Macam-Macam Rumah Adat Jawa

Rumah Adat Jawa- Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki kekayaan yang melimpah dibandingkan dengan Negara lain. Mulai dari kekayaan alam, keindahan alam, melimpahnya sumber daya alam dan berbagai ragam kebudayaan. Dan semua hali itu bisa kita temukan di satu negara yang bernama Indonesia, all in one.

Pentingnya Mengenal Kebudayaan Indonesia

Mengenal Kebudayaan Indonesia
Seharusnya kita bersyukur kepada Allah karena telah di lahirkan di bumi yang subur ini. Dan salah satu kewajiban kita adalah menjaga bumi ini dari berbagai ancaman yang dapat berpotensi merusak Negara Indonesia ini. Entah dari serangan secara fisik maupun serangan pemikiran-pemikiran yang yang dapat merusak moral.

Pada kesempatan kali ini saya sedikit mengingatkan teman-teman semua kepada salah satu kebudayaan Indonesia. Yang kebudayaan ini jarang atau bahkan tidak dikenal oleh anak-anak jaman sekarang. Tapi anehnya, mereka lebih asyik untuk mengenal bahkan mempelajari budaya orang lain, yang tidak lebih baik dari budaya Indonesia.

Langsung saja, pada artikel kali ini saya akan mengangkat tema tentang rumah adat jawa. Kenapa saya mengambil tema ini? karena pulau jawa adalah tempat tinggal saya saat ini. Saya ingin mengenalkan budaya dari daerah yang saya tempati saat ini kepada teman-teman semua.

Artikel Terkait: Senjata Tradisional Jawa Timur

Selamat membaca!!

Rumah Adat Jawa

Rumah Adat Jawa
Setiap provinsi yang ada di Indonesia pasti memiliki suatu kebudayaan yang berbeda antara satu dengan yang lain. Langsung saja saya akan sedikit berbagi tentang salah satu budaya jawa, yaitu tentang rumah adat jawa. Rumah adat jawa antara lain sebagai berikut.

  1. Rumah Adat Badui.
  2. Rumah Adat Kebaya.
  3. Rumah Adat Kasepuh.
  4. Rumah Adat Joglo.


1. Rumah Badui

Rumah Badui
gambar Rumah Badui

Rumah adat jawa yang pertama adalah rumah badui, yang berasal dari Provinsi Banten. Secara keseluruhan rumah ini terbuat bahan-bahan yang berasal dari alam. Yang menjadi material utama untuk membuat rumah badui adalah bambu, sementara batu, kayu dan ijuk menjadi bahan pelengkapnya.

Pondasi rumah badui terbuat batu datar yang dipendam di dalam tanah. Biasanya batu yang digunakan untuk pondasi adalah batu yang didapatkan dari sungai. Penggunaan batu dalam podasi rumah ini bertujuan untuk mencegah tiang rumah agar tidak cepat lapuk.

Apabila tiang yang terbuat dari kayu bersentuhan langsung dengan tanah maka dapat dipastikan tiang akan cepat lapuk. Biasanya tiang rumah badui terbuat dari balok kayu yang besar dan kokoh. Kayu yang digunakanpun harus kayu yang kuat, seperti kayu jati, kayu mahoni dan kayu akasia.

Untuk bagian dinding rumah badui, biasanya terbuat dari anyaman bambu yang juga dikenal dengan bilik. Penggunaan bilik pada dinding rumah baduy bertujuan agar ruangan di dalam rumah bisa tetap sejuk. Karena udara bisa masuk dari sela-sela anyaman, hal ini juga salah satu faktor yang menyebabkan rumah ini tidak memiliki jendela.

Artikel Terkait: Contoh Memo Pribadi

2. Rumah Kebaya

Rumah Kebaya

Rumah adat jawa yang kedua adalah rumah kebaya, yang merupakan rumah adat dari Ibukota yaitu Jakarta. Pada dasarnya rumah kebaya adalah rumah adat dari suku betawi, mengapa disebut dengan rumah kebaya? Karena bentuk atap rumah ini seperti pelana, apabila dilihat dari samping akan terlihat seperti kebaya.

Selain rumah kebaya, suku betawi masih memiliki beberapa rumah adat lainnya, seperti rumah gudang dan rumah joglo. Meskipun suku betawi memiliki 3 macam rumah adat yang berbeda. Tetapi yang telah tercacat secara resmi, rumah adat suku betawi adalah rumah kebaya.

Salah satu ciri yang menonjol dari rumah adat ini adalah memiliki teras yang luas. Biasanya dimanfaatkan untuk menerima tamu atau untuk sekedar berkumpul dan bersantai bersama keluarga. Kebiasaan suku betawai jaman dahulu, membuat sumur di depan rumahnya dan makam di samping rumahnya.

Dinding rumah kebaya terbuat dari panel-panel yang dapat dibuka atau digeser sewaktu-waktu. Dengan maksud, agar rumah kebaya bisa terasa lebih luas dan lebih rapih. Dari segi sifatnya rumah kebaya di bedakan menjadi dua bagian yang berbeda.

Yang pertama adalah bagian depan yang besifat umum, yang setiap orang dapat melihat keindahan dan keasrian rumah ini. Dan yang kedua adalah bagian belakang rumah atau yang bersifat pribadi. Bagian ini hanya boleh dilihat apabila kita mendapatkan izin dari pemiliki rumah.

3. Rumah Adat Kasepuh

Rumah Adat Kasepuh

Rumah adat jawa yang selanjutnya adalah rumah adat kasepuh yang merupakan budaya dari Provinsi Jawa Barat. Rumah adat kasepuh didirikan petama kali pada tahun 1529, oleh seorang pangeran yang bernama Cakrabuana. Pada umumnya rumah ini juga disebut dengan sebutan rumah keraton oleh masyarakat Jawa Barat.

Rumah keraton ini adalah bentuk penyempurna dari rumah yang sebelumnya yaitu Keraton Pakungwati. Rumah adat ini adalah salah satu peninggalan dari kerajaan islam yang ada di Jawa Barat khususnya Cirebon. Hebatnya, rumah kasepuh ini masih dapat kita temui, dan masih terawat dan juga terpelihara hingga saat ini.

Rumah kasepuh terdiri dari beberapa bagian, yang setiap bagian pada rumah ini memiliki nama dan fungsi yang berbeda. Langsung saja saya akan menjelaskan tentang bagian-bagian rumah kasepuh atas pengetahuan saya. Bagian-bagian Keraton Kasepuh yang ada di kota Cirebon Jawa Barat antara lain.

Artikel Terkait: Contoh Surat Pernyataan

Bagian-Bagian Keraton Kasepuhan Cirebon

Bagian-Bagian Keraton Kasepuhan Cirebon

1. Pintu Gerbang Keraton

Apabila kita mengunjungi keraton kasepuh yang berada di Jawa Barat. Yang akan kita temui pertama kali adalah pintu gerbang utama, yang terletak tepat dibagian utara keraton. Masyarakat sekitar sering menyebutnya dengan sebutan kreteg pangrawit yang berarti jembatan.

2. Bangunan Pancaratna

Sesudah melewati gerbang utama dan sebuah jembatan yang berada di depan keraton. Maka tempat yang akan kita temui selanjutnya adalah sebuah bangunan yang bernama pancaratna, berada di sebelah kiri. Bangunan ini memiliki luas sekitar 8×8 meter, dengan atap yang disangga dengan 4 tiang besar.

3. Bangunan Pangrawit

Setelah melewati ruangan yang bernama pancaratna, makan bangunan yang akan kita temui selanjutnya bernama pangrawit. Ukuran ruangan ini sama dengan ukuran ruangan pancaratna yaitu 8×8. Pada lantai ruangan ini terbuat dari tegel yang memiliki ukuran yang sama antara satu sama lain.

4. Halaman Pertama

Keraton kasepuhan juga memiliki sebuah halaman yang terdiri dari dua bagian, yaitu bagian pertama dan kedua. Setelah melewati ketiga ruangan sebelumnya kita akan menjumpai sebuah halaman pertama keraton itu. Tetapi sebelum memasuki ruangan itu kita akan bertemu dengan Gapura Adi dan Gapura Benteng.

5. Halaman Kedua

Tempat yang kelima sekaligus tempat yang terakhir adalah sebuah ruangan yang disebut dengan halaman kedua. Tempat ini dibatasi oleh sebuah tembok yang terbuat dari batu bata yang disusun dengan baik dan rapi. Di sebelah utara pagar terdapat dua buah pintu gerbang yang disebut dengan Regol Pengada dan Gapura Lonceng.

Itu dia sedikit gambaran tentang rumah adat kasepuhan yang ada di Cirebon Jawa Barat. Apabila teman-teman kurang jelas dengan penjelasan saya, alangkah baiknya apabila teman-teman datang sendiri. Selain untuk sekedar melihat bentuk rumah itu kita juga bisa melihat salah satu budaya yang masih ada.

4. Rumah Joglo

Rumah Joglo

Rumah adat jawa yang ke-empat sekaligus yang terakhir adalah Rumah Joglo. Perlu diketahui rumah joglo merupakan rumah adat dari Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah dan Yogyakarta. Walau termasuk budaya dari 3 tiga daerah yang berbeda, namun tidak banyak perbedaan antara satu sama lain.

Rumah joglo memiliki beberapa bagian-bagian yang memiliki fungsi yang berbeda-beda. Ada yang digunakan sebagai tempat menjamu tamu bahkan hanya untuk sekedar untuk bersantai-santai. Semua telah diatur dengan baik, sesuai dengan penggunaan dan kebutuhan.

Bagian yang paling terkenal dari rumah joglo adalah bagian yang bernama pendapa. Pendapa adalah ruangan yang berada di bagian paling depan dalam struktur rumah joglo. Pada umumnya tempat ini digunakan untuk acara-acara besar seperti, wayang kulit, tari, gamelan dan lain-lain.

Salah satu keunikan dari rumah joglo adalah terletak pada bagian atap rumah ini. Karena bentuk atap rumah joglo memiliki bubungan yang bisa dikatan tinggi. Bubungan pada atap rumah joglo terbuat dari tiang-tiang yang disusun rapi, yang berfungsi untuk menyangga atap rumah.

Atap rumah joglo pada umumnya terbuat dari genteng yang dibuat sendiri dari tanah liat. Pada masa belum ada genteng, masyarakat Jawa menggunakan anyaman ijuk atau alang-alang untuk penutup atap. Nilai positif penggunaan bubungan pada atap adalah membuat rumah lebih sejuk dan dingin.

Bahan yang digunakan dalam pembuatan rumah joglo sepenuhnya berasal dari material dari alam. Tetapi bahan yang mendominasi pembuatan rumah joglo adalah kayu yang memiliki tekstur yang keras. Dan kayu tersebut akan digunakan sebagai tiang, rangka, pintu, jendela dan lain-lain.

Demikianlah penjelasan dan macam-macam rumah adat yang ada di pulau jawa. Semoga apa yang saya tuliskan ini bisa membatu dan bermanfaat untuk teman-teman yang mambacanya. Saya mengucapkan terimakasih karena telah meluangkan waktu untuk berkunjung di website ini, jangan pernah bosan untuk mampir yah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *