Salah Kutip = Salah Kesimpulan

Disitus Liputan 6, saya melihat sebuah berita mengenai peringkat negara pengakses pornografi. Disitu disebutkan bahwa Indonesia berada di peringkat ke-7 pengakses konten pornografi.

Inilah contoh bagaimana salah kutip menghasilkan kesimpulan yang salah. Semestinya sang Wartawan membaca dan memeriksa dulu sumber awal dari peringkat tersebut. Jelas di sebutkan di situs topteen reviews adalah negara yang mengetikkan kata kunci “sex”. Kata sex tidak selalu berhubungan dengan pornografi. Juga tidak menunjukkan bahwa negara tersebut sebagai 10 besar negara pengakses pornografi. Untuk lebih jelasnya mari kita lihat data dari situs tersebut.

Untuk kata kunci “porn” maka 10 besarnya:

  1. South Africa
  2. Ireland
  3. New Zealand
  4. United Kingdom
  5. Australia
  6. Estonia
  7. Norway
  8. Canada
  9. Croatia
  10. Lithuania

sedang kata kunci “xxx” maka 10 besarnya:

  1. Bolivia
  2. Chile
  3. Romania
  4. Ecuador
  5. Pakistan
  6. Peru
  7. Mexico
  8. Slovenia
  9. Lithuania
  10. Colombia

dan untuk kata kunci “sex” :

  1. Pakistan
  2. India
  3. Egypt
  4. Turkey
  5. Algeria
  6. Morocco
  7. Indonesia
  8. Vietnam
  9. Iran
  10. Croatia

Setelah melihat secara lengkap daftar di atas, maka dengan sendirinya kita mengerti bahwa apa yang diberitakan oleh Liputan6 adalah sebuah kesalahan mengambil kesimpulan disebabkan tidak melihat data secara lengkap. Ini juga menunjukkan kurangnya studi literatur yang dilakukan sebelum berita tersebut dimuat.