55+ Puisi Guru Terbaik Yang Menyentuh Hati (Terbaru) 2019

Puisi Guru Terbaru dan Terlengkap 2019 – Guru adalah sosok yang sangat berjasa untuk para penerus bangsa yang berkualitas. Dari didikan guru muncul calon calon orang sukses seperti dokter, profesor, menteri hingga presiden sekalipun awalnya merupakan didikan seorang guru. Guru mempunyai jasa yang sangat besar dalam mengantarkan anak didiknya menuju jalan kesuksesan.

Terkadang kita sebagai murid juga ingin membalas jasa guru-guru kita, namun dengan apa? salah satu pilihan yang tepat adalah memberikan puisi untuk mereka. Dengan kata-kata indah puisi yang penuh rasa terimakasih telah mendidik kita dengan kasih sayang mereka.

Puisi sering juga ditujukan untuk seorang yang sangat berjasa, sebagaimana halnya guru. Guru mempunyai peran penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, khususnya dalam mengajar dan memberi contoh yang baik kepada para anak didiknya. Puisi tentang guru ini juga sudah banyak dibuat oleh para sastrawan terkenal Indonesia.

Baca Juga:

Contoh Puisi W.S. Rendra
Contoh Puisi Hari Kartini
Puisi Hari Pers Nasional
Puisi Renungan Diri Menyentuh Hati

Berikut adalah kumpulan puisi bertema guru sebagai tanda terimakasih kita kepada guru tercinta yang telah mengajar tanpa henti.

Puisi Guru
Source: google

Puisi Guru: Guruku

Oh Guruku,,,
Betapa besar jasamu
Walaupun semua orang bilang,kau pahlawan tanpa tanda jasa
Tanpa mengenal lelah mengajarkan ku
Membuat anak-anak menjadi pintar

Oh guruku,,,
Kau memang pahlawan
Walaupun tanpa tanda jasa
Kau tetap mengajar kan kami
Demi masa depan kami untuk bangsa negara kami
Oh terima kasih guruku

 

Puisi Guru: Terima Kasih Guru

Terima kasih guru
Berkatmu aku tau aksara
Berkatmu aku paham logika
Berkatmu aku mengerti bahasa.

Terima kasih guru
Jasamu sudah mencerdaskanku
Jasamu sudah membuatku paham khazanah
Jasamu sudah membuatku menjadi orang yang bukan bodoh.

Terima kasih guru
Karena keringatmu
Karena suaramu yang habis
Aku menjadi manusia.

Terima kasih guru
Kami tahu rasa lelahmu mendidik kami
Kami tahu betapa nakalnya kami
Karena itulah maafkanlah kami guru.

Terima kasih guru
Guru terima kasih untuk jasamu
Terima kasih untuk semua yang telah kau beri
Semoga tuhan membalas semua jasamu.

 

Puisi Guru: Doakan kami wahai guru

Guru doakan kami
Doakan agar kami sukses
Menjadi orang yang berguna
Menjadi orang yang membanggakan.

Doamu kami butuhkan guru
Untuk menggapai bintang di langit
Untuk mewujudkan sepotong harapan
Untuk mendapatkan hidup yang lebih baik.

Guru doakan kami
Masa depan kami masih di ujung asa
Buram tiada warna hitam putih
Doakan kami guru.

Kami ingin menjadi orang sukses
Kami ingin membanggakan orang tua kami dan guru kami
Kami ingin berhasil
Kami ingin menjadi cerita yang selalu di kenang.

Karena itu doakan kami wahai guru
Sebutkanlah nama kami di setiap cerita malammu
Mohonlah pada tuhan semoga kami menjadi bintang terang di ufuk
hitam.

 

Puisi Guru: Majulah Terus Siswa Indonesia

Dengar, dengar, Dengarlah isi tulisan ini
Hanya kepadamu harapanku sandarkan
Hanya kepadamu Cita-cita di pertaruhkan
Tak ada Sesuatu yang tak mungkin bagimu
Bangkitlah melawan harus yang terus mendera
Kuasailah dirimu dengan sikap optimis
Paculah laju kudamu Sekencangg-kencangnya
Lawanlah bebuatan terjal yang mengusik di jalanan
Ingat, engkau adalah harapan, Engkau adalah masa depan
Masa depan ada di tangan mu
Harapan terpendam ada di pundak mu
Nasip bangsa mu yang menentukan

 

Puisi Guru: Pahlawan Tanpa Jasa

Pahlawan tampa tanda jasa
Adalah guru
Yang mendidik ku
Yang membekali ku ilmu
Dengan tulus dan sabar

Senyumanmu memberikan semangat untuk kami
Menyonsong masa depan yang lebih baik
Setitik peluh mu
Menandakan sebuah perjuangan yang sangat besar
Untuk Murut-muritnya

Terimakasih Guru
Perjuangan mu sangat berarti bagiku
Tampamu ku takkan tahu tentang dunia ini
Akan selalu ku panjatkan Do’a untuk mu
Terimakasih Guru ku.

 

Puisi Guru: Terimakasih guru

Kaulah pembimbingku
Kaulah pengajarku
Kaulah pendidikku

Guru….
Itulah julukan mu
Yang tak pernah bosan dalam
Mengajar dan membimbing ku

Guru….
Tampa dirimu aku akan hancur
Tampa dirimu aku akan sengsara
Tampa dirimu aku akan sesat

Guru ku….
Terimakasih
Atas Segala Jasa-jasa mu.

 

Puisi Guru: Pahlawan Pendidikan

Jika dunia kami yang dulu kosong
Tak pernah kau isi
Mungkin hanya ada warna hampa, gelap
Tak bisa Apa-apa, Dan tak bisa Kemana-mana

Tapi kini dunia kami penuh warna
Dengan goresan Garis-garis dan kata
Yang dahulu hanya mimpi
Kini mulai terlihat bukan lagi mimpi
Itu karena yang kau mengajarkan
Tentang mana warna yang indah
Tentang garis yang harus di lukis
Juga tentang kata yang harus di baca

Terimakasih guru ku dari hati ku
Untuk semua pejuang pendidikan
Karena pendidikanlah kita bisa memperbaiki bangsa
Dengan pendidikanlah nasip kita bisa berubah
Apa yang tak mungkin kau jadikan mungkin
Hanya ucapan terakhir dari mulut ku
Di hari pendidikan Nasional ini
Gempitakanlah selalu jiwa mu
Wahai pejuang pendidikan indonesia.

Dunia akan beku dan bisu
pelangi tiada akan pernah terpancar
kehidupan tiada akan pernah terlaksana
Disaat titik kegalauan menghampiri
Terlihat setitik cahaya yang kami cari
Yang nampak dari sudut-sudut bibirmu
Dan gerak-gerik tubuhmu

Engkau sinari jalan-jalan kami yang buntu
Yang hampir menjerumuskan masa sepan kami
Engkau terangi kami dengan lentera ilmu mu
Yang tiada akan pernah sirna di terpa angin usia

 

Puisi Guru: Dari Muridmu

oleh Nanda Insadani

Tergurat di hatiku celoteh
yang membosankan
Perihal disiplin, tertib, kesopanan
Demi kami dan untuk kami
Dengan harapan

kelak kami mengerti
Risau melanda bila kau ada
Bahagia seisi hati
bila kau tak di sisi
Pikiran kami terbalik

sejak mengenalmu
Sebab kami telah
meremehkan sekepal ilmu
Mari, lumat habis kebodohan kami!
Genggam erat sekarung ilmu
yang ingin kau beri

Lalu taburkan di lahan jiwa kami!
Tak lupa, siramilah kami
dengan pancuran kasih dari hati

Barangkali dokter, menteri, dan polisi
Itulah buah ajarmu yang kau nanti
Jangan sungkan bila engkau mau mengajarkan
Sungguh, cukup ilmu sejati
dan akhlak terpuji untuk kami.

 

Puisi Guru: Guru tercinta

oleh Yeni Erawati

Guru………..
Engkaulah harapanku
Engkau yang mendidik kami
Aku berterima kasih

kepadamu ibu guru

Guru………..
Hampir setiap hari kita bertemu
Kita bartemu disekolah
Disekolah kami mencari ilmu
dengan mu guru

Guru…………
Kau selalu disisiku
Kalau kita berpisah aku rela
Aku menyayangimu guru

 

Puisi Guru: Guruku Layaknya Pelangi

Oleh Najwa Futhana Ramadhani

Seorang pemberi ilmu itu
Tampak seperti pelangi
Yang kerap mengajari guna ini-itu

Lima belas huruf
Lima suku kata
Digabung dalam satu kalimat
Layaknya pelangi

Dapatkah kuulangi,
Dengan huruf dan suku kata lain?
Empat huruf, dua suku kata, Guru

Guru layaknya pelangi
Yang selalu berkenan
mengajarkan tentang ini itu
Dan selalu memberi motivasi
Agar terus bekerja keras
hingga mendapat buahnya yang manis

Guruku layaknya pelangi …
Yang selalu mengajari untuk berbagi
Yang selalu mengajari
untuk sesama yang membutuhkan
Guruku layaknya pelangi …

 

Puisi Guru: Sumber Ilmuku

Oleh Dadenargabisma

Guru kau adalah sumber ilmuku
Sumber ilmu yang telah lamaku cari dan
Kini telah mengisi perjalanan hidupku
Guru keramahan sikapmu seakan
Mempermudah masuknya berbagai
Macam ilmu yang bermanfaat untukku

yang Haus akan Ilmu
dan akan menjadi sebuah petunjuk
untuk Perjalanan hidupku
Guru saat kau memberikan
ilmu kepadaku Hati
ini mengetahui harapanmu

agar ilmu yang kau Berikan
Akan berguna diperjalanan hidupku kelak
Guru kumerasa terkadang diri ini
telah Mengecewakanmu
Dengan sikapku dan ku belum mampu untuk
Mengendalikan emosi yang ada didalam jiwaku

Guru untuk semua ilmu yang telah kau berikan kepadaku
Kuhanya mampu berterimakasih
Danku berjanji tak akanku mengecewakanmu.

 

Puisi Guru: Bungaku

oleh Erina Napitupulu

Guruku……….
Kala fajar menyising,
Lengan baju turut Engkau singsing
Segala milik yang menyamankan
Rela Engkau sisihkan

Kala mentari beranjak senja
Matapun redup seketika
Semua nama selalu Engkau bawa
Dalam doa dan harapan.

Guruku………..
Berlapis peluh.
Bermodal hati juga pengetahuan
Berbagi kepadaku dan kepadanya
Juga mereka.

Seberkas sinar pagimu
Membuka mata hatiku
Selangkah laju kutuju
Kan kusambut disetiap hariku,

Guruku………..
Tak banyak yang akan ku katakan
Karen tanpa katapun jasamu nyata
Mengalir di seluruh jiwa
Tak ada yang dapat kuberikan
Karena tanpa pemberianpun
Jasamu tetap ada.

Terimakasih guruku…..
Selamanya bagiku…….
Doaku untukmu

 

Puisi Guru: Yang Tak Pernah Berhenti Berkata

oleh Pandu Prabowo Jati

Di sudut malam kumembisu
Termenung akan segala dosa hariku
Bibir serasa keluh
Takkala kuucap maaf kesekian kalinya

Aku tahu,
Senyum semu yang engkau tampilkan
Beribu beban yang tak tertahankan
Karena aku

Aku malu, sungguh
Ketika aibku engkau tanggung
Saat mereka mencibir karena aku
Betapa tabah hati yang engkau tanam
Dibalik riangmu yang terenggut

Aku malu pada diriku
Takkala terucap janji-janji
Takkala terucap sesalnya hati ini
Tak sekalipun aku beranjak

Hingga ku tahu
Kini kau selalu ada
Tak sekalipun gentar, meski mereka hina
Merubah batu menjadi berlian
Merubah kami lebih baik

Terima kasih ku sematkan
Rasa syukur aku panjatkan
Teruntuk engkau
Yang tak pernah berhenti berkata

 

Puisi Guru: Guruku yang mulia

oleh Yuli Meynar Pratiwi

Guruku….
Engkau laksana rembulan yang memiliki cahaya yang sangat terang.
Engkau bak matahari yang menyinari bumi sepanjang zaman.
Engkau ibarat malaikat yang membimbing manusia ke jalan yang benar.

Guruku….
Engkau korbankan waktumu untuk mendidik dan mengajar kami.
Tutur kata dan bahasamu yang lembut
Membuat kami merasa nyaman dikala engkau sedang mengajar.

Guruku….
Maafkan lah semua perkataan dan perbuatan kami
yang mungkin telah mengiris dan mencabik-cabik hatimu.

Guruku….
Kami murid mu selalu mendoakan agar engkau sehat
dan disetiap langka mu di sertai Allah swt
amin.

 

Puisi Guru: Si Tua dalam Wadah

oleh I Gusti Putu Satia Guna

Ketika mendung
Awan silam, angin kungkung
Si tua itu masih saja
Mengerang merangrang

Memang manusia
Manusia lelah pada kalah
Manusia gelisah pada kisah
Manusia malu pada waktu
Dan mati pada hati

Sepucuk angin nyiur menyentuh
Ujung cemara yang mengering
Anak-anak ilalang menusuk
Telapak kaki,
mengoyak butir-butir kerinduan

Rindu pada merdu angin sore
Ketika mata mulai menyapa
Kau meredup
Dan aku membuka pijakan baru

 

Puisi Guru: Pembuka Gerbang Dunia

Dulu aku bodoh
Dulu aku sama sekali tak tahu apa-apa
Aku tak tahu cara baca tulis
Aku juga begitu bodoh untuk dapat menghitung

Semuanya berubah saat aku mengenalmu
Kau yang seringkali kusepelkan
dengan sabar membimbingku
Kau ajarkan aku baca tulis
Kau tularkan sebundel ilmu hitungan

Kau begitu sabar
Kau begitu teliti dan cekatan mengajari dan membimbingku
Nggak jarang aku putus asa dan malas dalam belajar

Namun, kau mampu membuka gerbang semangatku kembali
Aku tak tahu jika orang sepertimu tidak terlahir di dunia
Akan jadi apakah aku jika orang sepertimu tidak ada

Orang yang membuka jalan menuju masa depan
Orang pembuka gerbang dunia untukku

 

Puisi Guru: Setetes Embun Di Padang Pasir

Terima kasih tak terukur untukmu
Terima kasih tak terkira untukmu
Terima kasih sebesar-besarnya untukmu
Termia kasih sekali lagi untukmu

Kau telah memberikan
jalan menuju kehidupan
yang lebih baik buatku
Kau memberikan pertolongan

sebelum aku membutuhkannya
Kau seperti cahaya dalam ruangan
hampa nan gelap
Kau seperti setetes embun
di padang pasir

Terima kasih guruku
Terima kasih
Kau tak akan kulupakan
Jasamu akan abadi
sepanjang hayat hidupku

 

Puisi Guru: Pahlawanku Yang Terbaik

Oleh Nadia Ayu

Sinaran sang mentari …
Tanda tuk memulai hari harimu…
Tak ada kata lelah dari dirimu…
Kata semangat yang kau ingatkan kepadaku…

Guruku…
Jasa -jasamu yang aku ingat,
saat aku berputus asa..
Perjuangan besarmu
yang aku kagumi…
Kesabaranmu yang menjadi
cirikhas mu…

Ohh…guruku…
Senyum semangat mu…
Amarah mu…
Kesabaranmu…
Yang menjadi tanda kedatanganmu…
Ilmu mu…
Yang telah kau berikan
kepada semua anak didikmu…
Semoga akan bermanfaat untuk semua orang…

 

Puisi Guru: Rindu Guru Tercinta

oleh Greety Marbun

Dikeheningan malam yang gelap
kau beriku obor kehidupan
Meski hanya bertahan satu malam
Namun berguna untuk kehidupanku

Diteriknya panas siang hari
Kau beriku keteduhan
Meski hanya sekejap kurasa
Namun selalu ku rasakan dalam hidupku

Jasa yang setiap kau lakukan
Tak ubahnya kasih sayang
Tak pernah mengharap balas
Karena kau pahlawan kehidupan

Baru kusadari,,
Betapa beratnya kau menjadi guru
Butuh waktu dan tenaga super
Karena muridmu kini sudah menjadi guru
Sepertimu…

terima kasih atas didik dan pengajarmu selama kami sekolah
jasamu selalu kami kenang seumur hidup kami semua

 

Puisi Guru: Suara Anak Bangsa

oleh Nikmatullah Kamsi

Selamat pagi terdengar ramah
Selamat pagi kembali
terdengar gundah gulanah
Do’a bersama terdengar menyejukkan hati
Dari orang-orang yang mengharapkan kasih sayang
Kau buka materimu dengan

menyuruh membuka halaman
demi halaman memang itulah gayamu
Terdengar teriakan yang menyesakkan dada
Diam ……….!
Seluruh ruangan sunyi pekat
Kadang terdengar tarikan napas ketakutan
Kerjakan ……….!

Itulah perintah yang selalu dituruti
Setelah itu kau menghilang menuju sebuah ruangan
Disana telah berkumpul untuk bersenda gurau
Tak terasa waktu berlalu dengan omonganmu
Belum waktunya pulang kau sudah meninggalkannya

Apakah hal seperti ini sudah menjadi kebiasaanmu ?
Apakah kau lupa tugasmu adalah suatu amanah ?
Kini tinggal kebisingan bagaikan beduk bertalu-talu
Berbagai bunyi yang terdengar
Teriakan ……..
Tertawa ………
Tangisan ……..
Bunyi meja seakan mengiringi sebuah musik
Nyanyian panjang mengganggu

ketetentraman sekitar
Kapankah ini mesti berakhir ?
Hanya orang-orang yang malu dan mau berpikir
Terdengar suara dari kejauhan
Kami adalah anak bangsa yang haus akan kasih sayang
Isilah jiwa kami yang kosong untuk mengisi Kemerdekaan

 

Puisi Guru: Guru Pejuang Di Zaman Ini

Guru… Kau adalah
Pejuang Yang siap membentengi kami
Demi untuk kecerdasan bangsa ini

Kau latih kami untuk kuat
Kau ajari kami untuk menang
Kau bimbing kami untuk menuju sukses

Kau marah saat kami menyerah
Kau kecewa saat kami gagal
Tapi kau bahagia saat kami menang Guru…

Perjuanganmu sungguh mulia
Kau rela mengorbankan semuanya
Demi kami anak-anak bangsa

 

Puisi Guru: Terima Kasih Guru Ku

Guru…
Enkau membimbing ku setiap hari
Setiap waktu dan setiap saat hatimu sunguh mulia
Engkau adalah orang tua ku yang kedua dalam hidup ku

Setiap hari
Kau curahkan ilmu
Untuk bekalku nanti
Enkau adalah patriot pahlawan bangsa

Terima kasih guruku karna
Enkau lah aku menjadi pintar
Enkau ku sebut
Pahlawan tanpa tanda jasa

 

Puisi Guru: Guru Maafkanlah

Butiran air mata kami saat ini
Mungkin tidak seberapa dan tak begitu berarti apa-apa
Karena yang lebih berarti adalah
Butiran air hujan yang sangat deras
Yang kau hadapi..
Kau Lewati..

Dan kau lalui dengan penuh hati ikhlas
Semua itu kau lakukan hanya untuk kami..
Panasnya suasana saat ini
Mungkin tidak seberapa dan tak begitu berarti apa-apa
Karena yang lebih berarti adalah
Panas teriknya matahari yang terpancar
Yang kau hadapi..
Kau Lewati..
Dan kau lalui dengan penuh hati sabar
Semua itu kau lakukan hanya untuk kami..

Namun.., Sedih yang kau rasakan saat ini
Mungkin tidak seberapa dan tak begitu berarti apa-apa
Karena yang lebih berarti adalah
Betapa sedihnya kami saat ini..
Ketika semua jasa mulia yang kau berikan
Tak bisa kami lalui dengan penuh balas budi
Guruku maafkanlah kami..

 

Puisi Guru: Guru

oleh Kodikah Muthi’ah

Aku pintar karenanya
Dia mengajarkanku
Hingga aku meninggalkannya untuk meneruskan cita-cita
Dialah pengajarku
pahlawanku
Dialah guruku

Wahai guruku
Bagaimana bisa aku balas apa yang telah kau lakukan
Aku hanyalah seorang anak kecil
Anak yang ingin menggapai cita-cita
Membahagiakan orang tua yang telah merawatku
Hingga sekarang ini

Ya Tuhan
Mungkinkah aku harus menjadi anak yang baik,sholih,dan pintar
Untuk membahagiakannya?
Kau selalu menjawab pertanyaanku
Walau terkadang kau tak bisa menjawab pertanyaanku
Kau selalu ada di dalam hatiku
Doakan aku dapat menggaaai cita-cita yang aku impikan
Guru

Kau pahlawanku sepanjang masa
Kau selalu terbayang di benakku
Sampai jumpa pahlawanku
Aku berjanji menjadi anak yang berbakti kepada kedua orang
Ketika ku dewasa
Aku berjanji menjadi orang yang berguna
Berguna untuk agama
Berguna untuk negara
Dan berguna untuk ayah dan ibuku
Sampai jumpa guruku
Terimakasih wahai guruku atas apa yang telah kau lakukan untukku
I LOVE YOU MY TEACHER

 

Puisi Guru: Hari Guru 25 November

Peluhmu Saat Engkau Lngkahkan Kakimu
Tak pernah Kau Hiraukan
Demi untuk menemui kami
Menemui kami yang membutuhkanmu
Membutuhkan ilmu dan Tauladanmu

Oh guruku Kau begitu Muliya
Tak Kan pernah kulupa
Kasih sayang mu sungguh tak terkira

Jalan yang kulalui
Kadang penuh derita namun tak pernah Kau perdulikanya

marahmu Kadang membuat Kami takut
Ancamanmu Kadang membuat Kami Ciut
Namun kami tau itu kasihmu
Itu hanyalah Bentuk kekawatiranmu Pada kami
Yang kadang tak bisa memahami diri sendiri

di Hari ini 25 November ini
Kami bersyukur Bisa bertemu denganmu
Melihat Wajahmu
melihat senyummu
Dihari ini 25 November Kami Ucapkan
SELAMAT HARI GURU
untuk Pendidikku Yang penuh kasih
Kami sayang Padamu
Biarkanlah perasaan ini selalu bersama kami
I Love U Guruku.

 

PUISI GURU SINGKAT 1

Pelangi tiada bisa terpancar
Dunia kan beku dan bisu
Pun kehidupan tiada pernah terlaksana

Kala puncak kegalauan terhampar
Sepercik cahaya pun nampak dariku
Yang nampak dari gerak tubuhmu
Kau sinari jalan gelapku
Dengan ilmu dan pengetahuan yang kau punya

Wahai Guru…
Kau adalah pahlawan tak mengharap balas
Kau pahlawan tanpa lencana
Karna itu, kau adalah pahlawan tanpa tanda jasa

Kala aku mengacuhkanmu
Kau tak pernah mengeluh pun menyerah
Demi memahamkan ku tentang banyak hal
Tentang warna, nama, kata, hingga angka

Wahai Guru…
Tiada kata yang pantas kami ungkapkan
Kecuali terimakasihku tak terbatas atas semua jasamu
Jasamu kan ku semat sepanjang hidupku

 

PUISI GURU SINGKAT 2

Terimakasih guru…
Untuk teladan yang telah kamu berikan
Ku kan selalu memikirkan
dan melakukan apa yang kau ajarkan

Aku ingin seperti dirimu, guru
Berpemahaman dalam juga berpengetahuan
Berilmu, berpikir dengan hati juga akal
Dengan ketulusan yang teramat dalam

Aku ingin seperti dirimu, guru
Menyalurkan bakat, energi, serta waktu
Demi masa depan kami semua

Aku ingin sepertimu, guru
Mengabdi untuk negeri tercinta
Mencerdaskan generasi bangsa
Untuk membangun, memajukan peradaban bangsa

Menjadikan bangsa yang terdidik
Menjadikan bangsa yang berilmu pengetahuan
Bangsa bisa membuka crakrawalanya dengan senyuman
Menunjukkan pada isi dunia

 

PUISI GURU 5 BAIT

Kau yang membekaliku dengan ilmu
Kau pula yang mendidikku
Penuh kesabaran, ketulusan hati
Dan kusadari itu sangat berarti

Sedetik peluhmu
Adalah sebuah tanda perjuangan
Perjuangan yang teramat besar
Untuk semua anak didikmu

Lalu, senyummu membawa semangat baru
Untuk kelanjutan masa depan kami nanti
Tak menyadari,
Jikalau kaulah pengantarku menuju asa

Ku hanya bisa mengucap terimakasih padamu
Walau itu kadang tak terdengar olehmu
Melalui suara kecil dari kalbuku
Pada setiap malam tahajudku

Sekali lagi, terimakasih guru
Karena cinta dan didikan tulusmu
Atas aliran ilmumu kepadaku
Aku bukan apa-apa, tanpamu

 

PUISI GURU 4 BAIT 1

Rautmu tak pernah terlihat lelah
Panas dan hujanpun kau tetap mengajar
Demi anak didikmu
Demi masa depan anak didikmu

Wahai guru
Kau adalah pelita yang bersinar
Terang benderang kala gelap
Kau adalah pahlawan tanpa tanda jasa
Tuk memajukan bangsa

Kau telah mengajarkari kami banyak pengetahuan
Ilmu, kepatuhan, juga kedisiplinan
Kau ajari kami lewat lisan juga sikapmu
Kau adalah teladan bagi kami

Terima kasih,
Wahai guru
Jasamu kan ku ukir
Dalam hati pun pikiranku

 

PUISI GURU 4 BAIT 2

“Jasamu, Guru.”

Oleh: KK

Guru…
Dirimu hadir kala gelap
Dengan kasih sayang dan harap
Dengan ikhas tuk sebuah pengabdian

Guru…
Yang kau lakukan itu
Bukan pengorbanan semata
Namun pengabdian pula

Guru…
Besar jasamu
Bukan tuk muridmu semata
Lebih dari itu
Kau berjasa besar tuk bangsa

Guru…
Jasamu mulia
Jasamu tiada tara
Jasamu tak kan terkenang semata
Namun, senantiasa berguna

 

PUISI GURU 3 BAIT 1

Bapak, ibu guru…
Kau adalah panutanku
Kau pembimbingku
Kau pengajarkan
Kau pula pendidikku

Guru, demikianlah panggilanmu
Kata orang “digugu dan ditiru”
Perkataanmu juga perbuatanmu
Untuk anak didikmu

Guru…
Tanpa kau, bangsa tak punya aset berharga
Aset generasi yang berpengtahuan nan berilmu
Yang mampu membawa perubahan bangsa

 

PUISI GURU 3 BAIT 2

Wahai guru…
Engkau pembimbing setiaku
Engkau yang mengajarku
Merangkai kata, menggores pena
Wahai guru…

Engkau yang mentransfer ilmu
Suksesku pun sebab campur tanganmu
Jasamu kan mengalir sepanjang waktu

Engkau selalu dikenang
Pasti itu sebagai pahlawan
Pahlawan pendidikan
Pula pahlawan tanpa tanda jasa

 

PUISI GURU 2 BAIT 1

Judul: “Guruku A+”

Ciptaan: Chairil Anwar

Mataku terperosok ke depan
Kala engkau memasuki kelas
Engkau seorang guru yang lucu
Engkau seorang guru yang keren

Engkau pintar, imut, dan ramah
Engkau yang menolong kami
Dan bila aku menilaimu
Bagiku, engkau A+!

 

PUISI GURU 2 BAIT 2

Kata orang guru itu penat
Tak ada upah besar
Kerja berlambak
Namun, tidak baginya

Katanya itu adalah rehat
Mengajar bukan apa-apa dan membawa berkah
Ilmu yang dikerahkan tak dapat disekat
Makin dikerah, tak makin menjauh

 

PUISI GURU ENGLISH

Judul: “A Teacher for All Seasons”

By: Joanna Fuchs

A teacher is like summer
Whose sunny temperament
Makes study a pleasure
Preventing discontent

A teacher is like spring
Who nurtures new green sprouts
Encourages and leads them
Whenever they have doubts

A teacher is like winter
While it is snowing hard outside
Keeping students comfortable
As a warm and helpful guide

A teacher is like fall
With methods clear and crisp
Lessons of fright colors
And the happy atmosphere

Teacher…
You have do all these things
With a pleasant attitude
You are a teacher for all seasons
You have my gratitude

 

PUISI GURU BAHASA INGGRIS DAN ARTINYA

Teachers, you open up young minds
Show them the wonders of the intellect
And the miracle of being able
To think for themselves

Teachers, you are exercises the mental muscles of students
Stretching and strengthening
So they can make challenging decosions
Finding their way in this world

The best teachers care enough
To gently push and prod students
To do their best and fulfill their potential
Thank you, teachers

Artinya:

Guru, kaulah orang yang telah membuka pemikiran
Menunjukkan kepada mereka tentang keajaiban intelektual
Keajaiban tentang berpikir terbuka
Juga mandiri

Guru, kaulah orang yang telah melatih mental murid-murid
Orang yang selalu menguatkan
Agar sang murid berani mengambil keputusan tepat
Kaupun yang menemukan jalan mereka di dunia ini

Kaulah guru terbaik
Yang selalu lemah mengajar dengan penuh lemah lembut
Tuk melakukan yang terbaik sesuai dengan potensi mereka
Terimakasih, Guru.

 

PUISI GURU KARYA CHAIRIL ANWAR

Terima kasih, guru
Untuk teladan yang telah kau berikan
Aku selalu mempertimbangkan semua yang kau ajarkan
Dan merefleksikan itu semua pada karakter dan pribadiku
Aku mau menjadi sepertim
Pintar, menarik, dan gemesin
Positif, percaya diri, protektif

Aku mau menjadi sepertimu
Berpengetahuan, pmahaman yang dalam
Berpikir dengan hati dan juga kepala
Memberikan kami yang terbaik
Dengan sensitive dan penuh perhatian

Aku mau menjadi sepertimu
Memberikan waktum, energi, dan bakatmu
Untuk meyakinkan masa depan yang cerah
Pada kita semua

Terima kasih, guru
Kau telah membimbing kami
Aku mau menjadi sepertimu

 

PUISI GURU KARYA GUS MUS

Ketika aku kecil dan menjadi muridnya
Dialah di mataku orang terbesar dan terpintar
Ketika aku besar dan menjadi pintar
Ku lihat dia begitu kecil dan lugu

Aku menghargainya dulu
Karena tak tahu harga guru
Ataukah kini aku tak tahu
Menghargai guru?

 

PUISI GURU KARYA KAHLIL GIBRAN

Barang siapa mau menjadi guru
Biarlah dia memulai mengajar dirinya sendiri
Sebelum mengajar orang lain
Dan biarkan pula dia mengajar dengan teladan
Sebelum mengajar dengan kata-kata

Sebab, mereka yang mengajar dirinya sendiri
Dengan membenarkan perbuatan-perbuatan sendiri
Lebih berhak atas penghormatan dan kemuliaan
Daripada mereka yang hanya mengajar orang lain
Dan membenarkan perbuatan-perbuatan orang lain

 

PUISI GURUKU PAHLAWANKU

Dialah pahlawan pengetahuan juga ilmu
Dia pahlawan yang tak kenal kata lelah
Pahlawan dengan beribu cobaan
Kedisiplinan, ketelatenan, pun kesabaran

Dia kan sedih kala murid tertinggal ilmu
Dia kan resah kala murid tak datang ke sekolah
Dia bisa bahagia di tengah tawa sang murid
Dia pun bisa lupa segala kala murid belajar nan aantusiasnya

Ucapan jail sang murid
Menjadi hiburan baginya
Keberhasilan anak didik
Adalah bahagianya

Kalaupun anak didik sudah pergi
Itu tetap anak didiknya
Karna itu, tak ada kata mantan guru bagi murid
Apalagi bekas guru, sama sekali tak patut

 

PUISI TENTANG GURU KARYA W.S RENDRA

Judul: “Sajak SLA” (22 Juni 1977)

Murid-murid mengobel kentit ibu gurunya
Bagaimana bisa itu mungkin?
Itu mungkin.
Sebab tak ada patokan untuk apa saja

Semua boleh.
Semua tak boleh.
Tergantung pada cuaca
Tergantung pada amarah dan girangnya sang raja
Tergantung pada kuku-kuku garuda dalam mengatur kata

Ibu guru perlu sepeda motor dari Jepang
Ibu guru ingin hiburan juga cahaya
Ibu guru ingin atap rumahnya tak bocor
Ibu guru ingin pula jaminan pil penenang,
Tonikum-tonikum dan obat perangsang yang dianjurkan dokter

Maka berkatalah dia kepada murid-muridnya
“Kita bisa mengubah keadaan.
Anak-anak akan lulus lulus ujian kelas,
Terpandang diantara tetangga,
Boleh dibanggakan pada kakak mereka.
Soalnya adalah tentang kerjasama antara kita.
Jangan sampai kerjaku terganggu,
Sebab atap bocor.”

Dan papa-papa semuanya senang
Di pegang-pegang tangan ibu guru,
Dimasukkan duit daam genggaman,
Serta sambil lalu,
Dalam suasana persahabatan,
Teteknya disinggung dengan siku.

Demikian murid-murid mengintip semua ini.
Itulah ajaran tentang perundingan,
Perdamaian, juga santainya kehidupan.

Ibu guru berkata
“Kemajuan akan berjalan lancar.
Kita harus menguasai mesin industri.
Kita harus maju seperti Jepang, Amerika, Jerman
Sekarang keluarkanlah daftar logaritma.”

Murid-muridpun tertawa,
Dan mengeluarkan rokok mereka.

“Karena mengingat kesopanan,
Jangan kalian merokok.
Kelas adalah ruang tuk belajar
Dan sekarang daftar ogaritma!”

Murid-muridpun tertawa dan berkata
“Kami tak suka daftar logaritma.
Taka da gunanya!”

“Kalian tak ingin maju?”

“Kemajuan bukan soal logaritma,
Namun adalah soal perundingan.”

“Jadi, apa yang kalian inginkan?”

“Kami tak ingin apa-apa.
Kami sudah punya semuanya.”

“Kalian ngacau!”

“Kami tak mengacau
Kami tak berpolitik
Kami merokok dengan santai
Seperti ayah-ayah kami di kantor mereka:
Santai, tanpa politik berunding dengan Cina
Berunding dengan Jepang
Mencipta suasana girang.
Dan di saat ada pemilu,
Kami membantu keamanan,
Meredakan partai-partai.”

Murid-murid tertawa
Mereka menguasai perundingan
Ahli lobbying
Paham akan gelagat
Pandai mengikuti keadaan

Mereka duduk di kantin,
Minum sitrun,
Menghindari ulangan sejarah.
Mereka tertidur di bangku kelas,
Yang telah mereka bayar sama mahal
Seperti sewa kamar hotel.

Sekolah adalah pergaulan,
Yang ditentukan oleh mode.
Yang dijiwai oleh impian kemajuan menurut iklan.
Dan bila ibu guru berkata:
“Keluarkan daftar logaritma!”
Murid-muridpun tertawa
Dan di dalam suasana persahabatan,
Mereka mengomel ibu guru mereka.

 

PUISI GURU SEDIH

Dulu kami bagai kertas kosong
Mungkin hanya sedikit goresan
Dan bahkan itu bersih sama sekali
Namun, sudah tidak lagi
Kala saat engkau mulai mencoret-coretku
Dengan gambar, tulisan, dan angka

Kekosongan itu kau isi dengan ilmu dan pengetahuan
Kau mulai mengajar tentang nama-nama dan aksara
Kamipun mulai merasa tak begitu polosnya
Kamipun mulai mencintai goresan-goresannya

Lalu kami mulai bisa membuka jendela dunia
Seperti yang kau harapkan
Harapan akan banyaknya ilmu pengetahuan
Yang kan jadi bekal bagi kami tuk masa depan

Lalu kami tau jalan menuju asa
Karena kau yang menuntun kami menuju ke sana
Akupun menapakinya bertahap, dengan penuh harap
Masih membawa pesan dan nasehat darinya

Lalu kami seolah jauh dengannya
Padahal dulu begitu dekat
Antara kami dan kau bagai orang tua dan anak
Karena kau orang tua kami di sekolah

 

PUISI GURU PENDEK

Guru…
Semua jasamu
Tak terhitung oleh angka
Bukan karena banyaknya
Namun karena makna yang dibaliknya

Guru…
Sungguh besar jasamu
Teruntuk anak-anak didikmu
Pun demi masa depan bangsa
Setiap saat kau kan selalu ada
Dalam relung kalbuku

Kita jadi bisa menulis dan membaca
Karna siapa?
Kita jadi tau beraneka macam ilmu
Karna siapa?

Kita jadi pandai dibimbing pak guru
Kita jadi pintar dibimbing bu guru
Guru bak pelita, penerang dalam gulita
Jasamu tiada tara

 

PUISI GURU LENGKAP

Pagi nan indah, angin berderu menerpa sang wajah
Sementara dingin menyelimuti setiap langkah
Renungan setiap langkahnya hanya tentang kejayaan
Pikiran di setiap langkah pun hanya tentang keberhasilan

Detik demi detik hingga hari demi hari
Begitu cepat terlewati
Wajahnya tiada terpancar rasa jenuh sama sekali
Semangatnya selalu menggelora

Tiada kata-kata yang seindah tutur katanya
Tiada hari tanpa sebuah bakti
Tiada penawar yang seindah senyumnya
Tiada benih kasih yang tercecer di luar sana
Kecuali hanya pada murid-muridnya

Jikalau dia kan melangkah pergi
Langkah yang penuh pengorbanan
Jikalau dirinya telah tiada,
Pasti kan selalu ada yang mengenangnya
Dan itu guru, dia pahlawan tanpa lencana

 

PUISI GURU MENYENTUH HATI

Mentari seakan tak pernah jenuh tuk muncul kembali
Sinarnya tak hanya membangunkan jiwa
Namun juga telah membangun semangat baru
Semangat seorang guru

Ketika itu masih sangat pagi
Waktupun masih tetap seperti kemarin
Dia menyusuri jalanan nan panjang
Tuk sampai pada sekolah tujuan

Sementara kami masih sibuk,
Bermain dan bercanda ria
Bahkan kamipun sibuk menyiaaaa-nyia waktu
Dengan apa yang tak berguna

Senyumnya tak henti menghiasi perjalanannya
Memberi warna di setiap datangnya
Tak peduli apapun kejadiannya di sini ataupun di sana
Dia tetap membawa virus bahagia

Kala sampai di sekolah
Sumringah wajahnya selalu memancar
Membawa pada suasana ceria kala belajar
Kala dia membagi ilmu pengetahuan pada kami

Jasa dan perannya takkan bisa terganti
Mesin pun canggihnya teknologi
Tak bisa menandingi
Akan kesabaran, ketulusan, juga kepandaian

 

PUISI GURU MENYENTUH HATI 2

Alam kan dikalahkan oleh semangat
Kemalasan kan terkalahkan oleh dalamnya harap
Jarak takkan jadi alasan
Tuk tetap memupuk harap

Dari raut wajahnya
Pemberiannya begitu tulus
Ikhlas dan penuh harap
Kepada anak-anaknya

Binar matanya
Menjadi khas bahagianya
Kala anak-anaknya bertanya
Tentang apapun itu
Dia selalu menjawabnya
Dengan serius, santai, melucu, ataupun bercanda
Itu menjadi gayanya
Sebab, belajar tak melulu menulis, berhitung dan membaca

Anak-anaknya berbahagia
Semangat belajar tentang apa saja
Apa saja yang diberikan olehnya
Dengan tanpa mengharap apa-apa

 

PUISI GURU SEDERHANA 1

Dia datang tuk mengantarkan
Pada banyak harapan
Kepada semua putera puteri bangsa
Tuk lestarikan peradaban

Di datang dengan semangat penuh
Menghantar ilmu dan pengetahuan
Kepada generasi bangsa
Demi kemajuan bangsa pula

Guru…
Adalah profesi yang berharga
Bukan sebab angka
Peran yang sangat mulia
Bukan sebab julukan ataupun panggilannya

Guru…
Itulah nama spesialnya
Pun panggilan akrabnya
Bagi anak-anaknya

Guru…
Kau yang berbagi dengan kami
Akan pengetahuan dan ilmu
Yang berguna bagi kami nanti

Dimanapun kami bertemu denganmu
Di sekolah, di rumah, di pasar, di tempat bermain
Kau tetaplah guru
Begitupun seterusnya
Kau kan ku panggil begitu

 

PUISI GURUKU TERCINTA

Kala pagi masih begitu berembun
Dinginnya udara menusuk tulang
Dia berjalan dan berpikir akan keberhasilan
Merenung tentang kesuksesan

Berpikir bukan tuk diri seorang
Namun, tuk seluruh anak didiknya
Di sekolah, anak-anak, itulah harapannya
Harapan akan masa depan sang murid

Dari lisannya keluar banyak kata nan indah
Dari lisanya keluar penawar luka
Dari senyumnya mampu menghidupkan hati
Sebagai tanda kecintaannya pada kami

Waktu terus berjalan
Sepat ataupun lambat
Semangatnya tak terbendung oleh usia
Tuk menyalurkan ilmunya
Langkahnya adalah sebuah perjuangan
Ucapannya adalah sebuah panutan
Namanya kan selalu kami kenang
Sepanjang hidup kami

 

PUISI GURU HARU

“Pengabdian Tanpa Batas.”
Tak bisa kami bayangkan
Apa jadinya diri ini tanpa guru
Apa jadinya negeri ini tanpa guru
Dan bagaimana nasib generasi bangsa ini tanpa guru

Guru, orang yang mengajar tentang aksara
Bermacam-macam pengetahuan pun ilmu
Pondasi negeri yang tak kenal balas jasa
Pembangu asa bagi setiap generasi bangsa

Tak mudah baginya
Selalu ada tantangan dan ujian
Tuk mewujudkannya
Sebab dunia tak seindah dongeng dan cerita

Kesabaran, itulah cobaan yang selalu ada
Di setiap dia menghantar pelajaran
Materi, itulah godaan yang berat baginya
Karna kini banyak yang mengejar materi ketimbang keberkahan

Ikhlas, adalah pelajaran berharga
Di setiap langkah kakinya
Tak pedulia tentang apa saja
Dia selalu menjalankan tugasnya

Bukan sebagai pekerja
Namun sebagai orang tua
Bagi murid-muridnya
Dia menganggap itu dengan pengabdian
Pengabdian yang tiada batas.

 

PUISI GURU HEBAT

Yang kami tau
Anak-anakmu itu bukanlah anakmu
Mereka terlahir melaluimu
Namun persis bukan darimu

Mereka adalah anak bangsa yang rindu akan diri sendiri
Mereka selalu bersamamu
Di tempat pengabdian, sekolah
Namun, mereka bukan milikmu

Kau menyalurkan ilmu dan pengetahuan kepadanya
Kau sampaikan dari hati dan pikiran
Dengan kata dan lakumu
Pun dengan penuh cinta dan kesabaran

Kau dipanggilnya bapak ataupun ibu
Lalu dengan embel-embel guru
Begitupun kau bukan bapak ataupun ibu sesungguhnya
Tetap saja itu sangat mulia

Mereka menganggapmu orang tua kedua
Di tempat pengabdian, sekolah
Jadi, mereka adalah anak-anakmu
Kadang merajuk, menangis dan ceria bersamamu

Tanpa mereka
Engkau bukan siapa-siapa
Begitupun mereka
Tanpa engkau, tak banyak tau apa-apa

 

PUISI GURUKU

Guruku
Pembimbingku
Pengajarku
Pahlawanku

Guruku
Terimakasih ku ucap padamu
Doa ku panjat untukmu
Harap kau sehat selalu

Guruku
Jasamu kan ku ingat selalu
Setiap waktuku
Dalam lubuk hatiku

Guruku
Kau pengantar asaku
Kau membagi ilmu pengetahuan
Kau memberi contoh teladan

Guruku
Harus bagaimana aku?
Agar menjadi murid baik bagimu
Yang ku bisa hanya berdoa untukmu

 

PUISI GURU PANJANG

Guru…
Sebelumnya tak pernah terpikir olehku
Engkau datang dengan penuh tekadmu tuk mencerdaskan anak bangsa
Tiap kali engkau masuk kelas, selalu membawa hal baru dalam ruang hidupku
Penuh akan kesungguhan dan tak hilangkan canda sekalipun

Guru…
Kini baru kusadari
Salahku padamu teramat banyak, teramat tak terpuji
Seringkali akupun membangkang, hirau akan pelajaran darimu

Guru…
Aku benar menyadari tentang satu hal
Betapa bodohnya diriku, yang kadang tak menghargai seluruh perjuanganmu
Dan akupun tak bisa berbuat banyak tuk menggantinya

Engkau selalu memotivasiku, menyemangatiku kala ku sulit tuk melangkah
Aku merasa, kini hidupku mulai berubah
Kini aku mulai ingin mencoba banyak hal tanpa keluh ataupun kesah
Hanya ku berharap bisa menjalankan apa yang telah guru ajarkan

Namamu kan selalu ada dalam doa, batin, dan hatiku
Jasamu kan tertanam kuat dalam pikirku
Mungkin aku bukanlah murid terbaikmu kala itu
Namun, kini aku akan berusaha yang tebaik untuk dan olehmu

 

PUISI HARI GURU

Dulu dunia kami kosong
Belum terisi sama sekali
Mungkin hanya gelap dan warna nan hampa
Tak bisa kemana-mana dan tak bisa apa-apa

Namun kini dunia kami penuh warna
Goresan-goresan, garis-garis, pun titik-titik, lalu kata-kata
Dan kalimat-kalimat yang dulu itu hanya mimpi semata
Itu kini mulai terbuka dan terlihat oleh mata

Itu sebab kau yang memberitahu dan mengajarkan
Tentang warna-warna nan indah
Tentang garis yang harus dilukis
Tentang kata yang harus dibaca
Pun tentang kalimat yang harus diperbuat

Terimakasih guruku
Dari lubuk terdalam hatiku
Untuk semua perjuangan, pendidikan, dan pengajaranmu
Pula untuk selain itu

Dengan pendidikan, senantiasa kita bisa berubah
Dengan pendidikan, senantiasa bisa berjuang untuk bangsa
Karena kau, guru adalah pendidik
Di hari guru ini, semoga engkau selalu ikhlas dan tulus mendidik

 

PUISI GURU FAVORIT

“Guru Sejahtera”

Lihat dan lalu coba cermati
Sosok yang datang di setiap pagi nan sepi
Kemeja dan pantolannya selalu rapi
Bergesper gelap dan kadang berdasi

Sepatu nan mengkilap melangkah dengan pasti
Menjinjing laptop di tangan kiri
Rambut pun tersisir rapi dab berminyak wangi
Aromanya seharum minyak kasturi

Lihat di sana, rumahnya
Sungguh bersih, dan indah
Paduan hiasan, warna cat, dan alam menyatu serasi
Rumput hijau menghiasi
Pohon rimbun di kedua sisi
Menambah suasana asri

Garasi mobil di bagian kiri
Dihiasi tanaman pot yang mengelilingi
Beberapa bangku terjejer di teras rumahnya
Nampak dipenuhi bunga-bunga

Ada air mancur juga kolam
Di sana ikan bergerombolan
Ruangan dalam rumahpun tak ketinggalan
Perabot sederhana tertata rapi

Hanya ada satu ruangan nan luas
Namun, rak bukunya teramat besar
Pun penuh dengan buku-buku
Beraneka ragam judul, ribuan jumlahnya

Kamus, komik, tak ketinggalan anekah majalah
Geografi, matematika, juga sejarah
Karya sastra tentang puisi, cerpen, novel, pun prosa
Buku cerita anak-anak hingga dewasa

Beragam kliping hingga ensiklopedi
Berderet panjang karya ilmiahnya
Itu adalah sumber ilmu semua

Ada pula alat elektronika
Tuk menjadikan pelajaran lebih berjiwa
Peta benua apapun ada di sana
Globe dan beberapa alat peraga

Semua ia persiapkan sedemikian rupa, pelajaran
Dengan begitu serius dan sungguh-sungguh
Tuk kau sampaikan kepada murid, di depan kelas
Besok ataupun lusa

itu tadi artikel tentang “Contoh Puisi Guru Tercinta Yang Menyentuh Hati” Terbaru dan Terlengkap 2019, semoga bermanfaat