Review: BYON S1371

Pada bulan Oktober 2008 saya membeli sebuah notebook BYON S1371 dari sebuah outlet di Mangga Dua. Spesifikasi notebook ini adalah:

  • CPU Intel Core 2 Duo T5850  @ 2.16GHz
  • RAM: 1GHz
  • Chipset: Intel® 965GM
  • HDD: 160 GB
  • DVD SuperMulti (DVD-RAM Support)
  • Wifi: Intel® Pro A/B/G
  • LCD 13.3″ Wide Screen
  • Graphic Intel 965GM 256MB Shared
  • Camera 2.0 MP CMOS
  • USB 2.0 Port 3x USB2.0, 1x e-SATA
  • Bluetooth 2.0
  • PCMCIA 2.1 Express CardBus
  • Card Reader 3-in-1 (SD,MMC,MS.MS-Pro)
  • Security Devices Finger Print

Harga terhitung murah untuk spesifikasi tersebut, saya membeli dengan harga Rp 7 jutaan. Di banding merek merek dalam negeri yang lain apalagi jika dibanding dengan merek-merek dari luar negeri.

Sebelum memutuskan membeli notebook ini saya sudah melakukan perbandingan antara harga dan fasilitas dari berbagai merek dan mencoba mencari review dari pengguna BYON. Rupanya rata rata review di internet menunjukkan hal yang positif tentang merek ini sehingga saya memutuskan untuk memilih merek ini dibanding dua merek dalam negeri lainnya. Selain itu saya juga mencoba mencari tahu siapa sebenarnya OEM dari BYON. Hal ini penting, sebab dengan mengetahui OEM-nya, kita dapat menduga tingkatan kualitas dari jeroan notebook tersebut.

Saya mencoba menginstall dua macam sistem operasi yaitu Windows XP dan Mandriva 2009.  Kedua-nya berjalan mulus dan tidak ada halangan yang berarti. Khusus untuk Mandriva, saya belum bisa mengaktifkan finger print yang tersedia dan WebCam yang tersedia juga tidak berfungsi karena belum ada driver yang tersedia untuk Mandriva. Jika ditilik dari unjuk kerja, lebih nikmat bekerja menggunakan Mandriva dibanding Windows XP.  Namun ketika mencoba menjalankan flight simulator, ternyata Windows lebih unggul. Hal ini saya kira wajar-wajar saja karena memang kalau di Game Windows lebih unggul.

Dari sekian kelebihan-kelebihan yang saya rasakan menggunakan notebook ini, ada beberapa hal yang cukup mengganggu: harddisk external lama (yang murah meriah itu) tidak bisa berjalan, kemungkinan suplai arus dari Port USB tidak mencukupi. Saya duga karena sudah menyediakan Port e-SATA sehingga jika kita hendak menggunakan external harddisk pastikan bahwa external harddisk tersebut bisa dihubungkan ke port e-SATA.  Kelemahan kedua adalah: touchpad terasa kurang sensitif terhadap gerakan tapping (meng-klik) sehingga saya harus menekan tombol kiri touchpad lebih sering dari biasanya. Dan terakhir adalah panas yang dihasilkan ternyata lumayan tinggi walaupun tidak sampai mengganggu pengetikan di keyboard tapi menyebabkan notebook ini tidak cocok di letakkan di paha. Di luar hal hal tersebut penggunaannya memuaskan.

Dari sisi baterei juga tidak mengecewakan:  2 jam 15 menit untuk mode “quiet office” dan mencapai 3 jam jika menggunakan mode “Power Saving”. Baterei sendiri adalah tipe 6 cell.

Mungkin pembaca ada yang bertanya apa alasan memilih layar 13,3 inchi? Alasannya karena: notebook sebelumnya yang berukuran 14″ ternyata cukup ribet membawanya jalan.  Ukuran 14″ termasuk besar dan berat. Sementara, ketika mencoba menggunakan notebook berukuran 12″, walaupun terasa ringan membawanya saya tidak tahan dengan kecilnya ukuran layar walaupun resolusi layar (1280×800) praktis sama.  Sehingga jalan keluar adalah mencari layar dengan ukuran diantara 14″ dan 12″ dan dengan berat masih dibawah notebook berukuran 14″. Berat BYON S1371 ini sendiri adalah : 1,9kg, ringan dibanding dengan notebook sebelumnya yang mencapai 2,8Kg.

Secara umum, saya cukup puas dengan pilihan saya atas notebook ini. Harga dan Unjuk Kerja yang optimal,  Fasilitas yang cukup, baterei yang tahan lama (untuk ukuran harga-nya) dan berharap notebook ini memiliki ketahanan yang cukup hingga saya punya uang yang cukup untuk membeli notebook yang lebih bagus di tahun tahun mendatang.