Puisi Rindu Yang Tak Terbalaskan

Puisi rindu yang tak terbalaskan. Rindu adalah perasaan yang mengharap kembali apa yang pernah terjadi dalam hidup kita, Yaitu hal yang menyenangkan, suasana yang menggembirakan, keadaan yang nyaman, naaun saat ini sudah tak dapat lagi dinikmati, atau sesuatu hal yang menarik hati atau apapun yang menakjubkan di waktu yang lalu.

Berkaitan dengan kata rindu, rindu yang tak terbalaskan, judul puisi cinta kali ini adaha tentang puisi rindu tak terbalas . memanglah ketika cinda dan rindu tak terbalas sungguhlah sebuah hal yanga menyedihkan dan sanagt menyentuh di hati, nah bagaimana puisi rindu dan kata kata rindu dalam puisi ini tentantunya jawabannya adapa pada bait bait rindu, pada puisi rindu di bawah ini. “Salah satu penggalan baitnya, “Rindu yang tak terbalaskan menggelora pun meraja, Tanpa mampu terkendali oleh makna kata terkuak mewakili rasa, Namun tiada arti yang tertuang”. Selengkapnya dari bait ini, disimak saja puisi rindu berikut ini.

Kidung Rindu menjadi bisu

Ini kata Rindu mu terdiam..
Berdiam tak seperti kata kata cintamu..
Terkutuk kah hatiku mengucap Rindu..

Kau balaskan dengan hati bisu dan bisu..
Berdosakah jujur kata kataku
Mengucap aku rindu
Isyratkan akan kata kata diammu..

Terkurung di penjara kata kata mu
Terkunci dan tergembok rasa penasaranku
Jawablah..jangan kau tertunduk malu

PUISI RINDU YANG TAK TERBALASKAN

Mungkin bosan kau mendengarnya
Bahkan mungkin muak kau membacanya
Namun inilah ungkapan rasa dijiwa
Yang selalu ada mengiringi detak masa

Rindu menggelora pun meraja
Tanpa mampu terkendali oleh makna
Jutaan kata terkuak mewakili rasa
Namun tiada arti yang tertuang didalamnya

Hampa dijiwa
Hambar kurasa
seakan harapan tak nyata lagi.
Rindu yang kudambakan seakan sia sia sudah,
kasih sayang yang kuimpikan seakan sirna dari hadapn.

ungkapan jiwa kutuang kedalam risauku,
terus membayangi hari sepiku.
galau sepi kini hanya bisa kudapatkan.
dalam mengisi hari hariku..

Puisi bila tak terbalas rindu
Oleh:Rajieb Lokajaya

Terbaring ku di sudut tempat berteduh.
Selimutkan dingin yang amat menghangatkan.
Terpejam ku alaskan mistar yang terjal.
Ku rebahkan akal kecilku berbalut sutra.

Lolongan kesedihan di tengah senja yang buta.
Kuraba setiap jengkal ujung ujung batas mata.
Menyelinap lembut jemariku tombak peradaban.
Kuyakkan ragaku dalam sunyinya kehidupan.

Tertepuk lirih pahaku oleh kumbang malam.
Bergoyang sapa rambutku elus jemari tuhan.
Bagai ibu ungkapkan sayang anaku yang malang.
Bersemayam disudut malam yang mencekam.

Kemana..?
Kemana…?
Kemanakah pejaman mata ragaku yang rentan.
Terbaring bagai pencuri yang haus kan darah.

Sehelai daun berdebu mencekik setiap nafasku.
Di depan mata dan hidungku dalam gumaman.

Apa guna nyawaku bila tak terbalas rindu.
Ambilah ambilah ambilah nyawa ragaku.

Sebonggol cinta dan rindu yang kini kupunya
Aku terima aku terima aku terima itu semuanya.
Aku ……. Terima.
——————

Demikianlah puisi rindu yang tak terbalaskan baca juga puisi puisi yang lain yang ada di blog ini, semoga menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa di artikel selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *