75+ Contoh Puisi Ibu Terbaik Dalam Berbagai Tema (Terbaru)

Puisi Ibu Terbaru dan Terlengkap 2019 – Ibu merupakan orang yang paling berjasa bagi kita. Ibu adalah orang pertama yang selalu ada saat kita sedang kesusahan, Ibu lah yang punya kasih sayang yang paling besar untuk kita. Ibulah orang yang mengandung kita dan merawat kita dengan penuh kasih sayang tanpa ada kebencian sedikitpun. Ibu adalah malaikat kita didunia.

Jasa ibu tidak akan bisa kita balas sampai kita mati. Namun kita bisa membuat mereka tersenyum dengan membuatkan puisi kepada ibu kita. Sebuah puisi yang menyentuh hati yang menyanjung kasih terhadap ibu. Puisi yang menggambarkan kasih sayang kita untuk ibu tercinta.

Baca juga :
Pengertian Puisi
Contoh Puisi Karya Taufik Ismail
Puisi Tentang Sastra
Contoh Puisi Ulang Tahun

Puisi Untuk Ibu
Source: businesszoom.in

Puisi merupakan karya sastra yang terbilang halus dan indah saat diucapkan. Terlebih puisi mempunyai beberapa unsur yang membuatnya bukan sekedar tulisan biasa, dimana biasanya terkandung makna tersendiri dalam setiap bait atau katanya. Jenis puisi pun sangat banyak, seperti halnya puisi yang bertema tentang ibu.

Puisi ibu adalah puisi yang berisi tentang orang tua kususnya ibu, ibu adalah wanita yang sangat wajib kita patuhi dan hormati. Jasa seorang ibu tidak akan pernah terbalas walaupun sampai akhir hayat kita, sehingga tak heran kasih sayang seorang ibu terus mengalir dari kita kecil sampai kapanpun itu. Pada kesempatan kali ini penulis akan membagikan sebuah puisi untuk ibu, puisi untuk bunda, dan puisi untuk mama. Puisi ini dapat kamu bacakan untuk ibumu pada saat hari ibu, sebab puisi ini juga termasuk puisi hari ibu juga. Berikut contoh puisinya.

Daftar Isi

1. Puisi Ibu Sedih Menyentuh Hati

Puisi Ibu
Source: google

Tangisan Mata Bunda

Dalam Senyum mu kau sembunyikan letih mu
Derita siang dan malam menimpa mu
tak sedetik pun menghentikan langkah mu
Untuk bisa Memberi harapan baru bagi ku

Seonggok Cacian selalu menghampiri mu
secerah hinaan tak perduli bagi mu
selalu kau teruskan langkah untuk masa depan ku
mencari harapan baru lagi bagi anak mu

Bukan setumpuk Emas yg kau harapkan dalam kesuksesan ku
bukan gulungan uang yg kau minta dalam keberhasilan ku
bukan juga sebatang perunggu dalam kemenangan ku
tapi keinginan hati mu membahagiakan aku

Dan yang selalu kau berkata pada ku
Aku menyayangi mu sekarang dan waktu aku tak lagi bersama mu
aku menyayangi mu anak ku dengan ketulusan hati ku

 

Puisi Kemuliaan Sang Ibu

Terdiam sejenak dalam renungan..
Kala bayang wajahmu datang menyapa..
Waktupun berputar kebelakang
membuka memori kenangan kecilku

Tetesan keringat dan air mata
berjuang melawan maut..
Demi kehadiran sang buah hati
Mendengar tangisan pertamaku
jadi kebahagian tak ternilai bagimu

Saat ku mulai belajar berjalan
kau dengan setia menjaga ku..
Ku mulai belajar bicara
engkau dengan sabar mengenalkan ku pada kata-kata..

Hingga ku dewasa kasih sayang itu tetap sama..
Tak pernah pudar dan terkikis oleh waktu..

Bekerja tanpa mengenal kata lelah
Tidur tanpa mengenal kata lelap
Terjaga dalam gelapnya langit subuh
Demi mencari sesuap nasi untuk ku..

Tapi, balasan apa yang ku beri..
Hanya goresan luka dan air mata..
Meskipun begitu kasih sayang itu tak berkurang sedikitpun..

Slalu kau sebut namaku dalam setiap doamu..
Air mata ini jatuh berlinang dengan derasnya
Mengingat betapa mulianya engkau wahai ibu..

Pepatah berkata..
surga dibawah telapak kaki ibu¡
Izinkanlah daku mencium surga itu
ibu..

 

Kurasa Hatimu

Menangis
Jangan ditahan
Luapkan rasa hatimu
Tapi kau tetap tersenyum

Tersenyum
Lembutkan garisnya
Ikhlas kau tunjuk
Pada tegar menghadapi hidup

Tenang
Kau bersembunyi
Dari rasa sesak
Kau tampil begitu lembut

Ibu
Doa terpanjat
Dalam telapak tangan
Kau menengadah pinta indah

Ibu
Senyummu terlintas
Pada getar rasamu
Hingga tenang hati kami

 

Dosaku Ibu

Berbagai macam rasa kesalku hadir karena larangan darimu
amarahku menggebu-gebu dibuai bisikan-bisikan busuk yang ku izinkan
masuk dalam otak mendorong dan menaklukkan dinding emosiku
tidak kupandang wajahmu ketika itu…

aku lontarkan kata dan sumpah serapah
Aku tantang matamu yang sayu
menyalahkan dirimu…
Kau hanya diam dan terpaku Ibu..

sabar, walau hatimu perih
bagai diserang sejuta belati menusuk hati
sampai aku puas dan lelah.
Engkau hanya tersenyum
lalu beranjak pergi

Ibu…. aku terhenyak dan sadar dari sikap busuk..
bahwa tiada pantas sedikit pun aku berbuat seperti itu.
Celakalah bagiku. Maafkan aku Ibu maafkan aku..
Marahi aku Ibu..
Aku mencintaimu Ibu..

 

Ibuku Tersayang

Ibu,,,
Dari segumpal darah aku di dalam rahimmu
Sampai terbentuk makhluk titipan untukmu
Engkau rawat serta jaga aku dalam badanmu
Walau ku tahu itu sangat tidak nyaman dalam gerak gerik langkahmu

Ibu memperjuangkan aku untuk hidup di dunia ini
Sampai nyawapun berani ibu pertaruhkan dengan seluruh hati nuranimu
Sakit perih tidak terhingga ibu rasakan
Walau ibu tahan dengan rasa sakit yang selalu mengganggu.

Ibuku yang cantik
Tiada hari yang kujalani
Tanpa sedetik pun untuk tidak mengingatmu
Mengingat semua pengorbananmu
Ibu rawat aku dengan penuh cinta, kasih serta sayangmu
Bikin aku tenang nyaman bila dalam dekapan hangatmu
Tanpa jemu ibu selalu menasehatiku
Serta tidak henti menyayangiku,sepanjang usiamu

Terima kasih pahlawanku
Engkau telah menghiasi kehidupanku didunia fana ini
Dengan senyum manismu yang selalu menguatkan bathinku

Terima kasih pahlawanku yang baik
Maafkan aku,bila dulu selalu melukai perasaanmu
Maafkan aku, yang selalu mengecewakanmu
Maafkan anakmu ini ibu

Ibu sinar cintamu,akan selalu ku kenang
Sampai aku mati
Serta cintamu akan terus bercahaya dihati
Kekal serta abadi.

Ibu,,,
Tiada muara kasih sedalam ibu,
Belaian dan doa tanpa putus menjadi untaian ibu untuk ku,
Bila salah khilafku hanya maaf penawar yang selalu ibu berikan,
Tanpa lelah ibu menyemangati langkah ku,
Demi sekolahku ibu lupakan kesenangan pribadinya sebagai wanita,
Setiap keluhku tutur kata ibu menjadi obat penyejuk disaat lelah

Kini, bhaktiku seakan tiada sempurna
Kini, pengabdianku terasa kurang padamu
Kini, kesibukanku lalaikan tugasku sebagai anakmu

Ibu, maaf ku katakan aku belum mampu sepertimu
Ibu, keadaan apapun kau selalu utamakan aku
Ibu, terima kasih kini kurasakan seperti dirimu

Aku menjadi balita
Aku menjadi remaja
Aku menjadi dewasa
Aku menjadi istri
Kelak aku akan sepertimu
Menjadi seorang ibu

Ibu, doakan aku
Maafkan anakmu

 

Puisi Ibu Malaikatku

Ibu,,,
Disini kutulis cerita tentangmu
Nafas yang tak pernah terjerat dusta
Tekad yang tak koyak oleh masa
Seberapapun sakitnya kau tetap penuh cinta

Ibu,,,
Tanpa lelah kau layani kami
Dengan segenap rasa bangga dihati
Tak terbesit sejenak fikirkan lelahmu
Kau terus berjalan diantara duri-duri

Ibu,,,
Tak pernah kuharap kau cepat tua dan renta
Tak pernah ku ingin kau lelah dalam usia
Selalu kuharapkan kau terus bersamaku
Dengan cinta berikan petuahmu

Ibu,,
Kau lah malaikatku
Penyembuh luka dalam kepedihan
Penghapus dahaga akan kasih sayang
Sampai kapanpun itu..
Aku akan tetap mencintaimu..

 

Puisi Bunda Doa Untukmu

Aku tak tau apa yang harus aku lakukuan tanpa dia. . .
Dialah yang slalu mengerti aku. . .
Dia yang tidak pernah letih menasihatiku. . .
Dia yang slalu menemaniku. . .
Dialah ibuku. . . orang yang slalu menjaga aku. . .
Tanpa dia hidupku hampa di dunia ini
Tanpanya aku bukanlah siapa-siapa
Aku hanyalah manusia yang lemah
Yang membutuhkan kekuatanmu. . .
Kekuatan cinta dan kasih dari ibuku. . .
Ya Allah. . .
Berikanlah kesehatan kepada ibu. . .
Panjangkanlah umurnya. . .
Aku ingin membahagiakan dia. . .
Sebelum saya atau ibuku yang tlah tiada didunia. . .

 

Bunda

Bunda…
Bunda…
Usiamu kini tak lagi muda
Tapi aku jua belum bisa apa-apa

Bunda…
Bunda…
Kakimu tak sekuat dulu
Menopang tubuh dan juga aku dikala mengandungku

Bunda…
Bunda…
Tak ada yang berubah dari kasih dan sayangmu
Meski mataku terbelalak namun tak sesadar itu

Bunda…
Bunda…
Lidahmu penawar segala sakitku
Dan tamparmu penyadar hidayahku

Bunda…
Bunda…
Tak ada yang sepadan sebuah kata kias
Karna hanya ” BUNDA ” itu jua yang pas

 

Bait Sajak Buat Ibu

Tetes-tetes darah…keringat dan air matamu
Cukup sudah menorehkan
Prasasti-prasasti indah di hidupku
Menggenapi di setiap celah ruang dan waktu

Gumam doa tulus nan sederhanamu
Jua ….keriput di kening tuk menata asa
Demi anak-anakmu
telah menjadi saksi
Pada hamparan permadani indah beranda syurga

Akhirnya…..
Maafkan bila belum sempurna baktiku padamu
Saat renta usia menjemputmu….ibu, Maafkan kami anak-anakmu
Selamat jalan…..ibu
Merengkuh jalan panjang menuju haribaan-Nya
…… Tuhan Semesta Jagad Raya

Yakinlah suatu saat bersama takdir, nanti
Kita kan tersenyum bersama semerbak harum surga
Amien……

 

Bundaku Sayang

Bunda…….
Engkau selalu ada untuku…
Menemaniku dalam suka dan duka..
Menemani hari-hari ceriaku…

Bunda……
Engkau selalu membimbingku..
Mengajariku untuk berahlak mulia..
Dalam keseharianku….

Bunda ….
Engkau bagai malaikat bagiku…
Engkau juga sahabat bagiku…
Ketulusan yang ada dalam dirimu….
Membuat aku bangga pada dirimu

Bunda…
Aku selalu menyayangimu
Jasamu takakan pernah bisa terbalas oleh ku…
Namun aku akan berusaha menjadi anak kebanggaan mu…..

 

Bagai Malaikat Tanpa Sayap

Ibu..
Engkau inspirasiku..
Aku berkelena ke ujung dunia
Bayangmu selalu ada disampingku
Secerca harapan darimu
Ku jadikan pedoman di setiap langkahku
Dalam doamu selalu tersebut namaku
Kau tameng dalam hidupku
Kau penyemangat terbaik dalam hidupku
Kau bagai malaikat tanpa sayap untukku
Engkau segalanya untukku
Aku tanpamu bagai angin tanpa arah
Engkau bagai lautan samudera
Tempat mencurahkan segala kegundahan hati

Ibu…
Terimakasih atas kasih sayangmu
Terimakasih atas perjuanganmu
Terimakasih atas perhatianmu
Terimakasih atas setiap tetesan keringat yang tercurah untuk anakmu
Terimakasih atas pengorbananmu

Ibu..
Maafkan amarahku
Maafkan keegoisanku
Maafkan kenakalanku
Maafkan aku atas airmatamu
Ibu.. engkau cahaya penerang dalam hidupku
Jika orang bertanya padaku siapa pahlawanku? Pastilah engkau Ibu jawabanku..

 

Saatku Menutup Mata

Saat ku menutup mata bunda…
Aku tak ingin mata itu melihat ku dengan penuh air…..
Saat ku menutup mata bunda…
Aku tak ingin hati itu seakan tergores…..
Saat ku menutup mata bunda…
Aku ingin bibir itu terseyum…..
Aku tidak ingin engkau terluka…..
Bunda…
Mungkin ini adalah lihatan yang sangat bagimu…….
Tapi aku tak ingin melihat dengan seakan tak sanggub melepaskanku….
Bunda….
Aku hanya ingin engkau merelakan ku…..
Dan mengantar kan aku pulang ke rumah ku dengan senyum mu…
Saat ku menutup mata bunda….
Aku ingin kau tau bahwa ku…
Menyayangimu….
Bahwa ku …
Mencintai mu….
Aku bahagia bisa jadi anak mu….

 

Cinta Adalah Ibu

Ketika cinta dipertanyakan
Ketika cinta dicari
Mengapakah mata hatiku buta
Mengapa sulit terlihat
Sedang cinta di depan mata
Selalu mengiringku, menemaniku, menggenggamku, memeluku

Cinta itu ada pada air susu yang kuhisap kala ku sebagai makhluk bayi
Cinta itu ada pada gendongan tangan kuat ketika ku menangis dan tertidur pun tertawa
Cinta itu ada pada gandengan tangan dan pelukanya
Cinta itu ada pada sereal yang hangat setiap pagi

Dalam kegagalanku
Ada senyum dan aliran kata sejuk
Dalam gembiraku
Ada tawa dan tangan mengacak rambutku
Dalam keputusan salahku
Ada pembelaku
Yang setelahnya berib nasihat mengalir deras

Semua itu ada padamu ibu
Engkau adalah cinta utuh dalam diriku
Saat aq mengecewakanmu
Tak pernah kau pergi dariku
Engkau membawaku di hati dan pikiranmu
Kemanapun kau berada
Hingga kau berada dalam kekekalan kau tetap menaruhku dihatimu
Dan berdoa untuku
Hingga aku merasa tak sendiri
Sekalipun kau dalam keabadian
Dan aku di dunia fana
Hingga kita bersama lagi selamanya
Aku rindu padamu bu..
Nantikan aku sampai saatnya tiba

Ibu
Engkaulah cinta itu..

 

Bunda Dalam Cahaya

Dia wanita bernama cahaya
Hatinya memancar
Tergurat dalam doa-doa
Tangan Kecilnya mengantar kami
di gerbang cahaya

Dia berjalan dengan cinta
Dia berjalan menerjang luka
Bahkan dia menempuh tanpa
batas rasa

Dia-lah Ibu dari segala cahaya
Ibu dari semua luka kami
Ibu dari Jejak yang terukir
dalam tinta sejarah

 

Kehebatanmu Ibu

Ketika ku tak bisa berjalan
Ketika ku tidak bisa berbicara
Manusia pertama kali yang menemanimu adalah ibu
Yang selalu ada disaat kau Sedih,senang,dan susah
ketika kamu mulai membesar
Kau bisa memahami hidup
Betapa sulitnya dulu waktu ibumu melahirkanmu
Keringat bercucuran mulai jatuh
Dan disaat ibumu melahirkanmu, ayahmu selalu menemani Ibu
Dan ayahmu berkata Yang kuat
Bayangkan dan bayangkan sekarang kau tumbuh menjadi makhluk normal
Masih banyak seorang ibu yang ingin melahirkan anaknya normal
Tapi ada seorang ibu yang harus mendapat kan ujian anak yang tidak normal
Sebagai manusia sosial kita harus saling bantu dan tolong menolong
Maka,Kita harus berterimakasih ke Ibu karena 9 bulan dia mengandung
Tiada letih yang dirasakannya
Maka sekarang kita harus balas budi kepada ibu
Ibu I you
You are my everything
because youre forever in my heart mother.
Thanks you allah and Thanks Mother
Selamanya kau selau di hatiku

 

Puisi Untuk Ibu Jauh lebih bermakna

Telah berjuta kata coba ku rangkai
ketika inginnya hati menggambarkan
lautan tinta sudah ku habiskan
ketika tangan kotorku ingin tuliskan

Seketika, tubuhku mematung waktu yg seakan berhenti
jiwa yg bergejolak mencampur adukan rasa
aku tak bisa
Apa yg sulit dari merangkai kata? begitu sulitkah menulis?
Tidak! Ternyata Bukan itu

Karna Berapa dan seindah apapun kata yg ku rangkai
sebanyak apapun tinta yg ku habiskan
kasihmu jauh melebihi itu
semua tentangmu, jiwa yg suci itu

sebuah penghargaan yang ingin ku berikan
walau jauh berbanding dengan tulusnya kasihmu itu
apalah arti sebuah rangkaian kaata ini
kasihmu itu jauh lebih bermakna

karna engkau, aku mengerti hidup ini
kau itu bagai mentari
kau yg menyinari siangkuku
dan memberikan sinarmu pada bulan untuk menerangi malamku
aku menyayangimu, ibu

 

2. Puisi Terimakasih Ibu

Puisi Terimakasih Ibu
Source: google

Terimakasih Ibu

Ibu ….
Engkaulah wanita yang terindah yang pernah ku punya
Engkaulah jiwa dan ragaku
Engkaulah sosok wanita idola yang datang untuku
Kata-katamu sungguh lembut dibandingkan ayah
Tak pantas aku menyakiti hatimu yang begitu tulus menyayangiku
Setiap hari kau selalu mendoakn anak-anakmu
Engkau tak pernah marah jika anakmu nakal
Engkau selalu sabar dalam mendidik kami

Kasih ibu sepanjang masa
Hanya memberi tak hanya kembali
Aku berjanji tak akan membuatmu menangis
Aku ingin membuatmu selalu Tersenyum
Terima kasih ibu atas segalanya
Aku sangat menyayangimu.

 

Ibu Yang Tak Terganti

Ketika kupandang lekat pada sudut matamu
Tersimpan derita yang begitu mendalam
Aku tahu disana banyak tersimpan air mata untuk kami anakmu

Air mata yang telah kami lakukan
Ibu
Engkau selalu berharap kami anakmu yang kan jadi nomor satu
Namun sering kali kami melawan dan melalaikan perintahmu

Kami selalu membuatmu bersedih
Mulai sekarang aku bertekad untuk menghapus air matamu…
dan menggantinya dengan canda dan tawa

Terima kasih Ibu
Kau takkan pernah tergantikan di dalam hati kami anakmu

 

Jasa Tak Terlupakan Seorang Ibu

Ibu…
kau membingbingku selama satu tahun
kau begitu baik padakuwaluapun aku sukamarah-marah

Ibu….
kau begitu ceria dan rajin dari pada guru yang lain
ibu…
kau yang pintar,baik,ramah,cantik,dan sopan

Ibu…
kalau aku membuat salah tolong maafkan aku
karena aku cuma kesal karna aku selalu diejek

Ibu…
kalau aku lagi sedih kau menghibur aku
kalau aku lagi kesal kau menghiburku

Ibu…
terimakasih atas jasa-jasamu jika aku
masih sempat bertemu dengan ibu
aku sangat ingin memeluk ibu

 

Terimakasih Ibu

IBU…rambutmu kini sudah mulai memutih
Kulitmu tak lagi kencang
Penglihatanmu tak lagi terang
Jalanmu kini sudah mulai goyang

Namun..apa yang terlihat
Semua itu tak pernah engkau rasakan
Semua itu tak pernah engkau pedulikan
Aku paham, semua itu demi anakmu

Sepanjang jalan engkau mengais rejeki
Sepanjang waktu engkau berhitung
Berapa laba kau dapat hari ini
Tuk membayar semua letihmu

Engkau tak lagi dapat membedakan
Mana siang, mana malam
Semangat mengalahkan gemetar kakimu
Dan segala rasa lelahmu

Ini semua…untuk siapa?
Hanya untuk anakmu
Anak yang engkau impikan menjadi orang hebat
Mencapai setumpuk asa

IBU…sampai kapanpun,
Anakmu tak kan pernah lupa
Atas semua jasa, do’a dan derita
Keringat yang engkau cucurkan

IBU…engkau sudah terlalu besar, berkorban
Hanya surga yang pantas membayar tulusmu
Hanya Tuhan yang pantas menjagamu
Dunia dan akherat…

IBU…
Anakmu kan selalu merindumu
Do’a di setiap hembus nafas ini
Terima kasih…IBU, untuk semua ikhlasmu

 

Puisi Seorang Anak Untuk Ibu

Aku berangkat sekarang untuk membantai lawan..
Untuk berjuang dalam pertempuran..
Aku berangkat, Bu, dengarlah aku pergi..
Doakanlah agar aku berhasil..

Sayapku sudah tumbuh, aku ingin terbang..
Merebut kemenangan di mana pun adanya..
Aku akan pergi, Bu, janganlah menangis..
Biar kucari jalanku sendiri..

Aku ingin melihat, menyentuh, dan mendengar..
Meskipun ada bahaya, ada rasa takut..
Aku akan tersenyum dan menghapus air mata..
Biar kuutarakan pikiranku..

Aku pergi mencari duniaku, cita-citaku..
Memahat tempatku, menjahit kainku..
Ingatlah, saat aku melayari sungaiku..
Aku mencintaimu, di sepanjang jalanku.

 

3. Puisi Pengorbanan Ibu

Puisi Ayah yang Menyentuh Hati
Source: grid.id

Pengorbanan Ibu

IBU,,,
Engkau telah mengandungku selama 9 bulan
engkau melhirkan,merawat,& membesarkanku
mulai aku bayi sampai sekarang ini
dengan penuh Cinta & Kasiah Sayang

IBU,,,
Kau melewati banyak rintangan
Kau rela bekerja demiku
dari pagi hingga sore hari dibawah teriknya matahari
Hanya iringan angin & kicauan burung yang menemaniMu

IBU,,,
walaupun aku menyakiti hatimu
dengan membuat engkau menangis & kecewa,
Tapi,,,
Engau tetap kuat,tegar,& sabar menghadapi perilaku aku
Engkau tidak pernah memperlihatkan keluh kesahmu
Engkau selalu memberikan senyuman termanismu untukku

IBU,,,
Tidak akan pernah ada yang akan menandingi & mengalahkan kehebatanmu
Engkau bagaikan Malaikat yang terlihat
Engkau tidak pernah mengharap budi balas dari anakmu
Engkau rela menderita asalkan anakmu bahagia dan Sukses kelak nanti

IBU,,,
seandainya kau tahu
Enkau adlah Nyawaku,nafasku,jiwaku,& batinku
Bu
TERIMA KASIH atas semia yang telah engkau perjuangkan & berikan kepadaku selama ini
I LOVE MOM

 

Ibu

Ibu,,,
Lahirkan aku
Korbankan diri untukku
Ingin aku balas cintamu

Ibu,,,
Membelai aku
Obati rasa sakitku
Lindungi bahaya yang mengancamku

Ibu,,,
Rasa sakitmu
Ingin aku gantikan
Dengan canda dan senyuman

Ibu,,,
Aku ketakutan
Saat merasa kehilangan
Wanita terindah di hatiku

Ibu,,,
Kau pelitaku
Penyejuk hati piluku
Menegarkanku selalu kala sendu

Ibu,,,
Jutaan cerita
Kita ukir bersama
Tak peduli apa rasanya

Ibu,,,
Tetaplah bersamaku
Lengkapi tiap hariku
Jadilah bidadari di hidupku

 

Cinta Ibu

Engkau ajarkan aku tentang cinta
Cinta pertama dalam hidupku
Sejak aku di alam kandunganmu
Sejuta kasih kau suap di mulutku

Engkau adalah sosok sahabat tiada tara
Pengorbananmu tak mampu kuucap
Dengan kata-kata

Pahlawan pertamaku dalam nafasku
Nyawaku terlindung berbalut cintamu
Tiada tara,,,
Tiada kata,,,
Itulah pengorbananmu
Tak bisa menceritakan tentang kisahmu

Ibuku,,,
Engkaulah sahabat Cintaku
Mengalir kasih pertamaku
Doaku menyertaimu.

 

Puisi Untuk Ibu Perjuangan Tanpa Banding

Bermula dari kasih sayang tulus
Lukis semua rasa yang halus

kini ku mulai cerita
Saat merintih menahan dera
Tiada banding hantamannya
Bagai terbakar larpa
Tak perna ia peduli jiwa kan tinggalkan raga

Tak ada lukisan betapa menakutkan itu
Layaknya petir bergemuruh
Samua daya dan harap tumpah
meruah semua gelisah

Tiada sedetikpun yang mau
Mau sejenak beri ruang untuk mengeluh
Raungnya menyayat kalbu
Tak terhitung butir-butir peluh
Tapi badai belum berlalu

Ia masih dan belum berhenti berperang
Genggaman tangannya bagai remukkan tulang
Hanya dia sendiri yang tau
Jurang yang akan dia lalu

Kini Rintih pergi
Dan air sebening salju pun mulai berlinang¡
Tak kala rengek meraung lantang¡
Cemas melayang hilang
Karena seonggak daging dan gumpalan darah telah datang¡
Datang bagai bintang¡

Kumandang asma illahi terdengar memenuhi setiap sisi ruang¡
Lahir la buah cinta yang beri terang¡

 

Perjuangan Ibu Tanpa Pamrih

Ibu engkau mengandungku 9 bulan
sampai kau melahirkanku dengan susah payah
Dikau merawatku sampai aku tumbuh berkembang besar
Dikau juga merawatku tanpa pamrih. . .
Dan kau juga merawatku dengan penuh kasih dan sayang
Ibu. . . engkaulah yang mengajari aku berjalan sampai ku bisa berjalan
Dikau juga mengajariku berbicara sampai aku bisa dengan lancar
Ibu engkau bagai malaikat aku. . .
Kala aku bersedih engkaulah yang slalu ada untuk menghibur aku. . .
Ibu. . . aku juga merasa engkau pahlawan terhebattku
Disetiap aku kesusahan engkaulah slalu ada untuk membantu diriku
Ibu. . . dikau bekerja keras
untuk menafkahi aku. . .
ibu. . . trima kasihku atas pengorbananmu
Yang kau berikan kepadaku. . .
Ibu. . .

 

4. Puisi Rindu Ibu

Puisi Rindu Ibu
Source: desktopbackground.org

Maafkan Aku Ibu

Duduk termenung di hadapan Senja
Hanya rasa bersalah yang selalu datang
Menyianyiakan dahulu yang pernah ada
Rasa yang dulu telah hilang

Tetes air mata yang tak berarti
Hanya menambah sesak di dada
Semuanya telah hilang dan pergi
Tertusuk dalam hingga ke sukma

Maafkan aku ibu,
Memang sudah tak ada gunanya ku sesalkan
Tapi sungguh ku sangat rindu
Dan hanyalah doa yang bisa ku panjatkan.

 

Kerinduan

Gerimis bertaut membasahi tubuh
Rinainya jatuh menjadi tangisan dimataku
Rasa ini membeku¡­
Membatu mengingat kisah lalu
Saatku lincah nan lugu, Waktu kecilku..

Biarlah nafasku bercerita tentangmu
Bersajak indah memanggil namamu Ibu..
Aku teramat merindukanmu
Aku rindu.. Rindu masa itu..
Rindu saat ibu menimangku..
Berbisik doa merajut sanubariku..

Semoga ibu disana tersenyum bahagia selalu..
Doa anakmu yang selalu menyertaimu..

 

Bunda, Ku Rindu Kau

Waktu itu,
Aku melihat senyummu di kala Dhuha
Burung burung menyambut langkahku
Berkicau kicau mendesah sebuah nada yang elok nan indah
Oh bunda, kau cantik sekali di pagi ini

Teringat kenangan manis melambai lambai
Tak pernah kabur dari simpanan memoriku
Untaian kata lembut terngiang ngiang di udara pikiranku
Oh bunda, Kau yang terindah

Terpeleset pikiranku lama tak berjumpa
Sekian lama tak tersentuh kabarmu
Maafkan bila tak menyapa lebih dekat
Jauh nian diriku tak melihatmu
Wajahmu di awan selalu menghantuiku
Oh tuhan, lindungilah dia

Maafkan daku,
Belum bisa terbang kesana..
Oh Bunda, Ku Rindu Kau

 

5. Puisi Ulang Tahun Ibu

Ulang Tahun Ibu

Bunda..
Engkau pecahkan kegalauan yang selalu membuatku jatuh..
Engkau bagai penopang raga yang mulai runtuh..
Engkau memberi semua yang kami butuhkan..
tapi kami, ketika engkau butuhpun kami belum menyadari..
Bunda..
kau buang waktumu tanpa lelah untuk kami..
Kau buat kasih sayang itu menjadi kebiasaan yang sering kami lupakan..
Engkau memberi tanpa kami meminta..
Engkau guyurkan siraman kasih yang tiada tandingannya..
Bunda..
Andai perasaan ini sepeka hatimu.,.
setegas kasihmu..
Semampu dan selalu ada untuk kami anakmu..
kan kurubah segala yang menajadi kesalmu..
kan ku coba merengkuh rasa yang sering kau berikan kepadaku..
Diatas langit yang tak terbatas..
kau topangkan kasihmu tanpa merasa lelah..
Trimakasih Bunda.. terimakasih telah menjagaku hingga dewasa..
Memberikanku seluruh cinta tanpa putus asa..
dengan cintamu, aku merasakan kekuatan yang sungguh luar biasa..
Love you Mom,
Aku tak akan pernah bisa membalas seperti cinta dan kasih yang telah engkau berikan kepadaku,
Sampai kapanpun!

 

6. Puisi Hari Ibu

Puisi Hari Ibu
Source: sompaisoscatalans.cat

Ibu Yang Hebat Untukku

Tuhan menciptakan ibu yang hebat,,
ibu yang ngga pernah menua,,

Dia membuat senyumannya seperti cahaya ,,
dan Dia menjaga hatinya seperti emas,,
dalam matanya terpancar sinar bintang yang berkilau,,
dalam wajahnya terdapat banyak bunga yang indah,,

Tuhan menciptakan ibu yang hebat,,
dan Dia memberi ibu itu untukku,,

 

Pantaskah Aku

Ku duduk berdiam diri
Wanita yang mulai renta ku pandangi
Wanita yang selama ini mengasihi
Serta merawatku sepenuh hati

Seorang wanita yang tak kenal mengeluh
Yang tak peduli dipelipisnya berjuta peluh
Yang bekerja keras tak kenal waktu
Hanya demi kesuksesanku

Tapi pantaskah aku ?
Masih dicintainya
Masih disayanginya
Masih menjadi kebanggaannya

Aku hanyalah anak tak tau diri
Yang hanya tidur dan pergi setiap hari
Yang membentaknya kala dinasihati
Yang manja dan mementingkan diri sendiri

Pantaskah aku, ibu ?
Mendapat kasih sayangmu
Mendapat cinta tulusmu
Memanggilmu seorang ibu

Aku marah,
Aku benci,
Pada diri sendiri

Mengapa baru ku sadari ?
Aku mengecewakannya
Aku beban hidupnya
Aku berdosa padanya

Pantaskah aku,
Mendapat surgamu ibu ?

 

Ibu

Bait-bait dunia terangkai membingkai
Wacana pun berurai
Hiasi jendela
Menyemai

Bergulir waktu meremas raga
Usia pun menua
Kau renta
Ibu

Keriput menyirat rona senja
Tertatih menapak dunia
Kau lelah
Ibu

Berkubang keringat memuntah merah
Kauperas sekuat daya
Bagi kami
Anakmu

Terseok menahan beban punggungmu
Kaujunjung luahan darma
Bagi kami
Putramu

Gulita lara menindih ringkih
Pejam netra mengatup
Tergolek lemah
Ibu

Maafkanku tiada mampu membalasnya
Hanya hamparan doa
Mengiring bahagia
Bagimu

 

Puisi Bunda Jiwa Terindah

Terlihat senyum tulusmu
Terasa doamu yang tak pernah henti
Tercipta kasih sayang tulusmu
Tak akan tergantikan
Wahai kau wanita terhebat
Kaulah segalanya untukku
Di saat ku bahagia
Air mata kebahagiaan terpancar bersinar
Di saat ku sedih
Air mata doamu tiada pernah berhenti
Tiada pernah mengeluh
Tiada pernah kecewa
Tiada pernah lelah
Jiwamu sungguh indah
Akan selalu ku ingat
Cerita ini akan selalu ku kenang
Engkau selalu ku doakan sepanjang hidupku
wahai kau wanita terhebat, IBU

 

Puisi Ibu Kasih Hatiku

Kasih Hatiku
Kian hari kian ku ingat
Masa waktu bersamanya
Semakin ku jauh darinya
Semakin kuat rasa
Tuk selalu ingin bersamanya
Aku tak mengerti akan semua
Bagiku

Dialah selimut penghangat
Di kala dingin malam menyayat
Dialah kapas penghapus
Di kala tetes airmata terjatuh
Dialah sandaran terhangat
Di kala pilu hatiku menerjang
takkan pernah ada
Yang dapat menggantikannya
You are my guardian angel MOM

 

Ibu

Engkau
Adalah malaikatku
Kasihmu sepanjang waktu
Kau melindungiku tanpa menggerutu

Tegar
Penuh sabar
Kau berjuang sendiri

Kala ditinggal sang suami

Mutiara
Ciptaan mulia
Kilaumu tiada tara
Karunia Khalik alam semesta

Engkau
Rela berjibaku
Rela menukar nyawa
Demi anak, sekalipun durhaka

Selamat Hari Ibu.

 

Do’amu Ibu

Ibu…!
Aku tahu…
Semua letihmu itu tulus
Dan…akupun tahu
Bukan apa-apa yang engkau ingin
Engkau tak pernah inginkan apa-apa

Ibu…!
Dulu engkau pernah bilang
Cepatlah besar anakku !
Jadilah engkau orang besar
Yang membesarkan hati Ibu

Ibu…!
Semua hebatku
Tak kan pernah ada
Tanpa ikhlas pengorbananmu

Ibu…!
Sabdamu adalah do’a
Do’a yang nyaring terdengar
Dan pasti… didengar !

Bukan gelimang harta tuk membalas
Bukan pula, tahta dan mahkota
Bhakti, taat… menjaga hati
Itu saja…cari dan mesti kau beri

 

Puisi Jasa Seorang Ibu

Ibu,,,
kau membingbingku selama satu tahun
kau begitu baik padaku waluapun aku suka marah-marah

Ibu¡,,,
kau begitu ceria dan rajin dari pada guru yang lain
ibu,,
kau yang pintar,baik,ramah,cantik,dan sopan

Ibu,,,
kalau aku membuat salah tolong maafkan aku
karena aku cuma kesal karna aku selalu diejek

Ibu,,,
kalau aku lagi sedih kau menghibur aku
kalau aku lagi kesal kau menghiburku

Ibu,,,
terimakasih atas jasa-jasamu jika aku
masih sempat bertemu dengan ibu
aku sangat ingin memeluk ibu

 

7. Puisi Ibu Kartini

Puisi Untuk Ibu Kartini

Ibu Kartini
Kau adalah teladan bagi kami
Kau sejajarkan kami di mata dunia
Kau adalah cerminan bagi kami

Ibu Kartini
Meski kau telah tiada
Namun semangat dan perjuanganmu
Masih menyemangati kaum hawa di seluruh nusantara
untuk ikut berperan serta dalam pembangunan bangsa Indonesia

Lihatlah kini kartini-kartini sekarang
Yang terus berjuang dalam semangatmu
Mulai dari guru sampai capres
Mulai dari dapur sampai Istana
Semua kini bisa berkarya
Walaupun terkadang masih direndahkan
Walau terkadang masih dilecehkan

Tapi

Mereka kini bisa berkarya
Tidak hanya sekedar meminta
Dan sekedar menerima

Lihatlah ibu

Betapa agung perjuanganmu
Kini aku bisa ikut berbangga
Melihat hasil perjuanganmu
Sekarang para kartini muda

 

8. Puisi Untuk Kedua Orang Tua

Puisi Untuk Kedua Orang Tua
Source: sompaisoscatalans.cat

Saat Aku Menyatu Dalam Tubuhmu

Ketika dulu aku masih menyatu dalam ragamu..
Ku temukan Sebuah kehangatan serta keindahan di dunia itu..
Kemanapun jejak kakimu melangkah, ragaku selalu ikut menyatu dalam tubuhmu..
Tak sedikutpun aku rasakan keluhanmu dengan kehadiranku di tubuhmu yang ku anggap itu adalah duniaku..

Dan hanya suara kasih sayanglah yang selalu kudengar dalam menanti kehadiranku..
Hingga tibah saatnya..
Tuhan menakdirkan aku untuk keluar dari kenyamananku menuju pada dunia baru..
Gema suara adzan yang pertama kali kudengar telah menyambut kedatanganku didunia baru ini ialah ayahku..
Tuhan.. Seperti inikah dunia yang ingin kau perkenalkan padaku.
Dunia yang penuh dengan tantangan dan ujian dalam menggapai Ridho-Mu..
Tapi lewat ajaranmulah untuk menyuruhku berbakti pada kedua orangtuaku hingga aku bisa menggapai Ridho-Mu..

Teruntuk ibuku,,,
terimakasih atas kasih sayang yang selama ini kau berikan padaku.
Engkau adalah syurgaku akhiratku..

Teruntuk ayahku,,,
terimakasih atas tetesan keringat yang kau korbankan demi menghidupiku melengkapi semua kebutuhanku dan engkau dalah syurga duniaku
Maka aku butuh ibu dan ayahku agar aku bisa mendapatkan syurga dunia dan akhiratku

 

9. Puisi Untuk Ayah Tersayang

Rindu Kasih Sayang

Kau ajarkan ku bermimpi dan berbuat
Kau ajarkan aku jadi yang terbaik
Petuah nasihat, perintahmu
Teringat kental dalam memori

Hingga kini ku beranjak dewasa
Aku rindu kasih sayang itu
ayah

 

10. Puisi Untuk Ibu Guru Tercinta

Puisi Untuk Ibu Guru Tercinta
Source: happywalagift.com

Guru Samudera

Kita ini tuna muda di tengah samudera,
Tak tahu apa selain koloni saja,
Spesies luar begitu asing,
Dunia ramai kejam dan selalu bising,

Kau buka dengan pena,
Tabir misteri generasi kita, Kau bilang itu semua cakrawala,
Luasnya ilmu Sang Pencipta,

Jubahmu telah memudar bu,
Tapi jasamu untukku,
Jadi jalan memakmurkan hidupku. Selamanya
(Untuk Ibu Guru ku)

 

11. Puisi Ibu Pendek

Puisi Ibu Pendek
Source: wallpapers4u.org

Ibu

Ibu,,,
dalam linangan air mata akupun begitu
dalam ungkapan doa akupun meminta
sama seperti dahulu saat mengintipmu dalam sholat malammu
kusebut jua namamu ibu dalam tetes airmataku

kuyakin kau berduka menatap rautku dalam isak
lemas terkulai aku dihamparan sajadahku
ingatmu adalah kekuatanku sorga kupinta bagimu ibu
dalam airmataku bersama doaku

 

Ibu

Betapa besar kasih sayangmu
Menghadirkan ku ke bumi ini
Membuatku mengenal surya
Melihat mentari indah menyingsing

Oh ibuku,,
Betapa beratnya pengorbananmu
Memikul ku dalam kandungan
Letih kan badan yg sudah lemah

Ibu ku,,,
Kaulah pelangi dalam jiwaku
Kaulah cahaya surga bagiku
Menerangi ku dalam gelap nya malam

 

Untuk Ibuku Tercinta

Ku ingin,
Menghirup udara yang kau hirup.
Melangkah,
Di tempatmu melangkah.
Berteduh,
Di tempatmu berteduh.
Dan terlelap di atas pangkuanmu.

Ibu,,,
Ku hanya ingin selalu bersamamu.
sepanjang waktuku

 

Kesunyian Ibu

Dahinya adalah jejak sujud yang panjang
Perjalanan waktu membekas di pelupuk matanya
Derai air mata di pipinya telah mengering
Tanpa sisa, tanpa ada yang menduga

Ia memilih jalan sunyi untuk bertanya
Hiruk pikuk untuk tersenyum di beranda derita
Menjerit saat lelap berkuasa Berdoa bukan untuk dirinya

 

Bunda

Bunda,,,
Dikala kusebut namamu
Tampak olehku wajah manismu
Senyummu menyiratkan kasih sayang
Sinar matamu melambangkan ketulusan

Bunda,,,
Kau laksana sang surya
Menerangi relung-relung jiwa
Kau bagaikan embun pagi
Menyejukkan kedamaian hati

Oh bunda,,,
Jasamu tiada tara
Manjamu melambangkan cinta
Meski kini kau telah tiada
Bayangmu selalu menyapa
Kasihmu hidup sepanjang masa

Puisi Ibu

Judul Puisi Ibu : Cintra Keagungan Lambang Kasih Suci

Ibu oh Ibu, engkaulah
Citra keagungan dan ketulusan hati
Dalam mengasihi dan menyayangi
Maka bersama doa restumu, kami melangkah
Menempuh perjalanan, menyibak rintangan,
Menembus badai topan
Menyongsong matahari harapan
Menjadi manusia melia yang keberadaanya
Membawa manfaat dan untaian makna

Ibu oh Ibu, lambang kasih suci
Di keteduhanmu kami menikmati nuansa firdausi
Bersama ayah, adik, dan kaka yang saling menyayangi
Mewujudkan keluarga bahagia, dan dari sinilah
Kami berangkat menuju medan juang dan berkiprah
Dalam studi, berkarya, beribadah
Merajut jati diri beradab berbudaya

Ibu oh Ibu, engkau jualah
Nurani kemanusiaan penuh pengabdian
Teladan dalam keikhlasan dan perjuangan
Menjadi insan bermartabat

Ibu mengambil peran dalam kancah di masyarakat
Setia membersamai suami dan kami
Menyemangati dalam meraih prestasi
Penuh sikap peduli dan rasa simpati

Ibu oh Ibu,
Kepadamu kami berbakti
Bersamamu saling menyayang dan mengasihi
Saling memuliakan dan menghormati
Menerjemahkan ajaran Illahi.

 

Puisi Untuk Bunda

Judul : Samudra Kasih Bunda

Ibu selalu memberi, memberi, memberi
Sedari kita kecil hingga dewasa
sampai dia pun tutup usia

Kasih sayangnya pancaran kasih sayang Tuhan
Tulis ikhlasnya pancaran tulus ikhlas Tuhan
Dia samudra amat dalam dan langit luas kehidupan

Dia seindah kerajaan burung-burung dan terumbu karang istana ikan
Yang menjajikan kedamaian dan hidup bahagia
Dia benteng pelindung atas bencana menimpa
Meski tubuhnya sendiri renta

Ibulah cahaya-cahaya di kegelapan
Pandu penunjuk jalan lurus
Karena hati dan cintanya yang tulus
Pengorbananmu, Buda, iklas sumbangsihmu
Teladan bagi banyak hal yang bernama baik
Dengan akhlak dan cantik

Dari rahimu kan lahir anak-anak salih-salihah
Di telapak kakimu tergelar surga
Karena selalu kau jaga langkahnya

Di hadapan ibu yang mulia
Terkaparlah anak-anak durhaka
Ialah mereka yang mengingkari dan mengkhianati
Tulus mendalam kasih sayangmu
Yang lalai dan lupa karena tipu daya dunia
Maka samudra ampunmu, Buda, kumohonkan sepenuh kalbu
Jika kami pernah bersalah, berdosa
Seringnya mengecewakan dan menyesakkan nafasmu
Adapun doa restumu, Buda, panjatkan dan limpahkanlah
Untuk putra-putri yang mendambakanmu
Sebelum kami berangkat mengayun langkah
Membuka lahan-lahan kehidupan.

 

PUISI IBU SINGKAT

Tak bisa aku berkata
Atas rasa syukur ini
Setiap saat kau habiskan waktu bersamaku
Pelukan hangatmu ddan cintamu menuntunku
Bijaksanamu membangunkanku

Ibu…
Cintamu tak pernah surut
Kala aku lemah,
Kau genggam tanganku
Agar aku kuat menjalani hidupku

Ibu…
Kuucapkan terimakasih padamu
Kau selalu menataku
Mengarungi waktu demi waktu
Kau selalu terjaga
Hingga saat ini

Ibu…
Kau selalu mengembalikanku menuju jalan kebenaran
Melalui nasehatmu
Maafku selalu kau terima
Terimakasih ibu

 

PUISI IBU SEDIH

Kala aku masih kecil
Aku masih di pangkuanmu
Kala itu pula aku tak pernah paham
Tentang apa yang kau tuturkan
Tentang apa yang kau lakukan untukku

Kala itu pula aku tak paham
Bagaimana pengorbananmu
Kau selalu mengajariku akan kebenaran
Hingga aku dewasa

Dan kini aku baru sadar
Sayangnya, kau sudah tak ada di sisiku
Aku merindukanmu, ibu…

Tuhan…
Berilah balasan akan segala pengorbanan ibuku..
Puisi Ibu Karya Chairil Anwar
Ibu…
Pernah aku ditegur
Katanya untuk kebaikan
Pernah aku dimarah
Katanya membaiki kelemahan
Pernah aku diminta membantu
Katanya supaya aku pandai

Ibu…
Pernah aku merajuk
Katanya aku manja
Pernah aku melawan
Katanya aku degil
Pernah aku menangis
Katanta aku lemah

Ibu…
Tiap kali aku tersilap
Dia hokum aku dengan nasehat
Tiap kali aku kecewa
Dia bangun di malam nan sepi lalu bermunajat
Tiap kali aku dalam kesakitan
Dia obati aku dengan penawar dan semangat
Dan kala aku mencapai kejayaan
Dia kata bersyukurlah pada Tuhan
Namun…
Tak pernah aku melihat air mata dukamu
Mengalir di pipimu
Sungguh begitu kuatnya dirimu

Ibu…
Aku sayang padamu
Tuhanku…
Aku berdoa pada-Mu
Sejahterakanlah dia
Selamanya…

 

PUISI IBU KARYA GUS MUS

Ibu…
Kaulah gua teduh
Tempatku bertapa bersamamu
Sekian lama
Kaulah kawah,
Dimana aku meluncur dengan perkasa

Kaulah bumi
Yang bergelar lembut bagiku
Melepas lelah dan nestapa
Gunung yang menjaga mimpiku
Siang dan malam
Air mata yang tak hentinya mengalir
Membasahi dahagaku
Telaga tempatku bermain, berenang, dan menyelam

Kaulah ibu, laut, dan langit
Yang menjaga lurus horisonku
Kaulah ibu, mentari, dan rembulan
Yang mengawal perjalananku mencari jejak surga di telapak kakimu

(Tuhan…
Aku bersaksi
Ibuku telah melaksanakan amanah-Mu
Menyampaikan kasih sayang-Mu
Maka kasihilah ibuku
Seperti Engkau mengasihi kekasih-kekasih-Mu
Amin)

 

PUISI IBU KARYA ZAWAWI IMRON

Kalau aku merantau
Lalu datang musim kemarau
Sumur-sumur kering
Daunan pun gugur bersama reranting
Hanya air matamu ibu
Yang tetap lancar mengalir

Bila aku merantau
Sedap kopyor susumu dan ronta kenakalanku
Di hati ada mayang siwalan memutihkan sari-sari kerinduan
Lantaran hutangku padamu tak kuasa ku bayar

Ibu adalah gua pertapaanku
Ibulah yang meletakkan aku di sini
Saat bunga kembang menyemerbak bau sayang
Ibu menunjuk ke langit, kemudian ke bumi
Akupun mengangguk meski kurang mengerti

Bila kasihmu ibarat samudera
Sempit lautan teduh
Tempatku mandi, mencuci lumut pada diri
Tempatku berlayar, menebar pukat dan melembar sauh
Lokan-lokan, mutiara dan kembang lau semua bagiku

Kalau aku ikut ujian lalu ditanya tentang pahlawan
Namumu, Ibu, yang kan kusebut paling dahulu
Lantaran aku tahu
Engaku ibu dan aku anakmu

Bila aku berlayar lalu datang angina sakal
Tuhan yang ibu tunjukkan telah kukenal
Ibulah itu bidadari yang berselendang bianglala
Sesekali datang padaku
Menyuruhku menulis langit biru dengan sajakku.

 

PUISI IBU ANAK SD

Berdiri ku berdiam diri
Perempuan yang mulai renta sekilas ku pandangi
Perempuan yang sepanjang hari mengasihi diri ini
Merawatku dengan sepenuh hati

Perempuan yang selalu mengenalku
Kala ku kecil, selalu di sampingku
Menuntun lalu mengajariku banyak cara
Berjalan dan berkata

Perempuan yang tak kenal kata lelah dan keluh
Yang tak peduli pelipisnya berjuta peluh
Yang selalu bekerja keras sepanjang waktu
Demi masa depan dan kesuksesanmu

Ibu…
Kau yang melahirkanku
Kau yang menyusuiku
Kau yang mengasuhku
Dengan penuh kasih sayang

Ibu…
Kau yang mengajariku berkata
Kau yang mengajariku berjalan
Kau pun yang mengajariku berproses
Dengan penuh kesabaran

Ibu…
Kau selalu menasehatiku
Kau selalu menjagaku
Dengan penuh cinta kasihmu
Karena itu, terimakasih ibu.

 

PUISI IBU CERIA

Terlihat wajah berseri nan senyum tulusmu
Terasa untukku tak pernah berhenti doamu
Tercipta kasih sayang tulusmu
Takkan terganti oleh siapapun itu

Kau perempuan terhebat bagiku
Kau adalah segalanya bagiku
Di kala bahagia dan sedihku
Selalu kurasa harap dan doamu

Tiada engkau mengeluh
Tiada engkau kecewa
Tiada engkau lelah
Tiada engkau berkeluh kesah

Cerita tentangku bersamamu kan ku kenang selalu
Senantiasa engkau ku doakan selama hidupku
Wahai engkau perempuan mulia nan terhebatku
Ibu….

Adalah manusia yang tangguh
Wanita yang membawa ku pada pada dunia
Membawa pada ceriaku
Lalu pada tawaku

Belaikasihnya begitu lembut
Nasehatnya yang tak berakar dalam kalbu
Tatapan wajahnya yang menduhkan
Menjadi alasanku tuk rindu selalu

Senyum bahagiaku menjadi bahagianya
Bahagianya cukup sederhana
Aku tumbuh sehat dan ceria
Aku menjadi orang baik dan berguna

 

PUISI IBU TERCINTA

Bunda (Karya: Ari Burhani)

Sarat rasa cinta dengan tulus diberinya
Tiada dengan tidak makna pada tiap ucapan kata
Usapan kasih selalu, gumam kecilpun terus berlagu

Sesaat terlupa
Lepas dari sadar kita
Balaspun tak diminta olehnya
Ajar sikap terarah, lenyap topang siap direngkuh
Lenyap perasaan gundah pun hadirkan suasana teduh

Sesaat terlupa
Lepas dari sadar kita
Balaspun tak diminta olehnya
Cukup bentuk jiwa bijaksana
Banyak lencana pantas tertuju baginya
Tiap manusia yang dilahirkan ingat lekatlah budi luhurnya

 

PUISI IBU BAHASA INGGRIS

Mom…
You have given me birth by risking your life
You have raised me with all your own sweat
You have given all your love for me
You took care of me with all your heart
You also education me with great affection

Mom…
You taught me how to walk
You taught me how to speak
Every day and night you spend your time for me
When hot and cold you always fight for me

Mom…
Thanks for your sacrifice
Thank you for your love
Thanks for your time
Thank you for everything
Although I know my thanks is not mean for you
It will not be able to replay your services

Thanks, Mom…
For the strength, love, and care
For in the world that is quite rare
For being my guardian and my guide

Yard by yard
You have bever let others change who you are
You have always shown me that
You are my favorite star
You move through the unknown with strength

No matter how far the length would
Have never been here today
Without your unbounded love
Without your ultimate sacrifice
Without the support I needed
Without your motherly advice

I never would have succeeded
I could never stay above
I just wanted you know
I will always stand by your side
I will give back and be your guide
I will fight for you in the hard time
And I will never lose my faith in you

Thanks, Mom
I love you so much
Never forget the your support

 

PUISI IBU 4 BAIT

Terdiam kusejenak dalam renungan kala
Bayang wajahmu datang menyapa
Lalu waktu kembali ke belakang
Membuka memori masa kecil nan terkenang

Tetesan air mata hingga keringat berjuang menghadapi maut
Demi kedatangan sang buah hatinya
Bahagia tak terkira
Di kala dia mendengar tangisan pertamaku

Kala ku mulai belajar berbicara
Dia mengenalkanku dengan kata-kata
Kala ku belajar berjalan
Dia selalu menuntunku hingga sampai tujuan

Kasih sayang itu tetap sama sepanjang masa
Tak lekang oleh usianya
Kupersembahkan doa padanya
Semoga Tuhan memberinya hidup bahagia selamanya

 

PUISI IBU 3 BAIT

Kau tak perlu menempuh ribuan mil, ibu
Biarkan aku saja yang melakukan itu
Kau tak perlu menempuh ribuan mil, ibu
Karena engkau adalah tempat kepulanganku

Tunggulah di sana untukku, Ibu
Di rumahmu
Tempat engkau dan aku bermain dan bercanda
Tempat aku bermanja ria

Tunggulah di sana untukku, Ibu
Rajutlah harap dan doa untukku
Sampai aku pulang membawa sekantong cinta dan rindu
Sampai aku melihat raut muka berseri darimu

“Membaca Wajah Ibu” Karya: Mustafa Ismail

Di situlah bintang itu
Terselip dalam kelopak matanya
Tetap indah, tetap cerah
Akupun larut dalam sinarnya

Di situlah laut
Mengalir hawa nan dingin
Untuk setiap perjalanan
Tetap teduh, tetap biru
Yang membuatku selalu terpana dan rindu

Di situlah sumur
Yang tak pernah lelah memberi
Dan aku adalah gayung
Yang masih tetap menimbanya

 

PUISI IBU 2 BAIT

Saat di rumah ibu adalah guru bagiku
Saat di lapangan ibu adalah pelatih bagiku
Saat di taman bermain ibu adalah penjagaku juga pelindungku
Saat ku sakit, ibu adalah dokter untukku

Di ranjang tidurku, ibu adalah seorang pengasih
Di rumah pula, ibu adalah koki terhebat di sepanjang masa
Kala ku melangkah pergi, ibu adalah pemesan terbaik bagiku
Terimakasih atas multiperanmu, Ibu

Dia adalah malaikat
Dia juga bidadari tak bersayap
Pejuang nan begitu kuat
Tuk hidup dan kehiduapan

Dialah ibu…
Yang penuh kasih dan sayang
Yang penuh kelembutan belaikasihnya
Yang tak hentinya berharap, berdoa demi anaknya

Pepatah berkata “Surga di Telapak Kakimu”
Begitupun ridlomu adalah ridlo Tuhan
Nasehatmu menyejukkan pikirku
Dan doamu mudah terijabah oleh-Nya

Terimakasih ibu…
Lindungi dia, wahai Tuhanku
Pula bahagiakan dia, wahai Tuhanku
Sediakan surga yang teramat indah untuknya suatu nanti

 

PUISI IBUKU

Ibuku..
Ku tau
Kini usiamu tak lagi muda
Namun, untukmu ku belum bisa apa-apa

Ibuku…
Ku tau
Kakimu tak sekokoh dulu
Kala kau mengandungku, memangkuku, dan mendampingiku

Ibuku..
Tak ada yang berubah tentang kasih dan sayangmu
Kadang ku tak menyadari akan hal itu
Karna ku tenggelam dalam egoku

Ibuku..
Ku tau…
Lidahmu adalah penawar racun sakitku
Tamparmu adalah penyadar hidayahku

Ibuku…
Bagiku…
Tak ada yang sepadan dengan sebuah kata kias
Karena hanya kata Ibu itu saja yang pas

 

PUISI IBU MENYENTUH HATI

Ku tau ibu
Kau sembunyikan letihmu dalam senyummu
Derita maam dan siang selalu menghampirimu
Tak sedikitpun terhenti langkahmu
Tuk bisa memberi harapan baru bagiku
Kadang cacian pun menghampirimu
Kadang pula hinaan melintasi jalanmu
Namun, kau tak pedulikan itu
Bahkan kau terus melangkahkan kakimu
Demi tuk masa depan anakmu

Ku tau ibu
Bukanlah setumpuk emas yang kau harap dariku
Bukan tumpukan uang yang kau minta dalam hasilku
Bukan pula sebatang perunggu dalam kemenangan ku
Namun, keinginan hatimu kebahagianku

Kau selalu berkata padaku
Tentang nasehat, pesan, dan rasa sayangmu
Akupun begitu ibu
Aku bisa apa untukmu
Doalah yang selalu kupanjatkan untukmu

 

PUISI IBU PENDEK

Kau ibu
Manusia pertama yang ku kenal
Sebaliknya, kau mengenalku lebih dari segala
Karena aku anakmu

Ibu
Orang yang kusayang
Begitupun engkau
Orang yang menyayangku selalu
Dalam setiap waktu

Kasihmu tak bermuara
Sayangmu tiada tara
Pengorbananmu tak terkira
Ketulusanmu tiada duanya

Menetes air mata
Jangan di tahan
Luapkan rasa hatimu
Tapi kau tersenyum selalu

Tersenyum
Dan melembutkan gaarisnya
Mengikhlas
Dan tegar dan menghadapi kehidupan

Selalu tenang
Engaku bersembunyi
Dari rasa sesak
Selalu kau tampil dengan kelembutan

Ibu..
Doa terperanjat
Dengan kedua telapak tanganmu
Engkau menengadah pinta hajat

Ibu…
Terlintas senyummu
Pada getar rasamu
Sampai terasa tenang hatiku

 

PUISI IBU TERSAYANG

Cintanya sungguh tak terkira
Sarat akan hikmah kata-kata mutiara
Penuh makna di setiap nasehatnya
Halus lembut belaikasihnya

Tentang jarak yang terpisah dengan buah hatinya
Tak lantas menunjukkan air matanya
Sesungguhnya tak karuan tanggung pedihnya
Kala harus berpisah dengan buah hatinya

Tak pernah lelah dia memanjatkan doa
Walau kadang kitapun lupa akannya
Tak pernah pula bersumpah bala
Walau tutur dan sikap menyakitinya

Doanya laksana anak panah
Oleh-Nya mudah diijabah
Dia laksana bidadari sederhana
Yang tak perlu kita puji tuk memberikan yang sempurna

 

PUISI IBU LENGKAP

Dari segumpal darah aku dalam rahimmu
Hingga aku menjadi makhluk sempurna ciptaan-Nya
Makhluk yang nantinya menjadi titipan untukmu
Hingga aku lahir ke dunia ini

Kau jaga, rawat, dan lindungi aku
Kau ajari aku bertutur kata
Kau ajari aku bertindak tanduk
Kau ajari aku baik buruk

Menjalani semua itu
Kau tak kenal kata dan rasa lelah pun pilu
Kau menjalaninya dengan bahagia bersama pun tak terkira
Walau kadang kesal akan tingkah dan rajukku

Kau tetap menjalaninya dengan sepenuh hati
Mencurahkan segala kasih sayang
Melakukan berbagai cara untuk bahagia anakmu
Tak peduli apa kata orang banyak

Kau pahlawan pribadiku
Yang menghiasi kehidupan kecil dan dewasaku
Senyum manis selalu terpancar darimu
Yang selalu menguatkan batinku

Sinar cintamu kan ku kenang selalu
Cintamu itu kan terus bercahaya di hatiku
Dengan cara apapun itu
Ku kan berusaha membalas cinta, kasih, dan sayangmu

Aku sadar dan tau
Tiada muara kasih sedalam ibu
Doa dan belaianmu tanpa terputus kan selalu
Menjadi untaian ibu untuk anakmu

Kini baktiku seakan tiada sempurna
Pengabdianku padamu kurang rasanya
Kesibukanku lalaikan tugasku sebagai anakmu
Hanya doa ku panjatkan
Hanya terimakasih ku padamu sampaikan

 

PUISI IBU HEBAT

Terlihat samar di matamu nan bening
Bagai permata safir
Cintamu yang tiada akhir

Tersirat di wajahmu nan teduh
Bagai pendekar hatiku
Tersirat senyummu penuh arti
Lemahmu, bagai telaga kautsar
Menawan hati juga menyejukkan

Bunda…
Kutitip setitik air mata
Pada hujan tentang rindu yang tiada tara
Agar ia sampai menjumpaimu di suatu kala

Bunda…
Kutitipkan semua rasa cinta
Pada mentari yang tak kenal asa
Agar ia menjumpaimu kala muncul hingga senja

Bunda…
Ku titipkan semua rasa sayangku
Pada bintang yang berkelip indah
Agar ia selalu menghias setiap malam syahdu

Bunda…
Aku tetap sama dengan yang dahulu
Selalu menyayang, mencinta, dan merindumu
Karena akupun tetap buah hatimu

 

PUISI IBU MENYENTUH HATI

Di setiap irama tubuhmu
Kau selalu menyapa
Dalam kepenatan yang tak terbisikkan
Kau selalu mendekap

Kini usiaku telah berubah
Kini aku bukan lagi anak-anak
Karena kaulah yang membentuk jiwa mentah diri ini
Kau yang membantu mengolah emosi labilku

Kau yang selalu memberiku kata bijak
Nasehat yang senantiasa ku laksanakan
Kau yang selalu menyayangku di setiap waktu
Pagi, siang, pula malam

Kau pengantar luasnya pengetahuanku
Kala kamus kota kataku hanya setitik air menetes
Kaupun memenuhinya sampai menjadi sebuah lautan
Yang mengantarkanku beragam pengetahuan

Kau adalah kilau bintangku
Yang tak pernah terlupa
Bahkan oleh rangkaian huruf sejarah peradaban manusia

 

PUISI IBU CIPTAAN W.S RENDRA

“Jangan Takut Ibu”

Matahari musti terbit
Matahari musti terbenam
Melewati hari-hari fana
Ada kanker payudara, ada encok, pun ada uban

Ada gubernur sarapan bangkai buruh pabrik
Bupati mengunyah aspal
Anak-anak sekolah dijadikan bonsai
Jangan takut, Ibu!
Kita harus bertahan
Karena ketakutan, meningkatkan penindasan

Manusia musti lahir
Manusia musti mati
Diantara kelahiran dan kematian
Bom atom dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki
Serdadu-serdadu Jepang memenggal patriot kepala Asia
Ku Klux Klan membakar gereja orang Negro

Begitupun teroris Amerika meledakkan bom di Oklahoma
Memanggang ibu-ibu, bayi-bayi, pun orang tua
Di Miami dirampok dan dibunuh pula turis Eropa
Serdadu Inggris membantai para pemuda di Irlandia
Orang Irlandia meledakkan bom London yang tentu taka man

Jangan takut, Ibu!
Jangan mau diancam
Jangan mau digertak
Sebab ketakutan juga meningkatkan penjajahan

Sungai waktu
Telah menghanyutkan keluh-kesah mimpi yang merangas
Keringat bumi yang menyangga peradaban insan
Menjadi mercury juga uranium
Tapi, jangan takur, Ibu!
Bulan bagai alis mata terbit di ulu hati

Rasi galaksi Bima Sakti berzikir di dahi
Aku cium tanganmu, Ibu
Rahim dan susumu adalah persemaian harapan
Kekuatan ajaib insan
Dari zaman ke zaman

 

PUISI IBU INDAH

“Ibuku Dahulu”
Karya: Amir Hamzah

Ibuku dahulu pernah marah padaku
Diam ia tiada berkata
Pun aku lalu merajuk pilu
Tiada peduli apa yang terjadi

Matanya selalu mengawasi daku
Walau bibirnya sama sekali tiada bergerak
Rautnya masam menahan sedan
Hatinya pun pedih sebab lakuku

Aku berkesal hati
Menurutkan setan, mengkacau-balau
Jurang celaka sudah terpandang di muka
Kusongsing pula, agar cedera

Bangkit ibu dipeganglah aku
Dirangkumnya lalu segera dikucupnya aku
Serta dahiku berapi pancaran mereka
Sungguh sejuk sentosa turun kalbu

Begitupun engkau
Ibu, bapak, pula kekasih
Berpadu dalam dirimu
Mengawas dalam dunia daku

 

PUISI IBU KARYA KHALIL GIBRAN

Ibu adalah segalanya
Dialah penghibur dalam kesedihan
Pemberi harapan di dalam penderitaan
Pemberi kekuatan di dalam kelemahan

Dialah sumber cinta, belas kasih, simpati, dan pengampunan
Manusia yang kehilangan ibunya
Berarti kehilangan jiwa sejati yang selalu memberinya berkat
Pun menjaganya tiada henti

Segala sesuatu pun di alam ini
Melukiskan tentang susuk, ibu
Matahari adalah ibu dari planet bumi
Yang memberikan makanannya dengan sinar panasnya

Matahari tiada pernah meninggalkan alam semesta pada malam hari
Hingga matahari meminta bumi tuk tidur sejenak
Dalam nyanyian lautan dan siulan burung-burung
Pula anak-anak sungai

Dan bumi adalah ibu dari pepohonan dan bunga-bunga menjadi ibu yang baik
Bagi buah-buahan dan biji-bijian
Ibu sebagai pembentuk dasar di seluruh kewujudan
Dan adalah roh kekal, penuh cinta juga keindahan

 

PUISI IBU KARYA CAK NUN

Bila kau menangis
Bundamu yang meneteskan air mata
Dan Tuhan yang akan mengusapnya

Bila kau bersedih
Bundamu yang kesakitan
Dan Tuhan yang menyiapkan hiburan-hiburan

Menangislah banyak-banyak tuk bundamu
Dan jangan sekalipun kau
Membuat Tuhan naik pitam padamu

Kala bundamu menangis
Para malaikatlah yang menjelma
Menjadi butiran-butiran air matanya

Dan cahaya yang memancar dari airmata bunda
Membuat para malaikat itu silau dan marah padamu
Dan kemarahan para malaikat adalah kemarahan suci
Hingga Allah tak melarang mereka tatkala menutup pintu surga

 

PUISI KARYA WIJI TUKUL

Ibu pernah mengusirku
Pergi dari rumah
Namun, menangis kala aku susah

Ibu tak bisa memjamkan matanya
Jikalau adikku tak bisa tidur sebab lapar
Ibupun kan begitu marah
Kala kami berebut jatah makan
Yang bukan hak kami

Ibu memberi pelajaran keadilan kepada kita
Dengan kasih sayang
Ketabahan ibuku
Mengubah rasa sayur murah menjadi sedap

Ibupun menangis kala aku mendapat susah
Dan ibu menangis kala aku bahagia
Ibupun menangis kala adikku mencuri sepeda
Dan ibu menangis kala adikku kelar dari penjara

Ibu,
Adalah hati yang rela menerima
Walau selalu disakiti anak-anaknya
Penuh ampun dan maaf

Kasih sayang ibu adalah sinar keghaiban
Tuhan membangkitkan haru insan dengan kebijakan
Ibupun yang mengenalkanku kepada Tuhan

 

PUISI IBU DAN AYAH

Ibu, ayah…
Terima kasih tuk semuanya
Terima kasih tuk kesempatan hidup
Sebab engkau, aku bisa merasa udara dunia

Ibu, ayah…
Terimakasihku tuk semuanya
Terimakasihku tuk kasih sayang engkau
Kasih sayang engkau, tiada duanya bagiku

Ibu, ayah…
Terimakasihku tuk semuanya
Terimakasihku atas cinta
Cinta engkau padaku tiada tara

Ibu, ayah…
Terimakasihku tuk semuanya
Terimakasihku tuk senyum
Senyum engkau membuatku nyaman bersama

Ibu, ayah…
Ku ingin engkau sehat selalu
Supaya engkau merasakan kesuksesanku
Sungguh ku inginkan itu

Ibu, ayah…
Ku ingin engkau bahagia selalu
Bagiku bahagiamu adalah bahagiaku
Sebagaimana engkaupun bahagia kala ku bahagia

Ibu, ayah…
Ku ingin engkau sehat selalu
Sehatmu begitu berharga bagiku
Agar ku bisa memandang sinar wajahmu di setiap waktu

Ibu, ayah…
Ku cinta kalian berdua
Sebagaimana kalian mencinta diriku
Sebagaimana mentari yang mencintai bumi selalu

Ibu, ayah…
Ku kan mengingat nasehat kalian selalu
Ku kan menjalankan nasehat kalian selalu
Pun kan kusimpan dalam ruang hatiku

Ibu, ayah…
Terimakasihku tuk semuanya
Semua yang telah engkau berikan untukku
Pengorbanan kalian terlalu banyak untukku
Maafkan diriku
Wahai ayah ibu

Baca Juga:

Contoh Puisi Perpisahan Sekolah
Contoh Puisi Keindahan Alam Indonesia
Contoh Puisi Pahlawan
Kumpulan Puisi Guru Tercinta Yang Menyentuh Hati

Sumber : Kumpulan Puisi

Nah itulah kumpulan puisi ibu sedih menyentuh hati Terbaru dan Terlengkap 2019, mudah-mudahan dapat bermanfaat ya. jangan lupa bacakan puisi ini untuk ibumu tersayang pada saat hari ibu. Teruslah selalu menghormati ibumu sampai akhir hayatmu. Sekian dan terimakasih.