kebahagiaan
Yang berkekalan bersama mu..karna..
Sesungguhnya hati ku ini tak kan pernah
sanggup
Tuk berpisah dengan mu!!!
Tetaplah di sini..rangkul aku dengan pelukan
Mu..untuk selamanya-lamanya..

 

Puisi Ke 21 : Kehadiranmu

Oleh: Funks Putra Virgo

Dunia begitu indah ku rasakan
Di saat hadirnya diri mu..di dalam hidup ku
Rasa sepi yang selalu menyiksa hati..
Kini telah terusir..lalu..terganti dengan rasa
Bahagia

Kasih..
Salahkah diri ku di mata mu
Jika..ku terlalu mencintai mu..?
Salahkah diri ku..bila semua rasa
Cinta ku..ku lapaskan hanyalah untuk
Mu seorang..?
Bersama cinta dan kasih sayang
Ku taruh sebuah harapan.!!!
Semoga cinta kita bisa tuk saling
Memiliki..hingga nanti dan sampai
Mati

 

Puisi Ke 22 : Anugerah

Oleh: Funks Putra Virgo

Tak pernah aku berpikir
Akan mempunyai sang pujaan
Hati yang secantik diri mu..seanggun
Wajah mu,,
Rasanya bagaikan sebuah mimpi
Yang tak begitu pasti,,tapi,,!!!
Adakalanya Aku sadar akan hadirnya
Diri mu di dalam hati ku,,
Yang kini telah menjadi inspirasi
Hidup ku,,!!!
Dinda,,,!!
Mencintai mu adalah anugerah
Yang sangat terindah,,,kau takkan
Pernah ku sakiti..apalagi meniggalkan
Diri mu..karna..aku terlalu sangat mencintai
Mu..!!

 

Puisi Ke 23 : Cerita Cinta Diatas Putih

Oleh: Lutfi Lazimah

Tertulis cinta di atas putih
Disana tergores indah tinta cinta
Ku biarkan inspirasi cinta ku masuk ke sana
Ku ingin menggoreskan tinta cinta untukmu dihatiku
ku ingin menjadikan dirimu tinta permanen di hatiku
yang tak kan pernah bisa di hapus oleh apapun itu
sekalipun itu hujan
Hingga pada akhirnya kabut senja telah membawamu pergi
Pergi untuk menjadi cahaya yang lebih indah
Cahaya yang menyinari setiap sudut gelap di hatiku
Cinta….
Dirimu bagaikan rembulan malam
Menggantikan tugas sang pemberi harapan di siang hari
Menggantikan rasa sedih ku untuk menjadi rasa bahagia
Cinta…
Ku ingin berkarya di hatimu
Memandu cinta dengan deretan puisi indah yang ku tuliskan
Dengan inspirasi cinta darimu
yang membuat diriku mampu untuk menuliskan abjad demi abjad namamu.

 

Puisi Ke 24 : Kaulah Permataku

Oleh: Funks Putra Virgo

Sayang,,!!
Andai saja kau suruh aku memilih
Antara permata dengan diri mu..
Tentu aku akan memilih mu..karna
Bagi ku..kau adalah segala ¨Cgalanya
Kau adalah permata ku,,
Yang selalu memberikan cahaya
Di saat kegelapan datang menyelimuti
Kehidupan ku¡­
Sayang,,!!
Kau takkan pernah tergantikan
Selamanya kau akan selalu
Bertahta di dalam istana jiwa ku
Karna,,hanya diri mu lah yang mampu
Melukiskan keindahan di dalam
Kehidupan ku..

 

Puisi Ke 25 : Katak Mencari Hujan

Oleh: Ahmad Azhar

Anganku menjulang tinggi
Menggapai asa, menyentuh putih mega
Berselendang senja

Hitamku pun mereda
Tersiram radiasi cinta nirwana

Kutatap eloknya
Habis miskin anganku kering
Menguap oleh hawa panas matahari cinta

Dadaku sesak..
Jantungku bedegub mendesak..
Terkesiap menyaksikan indahnya
Pesona yang membakar bara jiwa

Anganku pun melayang tanpa batas
Ketika saksikan raga bersenandung tanpa balas

Diri ini berpeluh kesah
Berteman guratan bait-bait puisi asa semu
Menanti kumulus berkumpul jadi kumulo-nimbus
Menanti turunnya hujan di tengah kemarau cintaku

Wahai engkau mega!
Anganku mungkin terkesan gelap padamu
Namun citaku putih, seputih wajahmu

Wahai mega si gumpalan awan
Andai dirimu tahu…
Aku padamu laksana katak di tengah kemarau panjang
Acap menoleh padamu, harapku engkau telah dirudung hitam

Wahai engkau mega si awan kumulus
Dengarlah bait sandi-sandi puitisku…
Dengarkan dan Ajarkan padaku…
Ajarkan cara turunkan hujanmu,
Tanpa perlu meng-asa mendung hitamkan putihmu

Wahai engkau mega di langit nan tinggi
Tengoklah padaku
Tolehkanlah senyum indahmu itu
Dan, tataplah… kumohon…
Lihatlah aku, katak buruk rupa ini berada di bawahmu
Mengharap dan selalu berharap,
menunggu hujan dari hatimu kan banjiri kolam kosong di hatiku….

 

Puisi Ke 26 : Aku Kamu

Oleh: Uswatun ni’mah

Lembut udara menyapa.
menatap sinarmu.
Aku tersenyum.
Cuma Kamu,hatiku.

Hati bergetar .
jantung berhenti.
tangan hangatmu,menggenggamku.

Cinta…
Cerita kita.
abadi.
terjaga waktu.
jauh Dari raga.
dekat dengan sukma.

Untuk Kekasihku

 

Puisi Ke 27 : Bintang Kecil

Oleh: Anisa

Kau lah yang menaruh bintang kecil
Dalam hati dan jiwa ku
Kau tak pernah meninggalkan aku
Mungkin sesaat aku tak melihat mu
Dibawah sinar matahari
Tetapi ketika sampai malam tiba
Kau slalu disana menjelma
Sebagai pelita sang malam
Dan dibawah lorong yang gelap dan tersunyi
Kau hiasi dengan bintang-bintang kecilmu
Kekasih kau lah bintang sejati
Dalam hidup ini tak pernah henti
Menerangi jiwa ku yang hampa
Dan kau tak henti pula berkelip
Dalam langit hidup ku..
Kau hiasi dengan tawa, tangis dan canda mu
Disetiap langkah hidup ku
Cinta TRIKASIH untuk segalanya….

 

Puisi Ke 28 : Sahabat Tersayang

Oleh: Agung

Bagai mimpi tak bertepi,
Bagai hina menjadi cinta,
Bagai lautan takut kehilangan rasa,
Bagai kusing takut lautan
Rasa yang dulu layak teman
Kini berubah menjadi rasa tersayang
Tak ubahnya bunga mekar dalam genggaman
Ya Tuhan..
Getaran ini kini mlai berkecamuk dibenakku
Getaran rindu mulai membisik batin ku
Getaran sayang tak mampu aku bendung
Hanya karna dia sang sahabat yang aku sayang.

 

Puisi Ke 29 : Jangan Pernah Lupakanku

Oleh: St. Fajriah

Sayangku… Aku tidak ingin berpisah denganmu
Aku ingin selalu ada disampingmu
Walaupun disaat senang ataupun sedih
Aku ingin bahagia bersamamu selalu
Aku berharap kita dapat bersatu

Sayangku…
Aku akan ada disampingmu walaupun kita jauh
Dan mungkin ada yang tidak suka jikalau kita bersatu
Tapi aku yakin kita akan tidak akan terpisah

Sayangku…
Aku akan ingat tentang janjimu itu kepadaku
Kita tidak akan pernah bohong walaupun itu membuat orang lain kecewa
Aku akan jujur kepadamu karena aku tau hubungan kita akan baik- baik saja,,
jika kita jujur satu sama lain

 

Puisi Ke 30 : Tentang Cinta

Oleh: Lisna

Ketika manusia terluka karna cinta
maka cinta pula yang dapat menyembuhkannya

Keindahan warna pelangi tak akan ada tandingannya ketika mereka merasakan jatuh cinta

Dan ketika merasakan patah hati
yang terasa hanya seperti awan mendung yang menyelimuti langit dan enggan tuk berpindah

Mereka yang jatuh cinta sedikit kata pujian membuatnya terbang melayang

Tapi mereka yang patah hati kata yang mungkin biasa saja bisa berubah menjadi pisau yang menikam hati da sangat menyakitkan

Cinta…..
Cinta ibarat coklat
Karna gak selamanya coklat itu manis

 

Puisi Cinta Islami

Puisi Cinta Islami
Source: ahad.co.id

Puisi Ke 31 : Klandestin Cinta

Oleh: Trie Andari Hilary Saragi

Ketika gerimis menabur benih
Raja malam dan bintang saling pagut
Oksalat di gegana terasa asin
Papakerma diserap pawaka

Pawana beradu dengan pawaka
Menggelora suasana padang
Purnama melukis huruf dengan cahaya
Menyambut pangestu dari sang khalik

Kita duduk bersimpuh di depan sayidina
Merangkai bait suci ijab kabul
Ofiisil menjadi padmi hayatmu
Randuk bahterai rumah tangga

Pakarina rajul impianku, menopengi beban baru
Sebagai ramanda untukku dan banimu
Di padmasana filantropi mengembara untuk selamanya

 

Puisi Ke 32 : Adam dan Hawa

Oleh: Leo Christianto

Kita berdua hanya manusia
Dari jenis yang berbeda
Engkau pria aku wanita
Tapi tercipta untuk bersama

Kita mencinta dan dicinta
Kita berdua tiada sama
Namun cinta satukan kita

Karena cinta kita bersama
Memadu kasih sumpah setia
Dalam keagungan maha pencipta

Kita mencinta untuk bahagia
Menghibur perih lenyapkan luka
Tiada aku engkau merana
Tiada engkau aku tersiksa

Tuhan pencipta satukan kita
Dalam cerita adam dan hawa

Engkau berkorban sedari dulu
Tulang rusukmu tercipta aku

Walaupun maut pisahkan kita
Dalam taman surga kita bersama
Tiada tangis
Tiada duka
Kau dan aku untuk selamanya

 

Puisi Ke 33 : Islamkan Cintaku

Oleh: Ade D Surya

Aku temukan ketenangan disela jarimu
Begitupun kehangatan
Aku temukan arah lurus
Dari setiap kata yang terlontar dari kedua bibirmu
Aku temukan keindahan dihijbamu
Yang membuatmu lebih indah dari yang terindah

Jadi biarkanlah aku mengimamimu
Mencarimu dengan niat
Memacarimu dengan Bismillah
Dan meminangmu dengan doa

Biarkan kita menyatu karena sunnah
Dan mencinta karena Alloh
ANA UHIBBUKI FILLAH

 

Puisi Ke 34 : Wanita Pesantren

Oleh: Readi Afandi

Assalamualaikum saudariku;
Ternyata, dari sekian pertemuan yang berawal dari pesan
Masih juga menyisakan rindu

Kau kembali hidup dalam dekapan kitab-kitab yang menyejjukkan
Meski kabarmu menghilang
Masih aku sisakan perhatian untukmu sebelum menjelang malam

Assalamualaikum saudariku;
Aku terbangun dalam lelap karena panggilanmu yang menyayat
Bisikan syahdumu membuatku tahu arti berharap
Kau bukan sekedar melati
Kau pulalah embun pagi yang berkilau dibawah seruan mentari

Assalamualaikum saudariku;
Sengaja aku merangkul mawar segar di tangan kanan
Sebagai uluran pertama saat nanti kau kembali dalam pelukan
Bercanda lagi meski angin tak menyisakan kisah sedikitpun
Namun, aku mnyimpan senyuman antara kau dan ketenangan

Assalamualaikum Saudariku;
Disini aku menunggu kembalimu seperti kemaren itu.

 

Puisi Ke 35 : Menunggu Kekasih Halalku

Oleh: Dewi Puspita Az-zahra

Di malam yang sunyi ini
Ku menunggu kehadirannya
Sesosok pria yang aku dambakan
Dan yang kau ridhoi

Ku harap cinta suci yang tulus dari hatinya
Ku tak inginkan ada penghianatan lagi
Aku lelah aku cape dengan semua itu
Aku inginkan kebahagiaan

Tuhan,,
kirimkan aku seseorang yang bisa buat ku bahagia
seseorang yang bisa buat ku lebih dekat denganmu
yang bisa menjadi imam yang baik buat ku

Ya rabb,,,
aku disini masih setia menunggu
menunggu hadirnya pria itu
pria yang entah tau siapa
semua hanya engkau yang tau,,

Ku yakin engkau pasti kan berikan yang terbaik buat ku

 

Puisi Ke 36 : Ayat Cinta Darinya

Oleh: Afrida Ningsin

Hati ini kembali bergetar
Saat dia menjadi imam dalam sujudku
Tidak dapat dipungkiri lagi
Ku menginginkan hal ini Ya Allah
Tuntunlah kami pada garis takdir
Pada jalan hidup yang Engkau ridhoi

Tiap ayat yang ia lafalkan
Menjadi penyejuk jiwa yang kering ini
Tiap doa yang ia panjatkan
Menjadi penawar dalam keputusasaan ini

Tasbih dan tahmid yang menggema
Kembali menyusun kepingan hati
Untuk bisa menuju ke muara cintaMu

 

Puisi Ke 37 : Untukmu, Jemputlah Aku

Oleh: Aziziyah M.

Fatamorgana cinta yang bertasbih
Akankah sengaja disimfonikan
Izinkan hujan membawa lamunanku malam ini pada-Nya
Rintiknya yang merdu mengantarkan
Untaian doa yang sederhana
Zahir rana keraguan
Alur cinta ini tak pernah bermuara

Aku di atas sajadah ini dalam lamunan hujan
Mengharap kau menjemput dalam pintaku pada-Nya
Rindu dan cinta melukiskan piluh
Obat di hari senja yang kelabu
Zakia cinta yang tertanam
Inginkan dirimu dalam ikatan yang sempurna

 

Puisi Ke 38 : Sajak Tak Bertuan / Sepertiga Malam

Oleh: Tri Astuti

Di sepertiga malam kuterbangun dari tidur lelapku
Kugoreskan tinta diatas selembar kertas kosong
Kutuangkan untaian kata-kata indah dari kalbu yang paling dalam
Penaku menari lincah diatas kertas cinta

Tiba tiba sesosok bayangan menghampiriku
Membisikkan syair cinta yang penuh gairah
Kutebarkan pandangan keseluruh ruangan kalbu
Kudapati taburan kata-kata cinta dari sang pujangga

Kurangkai satu persatu hingga kumiliki sajak cinta penuh makna

Disepertiga malam aku terbangun dari tidur lelapku
Telah kudapatkan sajak cinta untukmu
Dan akan kupersembahkan hanya kepadamu
Kuulurkan kertas cinta dengan harapan akan menjadi sajak kita bersama

namun tiba-tiba angin berhembus kencang
Kau terlepas dari genggamanku dan tak mampu aku menangkapnya

Terbang jauh dan tak tahu dimana akan berakhir
Atau bahkan tidak akan pernah berakhir

Sajak kita akan menjadi sajak tak bertuan selamanya
Namun akan kuramu dalam do’a-do’a dalam sepertiga malamku..

 

Puisi Ke 39 : Cinta dan Penantian

Oleh: Annie Zulaikha

Sayang…
Aku selalu menunggumu…
Setiap saat…
Dan waktu-waktuku hanya memikirkanmu
Melihat bayanganmu ketika kau meninggalkanku
Tuk memenuhi tanggungjawabmu padaku
dan permata hatimu…
Serasa bagai seminggu aku tak bersua denganmu

Aku selalu merindukamu beb…
Selalu ingin menjamumu…
Menyediakan berbagai keperluanmu…
Menjadi pelayan terbaikmu…
sampai kau bosan dan jemu padaku…
tapi aku tak menginginkannya

Sayang…
Matamu yang teduh…,
wajahmu yang bening
perilakumu yang penuh cinta kasih
tutur katamu yang santun
hatimu yang lembut
akhlakmu yang terpuji…
senyummu yang buatku bahagia…
kesabaranmu padaku…
kau beriku peringatan demi peringatan tuk tetap dalam relNya
kau yang selalu bimbingku tuk setia pada Quran dan sunnahNya
kau telah menjadi ladang amal buatku untuk beribadah beb…
kau pun selau mengajakku tuk beramal soleh
itu….
telah mengurai semuanya tentang dirimu

Namun…

Kenapa ?
cintamu… tak bisa terdeteksi olehku

Namun… kenapa ?
rindumu pun tak bisa kuteropong oleh teleskop tercanggih manapun

Namun kenapa ?
kasihmu… pun tak bisa kuukur dengan mistar atau apapun itu

Sayang…

Walaupun kutau kau begitu
aku tetap seperti dulu…
mengharapkanmu mejadi imam dalam biduk cintaku
merajut hari2 bersamammu…
senang, susah, menangis tertawa…
menikmati setiap rasa yang berbeda..
begitu indah dan bahagianya…
mendampingimu….
menjadi belahan jiwamu…

Sayang…
walau tak jarang pula aral melintang menghalanginya
aku berdoa pada Sang Pemberi Hidup…
kebaikan atas dirimu dunia dan akhirat…
keselamatan atas dirimu dunia dan akhirat…
kesehatan atas dirimu… jiwa dan raga
dipanjangkan umurmu
sampai kau dan aku menua bersama…
berjuang di jalan Allah bersama
hingga Allah menutup usia kita
dengan husnul khotimah

 

Puisi Cinta Sedih Menyentuh Hati

Puisi Cinta Sedih Menyentuh Hati
Source: rmgbd.net

Puisi Ke 40 : Kau Tak Tahu

Oleh: L. Rahmat Hidayat

Hening…
Ketika desiran angin malam membelai wajahku
Ku terdiam sejenak dalam lamunan
Tentang cinta yang kian hilang

Aku tahu…
Kau tak pernah inginkan aku
Aku tahu…
Dan aku selalu tahu

Andai kau tahu
Rasa ini tak pernah padam dalam jiwaku
Rindu ini begitu menyiksa batinku
Cinta ini seakan membunuhku

Tapi…
Kau tak pernah tahu

 

Puisi Ke 41 : Cinta Yang Tersembunyi

Oleh: Chii Ammu

Ku sadari rasa ini mendalam ketika kau pergi tak bersamaku..
Sungguh aku merindukanmu..
Memimpikan kehadiranmu dalam lelapku..
Aku ingin kau kembali dalam kisahku..

Andai kau tahu apa yang ada dalam hari-hariku ..
Aku memikirkanmu yang bukan siapa-siapa lagi..
Tanpa sadar menyebutkan namamu dalam cerita..
Tak mampuku berkata tentang rasa ini..
Hanya kebisuan yang dapat terungkap..
Cinta yang tersembunyi..

Cinta yang tersembunyi dalam hati..
Ku ingin kau tahu hal itu..
Hal cinta yang ku simpan atas namamu..
Ku ingin kau adalah cinta terakhirku..

 

Puisi Ke 42 : Tersatukan

Oleh: Leo Christianto

Kau yang terindah dalam duniaku
Biar kusimpan cintaku padamu
Walau tak terucap
Namun biarkan tersirat
Dan izinkan hatimu menyiratkannya

Atas rasa manusiawi dalam diri
Agar tiada iri dengki
Karena itu jahat
Karena itu buruk

Cinta memberi kekuatan
Takkan pernah terhalang
Takkan lenyap ditelan waktu
Maka jangan biarkan terbunuh

Karena cinta kitapun hidup
Dari hati dan rasa yang tersatukan

 

Puisi Ke 43 : Cinta

Oleh: Ameliya Sadevi

Cinta yang tak pernah ku tahu
Kapankah Ia akan datang dalam hidupku
Hadir Mengisi relung hati yang sepi ini
Hingga hadir seseorang yang mengantarkan cinta padaku

Mengikuti langkah demi langkah hidupku
Membuat ku tersenyum, Membuat ku tertawa indah
Membuat ku tak ingin jauh darimu
Dirimu yang hadir membawa seikat cinta untuk ku

kau titipkan rasa mu kepada ku
Janji hati yang selalu ingin bersama
Tak ingin terpisah oleh waktu dan ruang
Membuat cerita cinta, yang kan kita kenang selalu

 

Puisi Ke 44 : Harapan Hampa

Oleh: L. Rahmat Hidayat

Di sudut malam
Kini ku rindukan dirimu
Rindu akan senyum, tawa
Dan segalanya tentang dirimu

Namun apalah dayaku
Dengan keterbatasan Aku mencintaimu
Tak pernah bisa menjadi seperti yang kau mau
Bagai sang bintang yang merindukan mentari

Mata ini ku tutup
Masih memandang langit malam
Dengan harapan hampa
Untuk memilikimu…

 

Puisi Ke 45 : Kembalinya Dirimu

Oleh: Therry Yuvetha

Kau telah kemballi…
Kau dalam perjalanan menuju ke pelukan ku lagi . . .
Engkau berkata telah Menyadarii …
Ku lambaikan tangan ku untuk menyambutmu
Ku arahkan bola matta ku kepadamu
Ku teteskan air mata haru bahagia ku ,akan
Kembalinyaaa cintaa mu !!
Jangan pernah berubah.. untuk ttp mencintai q
Aku pun berjanji .. akan tetap mencintaimu
Kuingin _membangun bahtera b¡¯sama mu
Impian ku _adalah dampingi mu di setiap waktu.
Tersenyum dengan kalimat sayang mu.
Serta semangaaat .. . di sela hari hari ku.
Bahagia ku bila bersama mu & hanyaa karna mu

 

Puisi Ke 46 : But Love

Oleh: Dedy Bhewoq Setiawan

Cinta
Adakah secercah harapan yang kau titipkan untukku
Adakah sekeping hati yang bisa aku singgahi

Cinta
Adakah segenggam mimpi yang bisa kau simpan untukku..
Agar kepingan ini bisa bersatu kembali.
Setelah hancur berkeping-keping..

Cinta¡­
Hidup terasa hampa tanpamu..
Raga ini terasa hancur
Bagai puing-puing bangunan
Yang berserakan tanpa sentuhan kasihmu..

Cinta¡­
Setiap orang selalu memanggil namamu
Setiap orang selalu membutuhkanmu
Setiap orang berusaha menggapaimu

Cinta¡­.
Mengapa ada saja yang selalu mengganggumu
Mengapa ada saja yang selalu mempermainkanmu
Merayumu, membuaimu..
Kemudian mencampakkanmu..

Cinta¡­
Engkau terlalu indah untuk disakiti
Engkau terlalu berharga untuk dipermainkan
Engkau terlalu sempurna untuk dicampakkan.

Cinta¡­
Jadilah engkau bak mutiara dilautan
Yang selalu bersinar
Memancarkan cahayanya yang berkilauan
Walau engkau berada dalam lumpur yang paling dalam.

 

Puisi Ke 47 : Aku Kamu Satu

Oleh: Titis

Setiap hal yang membuatku resah ku harap kau baik
Tanda tanya dalam jiwaku lepaskan
Kini kuberjalan sendiri disini menanti kau
Pengharapan dan doa ku sandarkan pada illahi
Cinta ini adalah resapan jiwa hati yang terindah

Kau sebuah anugrah dari Robbku
Buliran piluku jatuh menatap luas laut yg terhempas
Aku belajar dari mu
Kita sama sama menitih lembar yang baru
Doda yang dulu pekat kini memudar

Senja itu membuatku termenung
Kesetia iktan kita teruji
Saat ruang dan waktu membelah rasa

Rasa ini biarlah kau dan aku yang tahu
Merka tak perlu tahu susahnya kita menjaga
Karna aku kamu satu

 

Puisi Ke 48 : SIRNA

Oleh: Vodjand

Telah kusemai benih-benih cinta yang suci
Aku harap akan tumbuh batang
Berakar gagah memeluk perut bumi
Tak goyah ketika digoda angin petaka

Saban hari kusempatkan waktu
untuk menjaga
Dan membina
agar nampak setara ?

Namun, belum menjadi
apa yang kuhayalkan
ranting belum menjadi cabang
akarnya pun menjadi usang

Putik belum lagi bertangkai
dahannya patah daunpun terurai
Lalu musnah
Perlahan-lahan

 

Puisi Ke 49 : Hanya Kamu Ku Mau

Oleh: Hendra Kurniawan

Inilah ingin hatiku
Impian hidupku
Kebahagianku
Harapanku

Hanya kamu . . .
Hanya cinta kasihmu
Yang ku mau hanyalah dirimu
Kamu adalah pelabuhan terakhir cintaku

Semoga kamu sadari
Tahu apa yang ku rasa
Apa yang aku ingin saat ini
Hanyalah bersama dirimu

Setiaku hanya untukmu
Kamu adalah yang terakhir mengisi hatiku
Walaupun kamu bukan yang pertama
Tapi aku ingin kamu menjadi yang terakhir dalam perjalanan cintaku

 

Puisi Ke 50 : Senja, Ku Nanti engkau Berpulang

Oleh: Kepikona

Pada tiap senja yang berpulang
Engkau ada disana
Telah ribuan kali aku putar ulang
Kau dan aku dalam maya nan fana

Juli yang basah adalah awal bagiku
Dan Januari yang hangat adalah awal bagimu

Meski bunga yang sempat mekar
Kini telah layu
Kusampaikan padamu
Merahku tetap berwarna segar

Ambillah senyum dan waktu dariku sebanyak yang engkau mau
Karena mungkin esok ‘kan takkan ada

Dan biarlah, biarlah hujan di lekuk rembulan milikku ini bebas
Biarlah pelangi di milikmu terus memeluk
Dia yang engkau tanpanya bagai puisi tak bermajas

 

Puisi Ke 51 : Kebahagiaanmu Untukku

Oleh: NN

Tak sanggup aku menahan air mata ini
untuk tangisi kedua orang tuaku
yang selama ini tak pernah putus asa
menjagaku dan memberi kasih sayang

Hingga aku tumbuh besar menjadi dewasa
aku bangga terhadap mu ayah dan ibu ayah dan ibu tak pernah lelah
memberikan kasih sayang untuk ku

Kau berikan kebahagiaanmu untukku
walaupun aku selalu nakal dan membantahmu
dengan sikap egoisku
tetapi ayah dan ibu selalu sabar

Sedikit demi sedikit kalian menasehatiku
memberikan kasih sayang kalian untukku
karena aku sadar
kebahagiaan kalian adalah kebahagianku juga

Tak seharus nya aku nakal dan membantahmu
dan egois kepada kalian
karena kasih sayang ayah dan ibu tak terhingga
dan tak ternilai oleh ribuan uang

Patut untuk mensyukuri nya
karena allah
masih memberikan orang tua
yang lengkap untukku

 

Puisi Ke 52 : Cinta Adalah Sebuah Kesalahan

Oleh: Sinai

Cinta adalah sebuah kesalahan
Datang membawa rindu
Pergi meninggalkan luka
Sakit hati ini,remuk jantung ini
Mencintai namun tidak dicintai
Menyayangi namun tidak dikasihi
Apakah pantas dikatakan sebuah cinta
Karena cinta adalah sebuah kesalahan
Jiwa ini salah menilaimu
Hati ini ragu mencintaimu
Jantung ini bimbang menyayangimu
Raga ini tak pantas memahamimu
Cinta adalah sebuah kesalahan
Manisnya hanya dibibir saja
Pahitnya sulit ku telan jua
Namun kupasrah untuk melepasmu

 

Puisi Ke 53 : Jauh Hingga Ke Dasarnya

Oleh: Leo Christianto

Benarkah ini waktu yang tepat
Kau biarkan aku percaya
Bahwa suatu hari nanti kau akan ada untukku
Saat bintang bintang bersinar
Ketika kebingungan melanda dirimu
Tak dapat kutunjukkan perasaanku

Dan akhirnya akupun menunggu
Dalam bayangan kelam yang menghiasi hatiku
Namun selalu saja waktu yang tak pernah tepat

Hingga suatu hari aku berhenti peduli
Dan mulai melupakan
Mengapa aku mencoba dengan begitu kerasnya
Dan akupun menghilang jauh ke dalam kegelapan
Dan saat kegelapan berganti rasa sakit
Dan takkan pernah hilang

Hingga semua kenangan terkubur dalam
Jauh hingga ke dasarnya

Kuberteriak dengan begitu kerasnya
Bagaikan berteriak di atas bintang
Akupun berdarah hanya untuk merasakannya

Hingga suatu hari kau berhenti peduli
Dan mulai melupakan
Mengapa kau mencoba dengan begitu kerasnya
Dan kaupun menghilang jauh ke dalam kegelapan
Dan saat kegelapan berganti rasa sakit
Dan takkan pernah hilang

Hingga semua kenangan terkubur dalam
Jauh hingga ke dasarnya

 

Puisi Ke 54 : Harapan Cinta

Oleh: Nia Saraswati

Cinta mampu membekukan raga
Memberi isyarat pada jiwa yang berharap
Membawa senyum tanpa diminta
Memberi tangis yang mampu membuat luka

Betapa sakit aku yang tak dianggap
Dirimu yang tak pernah sadar akan ragaku disampingmu
Butiran air mata yang semakin deras terlihat
Tak mampu ditampung oleh ego jiwa

Telah lelah aku mengikuti langkah kakimu
Hanya mampu bertahan pada ketegaran
Percaya akan keajaiban tuhan
Yang mampu mengubah dirimu untuk diriku

Kebimbangan hati untuk bertahan atau berhenti
Datang mengusik otak dan hati
Tuhan beri aku alasan untuk tetap bertahan
Mungkin alasannya cuma satu yaitu CINTA

 

Puisi Ke 55 : Sahabat Terindah

Oleh: Widha Wibowo

Kadang diam, ku utarakan tak bertepi
kadang sunyi, hanya kata rindu dalam batin ku
kadang gelisah, ketika kau tak ada
kadang cemburu, ketika kau bersamanya

Tak ubahnya kucing takut air
tak ubahnya lautan takut kehilangan rasa
tak ubahnya telaga kehilangan lumut
tak ubahnya benih takut kehilangan tangkainya

Rasa yang dulu, hanya rasa layak teman
kini ku rasakan berbeda,.
mungkin rasa tersayang..
rasa yang tak sanggup ku ucapkan

 

Puisi Ke 56 : Kesendirian

Oleh: Firman Maulana Sidik

Ku lihat, ku rasa dan ku dengar.
Samakah seperti cerita mereka.
Tangis aku, luka aku, apakah mereka yang rasa.
Ku lihat, ku rasa dan ku dengar.
Cinta cerita, cerita cinta.
Adakah bersama ketika tiada.

Jika bertanya.
Apa yang harus aku tanya.
Jika meminta.
Pantaskah aku untuk meminta.
Jika harus memohon, mengertikah apa yang aku mohon.
Jika berharap, yang mana bahagia yang aku harap.

Cinta kesendirianku.
Berjalan, dalam gelap yang tak terang.
Cinta kesendirianku.
Memandang rasa yang ta’lagi aku rasa.

Tuhan,
Engkau dimana.
Tuhan,
Engkau siapa.
Kenalkah aku,
Kenalkah engkau,
Pada hidup.
Pada mati.

Tuhan.
Engkau dimana,
Tuhan.
Engkau siapa,
Yakinkah aku.
Pada hidup yang takbisa hidup.
Pada mati yang tak bisa mati.

 

Puisi Ke 57 : Cahaya dalam Hujan

Oleh: Arida Rusmayanti

Gerimis menetes di wajahmu
Petanda kesedihan itu ada
Mungkin kau letih dengan ucapku
Namun tidak,,,
Sering gerimis itu jatuh
Saat aku tak sanggup menahan kepahitan ini
Namun tidak,,,
Kau tak pernah mencoba berlari
Tak pernah mencoba punah rasa itu
Selalu mengalir membasahi jiwa yang kering
Harapmu itu yang mampu menghidupkanku
Meski sering bertarung dengan jalanan
Dengan kokohnya kau disana
Hanya untuk melihat mataku bercahaya
Semua kasih ku berikan padamu
Untuk semua pengorbanan cintamu

 

Puisi Cinta PDKT

Puisi Cinta PDKT
Source: tokkoro.com

Puisi Ke 58 : Hadirnya Cinta

Oleh: Wahyu Ardiansyah

Rasa yang hadir dalam dada
Merangkai indah sebuah nada
Membuat semua orang terkesima
Karena terkena panah asmara

Sesuatu yang sangat indah
Jika semua dilalui dengannya
Dan terasa amat pilu
Ketika dia meninggalkanmu

Itulah sebenarnya cinta
Menguatkan hati dan rasa
Mencerahkan hari dan dunia
Serta memberi warna indah

Cinta itu bukan permainan
Apalagi untuk hal tidak benar
Cinta itu untuk menceriakan
Bukan untuk hal yang tak wajar

Hidupmu akan sepi tanpa hadirnya
Terasa hampa jika tak ada dia
Milikilah selalu cintamu
Sebab cinta trus bersemi di hatimu

 

Puisi Ke 59 : Izinkanku Tuk Menyayangimu

Oleh: Novi Hikmah Wati

Ku pandang langit
Ku pandang bintang
Namun semua hanya sia-sia
Pandanganku cuma satu arah

Yaitu memandang kamu
Walau hanya dari memori
Memori ingatan tentangmu
Tentang kita yang pernah dekat

Kau yang disana..
Ku tak tau perasaan ini terhadapmu
Ku cinta namun benci
Benci bila saat kau dekat dengan yang lain

Perasaan yang ku pendam ini
Terlalu sakit untuk dipendam
Ku tak berani tuk ungkapkan
Maka ijinkan ku tuk menyayangimu

Menyayang seseorang dalam hati
Memanglah sulit tuk dijalani
Apa mungkin hatimu peka terhadapku
Dengan semua sikapku terhadapmu
Mungkin sayangku ini tak kau sadari
Namun ku coba bantu tuk menyadarinya
Bahwa aku sangatlah sayang kepadamu

 

Puisi Ke 60 : Mengagumi Tanpa Mengetahui

Oleh: Anggie Nur Safitri Anugrah

Langit biru kembali telihat..
embun pagi masih membasahi jendela rumah
kicauan kicauan burung terdengar merdu..
matahari terbit dari ufuk timur

Sudah berhari hari ku selalu melihat tingkahlakumu
mengeluarkan gelak tawa saat melihat kelakuan lucumu..
ingin sekali aku kenal lebih dekat denganmu…
entah sampai kapan aku mengagumimu dari jauh

Seperti menunggu air laut kehabisan air
menunggu mu tau isi hatiku kepadamu
aku memang mengenalmu …
tapi kamu ? entahlah…

Inilah aku hnya mampu bersembunyi
hanya mampu melihatmu dari jauh
menjadi penggemar rahasiamu
Dan aku tak tau sampai kapan aku begini….

 

Puisi Ke 61 : Arjuan Impian

Oleh: Rika Susanti

Hari itu,
Hari dimana kamu dan aku bertemu
Aku memandang wajah mu, senyum mu, tawa mu, dan bola mata mu yang begitu indah,
Jantungku seakan berhenti disaat kamu menoleh dan melemparkan satu senyuman yg begitu menawan,
Oh tuhan,
Aku malu, aku risih, namun aku bahagia….
Rasanya aku ingin melangkah, ingin berkenalan dengan mu..
Namun itu tak mungkin,
Rasa canggung dan malu ingin memulai menyebar keseluruh tubuh Ku,
Aku hanya terpaku, berharap kamu datang…

Namun Perlahan kamu pergi,jauh, dan mungkin kita takkan pernah berjumpa lagi…

Sekarang kamu dimana Wahai arjuna impian ku,
aku berharap Suatu hari nanti sang maha Cipta akan mempertemukan kita lagi,
dengan harapan kamu dan aku akan menjadi kita …

 

Puisi Ke 62 : Aku Tahu

Oleh: Ananda Tri Oktavilia

Aku tahu kamu cinta kepada ku…
Aku tahu kamu sayang kepada ku…
Dan aku tau kalau kamu suka kepada ku…

Tapi kenapa kau tidak mengungkapkannya…
Aku menunggu kata kata itu keluar dari mulut mu…
Tapi ini sudah cukup lama untuk menunggunya…

Tuhan…
Dia cinta…
Dia sayang kepada ku…
Tetapi kenapa dia mengungkapkannya…

 

Puisi Ke 63 : Cinta Masih Tak Tergapai

Oleh: Wahyu Eko Savitri

Cinta tidak mengenal logika
Karena cinta selalu ada
Di setiap relung-relung di jiwa
Seandainya kamu mengetahuinya
Tiada daya untuk mengungkapkannya
Hadirmu sedemikian tiba-tiba
Melunturkan dilema
Namun, malah menuntut curiga

Cinta, tidak maukah engkau melihatku
Tidak bisakah aku dan kamu disebut kita?
Seperti rembulan memiliki cintanya
Pada kelap-kelip bintang
Seperti matahari yang selalu
Dengan cinta menerangi cakrawala
Seperti hujan yang jatuh ke Bumi
Memberi ketenangan peneduh hati

 

Puisi Ke 64 : Cinta Sejati

Oleh: Satria

Waktu begitu cepat berlalu
Hari demi hari pun terlampaui
Masa lalu pun sirna di telan waktu
Hingga pada suatu ketika Ku temukan cinta
Aku tak pernah merasakan cinta yang begitu besar
Seperti yang aku rasakan saat ini

Cinta yang bukan cuma sekedar cinta biasa
Cinta yang tulus yang hanya ingin mengasihi
Melindungi dan menyayangi sepenuh hati
Cinta yang rela meneteskan air mata nya

Hingga suatu ketika
Luka demi luka hanya Ku terima
Tanpa hiraukan betapa dlm nya sakit yg kurasa
Namun cinta itu masih tetap bertahan dn selalu ingin menjaga keutuhan nya

Apakah ini yg di namakan cinta sejati
Yang rela hati nya tuk di sakiti
Yang merelakan air matanya terus mengalir
Yang sllu coba mengerti walau sllu tersakiti

Tapi Ku percaya ini semua cinta sejati
Yang Tuhan anugerah kan kepadaku
Trimakasih Tuhan walau terasa sakit
Aku selalu bersyukur dan Ku terima dengan ikhlas

 

Puisi Ke 65 : Dunia Untuk Pemimpi

Oleh: Komarudin

Ceritakan aku tentang surga..
Dan selir-selir disana..
Aku ini tak punya rupa..
Jangankan disana..
Duniapun menolakku..

Biar aku sembunyikan wajahku..
Untuk sandaran putri tidur..
Sampai ia terbangun..
Menanti detak jantung kedua..
Sebuah kecupan pangeran buruk rupa..

Dongengkan aku..
Tentang negri yang jauh..
Tentang hidup yang abadi..
Untuk nafas yang tak berhembus lagi..
Jalan panjang untuk pemimpi

 

Puisi Ke 66 : Cinta Dalam Hati

Oleh: Komarudin

Eratkanlah sebelum lepas..
Dan mata ini mulai muram..
Menghitung hela demi hela nafas..
Sebelum raga ini tertinggal jauh..
Disini ingin kupeluk namamu..

Derap langkah yang memaki..
Untuk setiaku disini..
Berdiri tanpa sandaran lagi..
Tertinggal untuk senyum disana..
Satu senyum bukan untukku..

Lelah memang..
Menjadi seorang pengkhayal..
Tanpa teman Berkhayal
Biar aku bermimpi..
Untuk mencintai hatiku sendiri..
Disini lagi..

 

Puisi Ke 67 : Bintang Hati

Oleh: Nuri Ade Iksani Devi

Kau hiasan hati dalam hidupku
Kau sinar hati dalam gelapku
Kau nada hati dalam sepiku
Kaulah bintang hatiku

Ku melangkah dengan sinarmu
Tanpa keresahan dalam selimut kalbu
Kau tetap menyinariku
Tanpa rasa letih dalam hatimu

Kau tunggu aku dengan kesetiaan cintamu
Tanpa rasa keluh dalam kesunyian
Kau tetap berkelipan dengan ketulusanmu
Menghiasi hati hingga akhir menutup mata

 

Puisi Ke 68 : Cinta Tulusnya

Oleh: Nuhari

Rintik hujan membasahiku
Entah mengapa perasaanku
Kau yang ada di depanku
Justru sahabatku
Yanga ada di pikiran ini

Dia pernah berkata
Walaupun darahnya
Tumpah tak tersisa
Walaupun mata pisau
Menancap di tanaganya

Dia akan selalu di sisiku
Dan di sampingku, memaniku
Dan menghiburku
Saat itu,,,,

Aku melihat cinta
Yang istimewa
Dalam matanya
Dia berjanji kepadaku
Cinta tulusnnya

Akan selau dijaga
Untukku,,,,
Sampai darahnya
Tak mengalir lagi
Dalam tubuhnya

 

Puisi Ke 69 : Pangeran Tanpa Nama

Oleh: Lailatul Intan Alani

Dia,
Siapa dia?
Pertama ku jumpa
Degup jantung berdebar

Dia berjuang untuk kelasnya
Tangannya mencengkram erat tali tambang
Raut wajah berkeringat penuh semangat
Hatiku terasa Lemah

Hari demi hari kulalui
Menanti sebuah nama tuk kutahui
Tanpa berusaha
Aku hanya pasrah
Berharap datang keajaiban
Tuk mengenalnya

 

Puisi Ke 70 : Perasaanku

Oleh: R Aprilillah

Aku tahu
Perasaan yang tulus dari mu itu
Kejujuran mu pada ku
Kepedulian mu yang ada untukku

Hanya kamu..
Yang ada dihati ku
Telah ada dihari ku
Membawaku bersama kebahagiaan itu..

Cinta itu kini ada bersama ku
Dan bersama dengan mu..
Aku tak ingin diri mu
Pergi dari kehidupan ku..

 

Puisi Ke 71 : Cinta di Persembunyian

Oleh: Valentina Puspa

Ini yang ku nanti
Rasa ini sudi tuk hadir kembali
Aku takkan bermimpi tinggi layaknya kemarin
Bahkan bermimpi untuk sekedar memiliki
Aku hanya ingin sembunyi
dan mulai mengagumi rasa ini

Akan kuhayati setiap gejolak hati
Kunikmati setiap sentuh khayal diri
Kan kusebut namamu dalam setiap denyut nadi
Aku ingin bertemu denganmu disetiap hembus pagi
Meski ku tahu, takkan ada sapa apalagi canda
Hanya cukup seperti ini saja, dan aku kan bahagia
Menatap bayangmu disetiap pagi
Bermimpi tentangmu di malam hari
dan merindukanmu di siang terik

Aku cukup tahu dan cukup aku yang tahu
Kau tak perlu tahu dan tak seorangpun perlu tahu
Hanya cukup Tuhan dan aku yang tahu
Bahwa aku mencintaimu di persembunyianku

 

Puisi Ke 72 : Cinta di Persembunyian

Oleh: Valentina Puspa

Ini yang ku nanti
Rasa ini sudi tuk hadir kembali
Aku takkan bermimpi tinggi layaknya kemarin
Bahkan bermimpi untuk sekedar memiliki
Aku hanya ingin sembunyi
dan mulai mengagumi rasa ini

Akan kuhayati setiap gejolak hati
Kunikmati setiap sentuh khayal diri
Kan kusebut namamu dalam setiap denyut nadi
Aku ingin bertemu denganmu disetiap hembus pagi
Meski ku tahu, takkan ada sapa apalagi canda
Hanya cukup seperti ini saja, dan aku kan bahagia
Menatap bayangmu disetiap pagi
Bermimpi tentangmu di malam hari
dan merindukanmu di siang terik

Aku cukup tahu dan cukup aku yang tahu
Kau tak perlu tahu dan tak seorangpun perlu tahu
Hanya cukup Tuhan dan aku yang tahu
Bahwa aku mencintaimu di persembunyianku

 

Puisi Ke 73 : Dilema

Oleh: Riza Masruroh

Tatapan dan cahaya indah itu
Tertuju dan tertanam lembut dilubuk hatiku
Senyuman manis yang dikau berikan
Ciptakan rasa kagum yang tak tertahankan

Ingin rasanya aku berkata
Berada didekatmu walau hanya sekejap
Mengenal hidupmu lebih jauh
Dan mencoba memasuki cerita hatimu

Ingin ku lengkapi hari-hariku
Merangkai cerita tentang dirimu
Yaa hanyalah dirimu yang mampu
Membuatku tersenyum sendiri

 

Puisi Ke 74 : For You My Love

Oleh: Chii Ammu

Sejak lama perasaan ini ada di dalam hati
Tak mampuku tuk berkata padamu
Tentang apa yang terdalam di hatiku
Cukuplah hatiku dan allah yang mengetahui

Mengganggumimu tanpa lelah
Mengidolakanmu sebagi pencuri hatiku
Entah mengapa kesetiaan ini tak pernah berubah hingga detik ini
Slalu masih inginkan dirimu

Andai kau tahu ??
Apa yang terdalam di hati ini
Menyukaimu tak ada habisnya
Memikirkanmu dan bayanganmu menghiasi benakku
Namun apa dayaku lidahku keluh ungkapkan dengan suara

Aku hanya mampu menulis tentang rasa ini
Rasa yang dalam menyukaimu
Menunggu kau tahu tentang hatiku ini
Berharap engkaulah jodoh untukku

 

Puisi Ke 75 : Mata dan Hati

Oleh: Yasinta

Dari dulu ku selalu mengagumimu
indah bola matamu…
tetap selalu dibenakku

Mungkin itu hanya imajinasi mata
tapi hatiku berkata tidak
bagiku dia sangat berarti

Dia penghias mimpi
memberikan sejuta kesejukkan
ditengah ke gersangan

Mata dan hatiku seakan ingin memiliki
namun kuhanya bisa terdiam disini
walau kini dia sudah di miliki
namun ku masih ingin menatapnya

 

Puisi Ke 76 : Dalam Diam

Oleh: Dian Septiani

Dalam diam,
Ku termenung..
Terbayangkan sesosok wajahmu yang mempesona
Kau menari-nari didalam fikiranku

Dalam Diam
Dendangan suaramu kudengar dalam telingaku
Oh..
Begitu lembut suaramu..

Apa ini?
Apa yang sedang terjadi?
Apa ini yang dinamakan cinta?

Semoga..
Kau tau apa yang aku rasa..

 

Puisi Ke 77 : Dirimu Yang Satu

Oleh: Novi Susilawati

Andai kau tahu
apa isi hatiku?
apa yang ku rasakan saat ini ?

Jika kau merasakan
ku mohon,,,,,,balas rasa ini!
ku moon ungkapkan rasa yang ada di hatimu

Andai kau tahu,,,,,,,
hanya dirimulah yang ada di hati,,,,,
hanya namamu yang terukir di jiwa,,,,,
hanya wajahmu yang bayangku,,,,,,

Dirimu yang satu,,,,,
telah menebar cinta di hatiku
telah membagi rasa indah di hati
walau hanya aku yang merasakan
cinta itu timbul,,,,,
saat ku liat dirimu
dan tiba-tiba dirimu
dan tiba-tiba saja rasa itu timbul
di hatiku,,,,,karna hanya dirimu di hati

Puisi Cinta Susah Move On

Puisi Cinta Susah Move On
Source: 1freewallpapers.com

Puisi Ke 78 : Mantan Terindah

Oleh: Danik Ika Purnamasari

Perjalanan yang kita lalui begitu banyak
Begitu indah dan begitu sulit untuk dilupakan
2bulan kita lalui bersama-sama
Disaat suka ataupun duka
Dan kinipun kita berpisah
Entah aku tak tau
Kesalahan apa yang pernah aku perbuat
Sampai-sampai kau putuskan diriku
Dan hatiku selalu bertanya-tanya
Salahku dimana dan sebesar apa
Dan sampai sekarang kau tak mau menjelaskan padaku
Daru dulu dan sampai sekarang
Kaulah MANTAN TERINDAHKU
Mengertilah dan percayalah
Kau takkan terganti

 

Puisi Ke 79 : Hati Yang Berkehendak

Oleh: Elinady Dzar Al-Ghifari

Diri menghadap kemana hati berharap
Indah tercipta mengukir kata
Untaian kata berbaris mesra
Menyibak semua isi jiwa

Pejamkan mata mencoba meraba
Indahnya cinta tak kan binasa
Hapuskan lara jika kau merasa
Tepiskan sepi tanpa merana

Hai dinda
Dengarlah bisikan lembut ini
Dari hati yang selalu merindu
Pejamkan mata rasakan di jiwa
Biarlah cinta yang kan bicara

Saat indahmu ku jadikan sebuah tajuk
Tajuk kata memuisi berasal dari benak
Raga terbawa tersapu dalam ombak
Gelombangnya yang beriak-riak
Yang namun membawa arah berbalik

Kadang juga hati ini penuh kritik
Karna asa harap ini serasa tak bertepuk
Karna hangat aura itu tak dapat ku peluk
Hanya dapat pandangku dengan mata terbelalak
Hanya dapat pendamku dengan kepala tertunduk

Rasa semula biasa kini terus memuncak
Dengan serasa sinar yang terus berufuk
Pancarkan sinar cintanya hingga merasuk
Walau tak membias buat hati serasa menusuk

Namun di ketinggian hati ini menampak
Oleh pesona mu yang kian cantik
Oleh indahmu walau hanya di pucuk
Tapi yakinku kau lah yang terbaik

Ditaman yang penuh terurai bunga anggrek
Bunga dengan warna terpancar di kelopak
Warna yang kadang terpandang unik
Hati ini menggebu tergoda untuk memutik
Namun sayang karna terurai dengan lentik

Hati ini pun merajuk
Tapi ini jua dari hati berbijak
Yang tak ingin juga melonjak
Jua dikata membesar pasak
Walau masih tanda tanya apakah ku menamak

Kau dari hatiku yang kurujuk
Kau untuk asa yang kubujuk
Kau hatimu ku busur menombak
Semua ini dari hati yang berkehendak

Andai tangan ini berkarisma layaknya Khalil Gibran
Tak kan terhenti ku tulis keindahanmu
Namun menulis perasaan ku di sini itulah cukup

 

Puisi Ke 80 : Kembali Lagi

Oleh: Nadya Anggraini

Kebahagiaanku telah kembali tuhan
Tapi apakah dia tidak akan mengulangi kesalahan seperti dulu lagi??
Ataukan dia benar-benar menyesal dengan perbuatannya dulu??entahlah.

Rasa sayang yang mulai hilang secara perlahan, tumbuh kembali karna kehadirannya
Cintaku saat ini telah ku tiggalkan karnanya
Apakah dia akan membalas pengorbananku dengan kebaikan?

Tuhan,,
Jangan biarkan aku kembali mencintainya bila ia hanya datang sesaat padaku
Bila ia tak sungguh-sungguh mencintaiku
Jangan biarkan dia menghancurkan hati ini yg dulu pernah ia hancurkan.

Tuhan,,
Aku rindu dia yg dulu, bukan dia sekarang. Perbedaan padanya sangat terasa dihatiku.

 

Puisi Ke 81 : Kehilanganmu

Oleh: L. Rahmat Hidayat

Langit menghitam…
Ku pandang penuh cinta
sampai ku temukan bintang
yang paling terang di sana…
Di sekitar awan-awan gelap
Ku cari sesosok bayang
yang kurindukan malam iniHeningpun menyambut hatiku
Tak kutemukan lagi bahagiaku
Hanya cerita sedih nanti pilu
Yang terlukis di KalbuAku kehilangan Cinta
Aku kehilangan Dia
Aku kehilangan separuh hatiku
Aku kehilangan SegalanyaTinggallah diriku…
Terdampar dalam sendu
Meratapi nasib tanpa dirimu
Sayangku….

Puisi Ke 82 : Andai Saja Kamu Bukan Takdir

Oleh: Monika Sebentina

Jika sering aku bercerita tentang cinta
Mungkin asa ini yang sekarang diam dalam hati
Kadang tak mampu aku mengerti
Setiap saat cinta yang yang aku miliki
Selalu datang dan pergi
Tanpa tahu aku waktu yang dia mau

Dia seolah menjadikan dirinya seperti angin
Dia kembali tak pernah aku tahu
Dia berlalu dan pergi kemana dia mau
Tak akan bisa ada yang menghalanginya

Kini dia ada sedang disini bersanding dengan ku
Melawan rasa sepi sungguh tak ingin
Aku membiarkan dia untuk tersapu dan berlalu
Seperti apa yang dia mau

Aku ingin dia terus didekat agar dia tidak pergi
Agar dia tak melangkahkan kaki
Supaya dia tetap ada meresap dalam hati

Jika suatu ketika
Kamu bukan lagi menjadi takdir diri ku lagi
Mungkin aku akan melepas kau pergi
Kemana engkau akan berlari tak akan aku akan mencari lagi
Jika suatu waktu
Kamu bukan menjadi takdir
Akan ku hapus rasa hati agar kelak nanti
Aku takkan tersakiti dengan kenangan
Kita lukisan dan lukisan

 

Puisi Ke 83 : Sesalku

Oleh: Ayu Indah Lestari

Dalam keheningan malam itu,
terlintas samar bayangmu di benakku.
Hati terasa sunyi tanpamu disisi,
sungguh ku rindu hadirmu disini.

Saat-saat terindah yang pernah kita lalui,
tak mampu ku hilangkan dari ingatanku.
Belai kasih putih yang terurai darimu,
selalu tenangkan aku di kala itu.

Andai waktu dapat ku putar kembali,
tak akan ku biarkan kau pergi lagi.
Kan ku dekap erat tubuhmu, genggam erat tanganmu,
agar kau tahu….
bahwa ku amat mencintaimu.

 

Puisi Ke 84 : Kasih

Oleh: Elza Sintia

Terpaku aku di sini
Tersudut di ruang yang gelap dan sepi
Di temani dengan kerinduan yang mendalam
Aku hanya bisa terdiam
Meratapi dengan semua yang terjadi
Merasa ketidak adilan tertuju pada ku

Kasih
Apakah kau tidak tahu sakitnya
Dengan perlakuanmu yang seperti itu
Di saat aku sangat membutuhkanmu untuk di sampingku
Kau menghilang

Kasih
Apakah begitu mudah untukmu melupakan semuanya
Hati ini tersayat sangat perih
kala selalu mengingatmu

Kasih
Dimanakah kau berada sekarang
Aku berharap kau mengingatku dan kenangan kita
Kasih kembalilah

 

Puisi Ke 85 : Berharap Kau Kembali

Oleh: Ganjar Permana Siddiq

Di bawah hamparan langit yang gelap
Aku menatap satu bintang yang paling terang
Aku menatapnya dengan penuh harapan
Seolah itu kau

Yang kini kau telah pergi dari hidupku
Di saat ku membutuhkan mu
Rasa sakit ini masih tersimpan
Saat kau khianati cinta tulus ini

Aku berharap kata sayang yang kau ucapkan dulu
Bisa kau ucapkan kembali pada diriku
Bukan masalah waktu yang terlalu singkat
Tetapi banyak kenangan yang penuh makna

Tapi sekarang kau telah pergi jauh
Meninggalkan semua kenangan kita
Aku di sini sendirian masih menyimpan semua kenangan itu
Yang pernah aku miliki dari kisah cinta kita

Dan sekarang aku hanya bisa berharap
Suatu saat nanti kau akan mengerti arti cinta tulus ini
Untuk melengkapi kisah hidup ini
Yang seakan hilang karena cintamu

Dan aku sangat berharap
Suatu hari nanti cintamu kembali untukku
Supaya kau mengerti akan keadaanku saat ini
Bahwasanya aku sangat berharap kau kembali dalam pelukanku

 

Puisi Ke 86 : Ratapan Jiwa

Oleh: Ilham Subhakti

Tatapmu tajam kau lepaskan kearahku, diiringi senyum kecil kedua belah tanganmu kau ulurkan padaku
Kuberdiri dan beranjak menyambut uluran tanganmu
Musik syahdu terus memenuhi seisi ruangan dansa

Gerakanmu seharusnya damai kurasakan
Namun malah sebaliknya, aku merasakan ada sesuatu yang mengguncang jiwaku

Aku merasa bersalah
Ini bukan duniaku
Langkah waktu telah menyeretku tenggelam dalam fatamorgana kehidupan

Kau Ikhlas melepasku pergi tuk tinggalkan kamu sesaat
Iringan doa tergumam dari mulutmu demi kebaikanku
Tapi kenapa aku mesti mencoreng ketulusan dan kepercayaan yang kau Amanahkan padaku

Oh Tuhanku…
Ridho kasihku tulus
Wajahnya lugu, cinta yang Ia berikan melebihi dari dirinya sendiri
Kenapa aku terbuai irama kehidupan semu
Bingarnya merusak pikiranku
Kini ku lunglai dan lemah, sejuta sesal penuhi jiwaku
Pantaskah kata maaf kuucapkan
Jiwaku terus terguncang dengan rasa sesal
Kau yang jauh telah ku khianati

 

Puisi Ke 87 : Sepenggal Nasehat Hidupku

Oleh: Siti Maripah

Rasa ini tenggelam ditengah angin malamku
Yang dingin, menyeruak kedalam kalbu
Terlukis indah senyum diwajahmu
Yang dulu pernah hadir dalam hidupku

Aku memang bukan dia yang kini kau cinta
Namun kamu tetaplah orang yang istimewa
Aku memang bukan dia yang slalu kau damba
Namun aku hanya insan bertahan dalam nyata

Darimu aku dapatkan keteduhan
Darimu aku belajar arti keikhlasan
Darimu aku belajar arti kehidupan
Dan darimu cinta yang aku dapatkan

Sikap dan kesederhanaan dirimu
Telah ku rekam dalam ingatanku
Namun, semua ini hanya sepenggal nasehat untuk hidupku
Yang sengaja tersirat dalam hariku dulu

Aku memang tak sempurna
Tapi aku mencoba untuk sempurna
Aku memang bukan segalanya
Tapi aku berharap kau menerimaku apa adanya

Aku sadar suatu saat ku harus merelakanmu
Nasehatmu akan tersimpan rapih dalam memori otakku
Yang akan ku buka kembali sewaktu-waktu
Dalam celah sempit direlung hatiku

Dan kini semuanya belum berakhir indah
Sampai waktu yang akan membuat semuanya indah
Namun percayalah..
Kamu adalah sepenggal nasehat hidupku, selamanya

 

Puisi Ke 88 : Jauh

Oleh: Feri Firdaus

Seiring langkah semerbak hana
terdengar seperti bualan semesta
Kau ibarat fatamorgana
penghabisan cinta untuk selamanya

Air mata mengalirkan asa
menepi rindu bermain sunyi
kau bersembunyi di balik cadar halusinasi
membentang luas jarak antara mata hati

Seperti pasak yang kau ikat
menyanggah kemah diatas rerapuhan padang tandus
menahan hembusan bayu, menjaga tidurmu dengan lelapnya
Kau tancapkan Aku dalam kesetian cinta

3 hari kemah berdiri menapak tetandusan hijaunya zamrud
tersimpan sebuah rasa, membuat alam bertanya
mengidap kasih akan dirinya
alarm alarm masa lalu pun memecah Indera
Ku ingat jelas September 2004

Ku genggam cinta dalam sebuah genggaman
yang tak terjamah oleh setiap insan
sesuci basuhan air wudhu
terkikis oleh melankolis waktu
bersandar pada angan kosong menghancurkan dinding dinding batin

Kau ambil dusta setelah perpisahan
Kau menghilang bersama memori memori yang kau ingat
Kau ibarat matahari di sore hari
Kau lenyapkan Aku di dalam sanubari

 

Puisi Ke 89 : Cerita Cinta Kita

Oleh: Wahyu Setiawan Nugroho

Hari demi hari ku lewati
tanpa hadirmu di sisiku
Saat rindu menghampiriku
jiwa ini begitu terbelenggu

Tak pernah terfikirkan
Kekasih seperti dirimu
Ku coba bertahan dalam kisah ini
Untuk memilih dirimu

Angin sampaikan padanya
Bahwa aku mencintainya
Walau aku tak bisa
Memiliki dia sepenuhnya

Kau jangan pergi
untuk meninggalkan aku

Sesungguhnya aku mencintai dirimu
Kau jangan pergi meninggalkan aku
Sesungguhnya hati masih sayang padamu
Kau jangan pergi jauh dari ku

Tuhan tolonglah satukanlah kami
Kasih impianku yang telah lama pergi
Benarkah tuhanku
Mungkinkah dia jadi milikku

 

Puisi Cinta LDR

Puisi Cinta LDR
Source: itaniumsolutions.org

Puisi Ke 90 : Mutiara Selatan

Oleh: Faza Candikya Dhanadi

Sang fajar menyinsing di hari yang cerah
Terhirup udara segar di sawah
Entah di sana terdengar sebuah suara
Fisik sang petani bertambah semangat cari rezeki
Indahnya sawah ini
Namanya tersahut ketika melihat dia
Aku menjumpai sebuah rel di sana

Alam semesta ini
Sawah yang luas dengan bukit menjulang tinggi
Ada sebuah rel menikung indah hingga menanjak bukit itu
Datanglah dia dengan suara merdu
Hatiku senang dan gembira mengabadikannya
Kemudian dia meliuk ke atas bukit hingga hilang
Di situ ia masih menatapkan wajahnya
Hingga ia hilang di balik bukit

Saatku berjalan di rel
Pada saat itu sebuah cinta baru telah lahir
Dibalik semua kebencian
Saat itulah aku jatuh cinta dengannya
Aku mengejar cintanya dengan usaha dan harapan
Senyumnya masih terkenang saatku sekelas dengannya
Sekarang musim telah berganti
Sifat dia berubah
Kini mencintai dia semakin susah
Aku hanya bisa bersabar dan tabah
Berharap dia bisa tersenyum kembali seperti semula

Aku ini pendiam
Aku hanya bisa berdoa
Berharap aku berhasil mencintai dia
Dengan hati yang tulus
Saling toleransi dan menghargai
Yang menjadikan cintaku adalah cinta suci
Meski kita berpisah pandangan
Aku berharap suatu hari kita bisa bersatu
Dimana ada padang rumput yang luas
Ketika senja mulai tiba
Sebuah bukit berdiri sebuah pohon apel yang indah
Di situlah kita melepas rindu
Di situlah cinta mengalahkan segalanya

Kini sore hari di Stasiun Bandung
Aku mengirim segumpal surat cinta untuk dia
Semboyan 35 di bunyikan
Mutiara Selatan mengantarkan surat cintaku untuk dia
Tidak tahu kapan tibanya di tujuan
Yang pasti aku menantimu
Kini ia masih dalam perjalanan…

 

Puisi Ke 91 : Mungkin Memang Begitu

Oleh: Suhandi

Memang begitu
Matahari harus terbit pagi

Mungkin memang harus begitu
Ketika matahari tenggelam
saat tiba sore menjelang pun
Takkan usai berharap
Akan terbit esok pagi

Mungkin memang nyatanya harus begitu
Cinta seperti cinta pada matahari
Meski jarak beribu mil cahaya terbentang jauh
Tapi masih merindu
Tentang hangatnya
dekat di esok pagi

 

Puisi Ke 92 : Tentang Dirimu

Oleh: Anisa Fissilmi

Aku Tahu Itu Dirimu
Dirimu Yang Membius Tatapanku
Danku Mulai Mencari Tahu
Mencari Tahu Siapa Dirimu
**
Seuntai Kata Yang Tersirat
Yang Tersirat dalam Hatiku
Ketikaku Terbangkan Surat Itu
Namun Tak Terbalas Satu Kata Darimu
**
Seiring Waktu Berjalan
Terus Berjalan Menyita Waktuku
Petang Sirnahkan Siang
Dan Malam Menghadirkan Rembulan
**
Tetapi Dimana Dirimu
Air Hujan Memadamkan Api
Semak Berduri Menutupi Hati
Terkata Lelah & Mengakhiri Semua Ini
**
Terluka Yaitu Melupakanmu
Bagai Duri Yang Tumbuh Dihati
Namun Aku Mulai Tahu
Tahu Dirimu Bukanlah Untuk Diriku…

 

Puisi Ke 93 : Salam Rindu

Oleh: Ratri Widianti

Pada angin yang bergemuruh diatas samudera cinta
Pada juntaian ombak yang bergelombang
ku sampaikan salam rinduku untukmu

Dibibir pantai penantian
menanti rasamu untukku
kan menjadi nyata

Dibibir pantai penantian
menanti berlabuhnya cintamu
di dermaga hatiku

Lepaskan sauhmu,
tanamkan segenap rasamu
genggam bersama meniti asa menjemput fajar
bersama cahaya mentari
ku kirimkan salam rinduku.

 

Puisi Ke 94 : Bertahan Karnamu

Oleh: Rini Nur’aeni

Di setiap detik..
Ku slalu mengingatmu
Di setiap menit..
Ku slalu merindukanmu

Pernah ku terpikir tentangmu
Apakah sama apa yang ku rasakan saat ini
Pernah ku menangis,pernah ku bersedih
Tapi tak pernah kau tahu semua itu

Kasih…aku tak kuat menahan rasa ini
Aku tak sanggup menahan duka ini
Tahanlah aku agar aku tak bisa
Merasakan hal itu lagi

Tuhan…kuatkan aku
Agar aku bisa bertahan karna cintanya
Karena hamba sanggup jika harus menantinya kembali
Kembali untuk ku nanti

 

Puisi Ke 95 : Rindu Di Sakiti Lagi

Oleh: Komarudin

Di beranda malam..
Selalu ada rindu terangkai..
Dan awan yg terhapus..
Menguatkan tubuh yg mulai dingin..
Disela guyuran angin..
Disitulah ku mulai sebut sehelai nama..
Satu senyum tanpa rasa..

Aku tak mau pagi beranjak..
Karena disitulah rindu berhenti..
Dan bila ini terlelap..
Cukup aku tersandar disini..
Malam yg mati disudut mata..
Karena aku..

Mungkin ini yang terakhir..
Aku lelap disini..
Dan hujan yg menari..
Membawaku berjalan lagi..
Mencari senja kembali..
Lewat tulisan hati..

Ingin ku tuliskan sesuatu..
Sebelum tinta pena ini kering..
Satu nama kupanggil dinda..
Mungkin bidadari akan bersedih..
Dibalik cahaya malam ini..
Bintangku kini telah padam..

Apakah ini hari..
Untuk aku meraja diri..
Di dalam pembaringanku
Sahabat hati terus berlari..
Meratap lewat sela pipi..
Ah aku ini hanya sendiri..
Yg rindu hawa disini..

Bait ini terasa sepi..
Hambar tanpa penghuni..
Ku cari syair syair yang pergi..
Gundah lari pada huruf2 ini..
Aku lelah dengarkan janji..
Tentang beringin berbuah stroberi..
Uh..manis

Aku ingin menutup mata..
Berpagut jari manis..
Diantara banyak dusta..
Ku hidangkan janji setia..
Aku ingin tetap bermimpi dihatinya..

 

Puisi Ke 96 : Lelah Dalam Penantian

Oleh: Kim Begla

Tubuhku terbaring lemah
nafasku terasa sesak
dunia bagaikan sempit
ketika kudengar kou ucapkan selamat tinggal

Entah ..
Harus berapa lama aku menanti

Menunggu…
Disetiap malamku
disetiap senja yang menjadi saksiku

Tuhan..
Haruskah aku terpuruk dalam penantianku
haruskah aku menunggu yang tak pasti
haruskah aku terombang ambing dalam penantiaku

Kini kutersadar
kou tak pantas ku nantikan
Kou hanyalah bayangan ilusi bagiku
Ku ucapkan selamat tinggal masa silamku.

 

Puisi Ke 97 : Harapan Hati

Oleh: Nadda Avnarama

Bila esok cinta menjelma
Rasa murni hanyut membasa
Sinar mentari menyilaukan mata
Dalam hakekat rasa

Bila hati mengalir cinta
Bencana duka mulai meluluhlantarkan semua
Rasa tergenang dipalung cinta
Walau tersumbat oleh kerasnya hati
Walau topan melanda bumi
Dan tetes hujan telah berhenti

Jika mata adalah hati
Izinkan aku untuk memandangmu selalu
Jika telinga adalah rasa
Izinkan aku mendengar suaramu selamanya
Jika doa adalah cinta Izinkan aku selalu memohon kepada Tuhan
Agar engkau menjadi milikku selamanya

 

Puisi Ke 98 : Janji Cinta

Oleh: Syaeful Amran

Cinta membuat hati merona
Hingga buta akan segalanya
Setiap waktu ku
Kumau kau yang temani temani langngkah ku

Kau,,,
Wanita yg aku cintra
Berkatalah dari hatimu
Kau akan setia selalu

Jajimu lumpuhkan hati ku
Yang menjadikanku yakin
Aku ingin hidup berkali kali lagi
Untuk menjalankan cinta yg kucari ku nanti dan kau beri

 

Puisi Ke 99 : Caraku Menjaga Cintaku

Oleh: Rizky Febriany Budiasri

Dengan tak menghubungimu..
Tak juga mengirim pesan untuk menanyakan kabarmu..
Mungkin ini tak biasa,
Tapi bagiku
Inilah cara terbaik untuk mencintaimu..

Akku mencintaimu dengan menjauh darimu..
Bukan karna akku membencimu..
Justru karna akku sangat mencintaimu..

Inilah caraku mencintaimu..
Dalam diamku..
Dalam ketulusanku..
Dalam cara tak biasaku..

Meski sulit..
Meski berat..
Meski sakit untukku..
Namun ku tau ini pilihan terbaik
Agar kita tak terlalu saling mengharap..
Karna berharap hanya pantas pada Sang Pemberi Nafas..
Karna berharap hanya pantas di gantungkan pada Sang Pengatur Detak Jantung..
Pada-Nya ku harap Dia kan menjagamu untukku..
Pada-Nya ku titipkan hatiku untukmu..
Biarlah akku hanya bsa menyapamu lewat senandung do’a..
Agar untukmu lah segala kebaikan..
Agar untukmu lah segala keindahan..

 

Puisi Ke 100 : KITA

Oleh: Indriani Ida Lestari

Kita seperti layar yang berkembang
Tertiup angin, hilir mudik terombang ambing tak karuan
Haluan yang di kemudikan nahkoda dengan pandangan kedepan bukan kebelakang
Mungkin kita berharap untuk terus maju, karena tujuan kita kedepan bukan ke belakang,
Tapi, tapi apakah ia angin itu mengerti keinginan kita?
Terus maju tanpa terombang ambing?
Terus maju sehingga segera sampai di pelabuhan yang bukan persinggahan?
Sepertinya kita terlihat kuat menerjang angin?
Berkembang dan gagah dengan warna putih!

Oh Indahnya
Sebenarnya ada sedikit kerapuhan di sela-sela kegagahan itu,
Kita sedikit pudar, dan lusuh?
Ada bercak tidak terlihat karena angin?

Oh, selalu ada ketidak sempurnaan di dalamnya
Angin tetap membawa kita melaju, meski dengan ketidak pastiannya
Semua itu misteri, tapi akan selalu ada sebuah kepastian dan pelabuhan yang bukan persinggahan sesaat
Suatu saat dan semua itu akan indah pada waktunya!

 

Puisi Ke 101 : Menunggu Jawaban Kekasih

Oleh: Muhammad Fikri

Ku menunggu
Dan terus menunggu
Wahai kekasihku

Setiap mentari menyinari dunia
setiap rembulan meninari malam yang gelap
aku tetap menunggu
jawabanmu wahai kekasihku

Sudah beberapa tahun
aku menuggu jawabanmu
waktu terus berjalan
aku akan tetap
setia menunggu
wahai kekasihku

 

Puisi Ke 102 : Inginku

Oleh: Pandu Agus Setiawan

Bagaikan tanah tak bertuan
Tanpa pepohonan dan air
Semua terasa sangat berbeda
Semua terasa sangat asing

Tanpamu saat ini
Tanpa mehadiranmu di sini
Tanpa senyummu setiap hari
Tanpa cintamu di hati

Ada yang lain
Ada yang berbeda
Ada yang kurang
Ada yang tak lengkap

Tuhan jika aku boleh meminta
Hanya satu permintaanku
Jadikan dia jodohku
Agar aku bisa menata hidupku

Entah berapa lama
Entah berapa waktu
Entah berapa hari
Entah berapa bulan

Aku akan tetap menunggu
Hingga dia sadar
Hingga dia mengerti
Hingga dia pahami

Rasa ini sungguh besar
Rasa ini sungguh hebat
Rasa ini sungguh dahsyat
Rasa ini sungguh menggebu

Tuhan…
Jagalah hatinya hanya untukku
Jagalah dirinya hanya untukku
Jagalah itu semua hanya untukku

Wahai engkau yang di sana
Dapatkah engkau mendengar
Mendengar semua isi hatiku
Jeritan dari dasar kalbu

Kamu tahu betapa indah
Saat aku mendengar hanya aku
Aku bahagia
Aku merasa memiliki dunia

Sadarkan hatimu
Sadarkan jiwamu
Sadarkan semua
Agar engkau tahu

Setiap aku melihatmu
Aku merasa bahagia
Aku merasa sempurna
Aku merasa hebat

Pahami hati ini
Pahami jiwa ini
Pahami rasa ini
Pahami semua ini

 

Puisi Ke 103 : Puisi Untuk Elang

Oleh: Nabila Zulfatien Nisa

Rasa ini mendesakku agar tak terbujuk oleh hadirmu
Namun ketenangan yg muncul ketika tajam matamu menatapku
Hatiku goyah,
Hatiku runtuh,
Hatiku luluh akan pesonamu

Akankah kau dengar bisikku yang slalu menyebut namamu ?
Mungkinkah kau tau betapa banyak aku mengukir namamu ?
Mampukah derik ranting membujukmu menoleh padaku ?
Bisakah semilir angin merajukmu untuk melihat ke arahku ?

Disini..
Di dadaku tersimpan harapan
Di hatiku bersemayam keinginan
Namun bagaimana aku menyatakan,
Jika setiap menatapmu aku kelu,
Aku bisu, aku gagap

Ya.. inilah aku
Yang diam- diam memperhatikan matamu
Yang diam- diam menatap paruhmu
Yang diam- diam melihat sayapmu
Dan hanya bisa menghitung hari- hari sendu
Tuk sekedar mengharapkanmu berbalik melihatku

Akulah kancil yang slalu bersembunyi dibalik semak
Berharap elang terbang disampingnya
Atau bahkan hinggap di dahan dekat tempatnya
Beriringan..
Namun apa daya si kancil tercipta untuk kelamahan
Dan sang elang tercipta untuk kekuatan
Beginilah adanya perbedaan
Alam terlalu jauh memisahkan

Demi keagunganmu…
Biarlah matahari yang sinari pagimu
Biarlah angin yang temani perjalanan hidupmu
Dan biarlah bintang yang menjaga istirahatmu

Demi keperkasaanmu…
Biarlah si kancil bersembunyi
Biarlah si kancil berteman sepi
Dan biarlah hanya menghujat doa dalam hati

Tatap mata menghujam, menyelidik, menerawang
Beradu pandang dengan rumitnya kehidupan
Kepak sayap keras, kokoh, menggelegar
Menantang setiap jiwa lemah untuk kembali tegar
Cengkraman erat, kuat, mencekam
Menarik setiap hati tuk bangkit dari masa yang suram

Kepakkansayapmu, tajamkan matamu, acungkan paruhmu, kuatkan cengkramanmu.
Lawansetiap badai yang datang, lewati setiap aral yang melintang.
Aku bangga padamu. Kamulah Elangku.

(Dari kancil untuk elang)

Puisi Cinta Galau

Puisi Cinta Galau
Source: google

Puisi Ke 104 : Dirimu Yang Hilang

Oleh: Rizma D Edllewaez

Kau yang selalu hadir Dalam senyum dan tawaku..
Kau yang selalu ada saat gembiranya hatiku
Kelucuan darimu yang membuat hatikku Nyaman saat bersamamu..
Keunikkan dirimu yang selalu Membuat Aku Bahagia ketika didekatmu
Akan tetapi,,
Kau tiada saat Airmata membasahi pipiku
Kau tiada Saat Sedih sedang membelengguku
Tetapi, Egomu tak dapat membuat aku membencimu
Cinta,,Aku Cinta kamu
Aku Cinta bukan karena Materi yang kau Punya
aku Cinta karena kamu telah merebut hati ini
Aku Cinta karena Kenyamanan yang kau beri
Tapi mengapa kau balas Cintaku dengan cara kau menyayat hati ini¡­..
Menghancurkan hati ini, menyakiti hati ini
Tanpa rasa tanggung jawabmu untuk menyatukan Serpihan serpihan Hatiku
Kejam,, Kau begitu kejam!
Namun mengapa aku begitu Cinta
Just For You
I will always Love you
Cintaku tak akan hilang,
walau kau menghancurkan hati ini yang lebih perih lagi

 

Puisi Ke 105 : Tentang Kita

Oleh: Laila

Kala malam tiba
Kenangan tentangmu
Seakan menjadi teman dlm hidupku
Kau yang dulu ku puja
Kini hilang entah kemana
Mungkinkah kau jenuh?
Mungkinkah dunia tak menginginkan kita bersama?
Atau mungkinkah kita tidak di takdirkan bersama?
Apakah semua hanya ilusi semata?
Berbagai tanya muncul
Ketika kenangan itu hadir dalam fikiranku
Telah ku coba hilangkan kenangan tentangmu
Tapi..
Kenang tentangmu tak pernah bisa ku hapus
Dan akan tetap abadi dalam memoriku

 

Puisi Ke 106 : Hanya Sebuah Mimpi

Oleh: Imroatu

Tuhan…
bukan hanya kali ini aku brharap
sering kali aku melihat nya
mengharapkannya…..
tapi terkadang aku tersadar
itu hanyalah sebuah mimpi
dari mulai aku twrpejam
hingga mata ini terbuka lagi

Tuhan…
adakah sebuah kesempatan untukku
untuk aku bisa melihat nya lagi
agar aku bisa brhenti
brhenti untuk mengharapkan nya
aku merasakanmu
tapi kau tak brsama ku
aku melihatmu
tapi kau bukan untuk ku
I HOPE YOU LOVE ME…..

 

Puisi Ke 107 : Penyesalan Rasa

Oleh: Yati Anisa Rowi

Satu yang kuketahui…
Dirimu disana hilang..
Mengacuhkanku yang telah memendam perasaan. Yang bahkan telah kuungkapkan..
Menunggumu disini..
Menunggu hilangnya sepi..
Kucoba mengganti arah..
Ternyata kau tetap disana, tak tergugah..

Semua yang kuketahui. Kucoba acuhkan demi mengabaikan perih.
Meski itu tak membuatku berhenti, untuk menyukai dirimu..
Akhirnya segala usaha kuhentikan.
Kubekukan dalam memori waktu.
Karena kau juga perlahan berubah.
Tak sebaik dahulu.
Inikah balasannya selama ini?
Dari menyukai hingga mencintai yang telah seseorang memiliki?

Putuslahharapan yang tergantung padanya.
Yang telah kupercayakan padanya.
Bodohnya aku, mempercayai orang yang hanya dapat menghancurkanku.

Mungkin aku akan melupakanmu.
Dalam waktu yang begitu lama.
Agar tak kurasa lagi perih di lubuk rasa.

 

Puisi Ke 108 : Semua Tak Sama

Oleh: Bin S Wibowo

Mungkin kau rangkaian bayang dari pudar imajiku
aku merasa hidup dalam senja yang telah redup
kini kenangan bagai lentera yang membakar juga penerang

Dikebodohanku selalu brharap,
waktu berlalu selambat mungkin
karena ku ingin mengingatmu di antara batasan dan kuasa waktu
meski pedih jika membelakangi kenyataan
bagiku semua indah jika itu tentang kita

Tak sdikit dinding yang merintih mengingatkanku
aku punya takdir yang tak mungkin ku lawan
tapi,jk semua kenyataan
aku tak lagi nyata untuk takdir mereka

Sungguh,kuingin menepis bising getir kerugian
aku hanya pemimpi yg ditampar kenyataan
ingin menyingkir dari hayalan
kau hanya mitos legenda kejiwaanku

Semua tak sama tak pernah sama
kegilaanku jika terus mencarimu dilain raga
takan kutemukan takan kudapatkan
semua tak sama tak pernah sama
trasa hati terpenuhi olehmu
hingga tiada yg mampu menggesermu

 

Puisi Ke 109 : Ku Lukai Kau Di Malam Ini

Oleh: Nanda Abdul Karim

Bukan maksud menyakiti
Entah apa yang merasuki
Ku lukai kau di malam ini
Sungguh tak sanggup menahan hati

Ku tak bisa melepaskanmu
Semuanya masih terlintas di benakku
Malam mencekam antara kau dan aku
Tiada bicara saling membisu

Maaf aku terlalu kaku
Tak sepantasnya aku begitu
Ku tulis puisi ini untukmu
Ku tulis namamu di hatiku

Jangan pergi tinggalkan hati
Jangan hancurkan lentera hati
Cukup hanya kau disini
Cukup hanya kau menemani

 

Puisi Ke 110 : Aku Suka Kamu, Kamu Suka Dia

Oleh: Imas Fathiyah

Setiap kali aku menatap kamu kamu gak cuekin aku…
Setiap kali aku ngomong sama kamu kamu juga gak cuekin aku…

Aku gak tau kalau kamu suka sama dia…
Semenjak aku tau kalau kamu suka sama dia aku galau…
Semenjak kamu tau kalau aku suka sama aku kamu selalu jauhin aku…

Kenapa?
Aku salah?
Maaf kalau aku punya salah sama kamu…

Yang penting kamu udah jujur sama aku…
Aku pun udah jujur sama kamu…

 

Puisi Ke 111 : Hatiku Galau

Oleh: Imas Fathiyah

Pertama aku tau kalau kamu suka dia…
Kedua aku tau kalau kamu gak suka aku…

Sebenernya aku patah hati…
Karena kamu ngomong kalau kamu suka dia…

Aku pengen move on sama kamu…
Tapi aku gak bisa move on…

Aku tau…
Kamu tau…
Mereka tau…

Cuma dia gak tau…

 

Puisi Ke 112 : Bagai Sampah

Oleh: Endang Lezthary

Aku selalu sabar menghadapi kamu.
Tapi balasanya seperti ini.
Mereka tak bisa menghargai ku.
Menghargai kesabaran dan ketulusan ku.

Mereka anggap aku seperti sampah
Dilihat,di diamkan lalu di buang
Sejelek itukah aku di matanya.
Seburuk itulah aku di matanya.

 

Puisi Ke 113 : Kehancuran Hati

Oleh: Novi Putri Listianti

Hancur sudah hati ku ketika ku melihat mu
Kau berjalan dengan cinta yang lain
Sedih hatiku tak pernah kau fikir
Perasa’an ku padamu kau sllu mendu’a

Kau tak pernah berubah
Kau tinggal kan aku
Perasa’an ini tak’kan pernah bisa ku ingkari
Betapa sakit nya hati ini kau dustai

Biar kan lah semua ini kisah cintaku
Ku yakin suatu sa’at nanti kau akan mengerti Bahwa ada orang yang lebih mencintai mu
Aku yakin kalau kita memang jodoh

Tuhan pasti pertumukan kita ber dua
Tapi walaupun kita bukan jodoh
Kita harus saling mengingat kan
Masa-masa indah dulu kita buat

 

Puisi Ke 114 : Desember Punya Cerita

Oleh: Monica Sebentina

Ini bukan kisah
Mungkin ini adalah sejarah
Semua orang mencatatnya dalam tragedi
Mengingatnya dalam sebuah peristiwa
Mengenangnya dalam air mata
Siapa sangka akan terulang lagi

Mereka hanya mengira
Hari ini mungkin baik-baik saja
Mereka pergi
Mereka melangkahkan kaki dengan gembira
Mereka menjabat tangan Orang tuanya
Mereka memeluk dengan mesra Istri dan suaminya
Atau mungkin mereka Mencium kening anak-anaknya

Mau bertanya kepada siapa
Ketika mereka kembali bukan dengan nafasnya
Mau menyalahkan siapa jika ini terjadi pada mereka
Saat mereka pulang dengan kebisuannya
Dengan kebekuaan tubuhnya
Atau bahkan dengan kehancuran raganya
Ayah dan Ibunya menangis
Istri atau suami mengerang kesakitan hatinya
Anak anak memanggilnya

Tempat ini berkabung lagi
Tempat ini mengambil korbannya lagi
Sejarah ini terulang lagi
Hendak memenjarakan siapa atas peristiwa ini
Atau Mau minta pertanggungjawaban siapa perkara ini
Tidak ada yang bisa mengerti

 

Puisi Ke 115 : Dawai

Oleh: Yosep Sopana

Orang-orang bersetubuh dengan lumrah
Memadu cumbu tanpa ragu,
Orang-orang mengalong saling gendong
Menabur cinta di bawah cahaya dan gulita

Sementara kita,
Masih berpagutan dengan belenggu
Termangu pada lugu yang malu
Dicaci oleh benci
Dimaki oleh iri
Dikuliti tanpa henti,

Si Cinta seakan sungkan tuk singgah pada lahunan
Karena mungkin Dia pun tahu,
Cicak-cicak masih bebanjar menyamar
Mata mata mereka berkeliaran pada tiap penjuru semesta
Memindai setiap pikuk
Mengintai setitik khilaf
Memitnah fitrah yang lemah,
Mata-mata mereka menjelma jadi kelangkang,
Membayang tiap rentang
Membilang lubang jalang
Tanpa menimang-nimang

Lalu apa yang harus kita lakukan Dinda,
Mestikah berpura-pura pada ijab?
Lalu siap bercumbu dengan nestapa
Ataukah berterusterang pada ilalang?
Lalu siap menadah benderang yang datang
Tapi, aku tak asanggup tuk menghadang
Karena hari masih siang, dan jalan masih panjang
Lagi pula, aku tak mampu menyuapimu dengan rempah mewah
Dan tak mungkin pula aku menyulap sepah jadi nafkah
Ataupun menadah,, rendah

Pada altar kecemasan
Si Cinta berdawai
semua akan indah pada waktunya

 

Puisi Ke 116 : Kebengisan Duniaku

Oleh: Nadda Avnarama

Cerita ini belum sempat aku selesaikan
Pada tiap barisnyapun masih rumpang
Tapi seandainya Tuhan telah memanggilku kembali padanya
Tak ada cerita selain kenangan
Jiwa yang lama ini serasa pergi
Kasih yang ternoda ini serasa hanyut
Sering kali lagu duka kau dengarkan
Melambaikan aku pergi
Dengan wajah pucat pasi

Dan kain itu menyelimuti jasad ini
Segala rintihan dan tetesan munafik
Yang menyertai kepergianku

Kalian mengelak?
Apa yang kalian ingat saat aku ada?
Semerbak harum mawarpun kau hempas sendiri
Pedulikanku bukan hal yang penting bagimu
Apa aku terlalu bejat?
Atau kalian yang terlalu jahat?

 

Puisi Ke 117 : Ku Tak Ingin Duri Dalam Daging

Oleh: Ilham Subhakti

Kau basuh lukaku, dihamparan ladang hatiku yang gersang
Cinta yang kau bawa terjamah didadaku kian dingin memenuhi ruang haiku

Sepi kubertaya pada malam
Bintang-bintang tebarkan cahaya emas kilaukan kasih yang didamba
kau hadir…
Kau datang ketika hatiku kian rapuh
Sketsa cinta berbingkai kasih telah hadir dihatiku, terpatri dalam genggaman janji seiya sekata

Bulan tetap dipagari bintang
Ucapan ikrar bertaut dihati, luruhkan rasa diseluruh raga diantara kami

Kau tersenyum, bola matamu pancarkan kasih yang erat memeluk impianku
Jangan lukai aku, kasihku tulus untukmu
Dalam helaan napasku tiap detiknya hadirmu kubawa kemana kupergi
Aku pernah dikhianati
Sakitnya melebihi rajaman seribu jarum
Setia yang kumiliki sepenuh hatiku tetap kan terjaga untukmu sampai rambutku memutih dan sampai kumati

 

Puisi Ke 118 : Sebuah Angan

Oleh: Cindy Damayanti

Bayangkan
Bayangkan jika seseorang yang sangat kamu cintai pergi
Katakan
Katakan jika kamu sangat menyayanginya

Kejar
Kejar dia jika kamu tak ingin kehilangannya
Genggam
Genggam tangannya jika dia beranjak pergi

Yakinkan
Yakinkan dia jika kamu tak bisa hidup tanpanya
Peluk
Peluk dia jika dia merasa ketakutan

Hapus¡­.hapus air matanya jika dia terluka
Dan tersenyumlah
Tersenyumlah jika dia merasakan kebahagiaan
Walau mungkin¡­kebahagiaan itu bukan darimu

 

Puisi Ke 119 : Kenangan Pahit

Oleh: Nuhari

Malam begitu gelap
Sunyi datang mendekap
Bingkai foto yang indah
Kian menambah derita

Mengapa saat itu
kau melepas jari ini
dari genggamanmu
Kau melepas tanganku
dar pelukanmu

Aku tak menyalahkan angin
yang menggugurkan dedaunan
Aku tak menyalahkan matahari
yang membuat bunga melayu
Dan aku tak menyalahkan cinta
yang dulu begitu indah

Aku menderita tanpa cinta
Tanpa cinta tak ada impian
Tanpa cinta tak ada kehidupan
Dan tanpa cinta tak ada kebahagiaan

 

Puisi Ke 120 : Hanya Figuran

Oleh: Melati Anjar

Malam ini udara terasa hangat
Tapi, aku malah menggigil dengan hebatnya
Apalagi saat aku tau
Peran ku tak berguna dalam drama hidup mu
Aku lebih seperti pemain figuran
Tanpa adegan tanpa dialog
Daripada pemeran wanita
Pendamping pemeran pria utama
Hal yang sering kamu lupakan
Aku ini ada di setiap rangkaian kata
Yang selalu kamu ucap
Aku ini ada di setiap hela nafas
Yang kamu ambil
Meski aku hanya nomor sekian
Dari sekian banyak orang disekitar mu
Tapi aku juga ingin mengerjakan peran ku
Sesuai dengan status ku
Aku bukan malaikat
Setiap waktu ada disamping mu
Tau semua yang ada di hati mu
Kasih..
Ceritakan apa yang membuat mu layu
Ceritakan apa yang menjadikan mu semu
Ketahuilah..
Aku memang tak berarti
Tapi akan ku jadikan kamu berarti
Sadarilah..
Aku memang tak istimewa
Tapi akan ku jadikan kamu istimewa

 

Puisi Ke 121 : Datang dan Pergi

Oleh: Desi Asih Purwanti

Kadang kau datang
Kadang kau pergi
Kadang kau ada
Kadang kau menghilang

Datang membawa duka
Pergi membawa tawa
Bisakah sedikit mengerti?
Bisakah untuk tetap tinggal?

Andai bisa bersama
Andai bisa bahagia
Andai bisa bica
Andai bisa marah

Mungkinkah kusalah menunggu?
Menunggu bintang yang tak pasti
Mungkinkah kusalah memilih?
Memilih tempat yang bukan untukku berumah

Untuk apa aku ada tapi kau tak pernah ada
Untuk apa aku bercerita tapi tak pernah kau dengar
Kau hanya datang saat kau mau
Kau akan pergi saat kau mau

Hanya datang dan pergi
Datang untuk sementara
Dan pergi untuk waktu yang lama

 

Puisi Putus Cinta

Puisi Putus Cinta
Source: google

Puisi Ke 122 : Rumit

Oleh: Dian Widyaningrum

Ingin aku mengakhiri
semua teka-teki rumit ini
yang aku buat sendiri dan bingung cara mengakhirinya

Ingin aku sudahi perih ini
perih yang kau beri tanpa kau sadari
perih yang membuatku hampir sekarat
dan hampir menjadi mayat

Ingin aku akhiri tapii aku malah berlari
ingin aku lupakan tapii aku malah mendekat

Cinta ini rumit,cinta ini sulit
Rumit jika hanya aku yang cinta
Dan sulit untuk kumenggapaimu

Aku bodoh !
masih saja mengharapkanmu
harapan semua yang selalu aku tunggu
Aku bodoh !
masih saja hidup dalam khayalan gilaku
masih saja percaya dengan mimpi mustahil itu
dan masih saja percaya, bahwa semua akan indah pada waktunya …

 

Puisi Ke 123 : Inilah Takdir

Oleh: Ayu Ningsih

Tatapan mata yang teduh
berikan rasa nyaman,tutur kata nan lembut,hadirkan kerinduan
tapi itu dulu,jauh sebelum Kau mengenal dia
Kini kau berubah menjadi seosok yang tak kukenal,sikapmu,perhatianmu,
semua telah berubah
sampai akhirnya kau ucapkan kata itu.
Kata yang membuat hatiku terasa sakit,
kata yang menyayat semua harapan,
menghancurkan semua mimpi yang telah ku bangun bersamamu.

Aku tahu ini sudahkehendak Tuhan
Iniadalah takdirku,
kau memang bukan untukku,dan aku percaya kita kanbahagia bersama takdir kita,
aku telah merelakanmu karena inilah takdir,
takdirku,
takdirmu,
takdir kita

 

Puisi Ke 124 : Kepergianmu

Oleh: Riska Diah Mawarni

Ketika nafasku telah terhenti
ku berharap tak ada rasa dengki di antara kita
Dan jika langkahku tlah terhenti mengembara
Aku ingin melihat kau tersenyum padaku kembali
Seperti kau tersenyum pada bidadarimu
Yang kau kagumi selama ini

Dikau adalah permata yang tersimpan di hati
Yang selalu bersinar terang
Menerangi setiap hariku
Serta langkahmu yang begitu berarti untukku
Aku tak tau jika takkan melihat langkahmu kembali?
Mungkin ku telah terjebak dalam kegelapan yang tak kusadari

Jika kau menganggap ku berarti
ku ingin kau laksana langit
Meski sempat gelap terangnya dapat di hitung dalam keheningan malam

Jika ku melihat samudera
Ku selalu ingat begitu luasnya cintaku untukmu
Serta begitu sucinya sesuci tetesan air hujan
Yang selalu membuatku bahagia karena karunianya

Tapi apakah ku berarti untukmu?
Tak taulah terlihat bagai mimpi
Mimpi yang menyedihkan,,,,,,,,,,,,,,,,
Tapi mengapa sampai saat ini tak kau tunjukkan senyumu padaku?
Padahal dulu ku mengira hanya aku yang bisa membutmu tersenyum
Tapi itu salah,salah besar sebesar lukaku di hati
Tapi mengapa kau datang dan pergi begitu saja
Tidak kau lihatkah lubang di dadaku

Lubang yang hampir menembus seluruh hidupku
Yang akan hancur lebur bagai perasaanku
Tak taukah kau????

 

Puisi Ke 125 : Menyayangi Tanpa Memiliki

Oleh: Hafidh Izzuddin

Kurasakan rintikan hujan yang jatuh menerpa kaca jendala
Kurasakan sampai ku tak menyangkau kau telah tiada
Hingga akhirnya, ku masih bisa merasakan hangatnya pelukmu

Namun kenyataan berkata lain..
Kini dirimu telah bersama dengan yang lain
Kau telah pergi, pergi jauh tinggalkan ku sendiri
Dan kau bahagia bersamanya
Hati ini merasakan sakit yang begitu mendalam

Jujur….Perih sangat hati ini,
Melihat kau bahagia dengan dirinya
Tapi apa boleh buat?
Aku hanya bisa terdiam..
Walaupun itu sakit, aku ikhlas
Karna melihatmu bahagia,adalah yang terpenting untukku

Tapi…
Yang lalu biarkan berlalu
Semua hal yang pernah kita lalui,anggaplah sebuah kenangan
Kenangan yang akan ku ingat sampai akhir hayatku
Aku berjanji akan selalu menjagamu walaupun hanya dari kejauhan
Dan aku selalu berdoa,agar kau selalu bahagia…

 

Puisi Ke 126 : Kepergian

Oleh: Ananda Tri Oktavilia

Selepas kau pergi…
Aku merasakan gundah…
Dalam hatiku…
Hati ini terluka karna…
Kepergian mu…
Bayangan mu selalu menghantuiku…

Begitu banyak kenangan manis…
Yang harus aku lupakan…
Apakah ini bisa dinamakan cinta termanis??

Aku tidak dapat menemui cinta…
Sampai aku merasakan perpisahan…
Yang menyedihkan…
Dan mampu membuka hatiku…

Saat aku berbalik…
Ada kesedihan yang menyelimutiku…
Disini, di hatiku…
Saat kau pergi meninggalkan ku…
Aku terdiam dalam kebisingan kalbu…
Dengan harapan dan dia dalam hatiku…
Bahwa kepergianmu yang terbaik bagi ku…

 

Puisi Ke 127 : Dia Pelangi

Oleh: Fadhila Afifah

Cuma seperti pelangi
Yang mengisi langit yang kosong
Langit yang mulanya hitam diselubungi petir guntur
Tapi muncul setelah semua itu menjadi polos

Hanya sebagai pelangi yang tak selamanya tampak
Walau tak selamanya ada tapi telah memberikan keindahan
Walaupun cuma sementara

Mulanya kita mengira akan saling satu
Tapi ternyata setelah tau
Kita memang tidak pernah ditakdirkan untuk bersatu

Bagai pelangi yang saling mengisi
Kita hanya saling mengisi waktu dengan bahagia
Tapi kita tau bahwa kita tak akan selamanya bahagia
Bahagia dengan pelangi

Selagi ada pelangi….
selagi ada waktu…
Selagi ada kebagiaan…

Kita mencoba saling bersatu
Walau hanya sementara :’)

 

Puisi Ke 128 : Sudut Perasaanku

Oleh: Ilham Subhakti

Mestinya hatiku bisa berteduh dihatimu
Kedua belah matamu tak mampu melihat hadirku dan kedua belah tanganmu tak mampu menggapai diriku

Aku adalah sosok gelap dirimu
Butiran harapan yang ada dihatiku kandas terbawa arus asmara yang aku ciptakan sendiri

Walau arti cintamu kuharap…
Kasihmu kudamba…
Tiap jengkal waktuku, aku merasakan hadirku hanyalah ilustrasi bagimu
Kau tak merasakan apa yang aku rasakan
Kekosongan demi kekosongan terpancar diwajahmu bak embun pagi yang kian sirna meninggalkan hari

Aku terlampau jauh berharap
Mimpi-mimpi yang kubangun untukmu tak sedikitpun mampu membuka hatimu
Aku tak mengerti aku
Aku tak tau tentang perasaanku
Getaran cinta yang ada dihatiku
Sesungguhnya bukan cinta semu yang kurasakan
Jika memang ini mimpi, kembalikanlah aku kedalam alam sadarku
Aku tak mampu terus berharap dan berharap hingga jiwaku terbang terbawa angin

 

Puisi Ke 129 : Iklaskah Kamu

Oleh: Ront De Anna

Masa berlalu pergi
meninggalkan hari yang lalu
kadang aku merasa
Ikhlaskah kamu pada diriku

Adakah aku ini cuma
tempat untukmu berteduh
dikala sepi melandamu
dikala mendung dalam hatimu

Sesungguhnya aku inginkan
kepastian yang nyata darimu
Sesungguhnya aku inginkan
kasih sayang darimu
yang mampu membuatkan diriku
khayal hingga akhir hayatku

Bukan cinta kosong yang ku mahu
Bukan cinta palsu yang ku mahu
Bukan sayang dusta yang ku mahu
Bukan sayang saja yang ku mahu
Ku mahu dirimu disampingku untuk selamanya

Aku berharap kamu sedar
betapa aku amat mencintaimu
aku berharap kamu sedar
luka cinta itu lebih sakit
dari luka dihiris sembilu

Jujurlah padaku honey.

 

Puisi Ke 130 : Kerapuhanku

Oleh: Cindy Damayanti

Kini cahayaku mulai padam..
Hangatnya dekapanmu kini hilang..
Kau bagaikan pasir yang tak bisa lenyap..
Tapi aku seperti batu yang telah rapuh..

Lindungi aku pasirku¡­
Lindungi aku dengan kelembutanmu..
Jangan membuatku semakin rapuh
Tanpa kehadiranmu..

Dan jika suatu saat nanti
Aku telah rapuh
Hingga menjadi butiran debu
Angin akan meniupku
Dan membawaku pergi jauh
Mungkin disaat itulah kau akan merindukanku

 

Puisi Ke 131 : Lembaran Biru

Oleh: Ayun Farichamida

Ku buka memori tahun lalu
Terukir indah kisah tercipta di setiap hela nafasku
Aroma pelita bak setangkai mawar
Percikan asmara meraba jiwa yang sepi
Warna warni mengelabui hatiku
Namun badai terlalu cepat menghadang
Tak mampu menahan kepahitan jiwa
Pada waktunya kisah itu musnah pula
Biarlah aku pergi jauh darimu
Membawa kenangan yang pernah terukir dalam balutan pedih
Demi nama yang pernah singgah di hati ku
Ku ucapkan selamat tinggal masa laluku
Kan ku sambut kembali hari nan cerah
Membuka lembaran biru jauh dari masa lalu
Menata kembali ruang di setiap sudut hatiku
Sembari membuka senyum yang pernah memudar
Kelak menyambut datangnya cerita baru
Tentang persinggahan rasa yang di dera jiwa

Puisi Cinta Rindu

Puisi Cinta Rindu
Source: google

Puisi Ke 132 : Rindu itu

Oleh: Liyana

Rindu itu, terbelenggu
Terselubung diantara pohon randu
Terukir pada satu kalbu
Disini, dipuncak lawu
Aku merindukan mu

Rindu itu.
Hilang entah kemana
Terbang diterjang badai nestapa
Membuat pernapasan ku sesak melanda

Rindu itu, bergemuruh
Datang saat kau jauh
Hingga ku terjatuh
Luluh runtuh
Hingga serat hati menjadi utuh
Membuat persendian ku runtuh

 

Puisi Ke 132 : Rindu

Oleh: Ratri Widianti

Rinduku itu kamu
kamu yang merasa dan dirasa
tak perlu diucapkan
tak usah diungkapkan

Rinduku itu kamu
cukup dimengerti
mohon dipahami
lewat segenap rasamu

Rinduku itu kamu
aliri jiwaku dengan kasihmu
sejukkan hatiku dengan untain keindahanmu
kasih aku rindu

 

Puisi Ke 133 : Sayap Cinta

Oleh: Erina Damayanti

Saat ini aku merindukanmu
Walau kutau, kau tak merindukanku..
Lelah hati memikirkanmu
Meski ku tau, cinta mu telah mati untukku

Aku setia menunggumu
Tapi apa balasanmu?
Kau katakan kau sayang padanya!
Ku coba menahan semua ini..

Demi kau hatiku terluka
sakit..sakit..rasanyaa
Aku memohon pada allah, datangkan sayap cinta untukku..
Agar ku bisa terbang..
Meninggalkan kesedihan ini.

 

Puisi Ke 134 : Kekasihku

Oleh: Merry Dwi Pradhini

Kasih . . .
Aku memang tak sempurna
Aku memang bukan yang terbaik
Tapi dengan hadirnya dirimu
Menjadikan hidup ini terasa sempurna
Dan diriku pun berusaha jadi yang terbaik untukmu

Kasih . . .
Aku hanya manusia biasa
Tapi cinta ku padamu sungguh luar biasa
Aku memang manusia yang lemah
Tapi bersamamu aku menjadi manusia yang tegar dan kuat

Kasih . . .
Kau melengkapi kekurangan hidup ku selama ini
Kau membawa warna dalam hidupku
Kau tebarkan benih kebahagiaan dihati dan jiwa ini

Kasih . . .
Tetaplah di sampingku
Tetaplah bersamaku
Tetaplah mendampingiku
Hingga aku tak lagi mampu tuk menjagamu

Tuhan . .
Sampaikan padanya
Bahwa hanya dia yang ku cinta
Bahwa hanya dia yang ada di hati ini
Ku titipkan salam rindu ini untuk dia kekasihku

 

Puisi Ke 135 : Sendiri

Oleh: Komarudin

Lihat langit
Sudah berkali-kali menghantar tangisnya
Menghapus sajak yg ku tulis diatas pasir
Hanya tersisa rembasan yg hilang
Mengubur diri entah sampai kepadanya atau tenang

Sudah bosan
Bintang temani bulan
Satu hari ingin mendampingi matahari
Tentang ego dan kesepian
Untuk tertinggal diantara senja

Hanya mengerti
Tanpa dipahami
Saat aku nanti takkan kembali
Menyentuhnya lagi
Melihatnya tanpa kuberjalan kebelakang

Tak mengerti
Hanya aku yg mengerti
Saat kurindukan lagi
Sampai tubuh ini mati sudah
Tak berdaya diperaduan

 

Puisi Ke 136 : Kerinduan Menyepi

Oleh: Muhlis Adi Putra

Dukana insan murni menyepi
Dukana membran cinta tak jadi
Dukana ajal jiwa di ujung duri
Adlibitum mengubah gipsi asmara

Saat prematur terucap rindu
Melemah cinta sembilu ambivalen
Dikebiri angin menghilir awan tak hujan
Menyiram rasa melontar kejutan
Oh Berhamburan menepi ketempat aman
Oh bercengkrama dengan kehampaan
tuhan bawakan cintanya untukku
Harna aku meridukan dia
Sebab tak pernah ku temukan lagi
Semua menjadi tak berarti karna sang bulan beranjak pergi
Hujan dibulan juli kini telah terjadi
Dipepet ketidaknyataan persepsi
Di sokong oleh pernyataan keetidaksesuaian janji.

 

Puisi Ke 137 : Senandung Rindu 3

Oleh: Leo Christianto

Jika aku mati
Jangan bersedih kekasihku
Ketahuilah cintaku tak pernah mati
Di batu nisanku, cintamu seakan terpatri

Jika engkau bersedih
Bersedihlah untuk dirimu
Karena kerinduan begitu menyiksamu
Di peraduanku, cintamu seakan terpaku

Jika kita bertemu lagi
Maka berbahagialah kita
Karena satu satunya jalan pulangku
Adalah di taman Surga bersamamu

 

Puisi Ke 138 : Senandung Rindu

Oleh: Leo Christianto

Jika suatu hari hembusan angin menyapu rambutmu
Ketahuilah bahwa itu adalah aku yang sedang membelaimu
Jika ia menerpa wajahmu
Maka dengarkanlah
Suara angin yang membawa ruh ku kepadamu

Jika suatu hari kerinduan menyiksamu
Maka dengarkanlah suara tetesan hujan
Karena setiap tetesannya
Adalah lirih suara air mataku

Tanpamu aku tersiksa
Maka dengarkanlah wahai sayangku

Bagiku kau laksana keindahan taman surga
Bagiku kau adalah segalanya di dunia

 

Puisi Ke 139 : Rinduku Dalam Untaian Kata

Oleh: Handry Lumban Purba

Aku ingat lagi sayang..
Bila ada wanita yang aku cinta..
Lalu dia menghilang terbakar cahaya siang..

Aku ingat lagi cinta..
Jika terdapat perempuan yang tersayang..
Kemudian dia lenyap ditelan malam..

Lantas siapa kamu?
Yang pernah mendamaikan aku..
Dalam kemelut siang dan malam..

Siapakah kamu?
Yang tidak sebentar dalam hidupku..
Dan kini jejakmu membekas terlalu jelas..

Mungkinkah engkau sang Dewi?
Ataukah engkau sang putri?
Yang kedatanganmu tengah aku nantikan..
Yang kehadiranmu aku dambakan…

Tolong bunuh kerinduan ini..
Temukan aku dengan dirimu dalam sebuah kenyataan..
Rinduku dalam untaian kata..
Akan panjang tak termakan zaman..
Hingga engkau memelukku dalam kedamaian…

 

Puisi Ke 140 : Semua Tentangmu

Oleh: Tria Novia

Bisikan angin malam
Kerinduan yang terasa mencekam
Itu karena mu
Karena Waktu yang tlah lama tak mempertemukan kita

Sapaan pagi yang indah
Senyum manis yang menawan
Semua itu adalah milikmu

Raut mukamu yang misterius
Canda tawa yang khas darimu
Itu semua adalah keistimewaanmu

Hari-hariku yang indah
Juga hari-hariku yang penuh cerita
Itu semua juga karena mu

Lalu,goresan demi goresan tinta ini pun
Juga ikut menulis semuanya
Semua tentang dirimu

Tentang Candamu
Tentang semua keistimewaanmu
Juga tentang perasaan ini padamu

Mungkin goresan tinta inipun sengaja kubuat
Karena aku ingin mengenang semua
Mengenang semua tentangmu

 

Puisi Ke 141 : Penantian

Oleh: Ria Tirta Nurhasanah

Aku akan selalu menantimu disini
Walau engkau jauh disana
Aku disini gelisah,
cemas,kawatir dengan keadaanmu

Walau engkau jauh
aku akan selalu mencintaimu
menyayangimu
sampai akhir hayat ini

Aku akan menunggu mu
dan aku akan menantimu disini
aku mencintaimu
aku menyayangimu

 

Puisi Ke 142 : Rindu Ini Ada Namamu Tertulis Indah

Oleh: Alex FB

Juga kamu yang senantiasa
cantik di pelataran hati
pernah memikat liar anganku.

Lalu hati ini sementara
limbung dengan getar merebak
karam di badai nestapa
merindu…

Jika hati pun meneduh
mengurai maknanya diantara kita
hanya ini yang tersisa…

Rindu Ini Ada Namamu Tertulis Indah

 

Puisi Ke 143 : Rinduku Hari Ini

Oleh: Winda Elvina

Pulang kembali
Menapaki setapak yang kini semak
Disitukah kau kekasih
Dibalik rimbun ilalang..yang meninggi

Begitu yakin aku pada hati
Pada cinta yanbg selalu ada
Pada detik yang masih tersisa

Jangan lepas genggamku
Saat nanti kutiba
Rinduku dan rindu kita
Rasa itu selalu kujaga

 

Puisi Ke 144 : Benih Rindu Cintaku

Oleh: Isrok A.P.F

Ku tabur benih benih rindu setiap hari nya
Saat ini rindu ku akan tumbuh
Seakan aku pergi untuk mengetahuinya
Tak semua benih yang ku tanam tumbuh dengan semestinya
Tapi ku tahu itu adalah sesuatu yang biasa
Sebab jika ku permasalahkan menjadi hal yang luar biasa
Aku tak mahu seperti itu
Hati ini seakan menangis jika buah benih hilang tak ada temu
Tak pernah ku anggap aku ini siapa
Yang ku pikirkan hanya aku dalam benih rinduku
Semoga rinduku tumbuh dan berbuah di tempat yang semestinya
Aku tak tahu bahwa tempat itu telah terisi
Dan aku tak ingin tahu hal itu
Apabila kau tahu tentangku
Ku ingin kau mengerti apa tujuan ku

SALAM RINDU
Semoga rindu ini akan slalu baik untukku

 

Puisi Ke 145 : Lagu Rindu

Oleh: Prass Ngawi

Kala malam datang lagi
saat hujan membasahi
membangkitkan rinduku
ho..o..

Dalam penantian ini
dalam kesepian ini
gelisah menghantui
diriku…

Seperti bintang tertutup awan
yang tak mampu bersinar
Itulah aku tanpa dirimu
lumpuhkan jiwa

Kutuliskan lagu terindah untukmu
tentang rindu ini…
Kucoba bertahan untuk slalu setia
sampai kau kembali untukku ..

 

Puisi Ke 146 : Menunggumu

Oleh: Azami

Setiap malam kumengingat pesanmu…
setiap petang kumimpikan wajahmu…
setiap pagi kufikirkan kabarmu,,
dan setiap siang ku rindukan menyapamu…
namun semuanya tertahankan akan statusmu…
namun semuanya terelakan karena berpalingmu..
dan semua terasa mustahil karena tak ada kejujuranmu..

Tapi aku masih mampu..
mamapu senyum diatas berpalingmu..
mampu tegar berdiri diatas beling beling cintaku..
yang kau pecahkan berkeping keping karenamu
mampu kuasa diatas hancurnya harapanku..
karena kau tak berpihak padaku..
dan mampu menantikan namaku kau sebut..
disaat kau butuh akan diriku…

Sungguh…
aku akan selalu menunggu itu..
menunggumu berpihak padaku..
menunggumu memberikan hatimu sebagai ganti hatiku yg kau hancurkan
dan menunggu kau melihatku…
dan katakan Aku cintaimu karena Allah…
dan ketika itupun kurelakan menukarkan tulang rusukmu dengna tulang punggungku..

Apa kau tau?

Sungguh Bahtera yg suci selalu terbayang
diantara sikapmu dan sikapku…
diantara jauhmu dan dekatku..
diantara tempatmu dan tempatku..
diantara semua yang kau lihat antara aku dengan mereka..
sungguh aku menunjukmu..
sebagai pendamping hidupku..
sebagai orang yang selalu bersamaku…
Sampai ajal menjemputku.

 

Puisi Cinta Pendek

Puisi Cinta Pendek
Source: itaniumsolutions.org

Puisi Ke 147 : Senyumanmu

Senyumanmu…
Adalah detik jarum jam bagiku
Terasa singkat, seepat angin berlalu
Menjadikan dering bel sekolah
Bagai lantunan melodi rindu

 

Puisi Ke 148 : Puisi Cinta Untukmu

Ketika itu dirimu yang disana
Tak dapat ku raih dengan tanganku
Namun banyangmu yang hadir dalam khayalan
Selalu dapat kusentuh dengan ingatanku

 

Puisi Ke 149 : Rindu Padamu

Aku rindu mendekatkan kepalaku ke dadamu
Supaya mendengar detak jantungmu yang kucintai itu
Rindu rentang lengan kokohmu
Rindu rengkuhan tangan
Yang membuatku nyaman
Dan merasa aman bersamamu

 

Puisi Ke 150 : Bidadari

Jauh aku mencari sebuah harapan
Hingga batas kehidupan ku arungi
Namun tak kusangkan
Jika harapan itu kini ada dihadapanku
Engkau laksana bidadari cantik
Yang tuhan berikan kepadaku

 

Puisi Ke 151 : Senja

Rasanya tak asing ditelinga
Selalu diagungkan keindahannya
Selalu dipuja setiap puisi
Aku, salah satu yang terpikat dengannya
Seperti hanya dirimu
Yang membuatku jatuh cinta

 

Puisi Ke 152 : Mencintaimu dengan sederhana

Seperti kata yang tak sempat diucapkan
Seperti kayu kepada api yang menjadikannya abu
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana,,,
Seperti isyarat yang tak sempat dikirimkan
Awan kepada hujan yang menjadikannya tiada

 

Puisi Ke 153 : Ulang tahun manis untukmu

Sebuah harapan
Semoga banyak kebahagiaan di ulang tahun ini
Memenuhi hingga hari berganti
Berharap semua harapan menjadi nyata
Dan kue ulang tahunmu semanis dirimu

 

Puisi Cinta Romantis Untuk Pacar Tersayang

Bagaimana kata kata romantis untuk pacar dalam puisi puisi romantis atau puisi cinta yang dipublikasikan puisi dan kata bijak, untuk lebih jelasnya disimak saja puisi-puisinya berikut ini.

 

Puisi Masih di Dasar Hatimu

Oleh: Fadil Umraniye

Aku yang selalu ingin menyapamu
Menikmati senyum, bersama sepoi angin yang menyentuh
Aku yang masih terlena dalam buaian keindahan
Rela pergi ke tempat yang jauh
Untuk menemukanmu, dibalik gulungan-gulungan awan yang bertebaran

Ini kisah perjalananku yang tanpamu
Menatap langit yang terlukis rona manismu
Lalu kapan kita, kemana?
Lalu kapan kita, bersua?

Malamku di dalam tenda sederhana
Dingin menutup mataku hingga tak terbangun
Ketika itulah hadir senyum wajahmu
Ketika itu aku rindu bercanda denganmu
Sampai air mata menetes, aku ingin pulang saja

Alam membuatku ingat kepadamu
Ini perjalanan yang amat sulit bagiku
Sesulit aku bahagia jika tanpamu
Ragaku berkelana, namun jiwaku ada padamu
Ragaku berada diatas ketinggian

Namun hatiku tetap berada dibawah dasar hatimu
Dan hingga detik ini
Aku masih mencintaimu

 

Puisi Aku Mencintaimu

Oleh: Arini Eka

Kau adalah nafas yang membuatku hidup
Senyummu adalah bahagiaku
Kau adalah alasanku untuk kembali

Meski jauh sudah aku melangkah
Meski lelah dan penat sering buatku lemah
Tapi binar matamu juga rajuk manjamu buatku lupa kata untuk menyerah

Sungguh aku mencintaimu
Malaikat kecilku

 

PUISI YANG TERKASIH

Yang terkasih
Aku ingin tidur di balutan risalah rasa
Berbantalkan hikayat dan muhassabah rinduku
Sebagai tilam dan selimutku dalam guman setiap ujar

Lalu
Lelap telah tergʌmbar di ujung musafir bayangmu
Dan tak akan kubiarkan pagi menjemput malamku
Agar sedetik pun indah tentangmu
Tak akan pernah terusik dari mimpiku

Tetapi
Tetap melegenda dalam peraduanku

Oss.am
Subang,26-12-2016

 

Puisi Maafkan Aku Sayang

Oleh: Sham Aldena

Suatu masa dulu..
Saat aku yakin kau bahagia tanpaku..
Ternyata kau kecewa dan terluka..

Seiring waktu..
Mendengar kisahmu..
Tentang hati dan bathinmu..
Tentang luka dan semangatmu..
Tentang kini dan masa lalumu…
Aku merasa berdosa dan hampa..

Saat ini..Hingga ke akhir hayatku..
Aku ingin menatapmu..
Memelukmu..dan berkata..
Maafkan aku sayang…maafkan aku..

Tapi nyatanya..
Hanya doa yang aku bisa..
Karena kau telah berdua..
Dan masih juga terluka…

Maafkan aku sayang..
Maafkan aku..

 

Puisi Cinta

Contoh Puisi Cinta Untuk Kekasih Halal yang Menyentuh Hati

Kasih, kita adalah satu
Menatap indah langit kelabu
Seakan terbayang wajah indah di mataku
Sedikit rasa rindu itu kini jadi candu
Duhai kasih,
Apakah ada rindu di hatimu?

Kasih, belum cukupkah ini bagimu
Apa kau tak merasakan detak jantungku
Irama setiap hembusan napasku
Bahkan derasnya setiap aliran darahku?
Semuanya menyebut namamu; di hatiku

Duhai terkasih
Lantunanmu begitu indah
Merasuk ke dalam jiwa
Membuat diri terpaku merana
Merasakan kebahagiaan tanpa tara

Terpikir sejenak olehku
Ketika kau tak ada lagi untukku
Akan jadi seperti apa hidupku?

Oh kasihku
Begitu pun dengan aku,
Saat tak ada dirimu di sampingku,
Dunia tak lagi semanis madu

Sungguh, betapa beruntungnya diriku
bisa menggenggam hatimu
Kasihku, percayalah kita ini satu
Sebab aku dan kamu adalah cinta yang utuh
yang tak terpisahkan oleh jarak dan waktu

Dimanakah Dirimu
sesak berbilang
kau menghilang
aku melapang
namun hati masih,
saja mengenang

aku pasrah
mencoba lupa
pada relung jiwa,
tersimpan luka
belum sembuh juga

ah, sungguh nyeri rasanya
hati mendesak
meminta lapak untuk sesaat rebah
resah berlanjut pasrah
namun perihal melupa ia tetap ogah

lalu harus bagaimana
luka dalam dada masih tetap ada
mencoba menghilangkannya
tak semudah berkata; kau pasti bisa
semua butuh waktu lama

Khianatmu
Tentang hati yang tergores.
Berkelukur kini hati,
terhembas oleh khianat.
Dan kini wajah terlukis air mata.

Perihal hati yang kembali disakiti,
kini dalam dada kurasa perih.
Percuma dulu kau mengikat janji,
jika nyatanya tak lagi peduli.

Janji yang kau ikat pada merpati.
Kini, kau dusta pada jiwamu yang khianat.
Sungguh; kalbuku kini terkoyak,
teriris oleh ribuan belati dari pandangmu.

Lelah sudah hati ini,
sudah waktunya aku membenahi hati.
Agar tak melulu disakiti.
Terlukai berkali-kali telah membuatku ingin berhenti mencintai.

Celoteh Luka
Semua kisah tentang kita sudah jauh berbeda
ketika kita sepakat untuk tak lagi bersama
ketika kita sepakat untuk saling melepaskan genggaman
sebab kita tak lagi sejalan.

Kau memilih melangkah terlebih dulu
untuk meninggalkanku
sedangkan aku masih tetap pada posisiku
yang berusaha sekuat hati melepaskanmu

Entah, waktu akan mengijinkan aku
atau malah menolak untuk melepasmu
dari memoriku.

Apa aku bisa?
terkadang pikiran itu sedikit meracuni otakku

Seandainya semua bisa berbalik
apa kau bisa sekuat aku?
dan bagaimana jika aku yang berhenti mencintaimu terlebih dulu
apa kau akan merasakan kehilangan aku
seperti aku kehilangan kamu
yang tak lagi mencintaiku saat itu?

 

Puisi Cinta Romantis

Kata kata Islami Cinta

Dirimu dan Dustamu
Kau pernah berdiri tepat dihadapanku
Merayuku dengan kata-kata indahmu
Kau bilang, aku wanita yang teristimewa
Sejenak kau berhasil membuatku bahagia

Dunia seperti milik berdua
Aku, kamu dan Cinta kita
Hingga akhirnya; waktu kembali
membangunkanku dari tidur panjangku

Semua kebahagiaan yang telah terjadi
ternyata semu
Dan kau hanyalah fatamorganaku
yang kubiarkan berlalu
Sebab aku sadar, menggapaimu adalah ketidakmampuanku

Cintaku
Dunia adalah fana
Semesta dicipta bukan untuk dinikmati saja
Jika sang pencipta sudah bicara
Semua akan sirna dalam kedipan mata

Sama seperti ketika
aku mengetahui ternyata
cintamu hanyalah semu belaka

Kau tahu;
bagaimana rasanya hati karena ulahmu?
Setelah beribu harap kulayangkan padamu
Sakitnya hingga merobek bilik jantungku

Tampaknya aku salah memberi hati pada
dirimu yang hanya singgah sementara,
bukan berniat menjadikanku rumah
Dan inilah; kenyataan yang menyesakkan dada

Ruang Khayal –
Kali ini malam merangkak tanpa bintang
Hanya bersenandung ria bersama sunyi
Angin berbisik lirih perihal hati
yang terkoyak sepi

Terjebak aku diruang khayal
Berhalusinasi pada sosok yang tak kukenal
Lelah aku menerawang;
namun nyatanya ia hanyalah sebuah bayang

Bayang yang selalu menghampiriku
bersama rindu yang terus mengiba
Bahkan, terkadang ia menjelma bahagia
namun bisa pula duka nestapa

Apa selama ini hadirmu memang semu?
Pasrah aku pada sebuah pengharapan
akan kebahagiaan, yang tak berkesudahan
meski telah berkali-kali aku semogakan

PENANTIAN
Dingin serasa menguliti penantianku
Dulu dalam kelam kau pernah menabur janji
Bila malam akan kau tepati
Selarut sunyi tak jua kau berempati

Kemana kau yang selama ini berparas jelita?
Apakah kau telah tenggelam didasar samudera?

Aku masih terdiam disini menatap wajah senja
dengan penuh tanya;
akankah penantianku ini berujung sia-sia,
atau berakhir bahagia?

Hanya seucap kata yang mungkin bisa meyakinkan
Bahwa kau pantas diberi keyakinan
Kau tak akan biarkan aku larut dalam penantian
Hingga kau katakan : untukku kebahagiaan

Datang dan Kembali
Pada ruang paling sunyi
Aku merasakan hadirmu disini
Menemaniku, bahkan saat sendiri
Kau bawa sebongkah kenangan terperih

Aku kembali teringat perihal hati
yang telah kau sakiti
Kau tancapkan sebilah belati
tepat didadaku sebelah kiri

Cukuplah, bila kau hanya datang menghampiri;
lalu pergi lagi
Hati ini bukan untuk sembunyi;
lalu pergi lagi

Cinta yang pernah kau beri;
telah hilang ditelan sunyi
atau bahkan, kini sudah mati
dan tak akan kembali

 

Contoh Puisi Cinta Sejati

Contoh Puisi Cinta Sejati

Mengapa Kau Berubah
Kopiku kini menjadi dingin
Sama seperti sikapmu

Kopiku kini menjadi basi
Sama seperti ucap janjimu

Sapamu tak sehangat dulu
Kini terasa hambar ditelingaku

Tatapan itu kini bukan lagi milikku
Sebab telah ada yang merebutnya dariku

Genggaman itu juga bukan lagi milikku
Sebab ia berhasil merayumu

Pelukan itu bukan lagi untukku
Sebab sudah ada yang memberikan kenyamanan melebihiku

Kopi yang terseduh tetap akan meninggalkan ampas
Sama seperti kenangan saat bersamamu yang akan selalu membekas

Perihal Perasaan
Pada sunyi malam sosokmu terus membayangiku
Kuterka gambar wajahmu yang terlintas dibenakku
Kau, si pemilik senyum tipis dengan rona pipi merah berhasil memikatku
Serta tatapan tajam yang membuat tenang hatiku

Kau si pemikat senyum
Pesonamu telah memicu andrenalinku
Untuk berani berucap bahwa : aku mengagumimu

Namun lidahku terasa kaku
Perasaan takut selalu menghinggapiku
Akankah kau mengacuhkanku? atau
Kau mempunyai rasa yang sama denganku?

Entah kekagumanku ini pertanda cinta
Sebab malam selalu menjelma bayangmu
Mengetuk pintu syaraf sadarku
Agar bernyali ungkapkan satu kata

Bahwa; Aku Mencintaimu.

MEMOAR KERINDUAN –
langkah merangkak begitu senyap
asaku menguap, terhapus lalu-lalang tangis yang menolak henti barang sejenak
dan di antara rintik rindu yang berkeretap
aku menemukanmu
dalam genggam harap yang telah menjadi retak

dalam detak waktu yang melaju begitu pesat
ku melihat kau, seperti bersiap
menolak ‘tuk kembali, dan
berlalu meninggalkan jejak-jejak rindu,
yang masih menetap pada ruang tengkorak
meski sesekali ia mengawang-awang
dan bergejolak

selimut langit telah diturunkan
mentari mengalah pada gugusan awan yang menghadirkan jingga
pada tepi cakrawala
mengantar resah doa-doa kembali pada ranjang raya
memulangkan segala kenang tetap terlelap di dalam jiwa

tentang segala rasa,
yang masih tertinggal pada tiap jengkal semesta
berputar dalam hingar bingar celoteh sang camar
bersama awan-awan pengiring ia menujumu; meski terlihat samar
menyampaikan bergumpal riuh tanya

akankah ia kembali pada pelukmu, yang pernah menjadi rumah?

Kembali aku berdialog dengan senja;
sore itu, aku menatap langit
ia menyapaku dengan hangat
yaa dia senja, yang selalu kunantikan
kehadirannya

Aku tertawa kecil,
melihatnya yang begitu menawan
menatapnya lekat
begitu dalam

Kemudian, dibalik jingganya ia bertanya;
mengapa kau begitu mengagumiku?

Untukmu senja; tak ada alasan
untukku menjelaskan,
telah habis kata ‘tuk memaparkan
kekagumanku padamu!

 

Contoh Puisi Cinta

Kata kata Sabar Dalam Penantian

Pada hening malam
Kutatap lekat binar rembulan
Sembari kulangitkan
sebuah harapan

Perihal angan
yang selalu aku semogakan
Namun dengan
mudahnya mereka patahkan

Hatiku sigap melawan
menepis opini mereka yang beranggapan
perihal ketidakmungkinan
“Tenang saja, mereka bukan Tuhan
yang bisa menghentikan
langkah kita menuju Kesuksesan

Teruslah berjalan
hingga angan (mu)
berhasil kau wujudkan
dan berada dalam genggaman
tangan (mu)”

Senja Perenung Jiwa 
Dalam senja ku ukir sebuah kisah
Kisah bukan tentang cinta ataupun dusta
Ini semua tentang hidup yang tak lagi sama
Bagaikan senja yang tak pernah lama
Menampilkan keindahan sekejap saja

Kita hidup di dunia yang penuh fana
Penuh derita, juga sandiwara
Tak pernah kita berpikir hidup ini sekejap saja
Masih saja kita terlena oleh dunia

Banyak dari mereka berharap pada sesama
Yang sebenarnya sama saja tak pernah punya daya
Tak pernah kah kita sadar sejenak saja
Kalau sejatinya Tuhan itu Maha Kuasa
Maha pemberi segalanya

Lantas untuk apa kita menduakan-Nya?
Masihkah kita akan terus berdusta?
Kuharap sadarlah kalau kita hanyalah makhluk yang tak bisa apa-apa

Panorama Senja 
Kala petang tiba;
mataku tertuju pada
panorama indah,
bertabur hamparan jingga
di cakrawala

Senja;
yang selalu aku nantikan kedatangannya
begitu sederhana,
namun terlihat memesona

Senja;
betapa kau terlihat sempurna

– Bukan Aku –
Bahasanya begitu elok ;
Begitu Sopan
Begitu Sholeh
Begitu idaman
Dan begitupun itu; bukan aku.

Parasnya yang rupawan berhasil memikatmu;
aku kalah kosong satu
Meskipun aku,
yang selalu ada untukmu

Namun itu,
tak bisa membuat hatimu luluh

– Bisikan Alam –
Pada pagi yang gigil kala itu
Tetesan rintik hujan berbisik syahdu;
tidakkah kau rindu padaku?

Kabut lembut membelaiku,
membasuh peluh diwajahku
Semilir angin mendekap erat tubuhku
Lagi-lagi ia berbisik;
tidakkah kau rindu padaku?

Mataku berkaca; menahan haru
Perlahan bulir itu menetes,
mengendap dipipi serupa embun;
begitu bening

Tak perlu kau berbisik, pasti
aku merindumu; wahai alamku
Suara gemerisik dedaunan
mengingatkanku pada tenangnya rimba

Pun mengingatkanku akan kenangan
dan keindahan yang ia suguhkan

Dan disetiap hembusan angin
yang menerpaku; aku merindumu

Maafkan aku, yang hanya menghampirimu
disaat jenuh merasuki pikiranku.

Aku pulang
Pada sebuah rumah
Tak ada atap penghalang masuknya cahaya
Beberapa tembok sudah pecah
Pondasi rumahpun patah
Dalam hatinya tetaplah berteguh
Sampai matipun aku tetap merindu

Pada sebuah jalan menuju rumah
Terlintas sekelebat bayangan menyapa
Kucoba menerka,
ku kenali ia; tanpa rupa
Anganku tertuju pada kau yang jauh dimata
Beginilah, ketika rindu sedang meraba

Contoh Puisi Cinta Sedih

Puisi Putus Cinta
Source: google

Bayangan Tentangmu

Kita dipertemukan dalam mata
yang saling tatap
Kau berikan senyum terbaikmu untukku,
hingga aku berani menjatuhkan harap

Kita berbincang dengan rasa,
seolah sedang merangkai cerita

Namun semua hanyalah keindahan sementara,
sebelum akhirnya kau memilih pergi untuk selamanya

Semoga kau bahagia dalam pelukannya,
tak perlu kau peduli sedalam apa aku terluka

Tapi setidaknya,
ajari aku untuk ikhlas melepasmu..

Malam yang malang 
Pagi datang
menyapa malam dengan
sinarnya

Tiba-tiba;
Pagi beranjak menghilang
dan siang akan menyambutnya
dengan riang

Pagi berpamitan;
berbincang dengan malam,
mengucapkan selamat tinggal
dengan bibir kaku penuh kepalsuan

Pagi telah memilih pergi,
dengan langkah pasti
meninggalkan malam

Mendung datang, dengan
diiringi rintik hujan, yang
perlahan menggenang
dipelupuk mata malam

Kini, malam hanya
tinggallah kenangan
yang perlahan dilupakan
dan digantikan siang

Sungguh malang, nasib sang malam..

Malam yang Sunyi
Pada malam ingin kuceritakan,
Tentang resah yang tertahan
Melalui goresan pena kujelaskan
Aksara kususun rapi perlahan

Pada malam ingin kusampaikan,
Tentang sepi yang kian mencumbui
tanpa perasaan
Begitu pun bayangmu, mengusik ingatan
Tanpa peduli lelah memeluk pikiran

Pada malam ingin kutanyakan,
mengapa kau begitu hening, bahkan
sedari tadi tak ada perbincangan,
sedang disampingmu ada rembulan?

Tatapan Rasa 
Degup ini makin kencang,
Tak kunjung reda menghilang,
Senyum mungil mataku terpanggil
Rona pipi beku bibir menggigil

Masih terbayang simpul tipis,
Terkenang di ingatan begitu manis
Membawaku melayang hingga ke awan
Sembari bait bait romantis kupuisikan

Wahai engkau,
Bolehkah kau beri aku sebuah nama,
Untuk kusematkan pada ingatan jiwa,
Paras elok secerah purnama,
Sambut tanganku bawamu turut serta,

Akan kurajut mimpi bertemakan kita
Kuluapkan angan pada bisikan aksara
Untuk sebuah ikatan kutembus asa
Hanya bersamamu yang selalu kudamba

Menanti Hadirmu –
Kubiarkan jemariku menari
Diatas lembaran kertas putih
Melukis namamu dengan teliti
Merangkai bait bait puisi dari hati

Ku tuliskan tentangmu dalam bait bait puisi
Jemariku lincah menari dalam alunan sunyi
Sembari berimajinasi hadirmu disini
Temani diri sampai terlelap dalam mimpi

Hingga menunggu tiba waktunya pagi
Aku masih disini dengan hati yang sepi
Merindu hadirmu untuk kembali lagi
Sekedar mengisi hatiku yang kosong ini

Rembulan kini berganti mentari
Saatnya bangun dari indahnya mimpi
Suara burung menyemangati diri
Untuk bertemu dirimu lagi dan lagi

 

Puisi Cinta Pendek

Puisi Cinta Pendek

Perihal Rasa –
.
Aku tak mampu berkata dihadapanmu
Lewat puisi aku bercerita
Perihal rasaku padamu
Apa kau tak bisa mengeja?
.
Hanya lewat kata aku ungkapkan semua
Perihal Cinta yang tersimpan begitu dalam
Apa kau belum mengerti juga?
Atau memang sengaja kau abaikan.
.
Aku hanya bisa terdiam
Bibirku membisu
Aku lemah akan tatapan matamu
Aku tak berdaya oleh senyummu
.
Ketika rasa ini semakin menggebu
Ingin segera memiliki dirimu
Namun lagi lagi Cinta tak berpihak padaku
.
Kau kembali mengabaikan peduliku
Dan aku tersakiti oleh rasaku sendiri
Lagi lagi, aku jatuh karena Cinta
.
Ketika sebuah ikatan Cinta yang kuharapkan
Tak seindah yang kubayangkan
Dan semua jauh dari kenyataan
.

– Kau dan Senja –

Aku pikir
tak ada lagi yang lebih indah
dari senjaku
kala itu

Ternyata,
garis lengkung dibibirmu
mampu mengalihkan pandanganku
dari pesona senja
yang terhampar di ufuk barat

Pada senja rinduku kian tercecer
Di antara jingga yang merona
Membaur bersama awan
yang tergiring malam

Manis senyummu
masih memenuhi isi kepalaku
Bahkan, mengusik ingatanku

Hingga terbawa arus udara
Bermuara pada tepian semesta
Terdiam dan menggenang disana

Di senyumanmu… 🙂

Rasa Rinduku
Demi malam yang tanpa basa-basi
Aku luapkan resah pada bayangmu yang,
berkerumun, tersusun
berjajar persis rasi bintang yang menyilau
Aku bilang “Tetaplah disana. Biar kuhitung kau, diatas langit-langit kamarku”
dan lampu pijar jadi bulannya.

Pada malam yang memelukku dengan gigil,
ingin kuceritakan perihal dirimu,
bersama hembusan udara yang menusukku.
Kataku, “Akan kutumpahkan segala rinduku pada kesunyian,
dan rembulan kubiarkan menjadi saksinya.”
Hingga kau percaya ucapku.

Rindu sungguh menyudutkanku pada sunyi
Langit-langit jadi nampak tak berisi
Malamku kini jadi bangkrut,
karnamu aku cemberut
Aku berhenti menghitung bayang yang perlahan raib,
dan tiada lagi terang bulan bikinan “Rindumu usah mengkerut, aku usai menghitungmu”

Silahkan pulang!
Jangan berkerumun lagi bayang-bayang
“Sebab segala yang hilang akan tetap hilang,
dan takkan kembali datang” Kataku
Biarkan saja rindu menghampiri tuannya,
Sampai saatnya nanti akan terjebak pada ruang,
yang kau sebut kenang.

 

Contoh Puisi Cinta Pendek Menyentuh Hati

Contoh Puisi Cinta Pendek Menyentuh Hati

Rindu Senja –
Padamu senja
Kuungkapkan sejuta
Rasa yang ada

Perihal rasa
Yang tersimpan dihati
Begitu rapi

Padamu senja
Yang selalu kutunggu
Kehadirannya

Ingin kuungkap
Bahwa diriku rindu
Keelokanmu

Pun disaksikan
Deru ombak samudra
Tentang rinduku
.

Sepi Tanpa Dirimu
Malam ini aku sedang merindu
Kuikuti saja jejak kaki-kaki hujan yang sedang menujumu
Lalu ku mengganti rupa menjadi gigil
Pelan dan perlahan aku pastikan mendekap hangat tubuhmu

Malam ini kian hening
Sedang rindu semakin lancang ingin bertandang, padamu
Bayangmu terus mengusik kesendirianku
Dengan penuh yakin, kumemapah langkah menuju yang kusebut rumah, rengkuhmu

Kepadamu bertuju aku
Meski pada bentangan jarak kilometer
Biarkan aku untuk terus merangkak, menujumu
Sebab inginku, hanya pada dekapmu rindu-rindu merebah sampai tertidur dan bermimpi indah

Untukmu, pintaku terlampau sederhana
Bersama dekapmu untuk selamanya
Dan semua akan terangkai nyata
Hingga tak ada lagi sekat yang memisah kita

Sebaris Pesan –
Sekarang,
Rangkailah mimpimu
Lalu wujudkan
Jangan biarkan berdiam

Pada lorong kegelapan
Di sudut ruang
Bergegaslah keluar
Disana ada jalan lebih terang

Jangan terus menunggu
Segera temui

Sekarang mulailah
Ambil pena dan secarik kertas
Disana mimpimu memanggil

Dan sekarang tulislah apapun yang ingin kau tulis…
Jangan pernah ragu!!

Menuntaskan Kerinduan –
.
malam ini hujan kembali tiba
menggugurkan sebagian kenangan
yang telah menggantung pada garis cakrawala;
rindu mengalir tanpa jeda
.
tak terhitung kenangan yang juga terguyur bersama rinainya
sementara embusan angin masih saja menyayat kepingan harap
menyisakan bulir bening menganak sungai dari sudut netra
.
rintiknya masih riuh berjatuhan
membawa sisa-sisa kepedihan
hingga malam hampir usai menuntaskan kerinduan;
hujan belum juga mereda
pertanda cerita cinta belum berakhir
.
masih ada hari untuk merampungkan kisah
diiringi doa dan sua kiranya hujan tak lagi menurunkan kenang
agar kututup setiap sub bab kerinduan
dengan kesimpulan senyum kerelaan

 

Puisi Romantis

Puisi Romantis

Aku Wanita
Selalu ingin bersama dekat dengan dia
Dan menghabiskan waktuku tanpa tersisa
Berharap dia terus temani aku
Hingga buat diriku tersadar

Aku wanita yang sedang jatuh cinta
Ingin membawanya selalu kedalam hidupku selamanya
Aku wanita yang sedang jatuh cinta
Kuharap dia merasa yang aku rasa

Kegelisahan datang tak menentu kala rasa itu ada
Kegundahanpun melanda kala dia ada ataupun tiada

Inginku tampak sempurna tanpa ada cela
Dihadapan dirinya.. oh.. yang kupuja …

Aku, Kau, Senja dan Rasa Rindu
Waktu menunjukan pukul 16.20
Aku masih setia menunggu
Meski suasana tak seperti dulu
Tak ada kamu, pun secangkir kopimu
Yang beradu dengan tehku

Di beranda, akan tiba sang senja
Datang dengan jingga walau sementara
Dan, aku masih bertanya tanya
Sebenarnya yang aku rasakan rindu atau apa?

Aku masih cukup gagap mengartikan semua itu
Sedang rindu ini semakin tumbuh
Dan kau tau, aku masih saja tetap menunggu
Walau waktu telah jauh berlalu

Entah ini akan sia-sia atau berbalas rasa
Terkadang semesta ikut tertawa
Melihatku dengan iba, sebab kau tak jua peka
Sendiri berdiri terdiam, tak pedulikan mereka
Yang pasti aku selalu merindukanmu kala senja tiba

Peduli itu Luka –
Pada kata yang terucap,
tersimpan rasa begitu dalam

Sesak, sebab tertahan,
tak punya nyali untuk mengungkap

Berusaha peduli pun percuma,
bila selalu diacuhkan

Sudah terbiasa,
bahkan menjadi makanan sehari hari

Tak ingin lagi berharap lebih
Jika hanya rasa iba yang kau beri

Dan ini bukan curahan hati
Namun sekedar coretan dimalam hari

Terima kasih telah menjadi kekasih dalam mimpiku –
Padamu rembulan
Pernah kulangitkan seuntai harapan
Dalam sunyinya malam
Kuperdebatkan perihal rasa

Rasa yang belum tersampaikan
Telah membuatku berangan
Bahkan terlalu jauh
Hingga pada akhirnya aku terjatuh

Ternyata semua hanyalah mimpi
Walau sempat kuamini
Tapi kini kau telah pergi
Meninggalkan aku sendiri, bersama sepi

Kenyataan telah membangunkanku,
Dari tidur panjangku
Mimpi yang terangkai bersamamu
Kini pupus ditelan waktu

 

Puisi Romantis Buat Pacar Halal

Puisi Romantis Buat Pacar Halal

Menanti Temu –
Jingga terhampar belantara
Mengurai setumpuk rindu
Pun disaksikan semesta raya
Perihal kamu yang jauh dimata

Seuntai doa tak henti kurapalkan
Yang kuharap bisa tersampaikan
Jangan khawatir; disini aku masih setia menanti temu

Semua hanya soal jarak dan waktu
Sesuatu yang indah,
Akan menghampiri pada akhirnya
Aku pun percaya akan hal itu

Untuk kau, tenanglah dengan sibukmu
Tak perlu risau; meski rindu terus mengusik batinmu
Tak perlu lelah; mari kita nikmati bersama

Aku masih menjaga rasa
Dan aku harap kau pun juga
Aku mengerti keadaan kita
Yang tak selalu bisa bersama

Namun bukan berarti mengurangi takaran Cinta
Percayalah, aku akan tabah hingga tiba saatnya bahagia…

K.E. C. E. W. A –
Ingatkah kamu kekasih?
Kau pernah kuberi hati
Pun telah disaksikan semesta
Kita mengikrarkan janji CintaSegala rasa kupercayakan
Namun kau balas dengan pengkhianatan
Hatiku yang dulu kau buat luluh
Kini menjadi rapuhKau permainkan dengan tega
Hingga tercipta kecewa
Usailah sudah semua kisah
Aku dan kamu bukan lagi kitaHatiku telah patah
Bahkan untuk kesekian kalinya
Terima kasih atas segala Cinta
Yang menjelma luka

(Ter)untuk Kamu –
Aku menemukanmu
Di antara deret diksi yang kau ramu
Aku menyukaimu
Sekali pun kita tak pernah bertemu

Meski hanya dalam ruang maya
Kita saling bertegur sapa
Dari rangkaian kata yang tetiba
Menjelma rasa suka

Ketika bibir tak mampu bicara
Hanya lewat kata
Aku menyampaikan rasa
Apa mungkin ini adalah cinta?

Yang jelas, hatiku telah memilihmu
Puisi-puisimu berhasil memikatku
Dalam doaku selalu mengharap temu
Semoga kelak kita menjadi satu

Aku dan kamu…
Hingga akhir waktu…

Selamat pagi
Kamu yang jauh dimata dekat dihati
Bayangmu serupa mentari
Hangat menyusup sanubari
.
Entahlah kasihku
Ribuan detik telah menelanmu
Namun senyuman manismu bak candu
Merindukanmu sama saja menyiksaku
.
Ingatanku semakin menjadi-jadi
Aku menunggumu hingga letih hati ini
Namun kau yang ku nanti
Belum juga mengerti
.
Kini, terserah langkahmu saja
Tangan ini tlah sejajar dengan kepala
Dan menutup erat telinga
Yang tak ingin mendengar kebahagiaanmu dengannya

 

Contoh Puisi Romantis Pendek

Contoh Puisi Romantis Pendek

Berpijaklah Pada Keyakinan –
Masih pagi buta kita meniti langkah
Menyusuri semak belukar dan bebatuan terjal
Tidak ada kata lelah
Demi menikmati alam yang indah

Berdiri dihadapan sang fajar
Sembari menengadah, merapalkan doa-doa
Mengucap syukur atas nikmat yang tiada tara
Kepada Tuhan sang maha kuasa

Tentang sebuah perjalanan
Ada satu pelajaran yang aku dapatkan
Perihal berpijak pada sebuah keyakinan
Yang aku peroleh darimu, Kawan

Cobalah!!
Berdirilah di atas Puncak dan pandanglah ke bawah
Kau akan mengerti arti sebuah perjuangan
Tentang proses untuk mencapai kemenangan
Sebab mereka telah melewati fase sabar dan kesusah payahan
.

Prahara Berdasi –
.
Dipinggir jalan sama saja
Suara detak  jantung mereka
Masih terabai meski penuh luka
Tersisih di lingkungan sendiri tanpa ada sapa
.
Bertanya pada patung tinggi diantara gedung primadona
Puan menjadi malaikat tanpa sayap
Tuan menjadi makelar surat kuasa
.
Sedang aku hanya rakyat jelata
Yang tak berani bermimpi setinggi penguasa
.
Karena yang terlihat hanya angka
dimana tersusun serupa purnama
bulan bercanda pada waktu yang dilumat tanpa sisa
.
Bahkan seiring waktu berdetak
Riuh nada kelaparan tak jua didengar
Walau hanya sejengkal jarak yang ada
.
Mereka butuh kamu sebagai teman
Bukan untuk tersenyum merapikan dasi lalu pergi lagi
Dan menutup mata kala berjajar kata donasi
.
Namun apa nyatanya
Sekedar memandang mereka saja kau enyah
Apalagi mengulurkan tangan
.
Kembali menghitung berapa puji didapat
Bukan ikhlas yang diharap
.
Hati serta nalar diabaikan
Tertahan tawa diujung senja
Menyapa kening pekerja keras hati
Diantara juta kepala anak bangsa
.
Dan kepada para mereka hanya doa
Serta harap supaya mata dapat terbuka
Melihat dunia dengan segala fenomenanya

Tak perlu banyak diksi
Untuk meramu puisi
Cukup dengan secangkir kopi
Di bawah sang Mentari
.
Bisikan embun pagi
Mengurai jemari
Untuk menenangkan sepi
Agar tak mengusik kembali
.
Pagi ini aku tak ingin lagi menuntut soal janji
Biar saja kau coba merasakan pakai hati
Kuharap kemudian kau nikmati
Agar mengerti arti sejati yang suci

Artikel Terkait : Puisi Renungan Diri Menyentuh Hati

Contoh Puisi Cinta Romantis Pendek

Puisi Cinta Rindu
Source: google

Aku bisa apa? –
Asal kau bahagia;
Melihatmu dengannya memang menyesakkan dada
Biar kucoba seakan baik-baik saja
Selain ini yang bisa kulakukan, aku bisa apa?

Perihal luka kemarin, aku sudah lupa
Perihal rasa kecewa, aku sudah bahagia
Mengapa secepat itu? tak perlu kau tanya
Karena aku telah berusaha
.

– Purnama –
Aku ingin Purnama segera tiba
Walau hanya dalam sekejab mata
Pada rasa yang kian membuncah
Akan rindu tak jua nyata

Rengkuhlah ia segera
Saat purnama yang kau damba
Datang melerai kalbu yang bimbang
Jangankan sekejap merangkulnya
Begitu erat dan jangan kau lepaskan
pun tak mengapa

Takkan ku sia-sia
kedatanganmu wahai Purnama
Sebab cahaya sinarmu
mampu membuatku luluh
Dan sejenak melupakan pilu dihatiku
yang enggan berlalu

Punama berdendang
di antara kawanan bintang bintang
Yang berkedip syairkan ribuan cerita
Malam adalah rumahnya
sedangkan hatimu adalah sandarannya

Jika hatiku telah menjadi sandarannya
Lalu mengapa masih ada penghianatan?
Sedangkan langit telah ikut menyaksikan ikatan

Kau tahu mengapa kasih?
Itu bukanlah sebuah penghianatan
Namun merupakan pembelajaran yang di takdirkan
Di atas pundak bumi
Saat langit tengah berdiskusi
Mencari arti sejati

Apakah yang sejati akan benar benar menghampiri?
Ketika hati telah lelah mencari
Sebab dipatahkan tak hanya sekali

Sejati..
Hanya milik ia yang Menjadi bukan Mencari
Ia yang Menjadi diri sendiri
Berbenah dari lelah karena tersakiti

Ia yang Menjadi,
mempersiapkan diri agar tak patah dan jatuh dalam cinta lagi
Ia yang Menjadi,
permadani syurgawi dan membangun cinta yang hakiki

Kini aku mengerti, yang sejati memang bukan untuk dicari
Tapi lebih memantaskan diri agar kekal abadi
Bersama Cinta sejati yang suci
Aku percaya, kelak akan tiba saatnya nanti

– Senja –
Sebentar lagi senja
Aku tak tahu harus menantinya dimana?
Lelah aku menatap hingga
ujung semesta

Hingga yang ku jumpa
hanya sisa bayang wajahmu
menetap di jiwa

Perihal rasa
yang tak mampu diucap oleh kata
Tentang sepintas raut muka
yang terlepas menghilang di telan senja

Pun tentang rindu
yang semakin candu
Kembali membawa
ingatan luka menganga

Lalu aku harus apa?
Haruskah ku keringkan nestapa
Dengan mencari obat penawar luka
Di peraduan jingga?

Entahlah,
Bahkan lembayung saja
Menari dengan penuh tawa
Tanpa peduli akan luka

Tenanglah,
Sebentar lagi malam menyapa
Menutupi bias bias derita
Yang menyesakkan dada

 

Kata kata Puisi Cinta

Puisi Cinta Sedih Menyentuh Hati
Source: rmgbd.net

Bersamamu Aku Belajar”
Aku telah belajar banyak denganmu
Tentang aku dan kamu; bukan menjadi kita
Tentang genggaman; yang menjadi kenangan
Tentang merapal doa; untuk bertahan melupa

Aku telah belajar banyak denganmu
Tentang indah cinta; hanya sebuah cerita
Tentang bahagia; berubah memori derita
Tentang senyummu; bagai kenangan sembilu

Perlahan-lahan berusaha melupakan
Saling diam saling meninggalkan
Dalam senyap, dalam sunyi yang tak lagi peduli
Aku hanya hadiamu masalalu

Terima kasih telah mengajariku
Begitu banyak hal dengan caramu
Walaupun harus mematahkanku terlebih dahulu

Terima kasih telah pernah mencintaiku
Dengan caramu yang membuatku tahu
Bagaimana dan apa rahasia Tuhanku tentangmu

Perasaanku
Aku ingin mencintaimu
lebih dari apa yang kau rasakan
.
Seperti halnya udara pada setiap napasmu
Meski tak akan kau sentuh
Aku ada; untukmu
.
Rasaku semakin bertambah setiap waktu
Aku harap kau mengerti itu
.
Rasa pahitmu menjadi manis bagiku,
semoga hatiku menjadi peraih hidupmu …
.
Aku selalu menyebut namamu di setiap waktu
Dan kuberharap Tuhan bisa menyatukan kita di waktu nanti
Dukamu adalah dukaku
senyummu juga demikian
adakah lagi yang belum disebutkan duhai kekasih
.
Aku ingin mencintaimu
sesederhana mungkin
.
Kurasa tak perlu kusebutkan lagi kasih
Biarkan itu menjadi urusanku dan Tuhanku
dalam hal mencintaimu
.
Cinta yang bersetia menerima segala kekurangan
Cinta yang takkan lapuk tergerus waktu
.
Biarkan rasaku luruh dalam dekap kasihmu
Asa lebur tertumbuk degup jantungmu
.
Biarkan semesta bersaksi, akan hadirku di sisi
Kan kuukir bahagiamu dengan cintaku yang tak semu
Kan kubalut tubuhmu dengan selimut kasih,
hingga tanah merah jadi saksi kita berpisah

Tak Akan Sendiri –
.
Tak ada yang sendiri karena memilih
yang dipilihnya tak memilihnya.
Tak ada yang sendiri berkali-kali.
nyatakan cinta ditolak juga.
.
Simpan hatimu, untuk yang mencintaimu.
.
Cinta ‘kan datang dekati kamu
bila kau mau.
Jangan pernah katakan.
Kau kan jalani hidup sendiri.
.
Ada yang sendiri karena tersakiti.
Dan dia pun berjanji takkan kenal cinta lagi.
Simpan hatimu untuk yang mencintaimu.
.
Cinta ‘kan datang dekati kamu bila kau mau.
Jangan pernah katakan kau kan jalani hidup sendiri.
Kau takkan sendiri.
.
Cinta ‘kan datang dekati kamu bila kau mau.
Jangan pernah katakan kau kan jalani hidup sendiri.
Jangan pernah katakan kau kan terus jalani hidup sendiri.
.
Kau takkan sendiri…

 

Contoh Puisi Jatuh Cinta

Contoh Puisi Jatuh Cinta

Isi Hati
Rahasia itu bukan lagi rahasia
Saat seluruh ucap dapat tertutup rapat
Namun aksaraku untukmu menyebar tanpa sekat

Malu itu bukan lagi malu
Saat seluruh kurangku kau tahu
Otakku memang tak pandai menghitung jumlah hianatmu;
Cinta membodohiku

Peduliku kini bukan untukmu
Saat kau mulai acuhkan aku
Namun sabar ini masih utuh
Meski kau telah melukaiku

Dan kamu hancurkan harapku;
Dengan segala kebohonganmu
Belum puaskah dirimu?

Kamu yang pernah “bernama”
Kini sama saja
Dengan mereka yang suka
Membangun cinta tanpa pondasi dan atapnya
Akan hancur setiba angin melintasinya

Dan kini rasakan akibatnya
Puing-puing dusta yang telah kamu jaga
Tersapu oleh pusaran karma
Mungkin ini jawaban atas Doa
Yang didengar Sang Kuasa

Aku tertawa; puas melihatnya

Tentang Perasaan
Ada debar yang tak biasa,
saat kita saling bertatap mata
Saling menyimpulkan lengkung bibir
, yang terkadang melahirkan tawa kecil.
.
Pipiku memerah kala kau masih menatapku dalam,
aku pun seakan terhanyut oleh pandangan itu yang semakin membuatku merasakan candu.
.
Kita menikmati siang hanya saling tatap,
tanpa peduli rumus-rumus limit telah menyaksikan ulah kita.
Sengaja kubiarkan hati dan mata saling berbincang, semakin lekat dan enggan berpaling.
.
Tatapan ini sungguh sederhana, tapi bisa membuatku lebih dari bahagia.

– Dihujani Rindu –
.
Rinai hujan kembali membasahi pipi
Mengalir deras serupa anak sungai
Terlintas seribu bayang membanjiri
Hingga seisi ruang kepala tak bertepi
.
Rindu datang serupa hujan
Deras menghujam tanpa halangan
Mengetuk pintu ruang pikiran
Porak-porandakan semua kenangan
.
Kenangan akan masa indah dulu
Saat ku ukir bersamamu
Yang kini menjelma bongkahan rindu
Tak jua menjumpai titik temu
.
Basah sudah seluruh hatiku
Hujan hanya menyisakan sendu
Harapan temu hanyalah semu
Genap sudah kau menjadi masalalu

Aku tersudut di ruang kenang
Berisi peluk penuh sayang
Genggam penuh kehangatan

Sesosok raga yang telah hilang
Bersama nyawa yang menerbang

Kini semua tinggal lah bayang
Namun takkan pernah usang

Hadirmu di mimpi yang kuingin selalu
Tuk sekedar mengobati rindu

Rindu yang tak akan kunjung usai
Seiring air mataku yang berderai

Bersama tengadah,
Kudesahkan barisan do’a tanpa jeda
Panjatan ayat tanpa sekat
Meski kadang tak terkecap, harapku Tuhan memelukmu erat

Dan bahagia di Nirwana
adalah hal yang selalu kusemogakan

Uliran tasbih di sepertiga malam,
semoga bisa menghantarkan doa-doaku
Menuju hening lelapmu

 

Puisi Cinta Sedih Menyentuh Hati

Puisi Cinta Sedih Menyentuh Hati
Source: rmgbd.net

Bunda, Pergimu Membawa Rindu”
.
Kutundukkan kepala
Kuselaraskan mata
Kupanjatkan doa
Teriring sebuah jasa
Selamat jalan bunda
Dzikirku terus menemanimu di alam baka
.
Lamunanku berkelana
Mengingat semua
Perihal rasa
Kasih sayang bunda
.
Teringat pula kesalahanku
Menambah luka akan kehilanganmu bunda
.
Bukan nasib yang kutangisi
Bukan penderitaan yang kusesali
Tetapi kehilanganmu yang ku ratapi
Bunda, aku tak akan merasakan lagi
Dicinta dan disayang sepenuh jiwa
.
Bunda aku rindu
Rindu masa-masa itu
Kala kau menyeka air mataku
Menyentuh kepalaku dengan tanganmu
Dan terutama aku rindu
Bisik doa yang kau lantunkan pada Tuhan
Tanpa sepengetahuanku
Maaf bunda, aku? anakmu rindu
.
Kepada-Nya, segenap rindu ku titipkan
Seluruh tabah merebah pasrah
Mozaik kenang tak lekang
Hingga waktu menjemput kupulang
keranda menghantar kematian

– Hilang –
.
Aku tak bisa apa-apa sekarang
Aku hanya bisa membawa cintaku pulang
Kedalam taman yang dulu ku bangun untukmu yang kini telah gersang
.
Aku hanya ingin pulang
Bersama harapan yang tak mungkin lagi bisa ku kenang
Aku kalah dia menang
Semoga aku bisa kembali tenang
Menyemai lagi rindu di padang ilalang
.
Biarlah yang menjadi kenang
Perlahan menghilang
Sebab hati sudah tak memiliki peluang
Untuk kembali padamu yang dulu kusebut sayang
.
Kini semua hanya tinggallah bayang
Yang sengaja kubuang
Dan sekarang, biarkan diriku tenang
Di waktu-waktu yang mulai lenggang

– Terkikis Harapan –
.
Citaku masih menggantung di mega
Tak tentu arah, di topang udara
Sedang camar, hanya ria menyapa
Tak mengerti apa yang ku rasa
.
Kegelapan memeluk citaku
Yang diam menyanyi dalam sendu
Dan rembulan yang berlayar tersenyum
Meneteskan perih semalam yang tanpa harapan

– Seberkas Kenangan –
.
Hujan..
Harusnya siang ini kau tak datang
Rindumu disini masih menggenang
Tak mau mengalir dari pelupuk mataku
Bersama bekas-bekas luka masa lalu
.
Mungkin hatiku yang terlanjur beku
Sebab luka yang kau beri
Ketika kau memilih pergi
Dan mengukir luka hati.
.
Kini
Kau buat aku trauma kembali
Merasakan pedihnya hati
Yang tersakiti
.
Haruskah ku berhenti sampai disini?
Menikmati luka yang kau beri
Hmm, entah lah,..
.
Atau,
Biarkan aku berlari mengejar mimpi
Tanpa harus mengingatmu kembali
Sebab, hidupku tak melulu soal kamu
.
Dan perihal kamu,
Selalu membingungkan rasaku
Ingin aku berlalu pergi
Jauh meninggalkanmu sendiri

 

Penutup

Mungkin itu temen-temen beberapa Contoh tentang Puisi cinta, menurut versi saya, bagaimana bagus bukan? Harapan saya setelah membaca beberapa contoh puisi cinta ini, dapat menumbuhkan rasa puitis kalian semua. Dengan begitu, saat kalian membutuhkan puisi kalian tidak repot untuk mencarinya di google.

Nah, itulah kumpulan puisi cinta lengkap yang romantis Terbaru dan Terlengkap 2019. Semoga bermanfaat bagi kalian semua. Jangan lupa untuk membaca artikel puisi lainnya seperti puisi perpisahan, puisi ibu, puisi islami dan masih banyak lagi.