Unsur Intrinsik Cerpen Beserta Pengertian dan Cara Membuat Cerpen

Unsur Intrinsik Cerpen – Mungkin sebagian besar dari kita tidak asing lagi dengan karangan yang satu ini. Apalagi untuk kalian yang sedang duduk di bangku sekolah, pasti pernah mendapatkan tugas untuk membuat cerpen.

Tetapi mungkin kebanyakan dari kita tidak mengetahui cara membuat karangan ini, karena keterbatasan ilmu kita. Untuk itu saya mengajak kalian semua untuk belajar tentang karangan yang satu ini. Untuk memudahkan kalian dalam penyusunan karya tulis cerpen.

Pada kesempatan kali ini saya akan berbagi ilmu tentang cerpen, tetapi pembahasan pada artikel ini lebih condong pada unsur intrinsik cerpen. Walaupun begitu saya juga menghadirkan beberapa hal yang berkaitan tantang cerpen. Seperti halnya pengertian, jenis, ciri-ciri dan cara membuatnya, dari pada penasaran langsung saya akan memulai pembahasan.

Artikel Terkait: Contoh Karya Ilmiah

Selamat Membaca !!

Pengertian Cerpen

Pengertian Cerpen
Sebelum berbicara banyak tentang cerpen sudah menjadi kewajiban kita untuk mengetahui pangertian cerpen. Langsung saja, cerpen atau lebih sering disebut dengan cerita pendek, adalah sebuah karangan yang termasuk dalam golongan prosa naratif fiktif.

Isi dari cerpen cenderung padat, singkat dan langsung menuju pada topik pembahahasan, bila dibandingkan dengan karangan lainnya. Karangan ini dibuat berdasarkan pemikiran dari pengarang itu sendiri dan tidak bergantung pada fakta yang ada.

Karena cerpen hanyalah sebuah cerita pendek, jadi karangan ini hanya dapat membahas satu tema (topik) saja. Selain hanya membahas tentang satu tema, pengarang hanya diperbolehkan menggunakan satu alur dalam karangan ini.

Penyajian karangan ini berupa tahap pengenalan, permunculan masalah, klimaks, peleraian dan penyelesaian masalah. Seperti itulah gambaran singkat tentang alur cerpen, apabila menggunakan alur maju. Berbeda halnya bila menggunakan alur mundur, insyaallah hal ini juga akan kita bahas dalam artikel kali ini.

Ciri-ciri Cerpen

Ciri-ciri Cerpen

  1. Ditulis berdasarkan kisah nyata atau pemikiran dari seorang pengarang.
  2. Jumlah kata tidak lebih dari 10.000, atau terdiri dari 1-3 halaman saja.
  3. Kebanyakan cerpen bercerita tentang kehidupan sehari-hari.
  4. Tidak membahas tokohnya secara detail, karena karangan ini langsung menuju kepada topik pembahasan.
  5. Tokoh utama dalam cerpen mengalami tahapan-tahapan alur. Mulai dari pengenalan sampai penyelesaian masalah.
  6. Disampaikan menggunakan bahasa sehari-hari, dengan syarat mudah difahami oleh pembacanya.
  7. Didalam cerpen pengarang hanya boleh menggunakan satu alur saja.
  8. Tidak memerlukan waktu yang lama untuk membacanya.
  9. Ditulis dengan tujuan memberikan pesan moral kepada para pembacanya.
  10. Memiliki cerita yang lebih pendek dari karya tulis lainnya. Seperti makalah, novel dan sebagainya.


Jenis-jenis Cerpen

Jenis-jenis Cerpen
Walaupun hanya sebuah karya tulis yang pendek ternyata cerpen juga memiliki beberapa jenis. Namun perbedaan antara jenis satu dengan jenis yang lainnya hanya berada pada panjang pendeknya karangan ini. Untuk lebih jelasnya saya akan mejelaskan tentang beberapa jenis cerpen berdasarkan jumlah katanya.

  1. Cerpen Mini: Bisa juga disebut dengan flash, adalah sebuah cerpen yang jumlah katanya hanya 750 – 1.000 kata.
  2. Cerpen Ideal: Yaitu sebuah cerpen yang jumlah katanya antara 3.000-400 kata.
  3. Cerpen Panjang : Yaitu sebuah cerpen yang jumlah katanya antara 4.000-10.000 kata.


Unsur Intrinsik Cerpen

Unsur Intrinsik Cerpen
Setelah mengetahui gambaran singkat tentang pengertian dan ciri-ciri cerpen. Saya akan melanjutkan pembahasan kali ini dengan mengenalkan unsur intrinsik cerpen. Pada umumnya, semua karya tulis memiliki unsur-unsur untuk membangun suatu karangan, termasuk cerpen.

Untuk membuat sebuah cerpen seorang pengarang harus melibatkan 8 unsur ini dalam karangannya. Apabila salah satu unsur saja tidak terdapat dalam sebuah karangan (cerpen), maka tersebut belum bisa disebut dengan sebuah cerpen.

Penting untuk kita ketahui, unsur intrinsik ini merupakan sebuah komponen-komponen dalam sebuah cerpen. Jika diibaratkan sebuah rumah unsur intrinsik merupakan material untuk membuat rumah tersebut.

Apabila hilang satu komponen saja, bisa dipastikan bangunan tersebut akan roboh. Begitu juga dengan cerpen, apabila pengarang tidak melengkapi komponen tersebut, maka karangannya akan cacat bahkan tidak dapat disebut dengan sebuah cerpen.

Maka dari itu, sebelum kalian mengarang cerpen sudah sepatutnya kalian mengetahui unsur intrinsik cerpen. Yah, biar cerpen yang kalian buat bisa menarik, sempurna atau setidaknya bisa dianggap sebuah cerpen. Unsur intrinsik cerpen terdiri dari, tema, tokoh, penokohan, alur, latar, gaya bahasa, sudut pandang dan amanat.

Daripada penasaran, mari kita simak penjelasan tentang unsur intrinsik secara detail. Saya mohon untuk teman- teman agar membaca artikel ini sampai selesai, agar tidak terjadi kesalahpahaman antara penulis dengan pembaca.

1. Tema

Tema
Unsur intrinsik cerpen yang pertama adalah tema (topik permasalahan). Dalam semua karya tulis, tema merupakan unsur pertama yang harus dipenuhi oleh seorang pengarang. Karena tema merupakan sebuah nyawa dalam sebuah karya tulis, termasuk cerpen.

Dengan begitu, tema dapat disebut dengan ide atau gagasas yang melatarbelakangi keseluruhan cerita dalam sebuah cerpen. Seoerang pengarang diizinkan mengambil berbagai macam tema, mulai tema yang umum atau tema yang lebih spesifik.

Tetapi karangan ini cenderung pada sebuah curahan hati seorang pengerang yang diluapkan dalam karya tulis. Dan hal itu membuat kebanyakan cerpen hanya membahas tentang lingkungan, persahabatan, percintaan atau mungkin pengalaman pribadi penulis.

2. Tokoh

Tokoh
Unsur intrinsik cerpen setelah tema yaitu tokoh (pelaku) dalam cerpen tersebut. Tokoh adalan pelaku fiktif yang dihadirkan oleh seorang pengarang dalam sebuah cerpen. Pada sebuah cerpen, tokoh dibagi menjadi dua golongan yaitu tokoh utama dan tokoh pembantu.

Dalam sebuah cerpen tokoh utama terdiri dari dua golongan. Yaitu tokoh baik (protagonis) dan tokoh jahat (antagonis). Kedua tokoh inilah yang menjadi sorotan utama dalam jalannya cerita sebuah cerpen. Dan biasanya tokoh ini hanya terdiri masing-masing satu dari setiap karakter, dan dibantu oleh tokoh pembantu.

Adapun tokoh yang kedua adalah tokoh pembantu, tugas tokoh pembantu ialah membantu peran dari tokoh utama. Biasanya tokoh ini menjadi teman atau keluarga dari tokoh utama. Selain membantu tokoh utama, tokoh pembantu juga berfungsi sebagai warna tambahan dalam cerpen.

Adapun watak tokoh dalam sebuah cerpen dibagi menjadi 4 yaitu:

  1. Tokoh Protagonis: Adalah seorang tokoh yang memiliki sikap atau karakter baik. Biasanya tokoh ini menjadi tokoh utama dalam sebuah cerpen.
  2. Tokoh Antagonis: Adalah seorang tokoh yang memiliki sikap atau karakter jahat. Tokoh ini juga termasuk tokoh utama setelah tokoh protagonis, dan tugas tokoh ini adalah menentang tokoh protagonis.
  3. Tokoh Tritagonis: Adalah seorang tokoh yang memiliki sikap atau karakter penengah. Atau seorang tokoh yang bertugas menjadi penengah antara tokoh protagonis dengan tokoh antagonis. Dalam sebuah cerpen tokoh ini memiliki sifat arif dan bijaksana.
  4. Tokoh Figuran: Adalah seorang tokoh pembantu dalam sebuah cerpen. Dalam sebuah cerpen tokoh ini bertugas untuk memberi warna tambahan. Tetapi tokoh ini tidak sering muncul dalam jalannya cerita.

3. Penokohan

Mungkin kebanyakan dari kita menganggap sama antara tokoh dan penokohan. Tetapi pada dasarnya kedua unsur ini memiliki perbedaan yang cukup mencolok. Jika tokoh diartikan seorang pelaku dalam sebuah cerpen, sementara penokohan adalah cara pengarang menggambarkan tentang tokoh dalam cerpen.

Cara pengarang menggambarkan sifat dari tokoh tersebut bisa dengan berbagai macam cara. Tetapi cara yang paling sering digunakan oleh pengarang untuk menggambarkan sifat tokoh sebagai berikut.

  1. Penggambaran melalui fisik tokoh (cara berpakaian, tinggi bagan, cantik atau jelek dan cara berpakaian)
  2. Penggambaran melalui percakapan yang dilakukan sendiri maupun yang dilakukan oleh tokoh lain.
  3. Reaksi dari tokoh lain, bisa berupa pendapat, komentar sikap, komentar dan lain sebagainya.

4. Alur

Alur
Unsur intrinsik cerpen yang selanjutnya adalah alur (plot). Alur merupakan rangkaian peristiwa yang disampaikan penulis untuk membentuk sebuah cerita dalam cerpen. Dalam menyampaikan cerita, pengarang harus menggunakan tahapan-tahapan alur seperti berikut.

  1. Tahap Perkenalan: Tahap ini merupakan pembukaan cerita atau sebuah informasi awal. Tahapan ini bisa berbentuk pengenalan tokoh dan pengenalan latar. Dan tahapan ini berfungsi untuk melandasi cerita yang akan disampaikan pengarang dalam tahapan berikutnya.
  2. Tahap Permunculan konflik: tahapan ini adalah tahap awal munculnya sebuah permasalahan. Dan di sinilah pengarang memberikan gambaran awal tentang permasalah dalam cerita yang dibuatnya.
  3. Tahap Klimaks: Setelah melewati permunculan konflik tahap selanjutnya adalah klimaks. Konflik-konflik yang diterima oleh tokoh utama akan memuncak pada tahapan ini. Biasanya dalam tahapan ini tokoh utama mulai bingung dan sedih.
  4. Tahap Peleraian: Konflik yang telah mencapai puncaknya mulai menurun pada tahapan ini. Pengarang memberikan solusi atas permasalah yang ditimpakan kepada tokoh utama. Cara pengarang memberikan solusi bisa dengan berbagai cara, misalnya dengan memunculkan tokoh pembantu dam cerpen tersebut.
  5. Tahap penyelesaian: Tahap ini merupakan Tahapan akhir dalam cerpen, yaitu penyelesaian atas semua masalah dalam cerita. Dan biasanya tahapan ini merupakan kemenangan bagi tokoh utama, yang berakhir dengan kesenangan atau kegembiraan.

Selain berupa tahapan-tahapan yang saya sebutkan diatas, alur juga memiliki tiga jenis yang berbeda. Yaitu alur maju, alur mundur dan alur campuran. Seperti yang saya katakan diawal artikel kita juga akan belajar tentang hal ini, langsung saja jenis-jenis alur sebagai berikut.

  1. Alur Maju: Yang pertama adalah alur maju, seperti yang saja sebutkan diawal artikel. Alur maju yaitu sebuah rangkaian cerita yang bergerak maju ke depan. Urutan alur maju, pengenalan, permunculan masalah, klimaks, peleraian dan penyelesaian masalah.
  2. Alur Mundur: Seperti namanya, alur mundur adalah rangkaian cerita yang bergerak mundur kebelakang. Urutan alur mundur, pengenalan masalah, klimaks, peleraian penyelesaian masalah dan pengenalan tokoh. Alur ini biasanya digunakan untuk bercerita tentang masa lalu.
  3. Alur Campuran: Alur campuran adalah perpaduan antara alur maju dan alur mundur. Akan tetapi alur ini jarang digunakan penulis untuk menulis sebuah cerpen. Alur ini biasa digunakan penulis untuk membuat karya tulis yang panjang seperti novel.

5. Latar (setting)

Latar (setting)
Dalam sebuah cerpen latar merupakan sebuah keterangan mengenai waktu, ruang dan suasana. Unsur ini memiliki hubunngan yang sangat erat dengan tokoh dalam suatu peristiwa dalam cerita. Untuk lebih jelasnya ada beberapa latar yang perlu kalian ketahui.

  1. Latar Waktu: Latar waktu yaitu sebuah keterangan tentang kapan terjadinya peristiwa yang dialami oleh para tokoh dalam cerpen. Latar waktu juga untuk menggambarkan tentang kapan terjadinya cerita dalam cerpen tersebut. Contoh latar waktu misalnya siang, malam, pagi, masa lalu atau menunjukkan pukul berapa.
  2. Latar Tempat: Latar tempat merupakan keterangan tentang tempat-tempat dalam sebuah cerpen. Dan semua tempat yang disinggahi atau disebutkan penulis dalam cerita dapat disebut sebagai latar tempat. Contoh latar tempat, misalnya di rumah, di kamar, di sekolah dan semua hal yang menunjukkan tempat.
  3. Latar Suasana: Latar suasana merupakan keterangan tentang suasana yang tergambarkan dalam sebuah cerpen. Latar suasana tergambarkan oleh perasaan para tokoh atau bisa juga dengan skenario pengarang. Contoh latar suasana seperti senang, sedih, romantis, haru dan lain sebagainya.

6. Sudut Pandang

Sudut Pandang
Sudut pandang yaitu kedudukan seorang pengarang dalam sebuah cerita. Atau bisa juga disebut dengan, cara pengarang menyampaikan cerita tersebut. Adapun sudut pandang sendiri dibagi menjadi dua macam. langsung saja macam-macam sudut pandang sebagai berikut.

  1. Sudut pandang orang pertama: Adalah cara seorang pengarang menyampaikan cerita dengan menggunakan kata ganti aku. Maksudnya tokoh utama cerita tersebut adalah pengarang itu sendiri. Dan biasanya sudut pandang ini banyak digunakan untuk menceritakan pengalaman pribadi.
  2. Sudut pandang orang ketiga: Adalah cara seorang pengarang menyampaikan cerita dengan menggunakan kata ganti dia. Maksudnya tokoh utama dalam cerpen terrsebut adalah tokoh fiktif yang dibuat oleh pengarang itu sendiri.

7. Gaya Bahasa

Gaya Bahasa
Unsur intrinsik yang satu ini mungkin terdengar asing di telinga kalian, yaitu gaya bahasa. Gaya bahasa adalah cara seorang pengarang menguraikan cerita tersebut. Cangkupan dari gaya bahasa meliputi, penggunaan kalimat, pemilihan diksi, dan penghemat kata. Dan unsur satu ini merupakan ciri khas dari masing-masing pengarang.

8. Amanat atau pesan

Amanat adalah pesan moral yang ingin disampaikan oleh pengarang melalui karangan yang dibuatnya. Kebanyakan pengarang tidak menuliskan pesan ini di dalam karangannya. Namun pembacalah yang menyimpulkan pesan yang terkandung dalam karangan tersebut.

Artikel Terkait: Contoh Pembukaan Pidato

Unsur Ektrinsik Cerpen

Karena kita telah selesai belajar tentang unsur intrinsik cerpen, maka saya akan melanjutkan pembahasan tentang unsur ektrinsik cerpen. Berbeda dengan unsur intrinsik yang berada di dalam karangan. Unsur ektrinsik merupakan unsur yang berada di luar karya tulis (cerpen).

Berikut ini adalah macam-macam unsur ekstinsik dalam sebuah cerpen dengan penjelasan singkatnya.

1. Latar Belakang Masyarakat

Latar Belakang Masyarakat
Unsur ektrinsik yang pertama adalah latar belakang masyarakat, mengapa disebut demikian? Karena faktor inilah yang menggerakkan penulis untuk menyusun sebuah karya tulis. Hal ini bisa berbentuk seperti keadaan lingkungan, suasana yang dialami oleh penulis atau keadaan masyarakat tentang negaranya.

Adapun faktor-faktor yang membuat penulis menyusun sebuah cerpen sebagai berikut:

  1. Keadaan lingkungan tempat tinggalnya.
  2. Keadaan politik negaranya.
  3. Keadaan sosial negara.
  4. Keadaan ekomoni negara.
  5. Ideologi yang dianut negara.
  6. Kerusakan moral masyarakat.

2. Latar Belakang Penulis

Latar Belakang Penulis
Latar belakang penulis juga merupakan salah satu faktor yang mendorong seorang penulis untuk menyusun sebuah cerpen. Adapun latar belakang penulis terdiri dari beberapa faktor, antara lain sebagai berikut:

  1. Kondisi psikologi penulis.
  2. Riwayat hidup penulis.
  3. Aliran seorang penulis.
  4. kegemaran seorang penulis.

3. Nilai yang Terkandung dalam Cerpen

Yang terakhir adalah nilai yang terkandung di dalam cerpen itu sendiri. Faktor ini merupakan nilai yang ingin disampaikan oleh seorang penulis kepada pihak tertentu. Yang disampaikan oleh penulis melewati sebuah karangan (cerpen) yang ditulisnya.

Adapun nilai kandungan cerpen memiliki beberapa factor di dalamnya antara lain sebagai berikut:

  1. Nilai Agama: Dalam masalah ini penulis ingin memberikan pengetahuan tentang agama kepada pembacanya. Atau mungkin sebuah sindiran kepada masyarakat yang menganut agama tetapi tidak menjalankannya dengan baik.
  2. Nilai sosial: Yang kedua adalah nilai sosial, sama seperti halnya nilai agama. Seorang penulis ingin berbagi ilmu tentang cara bersosial yang baik dengan masyarakat sekitar.
  3. Nilai Moral: Untuk masalah ini mungkin lebih mendesak pada jaman sekarang ini. Karena pada jaman sekarang sebagian besar orang tidak lagi mempedulikan masalah ini. Yang mendorong penulis membuat karangan tentang hal ini kemungkinan besar disebabkan oleh kerusakan moral manusia.
  4. Nilai Budaya: Dalam nilai budaya, biasanya digunakan untuk mengenalkan budaya penulis kepada para pembacanya. Agar budayanya dikenal dan menyebar luas dikalangan masyarakat umum.

Artikel Terkait: Jenis-jenis Karya Tulis

Cara Menulis Cerpen

Cara Menulis Cerpen
Setelah belajar panjang lebar teori tentang cerpen, kurang lengkap bila kita tidak mempraktekkan ilmu ilmu itu secara langsung. Nah, sebagai bonus karena teman-teman telah berkunjung di halaman ini, saya akan sedikit berbagi tentang trik dan tips membuat cerpen. Langsung saja cara mudah membuat cerpen sebagai berikut.

1. Menentukan Topik Permasalahan

Jika kalian ingin membuat sebuah karya tulis, khususnya cerpen kalian harus menentukan tema terlebih dahulu.  Karena cepen termasuk karya tulis non ilmiah, tema yang kalian ambil harus tema yang menarik. Seperti halnya pesahabatan, percintaan dan lain sebagainya.

Saran saya, apabila kalian mengambil sebuah tema ambilah tema berdasarkan ilmu pengetahuan kalian. Apabila kalian ingin mudah dalam hal ini, berceritalah tentang pengalaman pribadi kalian. Karena hal itu akan memudahkan kalian untuk menyusun sebuah cerpen.

2. Menentukan Tokoh

Setelah berhasil menentukan sebuah tema, langkah selanjutnya adalah tokoh yang akan muncul dalam cerpen tersebut. Yang paling penting adalah, kalian harus menetukan tokoh utama dalam cerpen tersebut. Yang terdiri dari nama tokoh, masalah tokoh, latar belakang tokoh dan sikap tokoh.

3. Membuat Judul dan Paragraph Pertama Cerpen dengan Menarik

Membuat Judul dan Paragraph Pertama Cerpen dengan Menarik
Langkah selanjutnya adalah membuat judul cerpen dengan semenarik mungkin. Mengapa demikian? Karena judul adalah hal pertama yang dilihat oleh seorang pembaca. Apabila judul cerpen kita menarik, kemungkinan besar orang akan membaca tulisan kita, walaupun cerpen kalian tidak terlalu bagus.

Begitu juga sebaliknya, walaupun cerpen kalian bagus, akan tetapi judul cerpen kalian biasa-biasa saja. Kemungkinan besar orang akan mengabaikan cerpen yang anda buat. Sebagian orang mungkin mengabaikan hal ini, tetapi saya sarankan kepada kalian untuk memperhatikan masalah ini.

Setelah membuat judul yang menarik, maka lengkapilah hal tersebut dengan membuat paragraph pertama dengan menarik. Karena setelah membaca judul, kemungkinan besar orang akan membaca paragraph pertama. Apabila di bagian awal saja sudah tidak menarik, bisa jadi pembaca akan mengurungkan niatnya untuk membaca cerpen kita.

4. Disampaikan Menggunakan Bahasa Sehari-hari

Karena cerpen termasuk karya non ilmiah dan para pembacanya kebanyakan anak muda. Maka gunakanlah bahasa sehari-hari yang mudah difahami oleh pembacanya. Saya sarankan jangan memakai bahasa yang formal, karena hal itu akan membuat bosan para pembaca, yang kebanyakan adalah anak muda.

Demikianlah pembahasan panjang lebar tentang unsur intrinsik cerpen. Semoga dengan ilmu tentang unsur intrinsik cerpen yang saya tuliskan ini dapat membantu menyelesaikan masalah anda. Tak lupa saya mengucapkan terima kasih atas kunjungan teman-teman di halaman ini.