Warnet tanpa PC

Tahun lalu saya memberikan ide kepada Taufik “Mpiq” tentang sebuah konsep warnet yang melenceng dari warnet yang ada sekarang.  Pudjo, dalam sebuah postingnya baru baru ini juga mengeluarkan ide yang kurang lebih sama. Supaya di mengerti, konsep warnet umumnya adalah menyediakan PC dan koneksi internet kemudian pengguna membayar dalam hitungan waktu.

Ide yang saya berikan adalah sebuah warnet yang seolah-olah tidak menyediakan PC, sehingga lebih terlihat sebagai kafe yang sesungguhnya.  Sehingga setiap kali masuk ke warnet tersebut maka memesan minuman dan makanan kecil adalah keharusan.   Akses internet seakan-akan free namun sesungguhnya sudah masuk di dalam harga makanan dan minuman.   Bagaimana buat mereka yang cuma mau mengakses internet?  Ya bisa saja, namun dengan harga yang membuat mereka lebih memilih memesan makanan dan minuman kemudian dapat akses ke internet daripada menggunakan internet saja.

Bagaimana jika mereka mengakses lama dan memesan minuman / makanan seadanya?  Tenang, ada namanya syarat dan kondisi, atur saja bahwa dengan memesan minuman / makanan X mendapatkan hak akses selama Y atau ada ide lain?

Bagaimana dengan perangkat akses?  Sebaiknya perangkat akses tidak langsung terpasang, tapi nanti dibutuhkan oleh pelanggan baru diberikan.  Dengan harga yang semakin murah dan performance notebook yang semakin bagus, saya yakin hal ini bisa dilakukan.  Atau kita membiasakan pelanggan kita untuk membawa perangkat aksesnya sendiri yang namanya HP dan PDA sekarang rata-rata punya Wifi.

Tapi ini cuma ide saja dan saya belum membuat sebuah hitung-hitungan bisnis apapun.  Saya membaginya dengan berharap ada yang bisa memanfaatkan ide ini dengan baik atau bertukar ide lain.

Jangan lupa:  gunakan FOSS dan jangan membajak perangkat lunak