Pengertian SOP : Tujuan, Fungsi, Manfaat, Prinsip & Cara Membuat SOP

Standar Operasional Prosedur (SOP)

Pengertian Standar Operasional Prosedur Terbaik dan Terbaru 2020 – Dalam dunia bisnis dan kerja, Anda pasti sudah akrab dengan istilah SOP atau standar operasional prosedur. Sesuai namanya, SOP berisi tentang prosedur atau tahapan pekerjaan yang harus dilakukan sesuai dengan standar yang sudah ditentukan.

Secara umum, tujuan SOP adalah untuk menjamin setiap unit kerja menjalankan aktivitas dengan tepat, cepat, efektif dan efiesien dan terhindar dari kesalahan. SOP umumnya dibuat dalam bentuk teks dokumen, blok linera dan juga diagram alir (dfd).

SOP digunakan mulai dari hal sederhana, seperti SOP membuat kartu perpustakaan, sop melayani pembeli sampai sop penyimpanan bahan kimia atau limbah berbahaya dan lain-lain.

PENGERTIAN SOP (STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR) SECARA UMUM

Standar Operasional Prosedur atau biasa disingkat SOP merupakan sebuah dokumen yang berisi tentang prosedur kerja secara sistematis yang harus dilakukan dalam menyelesaikan pekerjaan tertentu. Prosedur ini harus benar-benar ditaati agar memperoleh hasil maksimal dengan kerja seefektif mungkin. SOP juga berguna supaya tidak ada yang bekerja di luar sistem.

Dalam bidang bisnis, khususnya bisnis perindustrian, istilah Standar Operasional Prosedur sudah tidak asing lagi. SOP dijadikan sebuah patokan atau pedoman dalam bekerja sesuai dengan tata kerja, prosedur, dan sistem kerja dalam sebuah perusahaan. Selain itu SOP juga dijadikan acuan bekerja sesuai dengan alat penilaian kinerja pegawai.

PENGERTIAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR MENURUT PARA AHLI

Beberapa ahli ekonomi memiliki pendapat masing-masing mengenai pengertian Standar Operasional Prosedur. Menurut Tjipto Atmoko, Standar Operasional Prosedur adalah acuan atau pedoman yang digunakan untuk melakukan tugas pekerjaan sesuai fungsi dan alat penilaian kerja instansi berdasarkan oleh indicator teknis, procedural, dan administrative sesuai dengan sistem kerja pada unit yang bersangkutan.

Pendapat lain diberikan oleh Insani. Menurut beliau, Standar Operasional Prosedur merupakan dokumen berisi rangkaian instruksi tertulis yang dibakukan tentang berbagai proses penyelenggaraan administrasi perkantoran. Instruksi tersebut berisi tentang cara melakukan pekerjaan, tempat penyelenggaraan, waktu pelaksanaan, dan aktor yang berperan dalam kegiatan.

Moekijat memiliki pengertian yang lain. Menurutnya, Standar Operasional Prosedur merupakan sebuah urutan langkah-langkah suatu pekerjaan. Pekerjaan tersebut dilakukan, berhubungan dengan bagaimana melakukannya, kapan melakukannya, dengan apa yang dilakukan, siapa yang melakukan, serta di mana melakukannya.

SEBERAPA PENTINGNYA STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR?

Dalam sebuah perusahaan, Standar Operasional Prosedur memiliki peran yang sangat penting. Standar Operasional Prosedur dapat dijadikan sebuah pedoman untuk mengantisipasi berbagai macam situasi yang dapat terjadi ketika perusahaan sedang dijalankan. Sebuah bisnis yang sedang berkembang akan bisa konsisten jika mematuhi Standar Operasional Prosedur yang ditetapkan.

Tanpa adanya Standar Operasional Prosedur, anggota sebuah perusahaan seakan-akan tidak memiliki pedoman yang jelas dan baku sehingga efektivitas pekerjaan dapat menurun. Dari inilah, adanya Standar Operasional Prosedur sangat penting untuk mencapai keuntungan maksimal dengan pekerjaan yang lebih efektif.

FUNGSI STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR

SOP dibuat karena memiliki fungsi dan tujuan penting dalam sebuah organisasi atau perusahaan. Berikut ini adalah fungsi dan tujuan dari Standar operasional prosedur (SOP):

1. Sebagai Pedoman Kerja

Fungsi utama SOP adalah sebagai pedoman untuk memudahkan pelaksanaan kerja. SOP yang berisi tahapan dan urutan suatu pekerjaan akan menuntun para pegawai dalam menyelesaikan tugasnya.

Dengan adanya SOP, kinerja pegawai bisa lebih terarah dan optimal. Pegawai akan tahu apa saja yang harus dikerjakan dan hal mana yang tidak boleh dilakukan. Dengan demikian, tujuan organisasi/perusahaan bisa lebih mudah tercapai.

2. Sebagai Dasar Hukum

Hal-hal yang terjadi di luar standar operasional prosedur akan dinilai sebagai suatu kesalahan atau pelanggaran. Sebaliknya, jika terdapat suatu kesalahan padahal pegawai sudah melakukan pekerjaan sesuai sop maka itu akan menjadi pertimbangan hukum tertentu yang meringankan.

3. Sebagai Informasi Hambatan Kerja

SOP tidak hanya berisi tentang prosedur kerja, tapi juga soal kemungkinan hambatan dan kendala yang bisa saja dihadapi oleh para pegawai. Informasi seperti ini sangat penting sehingga pegawai dan perusahaan bisa menentukan langkah preventif yang harus dilakukan.

4. Sebagai Pengontrol Disiplin Kerja

Secara keseluruhan, SOP mengandung sejumlah aturan yang harus dipatuhi oleh para pekerja. Ditambah dengan adanya konsekuensi berupa sanksi, SOP secara otomatis membuat semua pegawai lebih disiplin dalam menjalankan pekerjaannya.

TUJUAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR

Selain memiliki fungsi, Standar Operasional Prosedur dibuat dengan tujuan tertentu. Tujuan dari dibuatnya SOP adalah untuk menjaga konsistensi kinerja pada setiap pegawai. Dalam perusahaan tertentu, manajer bisa mengetahui kualitas pegawainya dari bagaimana pegawai tersebut menjalankan SOP yang berlaku. Jika pegawai tersebut masih belum maksimal, maka bisa dilakukan evaluasi berupa pelatihan.

MANFAAT STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR

Dengan adanya Standar Operasional Prosedur, akan ada beberapa manfaat yang bisa diperoleh. Salah satu manfaat tersebut adalah meminimalisasi kesalahan dan kelalaian pegawai dalam melakukan pekerjaan. SOP memiliki peran sebagai standardisasi perusahaan. Artinya, SOP akan dijadikan patokan dalam bekerja sehingga kesalahan akan berkurang.

Selain itu sop juga memiliki beberapa manfaat, berikut diantaranya:

  • Dapat meminimalisir kesalahan-kesalahan pegawai
  • Karyawan lebih mandiri dan ttahu job desk atau tugas-tugasnya.
  • Membuat pegawai baru mudah untuk beradaptasi dengan pekerjaannya.
  • Kepuasan pelanggan terhadap kemudahan dan kecepatan service, terutama pada organisasi/perusahaan jasa dan layanan publik.

PRINSIP STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR

SOP tidak dibuat secara sembarangan. Ada beberapa prinsip yang wajib dipenuhi agar SOP bisa berfungsi secara maksimal.

1. Jelas dan Mudah

Mengingat SOP akan dijadikan pedoman, maka standar operasional prosedur harus jelas, mudah dipahami, serta gampang diterapkan, baik oleh pemimpin maupun pegawai yang ada di perusahaan tersebut.

SOP sebaiknya dijabarkan dengan kalimat serta penjelasan yang sederhana dan tidak berbelit-belit. Hal ini berfungsi untuk mnghindari adanya salah paham dalam mengartikan informasi dan aturan dalam SOP.

2. Efektif dan Efisien

SOP dibuat dengan mementingkan efisiensi dan efektivitas kerja. Prosedur pekerjaan yang dilakukan sebaiknya dibuat sesingkat mungkin untuk efisiensi waktu, tenaga, serta biaya. Akan tetapi, efisiensi yang diterapkan harus selaras dengan prinsip efektivitas.

Walau prosedur operasional kerja dibuat seefisien mungkin, target perusahaan harus tetap diutamakan. Secara sederhana, SOP wajib dibuat dengan tujuan memanfaatkan sumber daya yang sedikit untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

3. Adanya Keselarasan

SOP yang disusun harus sesuai dan selaras dengan semua hal yang berkaitan dengan perusahaan, baik soal visi dan misi, ketersediaan sumber daya, maupun hal-hal lainnya.

4. Dinamis

SOP sebaiknya bersifat dinamis alias tidak kaku. SOP dibuat dan disesuaikan dengan kondisi yang sekarang, tapi juga harus mampu berubah mengikuti perkembangan sehingga terjadi peningkatan pelayanan.

5. Terukur & Terbuka

SOP dibuat untuk mencapai target perusahaan. Target yang dimaksud adalah hasil yang bisa diukur kuantitas dan kualitasnya. Pengukuran ini berguna untuk evaluasi lebih lanjut tentang seberapa baik dan efektif SOP yang diterapkan.

SOP harus memenuhi prinsip keterbukaan. Artinya, SOP harus selalu transparan dan jelas. SOP juga tidak bersifat mutlak dan bisa berubah/diperbaiki apabila ada hal-hal yang dianggap tidak sesuai.

6. Kepatuhan dan Kepastian Hukum

SOP yang dibuat harus bisa menjamin bahwa seluruh prosedur yang tertuang di dalamnya sudah sesuai dengan hukum yang berlaku. SOP juga akan bertindak sebagai pelindung bagi para pegawainya apabila muncul tuntutan hukum dari pihak mana pun.

HUBUNGAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR DENGAN AKUNTANSI

Di dalam dunia ekonomi, terdapat istilah Standar Operasional Prosedur akuntansi. SOP akuntansi merupakan standar dalam bidang akuntansi yang mencakup kegiatan pembukuan dan pencatatan seperti transaksi keuangan, jurnal khusus, neraca, dan buku besar hingga menjadi sebuah laporan akhir suatu perusahaan.
Alasan Mengapa Standar Operasional Prosedur Akuntansi Dibutuhkan

SOP yang baik mengatur bagaimana pekerjaan dilakukan, siapa yang bertanggung jawab, kapan pekerjaan tersebut dilakukan, bagaimana proses pekerjaan itu dilakukan, dan dokumen apa saja yang harus dipersiapkan. Hal ini bertujuan untuk menghindari permasalahan yang muncul secara berulang sedangkan pimpinan perusahaan harus tetap fokus pada pengembangan bisnis.

Alasan kenapa SOP penting adalah karena hal tersebut. Setidaknya ada tiga alasan kenapa proses akuntansi membutuhkan SOP sebagai standar, yaitu menyajikan informasi tentang kegiatan, posisi keuangan, dan prestasi perusahaan. Selain itu, SOP juga berperan untuk memberikan pedoman bagi akuntan publik supaya bisa melakukan tugas dengan baik dan memberikan database kepada pemerintah mengenai berbagai macam informasi yang dianggap penting.

JENIS SOP BERDASARKAN SIFAT KEGIATAN

Berdasarkan sifat kegiatannya, SOP dibagi menjadi dua, yakni SOP Teknis dan SOP Administratif. SOP Teknis merupakan prosedur standar yang rinci dari sebuah kegiatan yang dikerjakan oleh seorang pelaksana dengan satu peran atau jabatan, sedangkan SOP Administratif ialah prosedur standar yang bersifat umum dan tidak rinci dari suatu kegiatan yang dikerjakan oleh pelaksana dengan satu peran atau jabatan.

JENIS SOP BERDASARKAN CAKUPAN DAN BESARAN KEGIATAN

Dilihat dari segi cakupan dan besaran kegiatannya, SOP terbagi menjadi SOP Mikro dan SOP Makro. SOP Mikro merupakan bagian dari SOP Makro atau bisa juga dikatakan SOP yang kegiatannya menjadi bagian dari SOP Makro, sedangkan SOP Makro cakupannya lebih dari satu SOP Mikro yang merupakan cerminan bagian dari kegiatan tersebut. SOP Makro juga merupakan integrasi dari SOP Mikro.

JENIS SOP BERDASAR CAKUPAN DAN KELENGKAPAN KEGIATAN

Jika dilihat berdasarkan cakupan dan kelengkapan kegiatannya, terdapat istilah SOP Final dan SOP Parsial. SOP Final ialah SOP yang berdasar cakupan kegiatannya sudah menghasilkan produk utama yang sudah final, sedangkan SOP Parsial merupakan SOP yang berdasar cakupan kegiatannya belum menghasilkan produk utama yang final.

JENIS-JENIS SOP MENURUT CAKUPAN DAN JENIS KEGIATAN

Dari sudut pandang cakupan dan jenis kegiatannya, SOP terbagi menjadi SOP Generik dan SOP Spesifik. SOP Generik merupakan SOP yang memiliki kesamaan, baik dari kegiatan yang di-SOP-kan maupun dari tahapan pelaksanaan dan kegiatannya, sedangkan SOP Spesifik merupakan SOP yang memiliki perbedaan dari kegiatan yang di-SOP-kan, pelaksana, tahapan kegiatan, dan tempat SOP tersebut diberlakukan.

ELEMEN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR

Standar Operasional Prosedur memiliki elemen standar yang membentuknya. Terdapat 10 elemen yang membangun sebuah Standar Operasional Prosedur. Elemen-elemen tersebut adalah tujuan, ruang lingkup, tanggung jawab, ketentuan, penjelasan istilah, referensi, peralatan, peringatan, prosedur, dan lampiran. Jadi, untuk membuat sebuah SOP, elemen inilah yang harus diadakan.

Baca : Cara Menghitung Bunga

ATRIBUT STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR

Selain elemen, SOP juga memiliki atribut yang menyertainya. Ada beberapa atribut dalam SOP, biasanya diletakkan pada bagian atas dari tubuh SOP. Atribut SOP tersebut adalah judul, nama penyusun, waktu berlaku, nomor, jumlah revisi, nomor halaman, dan pengesahan. Pengesahan merupakan sebuah bukti bahwa SOP telah disahkan dan akan diterapkan.

CARA MEMBUAT STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR

Kemudahan dan kejelasan, keterukuran dan keselarasan, kemudahan dan kejelasan, dinamis, berorientasi pada pengguna, serta memiliki kepastian hukum adalah prinsip-prinsip yang harus dipenuhi dalam membuat SOP menurut Permenpan PER/21/M-PAN/11/2008. Jika Anda berniat untuk membuat SOP, ada beberapa cara yang bisa diterapkan tanpa terlepas dari Permenpan.

1. MEMBUAT SUSUNAN KERJA

Langkah pertama adalah membuat sebuah susunan kerja. Minta seluruh kepala bagian dan manajer di perusahaan Anda agar mengatakan pada bawahannya untuk segera mendiskusikan hal-hal apa yang harus dibahas dalam SOP. Langkah ini merupakan fondasi yang akan mempengaruhi kualitas SOP di kemudian.

2. MERENCANAKAN ALUR PROSES

Setelah membuat susunan kerja, langkah selanjutnya adalah merencanakan alur proses. Maksud dari merencanakan alur proses adalah membahas hal-hal berkaitan dengan menentukan format SOP, membuat template dan bagaimana SOP tersebut akan diakses.

3. MELAKUKAN WAWANCARA

Setelah langkah sebelumnya dilaksanakan, hal selanjutnya yang harus dilakukan adalah melakukan wawancara kepada karyawan. Hal ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas harian mereka dalam pekerjaan serta mengetahui bagaimana mereka bekerja. Dengan melakukan ini akan dapat diketahui apa saja yang perlu dipaparkan dalam sebuah SOP.

4. MENULIS, MEMBAHAS, DAN MENSOSIALISASIKAN

Langkah berikutnya setelah wawancara karyawan selesai dilakukan adalah mulai menulis SOP. Setelah SOP selesai ditulis, sebaiknya bahas SOP tersebut dengan pihak-pihak yang terkait untuk mengetahui apakah masih ada celah atau ketidaksesuaian peraturan yang ada pada SOP tersebut. Jika SOP yang telah dibuat sudah dirasa baik, SOP sudah bisa mulai disosialisasikan kepada karyawan dan pihak lain yang terkait.

5. ADAKAN PELATIHAN DAN EVALUASI

SOP sudah ditulis, disetujui, dan disosialisasikan. Berikutnya, pelatihan perlu dilakukan supaya SOP yang sudah disusun dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan apa yang diharapkan. Setelah pelatihan, berikan jangka waktu satu semester atau satu tahun untuk akhirnya diadakan evaluasi. Evaluasi tersebut membahas apakah ada hal yang salah dalam SOP, entah itu ditambah atau dihilangkan.

CONTOH STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR MARKETPLACE

SOP TOKOGUA MARKETPLACE

Tujuan
1. Mempertemukan antara penjual dan pembeli agar dapat bertransaksi dengan aman serta nyaman.
2. Memberikan fasilitas rekening bersama kepada semua pembeli agar mendapatkan kepercayaan.
3. Memberikan fasilitas kepada penjual berupa optimasi toko supaya bisa dilihat oleh para calon pembeli.
4. Memberikan fasilitas aplikasi akuntansi kepada para penjual untuk memudahkan proses penjualan.
5. Menyediakan lapangan kerja bagi semua masyarakat yang belum mempunyai pekerjaan.

Prosedur Kerja
1. Pukul 7:30 semua pekerja harus sudah datang di kantor.
2. Para pekerja harus kerja bakti terlebih dahulu untuk membersihkan kantor Tokogua Market Place.
3. Pukul 8:00 semua pekerja melakukan aktivitas pekerjaannya masing-masing.
4. Pukul 11:30 semua pekerja diperbolehkan untuk istirahat. Bagi laki-laki yang beragama islam wajib sholat berjamaah di masjid terdekat. Untuk pekerja wanita melakukan ibadah di mushola kantor yang sudah disediakan.
5. Pukul 12:10 semua pekerja diberi waktu istirahat untuk makan siang.
6. Pukul 12:30 semua pekerja sudah harus siap di posisinya masing-masing untuk kembali bekerja.
7. Pukul 14:40 semua pekerja laki-laki yang beragama Islam wajib untuk sholat berjamaah di masjid (bersama petinggi Tokogua Market Place), dan untuk wanita boleh di dalam mushola yang sudah disediakan kantor.
8. Pukul 15:00 semua pekerja kembali ke pekerjaannya masing-masing.
9. Pukul 17:00 semua pekerja bersiap untuk pulang, didahului dengan kerja bakti membersihkan kantor.
10. Pukul 17:30 semua pekerja diperbolehkan untuk pulang dengan membawa bonus dari kantor (dapat berupa makanan, uang tambahan, atau yang lain).

Baca :CSR Perusahaan

CONTOH STANDAR OPERASIONAL PERUSAHAAN

SOP PT. MAYA JAYA

Tujuan
1. Menyediakan layanan jasa pembuatan website dan toko online.
2. Menyediakan layanan berupa optimasi website dan toko online secara profesional dan tepercaya.
3. Menyediakan layanan pembuatan aplikasi berbasis website.
4. Memberikan solusi kreatif untuk bisnis startup atau bisnis yang telah berkembang.
5. Menyediakan layanan pencatatan biaya.
6. Memberikan solusi yang cerdas untuk pengelolaan keuangan usaha.

Prosedur Kerja
1. Pekerja bekerja mulai dari Hari Senin Hingga Jumat.
2. Pukul 9:00 semua pekerja sudah harus tiba di kantor.
3. Pukul 12.00-13.00 semua pekerja diberikan waktu untuk istirahat, dan pada Hari Jumat, pekerja diberikan waktu istirahat hingga pukul 13.30.
4. Pukul 18.00, pekerja diperbolehkan pulang, dan bagi yang pekerjaannya masih belum selesai diperbolehkan untuk melakukan lembur.
5. Lembur di atas pukul 20.00 akan dibayar sesuai peraturan perusahaan.

CONTOH STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PENYEDIA JASA PENULIS KONTEN

STANDARD OPERATING PROCEDURE WRITERKU

A. Hak Penulis

Penulis akan diberikan komisi dihitung berdasarkan jumlah kata di setiap artikelnya. Jumlah kata dalam tiap artikel berbeda-beda, tergantung instruksi yang diberikan. Berikut nilai komisi yang kami berikan.
Jumlah kata Komisi
200 2000
300 4000
400 6000
500 8000
600 10.000
700 12.000
800 14.000
900 16.000
1000 18.000

B. Waktu Pencairan Komisi

1. Pencairan komisi untuk tim Writerku sebulan sekali.
2. Setiap akhir bulan, penulis dapat mengajukan komisi dengan mengirimkan data job yang sudah dikerjakannya selama sebulan. Setelah itu pihak Writerku akan mentransfer ke rekening penulis 1-2 hari setelahnya.
C. Kewajiban Penulis
1. Penulis wajib mengerjakan minimal 10 artikel per hari
2. Penulis siap membuat artikel sesuai dengan standar penulisan Writerku
3. Penulis juga siap merevisi naskah bila naskah tersebut belum sesuai dengan standar Writerku maupun revisi yang diinginkan oleh klien Writerku.
4. Penulis tak bisa memilih tema artikel. Tema yang ada sesuai dengan job yang masuk ke Writerku.
5. Setiap penulis WAJIB menyelesaikan job artikel sesuai dengan batas waktu yang diberikan.
6. Penulis siap kerja dalam tim.
7. Penulis siap melakukan absen setiap pukul 08.00 melalui grup Whatsapp.
8. Khusus untuk penulis baru Writerku, penulis siap mengikuti training.

D. Hal-hal yang Harus Diperhatikan Penulis

1. Tulisan harus original, mengalir, dan enak dibaca.
2. Setiap artikel yang dikirim harus disertai gambar dan bukti lolos smallseotool.
3. Format artikel yang dikirim rata kanan kiri, bold pada judul, font Arial, size : 12, spasi paragraf 1,5.
4. Setiap penulis WAJIB mengirimkan job dengan format file RAR, dengan format yang sudah ada.

E. Keluar dari Tim

1. Penulis yang bergabung kurang dari 2 bulan terhitung masa training 1 bulan, komisi dipotong 60% dari total seluruh komisi bulan itu.
2. Izin keluar dari tim harus 1 bulan sebelumnya, dan berlaku setelah ada pengganti penulis baru.

CONTOH STANDAR OPERASIONAL TPQ

SOP TPQ BINA ISLAM

Tujuan
1. Memberikan tempat untuk mengadakan pengajian secara gratis dan nyaman.
2. Tempat selalu terbuka untuk semua yang ingin beribadah.
3. Menyediakan tempat belajar bagi anak-anak untuk belajar Al-Qur’an.
4. Memberikan layanan berupa pengajian umum.
5. Menyediakan tempat nyaman, aman, dan gratis bagi para musafir yang ingin bermalam.

Prosedur Kerja
1. Pagi hari semua marbot masjid sudah harus membersihkan masjid mulai dari halaman, tempat wudhu, dan bagian dalam masjid.
2. Waktu dhuha para marbot diperbolehkan untuk pulang.
3. Aktivitas belajar mengajar untuk anak-anak dimulai pada waktu Dhuha hingga menjelang Dhuhur.
4. Waktu Dhuhur tiba, pekerjaan dihentikan sejenak untuk menunaikan ibadah sholat Dhuhur di masjid terdekat.
5. Aktivitas belajar mengajar kembali selesai sholat Dhuhur, berupa makan siang bersama.
6. Menjelang sore aktivitas belajar mengajar kembali dilanjutkan.
7. Pukul 15.00, anak-anak diperbolehkan untuk pulang.
8. Apabila ada pemberitahuan sebelumnya tentang rapat, maka guru-guru dan staf harus berkumpul terlebih dahulu untuk melaksanakan rapat.

Itulah penjelasan tentang seluk-beluk standar operasional prosedur. SOP dibuat untuk tujuan yang baik, jadi apabila Anda tergabung dalam sebuah institusi atau perusahaan, patuhi aturan dan prosedur yang berlaku demi kepentingan bersama.

SHARE
Irwin Day

Lahir seorang besar dan tenggelam beratus ribu. Keduanya harus dicatet, keduanya dapat tempat - "Catetan Th. 1946" - Chairil Anwar