Macam-Macam Senjata Tradisional Jawa Timur

Senjata Tradisional Jawa Timur – Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki kekayaan yang mellimpah ruah. Mulai dari kekayaan alam, kekayaan hasil bumi hingga negara ini memiliki beribu-ribu budaya. Yang kekayaan tersebut tersebar luas dari Sabang sampai Merauke.

Seharusnya kita bersyukur dan bangga karena telah ditakdirkan menjadi salah satu rakyat Indonesia. Yang memiliki berbagai kekayaan dan keragaman budaya, yang tidak dimiliki oleh negara selain Indonesia. Budaya yang selalu dijaga dan dirawat oleh orang tua dan nenek moyang kita.

Tetapi sayangnya, jaman sekarang mulai berkurang orang yang peduli dengan kekayaan budaya Indonesia. Kebanyakan anak muda lebih menyukai kebudayaan negara barat dari pada kebudayaan negaranya sendiri. Apabila hal ini dibiarkan terus menerus , kekayaan Indonesia lama-lama akan punah dari muka bumi.

Sebagai generasi muda, seharusnya kita mengenal dan melestarikan  kebudayaan yang di miliki Indonesia. Agar generasi sesudah kita bisa merasakan dan menikmati kebudayaan dan kekayaan yang dimiliki Indonesia. Agar mereka bangga menjadi rakyat Indonesia, seperti halnya kita pada saat ini.

Maka dari itu pada kesempatan kali ini saya akan sedikit berbagi tentang senjata tradisional Jawa Timur. Agar kita bisa mengenal salah satu kekayaan yang dimiliki oleh Negara Indonesia khususnya Provinsi Jawa Timur. Agar kita bisa menjadi salah satu manusia yang peduli dengan kebudayaan Indonesia.

Artikel Terkait: Rumah Adat Jawa

Selamat Membaca..

Senjata Tradisional Jawa Timur

Negara Indonesia terdiri dari 33 provinsi yang menyebar luas di sapanjang wilayah Indonesia, mulai dari Sabang sampai Merauke. Setiap provinsi yang ada di Indonesia pasti memiliki kebudayaan sendiri-sendiri. Seperti tarian adat, rumah adat, upacara adat sampai senjata adat.

Nah, pada kesempatan kali ini saya akan sedikit berbagi tentang senjata adat dari Provinsi dari Jawa Timur. Kenapa saya memilih jawa timur, karena saya tinggal dan hidup di jawa timur. Maka dari itu sama ingin mengenalkan senjata yang menjadi ikon provinsi yang saya tinggali.

1. Clurit

Clurit
Gambar Clurit
Senjata tradisional Jawa Timur yang pertama adalah clurit. Pada dasarnya senjata clurit merupakan salah satu senjata khas Suku Madura, yang diyakini memiliki banyak sejarah. Senjata ini tidak dapat dipisahkan dari tradisi dan kebudayaan masyarakat Madura sampai saat ini.

Senjata clurit pada umumnya memiliki bilah melengkung yang memiliki mata pisau pada sisi bagian dalam. Pada umumnya senjata ini runcing pada bagian ujungnya, dan mimiliki pegangan tangan sekitar 20 cm. Senjata ini dapat ditemukan di seluruh pulau jawa, tetapi dengan berbagai sebutan-sebutan.

Clurit memiliki kesamaan dengan sabit, sabit adalah alat yang digunakan sebagian besar petani untuk memotong rumput. Clurit merupakan senjata yang memiliki sejarah yang panjang, karena pada zaman dahulu senjata ini sering digunakan oleh tokoh masyarakat.

salah satu tokohnya yang bernama Sakera, yang konon katanya beliau adalah seorang mandor atau petani tebu. Beliau adalah salah satu orang yang turut serta dalam perjuangan untuk memberontak bangsa belanda. Beliau adalah pahlawan yang berasal dari pasuruhan, yang tidak pernah meninggalkan senjata ini.

Suku Madura kadang kala memasukkan makhluk gaib ke benda tertentu. Dengan cara di bacakan doa-doa atau melakukan ritual yang diyakini bisa memasukkan makhluk gaib ke benda tersebut. Namun jaman sekarang hal itu banyak ditentang oleh masyarakat, karena dianggap tidak masuk akal.

2. Keris

Keris
Gambar Keris

Senjata khas Jawa Timur selanjutnya adalah keris. Mungkin dalam bayangan kita keris adalah salah satu senjata khas Jawa Tengah. Karena senjata ini masih memiliki hubungan erat dengan daerah keraton. Tapi jangan salah selain menjadi senjata khas Jawa Tengah keris juga menjadi salah satu senjata khas Jawa Timur.

Pada awalnya senjata ini tidak memiliki kepastian, karena keberadaannya belum banyak dikenal masyarakat. Tetapi setelah masa Kerajaan Pajajaran dan Kerajaan Majapahit senjata ini menjadi popular di kalangan masyarakat. Khusunya untuk daerah Pulau Jawa dan Pulau Madura.

Pada jaman dahulu senjata ini digunakan masyarakat umum untuk alat membela diri atau untuk berburu. Akan tetapi pada jaman sekarang senjata ini digunakan untuk hiasan saat acara pernikahan atau digunakan oleh orang-orang keraoin. Hal ini terjadi kebanyakan di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Keris termasuk senjata tikam yang memiliki ujung yang runcing dan memiliki mata pisau pada kedua sisinya. Pada dasarnya keris adalah senjata yang berasal dari Desa Lenteng Barat, Kec. Lenteng, Kab. Sumenep Madura. Untuk waktu kemunculan keris tidak ada yang tau secara detailnya.

3. Buding

Buding
Gambar Buding
Senjata tradisional Jawa Timur yang selanjutnya yaitu buding, mungkin nama ini masing asing di telinga kita. Wajar saja, karena senjata ini tidak terlalu populer di kalangan masyarakat umum, dan hanya di gunakan di sebagian tempat saja. Pada dasarnya senjata ini memiliki bentuk menyerupai pisau dapur.

Akan tetapi senjata ini memiliki sarung untuk menutupi mata pisau senjata ini, layaknya pedang. Buding adalah salah satu senjata khas Suku Using yang hidup di Daerah Banyuwangi. Senjata ini juga digunakan suku buding untuk membantu aktivitas sehari-hari, bahkan digunakan untuk membela diri.

4. Bionet

Bionet
Gambar Bionet
Senjata tradisional Jawa Timur yang selanjutnya adalah biolet. Sama seperti senjata buding senjata ini tidak terlalu dikenal oleh masyarakat pada umumnya. Tetapi hal itu tidak menghalangi kita untuk mengetahui tentang senjata yang satu ini. Karena senjata ini juga salah satu bagian dari kekayaan Indonesia.

Bionet merupakan salah satu senjata yang berasal dari Jawa Timur, tidak diketahui pasti daerahnya. Senjata ini memiliki bentuk lurus, memilik panjang layaknya pedang. Senjata ini tidak terlalu tajam, tetapi senjata ini mempunyai ujung yang runcing dibandingkan dengan senjata lainnya.

Pada jaman dahulu bionet sering kali digunakan untuk senjata saat berperang. Karena memiliki ujung yang runcing, senjata ini digunakan untuk menusuk musuh atau untuk membela diri. Namun jaman sekarang senjata ini tidak lagi digunakan untuk senjata perang.

Artikel Terkait: Pengertian Memo Dan Contohnya

5. Caluk

Caluk
Senjata tradisional Jawa Timur yang selanjutnya adalah caluk. Caluk adalah senjata yang memiliki bentuk panjang seperti halnya golok. Namun senjata ini memiliki lengkungan pada ujungnya, Dan terdapat kapak di tengah-tengah senjata ini.

Senjata ini adalah salah satu senjata yang unik sekaligus langka, yang hanya bisa ditemukan di Indonesia khususnya di Pulau Jawa. Karena mempunyai bentuk yang sangat berbeda dengan senjata lainnya. Caluk digunakan oleh orang dahulu untuk kegiatan sehari-hari bahkan bisa digunakan untuk membela diri.

Pada jaman sekarang orang tidak lagi menggunakan senjata ini, atau bisa dikatakan senjata ini hampir punah. Tetapi ada sebagian orang yang masih menyimpan senjata ini untuk di jadikan koleksi atau benda pusaka. Pada umumnya caluk memiliki panjang sekitar 1 meter dengan kapak di tengahnya.

6. Kudi

Kudi
Gambar Kudi

Senjata tradisional Jawa Timur yang terakhir adalah kudi, adalah senjata yang berasal dari Kota Banyumas. Kudi bukan sekedar senjata, namun kudi juga digunakan masyarakat banyumas untuk mencari makan. Maksudnya untuk mencari kayu bakar lalu dijual agar mendapat uang.

Selain digunakan untuk mencari kayu bakar, kudi sering kali dimanfaatkan masyarakat Banyumas untuk membuat meja dan kursi. Dan untuk membantu kegiatan yang bermanfaat lainnya. Senjata ini hanya dapat di temukan di Jawa khususnya Daerah Banyumas.

Pada umumnya senjata ini memiliki benjolah pada tengah-tengah kudi. Hal inilah yang menjadi salah satu pembeda antara senjata kudi dengan senjata pethel, yang memiliki bentuk hampir sama. Pada umumnya kudi memiliki panjang 35 cm dan lebar sekitar 10 cm.

Nah, itu dia contoh-contoh serta penjelasan tentang senjata tradisional di Pulau Jawa, khusunya Jawa Timur. Semoga dengan tulisan ini bisa membuat kita lebih peduli lagi dengan kekayaan Indonesia. Saya mengingatkan diri saya dan teman-teman agar tetap melestarikan dan menjaga kebudayaan yang masih ada.

Agar kebudayaan dan kekayaan Indonesia dapat dirasakan oleh anak dan cucu kita di masa depan. Sekian yang dapat saya tuliskan, apabila ada salahnya saya mohon maaf, karena saya juga seorang manusia. Saya mengucapkan terima kasih atas kunjungan teman-teman ke Website ini.

Jangan pernah bosan untuk membaca, karena membaca adalah jendela dunia. Dan jangan pernah bosan untuk berkunjung dan mampir di Website ini, Jangan lupa subcribre yah!!